Gerakan 1 Tahun Pra Sekolah, Sleman Perkuat Fondasi Pendidikan Anak Usia Dini

Sleman — Upaya memperkuat kualitas pendidikan anak usia dini terus mendapat perhatian berbagai daerah di Indonesia. Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pendidikan menggelar Sosialisasi Gerakan 1 Tahun Pra Sekolah bagi satuan PAUD se-Kapanewon Tempel, Rabu (20/5/2026). Hal itu sebagai bagian dari penguatan kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan dasar.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kapanewon Tempel tersebut dihadiri unsur pemerintah kapanewon, organisasi pendidik PAUD, kepala satuan pendidikan, hingga para pegiat pendidikan anak usia dini. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ibu PAUD Kabupaten Sleman, Parmilah Harda Kiswaya, yang memberikan dukungan terhadap penguatan pendidikan anak usia dini sebagai fondasi pembangunan generasi masa depan.

Ibu PAUD Kabupaten Sleman menilai pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang sehat, mandiri, dan memiliki karakter kuat sejak dini.

“PAUD bukan hanya tempat belajar membaca dan berhitung, tetapi ruang pertama anak mengenal nilai-nilai kehidupan, kedisiplinan, serta cara berinteraksi dengan lingkungan. Karena itu, perhatian terhadap pendidikan usia dini harus menjadi gerakan bersama,” ungkap Parmilah.

Sementara itu, Panewu Tempel, Rasyid Ratnadi Sosiawan menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak usia dini membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, lingkungan, hingga pemerintah.

“Kita ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan stimulasi pendidikan yang baik sebelum memasuki sekolah dasar. Ini bagian dari ikhtiar bersama membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, para peserta juga membahas tantangan pendidikan anak usia dini di lapangan, mulai dari pemerataan akses PAUD, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, hingga pentingnya keterlibatan keluarga dalam proses tumbuh kembang anak.

Gerakan 1 tahun pra sekolah kini menjadi perhatian nasional seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya fase emas perkembangan anak. Berbagai studi pendidikan menunjukkan bahwa pengalaman belajar pada usia dini memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan literasi, numerasi, hingga pembentukan karakter saat dewasa.

Melalui sosialisasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap satuan PAUD di wilayah Tempel dapat menjadi bagian dari gerakan pendidikan yang lebih luas, yakni menciptakan ekosistem belajar yang ramah anak dan mampu menyiapkan generasi Indonesia yang unggul menghadapi tantangan masa depan. (SBD KIM SENYUM TEMPEL)




BPMP DIY Gelar KHD Cup 2026 Perkuat Karakter Pesilat Pelajar

Sleman – Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) DIY menggelar Ki Hajar Dewantara Cup (KHD Cup) 2026 di Kampus BPMP DIY, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Selasa-Rabu (19-20/5/2026). Ajang seni pencak silat antar pelajar tersebut menjadi ruang pembinaan prestasi, karakter, sportivitas, dan keluhuran akhlak bagi peserta didik.

Kepala BPMP DIY, Mohammad Adi Hartono, mengatakan bahwa KHD Cup menjadi agenda rutin BPMP DIY sejak 2024 sebagai bagian dari inovasi layanan pendidikan. Kegiatan tersebut terbuka bagi pelajar jenjang SD, SMP, SMA, SMK, dan madrasah sederajat di DIY.

Menurutnya, pencak silat memiliki nilai yang luas karena tidak hanya berkaitan dengan olahraga dan bela diri, tetapi juga memuat unsur seni budaya, pembinaan mental, serta penguatan spiritual.

“Pencak silat memiliki nilai yang sangat relevan untuk membentuk karakter pelajar. Di dalamnya ada kedisiplinan, keberanian, sportivitas, penghormatan, dan pembinaan akhlak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, nilai-nilai tersebut sejalan dengan program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yakni 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH). Program tersebut diarahkan untuk membentuk generasi yang sehat, cerdas, mandiri, berakhlak mulia, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

KHD Cup 2026 juga menjadi bentuk komitmen BPMP DIY dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, bermutu, dan berdampak langsung bagi peserta didik. Dalam penyelenggaraan tahun ini, panitia tidak memungut biaya pendaftaran dan menyediakan makan siang bagi seluruh peserta.

Adi menambahkan, setiap peserta juga direncanakan memperoleh boneka maskot sebagai bentuk apresiasi. Hal tersebut diharapkan menambah semangat, kegembiraan, dan pengalaman positif bagi pelajar selama mengikuti lomba.

