Penyaluran BLT Dana Desa Tahap 5 Perkuat Perlindungan Sosial Warga

Sleman — Pemerintah Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap 5 Tahun 2026 kepada warga penerima manfaat sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.

Penyaluran bantuan dilaksanakan di Aula Kalurahan Margorejo pada Kamis (21/05/2026) dan berlangsung tertib serta lancar. Kegiatan tersebut dihadiri Tenaga Pendamping Sosial Kecamatan (TPSK) Iwan Wismantoro, Carik Margorejo Ariyanto Wibowo, serta Kamituwa Margorejo Anwar Insani.

Pada tahap penyaluran bulan Mei 2026 ini, bantuan diberikan kepada 14 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp300 ribu yang bersumber dari Dana Desa.

Carik Kapanewon Tempel, Aryanto Wibowo menegaskan bahwa penyaluran BLT Dana Desa dilakukan secara transparan dan tepat sasaran sesuai hasil pendataan dan verifikasi yang telah dilakukan bersama unsur terkait.

“Program ini menjadi bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan dukungan ekonomi. Harapannya bantuan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga,” ujarnya.

Keberadaan BLT Dana Desa dinilai masih memiliki peran penting dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, pekerja sektor informal, dan keluarga prasejahtera. Selain membantu kebutuhan sehari-hari, bantuan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan perlindungan sosial berbasis desa.

TPSK Kecamatan Tempel, Iwan Wismantoro, turut mengapresiasi komitmen pemerintah kalurahan dalam memastikan proses penyaluran berjalan tertib dan sesuai ketentuan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa, pendamping sosial, dan unsur masyarakat menjadi faktor penting agar bantuan benar-benar diterima warga yang berhak.

Sementara itu, Kamituwa Margorejo, Anwar Insani menekankan pentingnya pengawasan dan kepedulian bersama terhadap warga penerima manfaat agar bantuan sosial dapat memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Program BLT Dana Desa sendiri merupakan bagian dari kebijakan pemerintah dalam memperkuat jaring pengaman sosial di tingkat desa. Selain mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, program tersebut juga diharapkan mampu menjaga stabilitas sosial dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik di tingkat lokal. (SBD KIM SENYUM TEMPEL)




Kapanewon Depok Layani 78 Permohonan Adminduk Warga Condongcatur

Sleman – Pemerintah Kapanewon Depok melalui Jawatan Umum melayani 78 permohonan administrasi kependudukan warga Padukuhan Joho, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Rabu (20/5/2026).

Pelayanan tersebut dilaksanakan melalui program Jemput Bola Pemutakhiran Data Kartu Keluarga dan KTP Elektronik (Jebol Target). Program ini menjadi upaya mendekatkan layanan administrasi kependudukan kepada masyarakat agar warga lebih mudah memperbarui dokumen kependudukan.

Kepala Jawatan Umum Kapanewon Depok, Benyamin Dalung, mengatakan bahwa layanan jemput bola penting dilakukan untuk memastikan data kependudukan warga tetap lengkap, benar, dan mutakhir.

“Melalui Jebol Target, pelayanan administrasi kependudukan dapat lebih mudah dijangkau masyarakat. Warga tidak perlu menunda pembaruan data karena layanan sudah didekatkan langsung ke padukuhan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, tercatat aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebanyak 47 NIK, pengurusan Kartu Keluarga 15 dokumen, KTP 12 dokumen, Kartu Identitas Anak 2 dokumen, serta layanan masuk penduduk 2 dokumen.

Benyamin menjelaskan, pemutakhiran data kependudukan memiliki peran penting dalam mendukung akses masyarakat terhadap berbagai layanan publik. Dokumen yang sesuai dengan kondisi terbaru diperlukan untuk layanan pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, administrasi pemerintahan, hingga kebutuhan pelayanan lainnya.

Menurutnya, kegiatan di Padukuhan Joho juga menunjukkan bahwa pelayanan langsung di wilayah masyarakat masih sangat dibutuhkan. Selain mempercepat proses pengurusan dokumen, layanan tersebut menjadi sarana edukasi agar warga semakin tertib administrasi kependudukan.

“Setiap perubahan data keluarga, status, alamat, maupun perpindahan penduduk sebaiknya segera diperbarui. Dengan data yang tertib, pelayanan kepada masyarakat juga dapat berjalan lebih tepat,” katanya.

