Revolution Academy Sleman Borong 17 Medali di UGM Taekwondo Championship 2026

Sleman — Tim taekwondo Revolution Academy Sleman berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan memborong 17 medali dalam ajang Universitas Gadjah Mada (UGM) Taekwondo Championship 2026 yang berlangsung di Gedung Olah Raga Nusantara, Bulaksumur, Kabupaten Sleman, pada Senin (07/09/2026). Perolehan 17 medali tersebut terdiri atas tujuh medali emas, tiga perak, dan tujuh perunggu.
Capaian tersebut diraih dari 17 atlet Revolution Academy yang bertanding pada kategori Poomsae (Rangkaian Jurus) dan Kyorugi (Pertarungan). Kejuaraan nasional tingkat Grade C yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo UGM ini diikuti sebanyak atlet dari puluhan dojang yang tersebar di lima provinsi di Pulau Jawa, meliputi kelompok usia pra-kadet, kadet, junior, hingga senior.
Pelatih Kepala Revolution Academy, Muhammad Arif, mengutarakan bahwa hasil manis ini merupakan buah dari konsistensi program latihan intensif selama beberapa bulan yang berfokus pada penguatan teknik, taktik, fisik, serta ketahanan mental para atlet di atas matras.
“Ajang Kejuaraan UGM Taekwondo Championship ini menjadi sarana penting untuk mengukur kemampuan para atlet dan membuktikan hasil selama latihan intensif berbulan-bulan. Kami sebagai pelatih bangga melihat anak-anak dapat tampil luar biasa, tetap rendah hati saat menang, dan tidak berkecil hati jika hasil belum sesuai harapan. Tetap junjung sportivitas dan pantang menyerah,” ujar Muhammad Arif di sela-sela pendampingan atlet.
Tujuh medali emas Revolution Academy disumbangkan oleh Muhammad Ustman Fachrurozi dan Aura Putry Mahatmajati pada kategori Poomsae, serta lima atlet kategori Kyorugi yakni Rheiva Fauzan Sujadmiko, Damyan Nur Ramdhan, Arsva Nathan Jaswinder Wibowo, Muhammad Aydan Arya, dan Jihan Makaila Wibawa. Keberhasilan ini juga ditopang oleh kesiapan fisik para atlet yang disiplin menjaga pola makan serta jadwal istirahat selama masa persiapan kompetisi.
Salah satu atlet peraih emas kategori Kyorugi, Muhammad Aydan Arya, mengungkapkan bahwa persiapan matang menjadi kunci utamanya dalam meraih performa puncak saat menghadapi tekanan lawan.
“Saya telah mempersiapkan kondisi fisik dan teknik agar dapat tampil prima saat pertandingan. Pola makan dan waktu istirahat juga saya jaga untuk mendukung performa dan meraih hasil maksimal sesuai target,” kata Muhammad Aydan Arya.
Ajang kejuaraan taekwondo dua tahunan yang dibuka oleh perwakilan Direktorat Kemahasiswaan UGM, Hempri Suyatna, serta disaksikan jajaran pengurus KONI DIY dan Pengda Taekwondo Indonesia DIY ini diharapkan dapat terus menjadi wadah pembinaan atlet muda Sleman menuju panggung olahraga tingkat nasional maupun internasional. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)



