MAN 4 Sleman Bekali Siswa Keterampilan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis

Sleman — Menjaga kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga kesehatan psikologis. Kesadaran tersebut ditanamkan MAN 4 Sleman melalui Sosialisasi Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) bekerja sama dengan UPT Puskesmas Kapanewon Pakem, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 2 MAN 4 Sleman mulai pukul WIB tersebut diikuti siswa kelas X dan XI. Materi disampaikan Aulia Untari Intan Wulandari, Psikolog Klinis UPT Puskesmas Pakem.

Melalui kegiatan ini, siswa dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar untuk memberikan dukungan awal kepada teman atau orang di sekitarnya yang sedang menghadapi tekanan maupun persoalan psikologis.

Aulia menjelaskan, kesehatan psikologis perlu mendapat perhatian yang sama dengan kesehatan fisik. Siswa perlu mampu mengenali tanda-tanda seseorang yang sedang mengalami masalah psikologis serta mengetahui langkah awal yang tepat untuk memberikan dukungan.

“Pertolongan pertama pada luka psikologis bukan berarti kita harus menyelesaikan masalah orang lain. Yang paling penting adalah mampu hadir, mendengarkan tanpa menghakimi, memberikan rasa aman, dan membantu mengarahkan kepada orang yang tepat ketika membutuhkan pertolongan lebih lanjut,” jelasnya.

Menurut Aulia, kepedulian sederhana dari lingkungan terdekat dapat menjadi langkah awal yang berarti bagi seseorang yang sedang menghadapi persoalan. Karena itu, siswa diajak membangun kebiasaan saling peduli, mendengarkan, menghargai perasaan orang lain, serta tidak menganggap remeh persoalan psikologis yang dialami diri sendiri maupun teman.

Ia menambahkan, sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, penuh empati, dan mendukung kesehatan psikologis siswa. Lingkungan tersebut dapat membantu siswa tumbuh dan berkembang secara optimal.

Para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Selain menyimak materi, siswa juga terlibat aktif dalam sesi sosialisasi sehingga memperoleh gambaran mengenai langkah sederhana yang dapat dilakukan ketika menemukan teman yang membutuhkan dukungan.

Melalui kegiatan P3LP, MAN 4 Sleman berharap siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian dan empati terhadap sesama. Bekal tersebut diharapkan turut memperkuat terciptanya lingkungan madrasah yang aman, suportif, peduli, dan ramah bagi seluruh warga madrasah. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Kantor Staf Presiden dan BGN Verifikasi Lapangan Program Makan Bergizi Gratis di Sleman

Sleman — Kantor Staf Presiden (KSP) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar verifikasi lapangan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tridadi 3, Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, pada Selasa (08/09/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan operasional penyediaan makanan berjalan higienis, sesuai standar operasional prosedur (SOP), serta tepat sasaran dalam mendukung penurunan angka stunting bagi ibu hamil, balita, dan siswa sekolah.

Rangkaian verifikasi lapangan dilanjutkan ke SDN Tridadi sebagai salah satu lokasi penerima manfaat program. Dalam kesempatan tersebut, tim gabungan meninjau langsung proses distribusi hingga pengonsumsian makanan oleh para siswa di kelas.

Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sleman, Wildan Solichin, mengapresiasi kebersihan ruang produksi di SPPG Tridadi 3 dan menekankan pentingnya pengawasan rutin oleh satuan tugas daerah.

“Sidak berkala ini penting agar satgas dapat mengawasi proses produksi secara ketat. Ruang produksi SPPG Tridadi 3 terlihat bersih dan sudah memenuhi prosedur yang ditetapkan,” ujar Wildan Solichin di sela-sela peninjauan.

Sementara itu, Tenaga Ahli Utama KSP, Aby Ismawan, menjelaskan bahwa keberadaan satgas di daerah bertindak sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat untuk mengendalikan risiko kesehatan. Pihaknya tidak ragu memberikan sanksi tegas berupa penghentian sementara operasional SPPG jika ditemukan indikasi pelanggaran prosedur.