Melalui program Jebol Target, Pemerintah Kapanewon Depok berharap layanan administrasi kependudukan semakin dekat, cepat, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat hingga tingkat padukuhan. (Athiful/KIM Depok)




Akademisi UNISA Dorong Motivasi Belajar Siswa Melalui AIC Coaching

Sleman – Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menghadirkan program Appreciative Inquiry Coaching (AIC) untuk memperkuat motivasi belajar siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas 19. Program tersebut menjadi langkah nyata UNISA sebagai bagian dari Kabupaten Sleman dalam memberi kontribusi terhadap penguatan pendidikan dan perkembangan remaja.

Dosen Psikologi UNISA, Komarudin, mengatakan bahwa AIC dirancang untuk membantu siswa mengenali potensi, membangun harapan, dan menyusun langkah masa depan secara lebih terarah.

Program ini hadir di tengah tantangan menurunnya motivasi belajar sebagian remaja, terutama mereka yang membutuhkan dukungan psikologis dan sosial.

“Program ini berupaya membantu siswa melihat kembali kekuatan dirinya. Mereka diajak memahami bahwa setiap anak memiliki potensi, pengalaman positif, dan peluang untuk merancang masa depan yang lebih baik,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, AIC menggunakan pendekatan psikologi positif yang berfokus pada kekuatan individu. Siswa tidak diarahkan untuk melihat kekurangan sebagai hambatan utama, tetapi didampingi untuk menemukan hal-hal baik yang dapat menjadi dasar dalam membangun semangat belajar.

Komarudin menjelaskan, program tersebut menerapkan tahapan 5D, yakni Define, Discover, Dream, Design, dan Destiny. Melalui tahapan itu, siswa diajak memahami tujuan kegiatan, mengenali pengalaman positif, membangun impian, merancang langkah konkret, dan meneguhkan komitmen untuk menjalankannya.

“Pendekatan ini penting karena motivasi belajar tidak bisa hanya dibangun dengan perintah atau nasihat. Siswa perlu merasa dihargai, dipercaya, dan dibantu menemukan alasan personal mengapa pendidikan penting bagi masa depannya,” katanya.

Komarudin pun menambahkan, kegiatan AIC menjadi pemantik awal bagi siswa untuk menata pola pikir dan arah hidup. Meski perubahan perilaku belajar membutuhkan proses panjang, program ini diharapkan dapat membuka kesadaran siswa agar lebih percaya diri dan berani menyusun tujuan.

“Program singkat seperti ini memang belum cukup untuk mengubah perilaku secara menyeluruh. Namun, AIC dapat menjadi awal untuk menumbuhkan kesadaran, harapan, dan keberanian siswa dalam membangun masa depan,” ujarnya.

Melalui program tersebut, Komarudin berharap pendekatan penguatan motivasi berbasis psikologi positif dapat terus dikembangkan sebagai gerakan pendidikan yang berdampak.

Program ini juga menegaskan bahwa perguruan tinggi di Kabupaten Sleman memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi sosial yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Ke depan, AIC diharapkan mampu menjadi model pendampingan remaja yang membantu siswa memandang pendidikan bukan sekadar kewajiban, tetapi sebagai jalan membangun kemandirian, harga diri, dan kehidupan yang lebih baik. (Athiful/KIM Depok)




Empat Tim Riset MAN 4 Sleman Lolos FIKSI 2026

Sleman – MAN 4 Sleman kembali meneguhkan diri sebagai madrasah riset setelah empat tim siswanya lolos seleksi Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2026. Kompetisi bergengsi tersebut diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Koordinator pembimbing, Nira Intan Sari, menyampaikan bahwa MAN 4 Sleman mengirimkan sembilan tim dalam ajang tersebut dan empat di antaranya berhasil lolos seleksi.

“Kami mengirimkan sembilan tim dan alhamdulillah empat tim berhasil lolos. Persiapan sudah dilakukan sejak awal Februari. Untuk tim yang belum lolos, kami berharap tetap semangat dan terus berkarya,” ujarnya.

Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf, mengapresiasi kerja keras para siswa dan pembimbing dalam mengikuti kompetisi tersebut.

