BKR Restu Sambilegi Kidul Bekali Orang Tua Cara Bangun Komunikasi Sehat dengan Remaja

Sleman — Bina Keluarga Remaja (BKR) Restu Padukuhan Sambilegi Kidul, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman menggelar pembekalan khusus bagi para orang tua pada Jumat (22/5/2026). Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk memperkuat kapasitas orang tua dalam mendampingi anak yang sedang memasuki fase usia remaja.
Penyuluh KB Kapanewon Depok, Enik Kisnawati, menyatakan bahwa kegiatan ini diarahkan untuk membantu orang tua memahami pola pendampingan anak remaja secara tepat. Menurutnya, keluarga memegang pilar utama dalam membangun komunikasi yang efektif, memberikan teladan yang baik, serta menciptakan suasana rumah yang aman dan nyaman bagi anak.
Edukasi ini menekankan pentingnya kesiapan orang tua dalam mendampingi anak. Orang tua perlu memahami perubahan yang dialami anak, sekaligus mampu meresponsnya dengan bijak, sabar, dan terbuka. Masa remaja merupakan fase krusial yang membutuhkan perhatian khusus karena anak mengalami perubahan fisik, emosi, cara berpikir, hingga pola pergaulan. Oleh karena itu, orang tua wajib memiliki bekal pengetahuan agar tidak keliru dalam merespons sikap dan perilaku anak.
Pendampingan keluarga tidak boleh lagi dilakukan secara searah atau hanya sekadar memberikan nasihat. Orang tua dituntut untuk membangun kedekatan emosional, mendengarkan keluhan anak, serta membuka ruang dialog yang setara agar anak merasa dihargai dan tidak takut untuk menyampaikan persoalan yang sedang mereka hadapi.
Orang tua sebaiknya tidak hanya hadir ketika anak bermasalah. Yang lebih penting adalah hadir sejak awal, membangun kebiasaan berbicara, mendengar, dan memberi arahan tanpa membuat anak merasa dihakimi. Jika komunikasi dua arah ini tidak terbangun, dikhawatirkan remaja akan mencari pelarian atau solusi di luar rumah yang belum tentu memberikan dampak positif bagi masa depan mereka.
Selain pola komunikasi, para peserta BKR Restu juga diajak untuk memahami perubahan yang terjadi pada masa pubertas. Pemahaman biologis dan psikologis ini dinilai penting agar orang tua dapat memberikan penjelasan yang benar, santun, dan sesuai dengan usia anak, baik kepada remaja perempuan maupun laki-laki.
Faktor kesehatan mental remaja juga menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut. Remaja perlu dibantu untuk mengenali emosi, mengelola tekanan, membangun kebiasaan baik, serta memiliki lingkungan dukungan yang positif. Seluruh peran tersebut harus dimulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga, melalui komunikasi yang sehat dan hubungan yang hangat.
Tantangan di era digital pun tidak luput dari pembahasan. Mengingat perkembangan teknologi yang tidak dapat dihindari, orang tua dituntut untuk terus memperbarui informasi agar mampu mendampingi anak dalam menggunakan teknologi secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab. Orang tua harus menjadi teladan dalam penggunaan teknologi karena anak akan lebih mudah menerima arahan apabila orang tua juga memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan pembekalan ini, para orang tua yang tergabung dalam BKR Restu diharapkan semakin sadar bahwa pendampingan remaja harus dilakukan secara konsisten dan terus-menerus, bukan hanya respons reaktif ketika muncul persoalan. Keluarga harus dikembalikan fungsinya sebagai tempat pertama dan utama bagi anak untuk mempelajari nilai-nilai kehidupan, etika, tanggung jawab, serta kemandirian.
Harapannya, orang tua semakin siap menjadi pendamping utama bagi anak di rumah. Dengan komunikasi yang baik, keteladanan, dan perhatian yang tulus, keluarga dapat menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang remaja. (Athiful/KIM Depok)