“Jika terdapat indikasi pelanggaran, SPPG akan diberhentikan sementara sebelum ditindaklanjuti dengan proses investigasi untuk menentukan tingkat pelanggarannya, sementara pembiayaan dari BGN juga secara otomatis akan dihentikan hingga status operasional pulih,” tegas Aby Ismawan.

Koordinator Wilayah BGN Sleman, Hening Sucahya, menambahkan bahwa pengawasan dilakukan secara berjenjang bersama pemerintah daerah, termasuk evaluasi kelengkapan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Di Kabupaten Sleman sendiri, terdapat 13 SPPG yang dihentikan operasionalnya secara sementara hingga SLHS resmi diterbitkan demi menjamin mutu dan keamanan pangan bagi para penerima manfaat.




Wabup Sleman Apresiasi Pengabdian Masyarakat Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Sleman — Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengapresiasi kontribusi positif para mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam mendukung pembangunan serta pemberdayaan masyarakat daerah. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri acara penutupan rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) sekaligus KKN Awards 2026 yang berlangsung di Gedung Multipurpose UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Selasa (08/09/2026).

Danang Maharsa menegaskan bahwa keberadaan mahasiswa KKN di tengah masyarakat tidak sekadar memenuhi kewajiban akademik perguruan tinggi. Kegiatan lapangan ini dinilainya sebagai sarana pembelajaran langsung untuk memahami dinamika sosial sekaligus membantu mengoptimalkan berbagai potensi desa di Kabupaten Sleman.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan akademisi dalam menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan.

“Tantangan pembangunan daerah tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah saja. Pendekatan kolaboratif pentahelix yang melibatkan akademisi adalah kunci utama keberhasilan pembangunan, di mana UIN Sunan Kalijaga melalui program KKN telah menjadi mitra strategis yang luar biasa bagi kami,” ujar Danang Maharsa di hadapan para sivitas akademika dan peserta KKN.

Ia juga berpesan agar para mahasiswa tetap menjaga semangat pengabdian dan menjadikan pengalaman berinteraksi dengan warga sebagai bekal untuk menjadi agen perubahan yang solutif di masa depan.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Abdul Qoyum, menjelaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen melakukan transformasi dan perbaikan berkelanjutan dalam tata kelola program pengabdian masyarakat tersebut.

“UIN Sunan Kalijaga terus melakukan transformasi dan perbaikan dalam penyelenggaraan program KKN. Kami juga berkomitmen menerapkan pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab dan transparan, termasuk dalam pengelolaan dana kegiatan KKN sebagai wujud akuntabilitas pengabdian kepada masyarakat,” tutur Abdul Qoyum.

Sinergi yang terjalin erat antara UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Pemerintah Kabupaten Sleman ini diharapkan dapat terus menghadirkan inovasi serta dampak positif yang berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.




Panewu Depok Bayar Pajak via QRIS, Semanis Madu Condongcatur Makin Dekatkan Layanan kepada Warga

Sleman — Panewu Depok, Rakhmat Harinawan, memanfaatkan inovasi layanan publik terpadu Semanis Madu di Kantor Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Selasa (08/09/2026). Dalam kesempatan tersebut, Rakhmat melakukan pembayaran pajak tahunan kendaraan bermotor roda empat melalui layanan Bus Samsat Sleman secara nontunai menggunakan pemindaian kode QRIS.

Kehadiran Panewu Depok ini merupakan bentuk dukungan langsung terhadap efektivitas program pelayanan terpadu yang digagas Pemerintah Kalurahan Condongcatur bersama berbagai mitra instansi. Layanan Semanis Madu menghadirkan beragam fasilitas publik di satu lokasi, mulai dari pembayaran pajak kendaraan, perpanjangan SIM A dan C, perbankan, konsultasi hukum, hingga layanan cek kesehatan gratis dan pengurusan perizinan.

Rakhmat mengapresiasi kemudahan dan kecepatan proses transaksi pelayanan publik berbasis digital yang dinilainya sangat membantu memangkas jarak dan waktu tempuh masyarakat.