“Diperlukan kerja keras, kreativitas, dan keberanian berpikir out of the box untuk meraih sukses. Semoga tahap berikutnya berjalan lancar,” katanya usai menerima laporan, Rabu (20/5/2026).

Empat tim yang lolos terdiri atas satu tim bidang Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) dan tiga tim bidang Desain Komunikasi Visual (DKV).

Tim pertama, G-MAC, beranggotakan Sungging Sundari dan Asyifa Dewi Pramesti di bawah bimbingan Umi Hidayati. Tim ini mengusung karya berjudul “Inovasi Macaron Bebas Gluten Berbasis Tepung Gaplek sebagai Alternatif Camilan Sehat dan Aman bagi Penderita Celiac.”

Tim kedua, LIKA, dengan anggota Dayana Batrisya Kumala Dewi, mengajukan karya “Film Pendek Animasi POV (Point of View) sebagai Media Edukasi Empati terhadap Disabilitas Disleksia di Lingkungan Sekolah.” Tim ini dibimbing Rizal Adi Nugroho.

Tim ketiga, LAKECIL, beranggotakan Aira Maharani Rivana dan Nevlin Rasio Vandanu. Mereka menghadirkan karya “Langkah Kecil: Serial Animasi Social Stories Visual sebagai Panduan Kemandirian Aktivitas Harian bagi Anak Spektrum Autisme.”

Sementara itu, tim keempat, SILENT SKILL, dengan anggota Akmal Syafiq Furat dan Denian Rachel Pamungkas, mengusung karya “SILENT-SKILL: Seri Animasi Motion Graphic Interaktif sebagai Modul Pelatihan Vokasional Mandiri bagi Teman Tuli.”

Keberhasilan tersebut menjadi bukti komitmen MAN 4 Sleman dalam mendorong budaya riset, inovasi, dan kreativitas siswa di berbagai bidang. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




PCPM Prambanan Sleman Kembangkan Lapak Hewan Kurban

Sleman – Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Prambanan, Kabupaten Sleman, mengembangkan lapak hewan kurban sebagai unit usaha musiman menjelang Hari Raya Idul Adha. Lapak tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat mendapatkan hewan kurban yang sehat, layak, dan sesuai kebutuhan.

Ketua PCPM Prambanan, Eko Priyantoro, mengatakan lapak hewan kurban menjadi salah satu unit bisnis yang secara rutin dikembangkan PCPM Prambanan setiap momentum Idul Adha.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada usaha, tetapi juga menjadi bagian dari pelayanan kepada masyarakat yang akan menunaikan ibadah kurban.

“Lapak ini kami kembangkan setiap Hari Raya Idul Adha. Harapannya, masyarakat lebih mudah mendapatkan hewan kurban yang sehat, layak, dan sesuai syariat,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan, lapak hewan kurban PCPM Prambanan menyediakan berbagai jenis kambing kurban. Masyarakat dapat memilih hewan sesuai kebutuhan, kemampuan, dan kriteria yang diinginkan.

Selain menyediakan kambing kurban, pihaknya juga memberikan sejumlah fasilitas layanan, antara lain gratis biaya kirim hewan kurban, gratis biaya perawatan sampai hari pelaksanaan penyembelihan, serta jaminan kambing dalam kondisi sehat dan tidak cacat.

“Kami ingin memberi kemudahan kepada masyarakat. Karena itu, pembeli tidak perlu khawatir soal perawatan sampai hari H. Hewan kurban juga kami pastikan sehat dan tidak cacat,” katanya.

Eko menambahkan, layanan tersebut menjadi bentuk komitmen PCPM Prambanan dalam menghadirkan usaha yang amanah, profesional, dan memberi manfaat. Menurutnya, pengelolaan lapak hewan kurban juga menjadi sarana pemberdayaan organisasi agar lebih mandiri secara ekonomi.

Ia berharap, lapak hewan kurban PCPM Prambanan dapat terus berkembang dan memberi kontribusi positif bagi masyarakat Kabupaten Sleman. Selain memudahkan masyarakat dalam memperoleh hewan kurban, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menguatkan semangat berbagi, kepedulian sosial, dan kemandirian pemuda.

“Semoga usaha ini dapat memberikan manfaat luas, baik bagi masyarakat yang berkurban maupun bagi penguatan gerakan pemuda di Kabupaten Sleman,” ujarnya. (Athiful/KIM Depok)