Perkuat Peran Perempuan dalam Kampanye Hidup Sehat, Perwosi Kapanewon Depok Bentuk Kepengurusan Baru

Sleman — Upaya penguatan status kesehatan keluarga melalui peran strategis kaum perempuan terus diintensifkan di tingkat kewilayahan. Guna mengonsolidasikan gerakan olahraga rekreasi dan pembudayaan gaya hidup aktif, Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Kapanewon Depok resmi membentuk struktur kepengurusan baru masa bakti 2026-2030 di Gedung Anglocita Tama, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (30/5/2026).
Langkah taktis ini diambil sebagai respons atas perlunya wadah formal yang mampu mengintegrasikan berbagai kelompok olahraga perempuan di kawasan urban Sleman. Kehadiran struktur kepengurusan yang solid dinilai menjadi instrumen penting untuk menggerakkan potensi perempuan, khususnya dalam menekan prevalensi penyakit tidak menular (PTM) melalui aktivitas fisik yang teratur dan terukur.
Panewu Depok, Rakhmat Harinawan, menekankan bahwa perempuan memegang peran sentral sebagai agen perubahan dalam lingkup domestik maupun sosial. Organisasi Perwosi dirancang bukan sekadar untuk menggelar kegiatan seremonial, melainkan menjadi motor penggerak Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang menyasar kluster keluarga di tiga kalurahan, yakni Caturtunggal, Condongcatur, dan Maguwoharjo.
“Perwosi merupakan wadah instansional yang sangat penting untuk membina olahraga wanita secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan. Kita ingin perempuan di wilayah Kapanewon Depok tidak hanya menjadi penonton, tetapi tampil di depan untuk menjaga kebugaran tubuh mereka sendiri sekaligus menularkan kebiasaan positif tersebut kepada anak-anak dan lingkungan sekitarnya. Dengan tubuh yang sehat dan bugar, produktivitas domestik maupun kontribusi sosial perempuan dalam pembangunan daerah akan meningkat secara eksponensial,” ujar Rakhmat Harinawan saat memberikan pengarahan.
Dalam forum tersebut, susunan kepengurusan inti Perwosi Kapanewon Depok disepakati dengan menempatkan jajaran struktural birokrasi sebagai pilar pembina. Posisi pelindung dijabat oleh Panewu, disusul Panewu Anom sebagai penasihat, dan Kepala Jawatan Sosial bertindak selaku pengarah. Guna memastikan roda organisasi berjalan laras, posisi ketua diamanahkan kepada istri Panewu, didampingi istri Panewu Anom selaku wakil ketua. Jabatan sekretaris diisi oleh staf Jawatan Sosial bersama Resmi Widayati, sementara pos bendahara dikelola oleh Bendahara Gaji Kapanewon Depok bersama staf Jawatan Kemakmuran.
Struktur ini diperkuat oleh enam bidang kerja strategis yang melibatkan lintas sektor. Bidang Humas digawangi oleh Kasubbag Umum dan Kepegawaian, sementara Bidang SDM dikoordinasikan oleh istri Lurah Caturtunggal dibantu Ganep Sri Lestari dan Murniwati. Untuk Bidang Organisasi dipercayakan kepada istri Lurah Condongcatur bersama Retnaningsih dan Sri Rejeki. Pada sektor teknis, Bidang Keolahragaan dipimpin oleh Sri Sulistyowati dibantu Yashinta Sulistyo dan Ratna Handayani. Adapun Bidang Dana Usaha dikoordinasikan oleh istri Lurah Maguwoharjo bersama Nunung dan Rubiyani, serta Bidang Publikasi dikawal oleh staf Jawatan Sosial bersama Titik Yuliati dan Sussilityaningsih.
Rakhmat menambahkan, salah satu target jangka pendek yang harus dieksekusi oleh pengurus baru ini adalah melakukan pemetaan dan mencetak instruktur olahraga lokal, khususnya untuk cabang senam kreasi baru. Langkah pembibitan ini krusial untuk memastikan proses regenerasi pelatih di tingkat akar rumput berjalan dengan baik tanpa hambatan baku.
“Pembinaan kader dan instruktur senam tingkat kapanewon ini sangat mendesak untuk menjaga keberlanjutan program jangka panjang. Kita harus memastikan Depok selalu siap, baik secara kualitas fisik maupun kesiapan organisasi, saat harus mendelegasikan perwakilan dalam ajang kompetisi olahraga wanita di tingkat kabupaten maupun di level Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain aspek kompetisi, ruang ini juga harus dioptimalkan untuk memperkuat integrasi dengan ibu-ibu PKK dan Dharma Wanita agar olahraga rekreasi seperti yoga, jalan sehat, dan bulutangkis semakin inklusif diakses oleh semua lapisan masyarakat,” kata Rakhmat menambahkan komitmennya.
Melalui legalitas kepengurusan yang baru ini, Perwosi Kapanewon Depok diharapkan mampu mengikis ego sektoral dengan membangun kemitraan yang kokoh bersama Dinas Pemuda dan Olahraga serta kader kesehatan desa. Sinergitas yang terjalin erat ini ditargetkan mampu melahirkan regulasi aktivitas fisik yang rutin, terstruktur, dan berdampak nyata pada penurunan angka kesakitan massal di wilayah Depok. (Athiful/KIM Depok)