“Hari ini saya membayar pajak tahunan kendaraan bermotor roda empat melalui layanan Bus Samsat Sleman di Kalurahan Condongcatur dengan QRIS. Pelayanannya ramah, cepat, dan mudah. Pelayanan seperti ini mendekatkan layanan kepada masyarakat, sehingga warga Condongcatur dan sekitarnya tidak perlu jauh-jauh. Terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kalurahan Condongcatur yang sudah berkolaborasi melalui inovasi Semanis Madu,” ujar Rakhmat Harinawan.

Koordinator Semanis Madu Condongcatur, Wasana, menjelaskan bahwa program pelayanan bersama ini konsisten digelar setiap hari Selasa untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan administrasi warga. Khusus pada pekan pertama setiap bulan, Semanis Madu juga menghadirkan inovasi Si Jelita (Sistem Jemput Lima Tahunan) untuk proses cek fisik kendaraan, serta diramaikan oleh lapak kuliner dan produk UMKM lokal.

“Setiap Selasa masyarakat antusias memanfaatkan layanan Selasa Bersama melalui Semanis Madu. Kami ingin Semanis Madu tidak hanya menjadi tempat masyarakat mendapatkan pelayanan, tetapi juga menjadi ruang bersama yang memberi manfaat lebih luas. Warga bisa mengurus berbagai kebutuhan sekaligus mengenal produk-produk masyarakat dan UMKM yang hadir,” tutur Wasana.

Melalui semangat kolaborasi lintas sektor dan prinsip jemput bola ini, Pemerintah Kalurahan Condongcatur berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik terpadu yang cepat, inklusif, dan efisien bagi seluruh warga Kapanewon Depok. (Wasana/KIM Depok)




Khataman Al-Qur’an dan Doa Bersama Awali Rangkaian Kenduri Banyu Udan XI

Sleman — Rangkaian perayaan Kenduri Banyu Udan XI resmi dimulai dengan menggelar khataman Al-Qur’an dan doa bersama di Sekolah Air Hujan Banyu Bening, Padukuhan Tempursari, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, pada Selasa (08/09/2026). Kegiatan ini menjadi pembuka tradisi tahunan Komunitas Banyu Bening yang berfokus pada kampanye kelestarian lingkungan serta pemanfaatan air hujan sebagai sumber kehidupan.

Acara khataman Al-Qur’an dan doa bersama dipimpin oleh pengasuh Pondok Pesantren Bayt Al Quran Karanglo, Gus Yoga Khoiri Ali. Doa yang dilantunkan secara bersama-sama tersebut ditujukan untuk memohon kelancaran seluruh prosesi Kenduri Banyu Udan XI sekaligus mendoakan keselamatan bangsa dan negara dari berbagai bencana alam.

Ketua Komunitas Banyu Bening, Sri Wahyuningsih, menegaskan bahwa Kenduri Banyu Udan merupakan wujud penghormatan serta rasa syukur atas karunia air hujan yang menopang kehidupan seluruh makhluk hidup di bumi.

“Manusia adalah tamu. Ungkapan ini menjadi pengingat bahwa manusia bukanlah pemilik alam, melainkan bagian dari ekosistem yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Air hujan yang selama ini kerap dianggap biasa, memiliki peran vital bagi keberlangsungan kehidupan,” ujar Sri Wahyuningsih di sela-sela acara.

Salah satu warga Tempursari, Elisabeth Panti, mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Kenduri Banyu Udan yang dinilainya mampu memadukan kearifan lokal budaya dengan pesan edukasi konservasi lingkungan bagi masyarakat luas.

“Selain sebagai hiburan, kami juga mendapatkan ilmu baru. Ini menjadi pengingat bahwa ada nilai-nilai budaya yang diselaraskan dengan konservasi dan penyelamatan lingkungan. Kami berharap pesan mengenai pentingnya menjaga alam dan sumber daya air dapat semakin kuat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Elisabeth Panti.

Rangkaian acara Kenduri Banyu Udan XI akan berlanjut ke acara puncak pada Rabu (09/09/2026). Melalui ajang budaya ini, masyarakat diharapkan makin tergerak untuk merawat tradisi sekaligus memperkuat kesadaran ekologis dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air di Kabupaten Sleman. (Andy Ahmad/KIM DSN Ngaglik)