“Kegiatan ini dibiayai melalui DIPA BPMP DIY, sehingga peserta tidak dikenai biaya pendaftaran. Karena kuota terbatas, sekolah dan peserta kami harapkan mempersiapkan diri dengan baik dan tidak terlambat mendaftar,” katanya.

Adapun kuota peserta dibatasi sebanyak 200 orang, menyesuaikan dengan anggaran dan fasilitas penyelenggaraan. Para pelajar dan sekolah diimbau memantau informasi resmi melalui laman dan media sosial BPMP DIY agar tidak tertinggal informasi pendaftaran.

Nomor yang dilombakan meliputi seni jurus tunggal baku IPSI dan tunggal bebas atau solo kreatif. Para juara akan memperoleh medali emas, perak, dan perunggu, piagam penghargaan dari BPMP DIY sebagai UPT Kemendikdasmen, serta tas apresiasi bagi peraih medali.

Dalam kesempatan tersebut, Adi berharap KHD Cup 2026 tidak hanya melahirkan pelajar berprestasi, tetapi juga menumbuhkan sikap jujur, sportif, rendah hati, dan bersahabat.

“Di gelanggang para peserta bertanding dengan semangat dan sportivitas. Di luar gelanggang, mereka tetap menjadi sahabat. Itulah nilai luhur pencak silat yang harus terus dijaga,” ujarnya.

Melalui KHD Cup 2026, BPMP DIY berharap pelajar di Yogyakarta semakin terdorong mengembangkan potensi, meraih prestasi, serta memperkuat karakter dan akhlak mulia melalui seni pencak silat. (Athiful/KIM Depok)




MAN 4 Sleman Peringati Harkitnas ke-118, Tanamkan Semangat Nasionalisme Generasi Muda

Sleman – Semangat kebangkitan nasional menggema di lingkungan MAN 4 Sleman saat seluruh warga madrasah memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 pada Rabu (20/5/2026). Upacara yang berlangsung khidmat di halaman madrasah itu menjadi momentum penting untuk menanamkan semangat persatuan, nasionalisme, dan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan era digital.

Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf, yang bertindak sebagai pembina upacara, mengajak seluruh peserta untuk meneladani perjuangan para tokoh pendidikan asal Yogyakarta yang telah berjasa besar bagi bangsa. Ia menyebut nama-nama besar seperti Dr. Wahidin Sudirohusodo, Ki Hajar Dewantara, hingga KH Ahmad Dahlan sebagai sosok yang membangkitkan kesadaran bangsa melalui pendidikan dan pengabdian.

“Yogyakarta patut bangga karena banyak tokoh besar lahir dari daerah ini. Mereka memiliki peran penting dalam membangun kebangkitan pendidikan di Indonesia. Hari ini kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional, dan kita berkewajiban melanjutkan perjuangan para pahlawan pendidikan tersebut,” tegas Arif.

Peringatan Harkitnas tahun ini diikuti seluruh guru, tenaga kependidikan, dan siswa-siswi MAN 4 Sleman dengan penuh semangat kebangsaan. Dalam kesempatan itu, Arif juga membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.

Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa Hari Kebangkitan Nasional menjadi pengingat akan lahirnya semangat persatuan bangsa sejak berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908. Semangat itu kini harus terus dihidupkan, terutama dalam menghadapi perkembangan zaman dan transformasi digital yang semakin pesat.

Mengusung tema Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara, Harkitnas 2026 menekankan pentingnya menjaga generasi muda sebagai aset utama bangsa. Pemerintah juga terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan pendidikan, layanan kesehatan, serta perlindungan generasi muda di ruang digital.

Tak hanya menyampaikan amanat, Arif juga memberikan motivasi kepada para siswa agar terus semangat belajar, disiplin, dan mencintai tanah air. Menurutnya, generasi muda hari ini adalah penentu masa depan Indonesia.

“Anak-anak hari ini adalah tunas bangsa yang akan menentukan masa depan Indonesia. Karena itu, pelajar harus memiliki semangat belajar, disiplin, dan karakter yang kuat,” pesannya.

Suasana upacara berlangsung tertib dan penuh penghayatan. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan khidmat, mulai dari pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan Pancasila, hingga amanat pembina upacara.

Melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 ini, Civitas Akademik MAN 4 Sleman diharapkan semakin memperkuat semangat persatuan, meningkatkan literasi digital, serta membangun karakter generasi muda yang berintegritas dan cinta tanah air.

Peringatan Harkitnas di MAN 4 Sleman menjadi bukti bahwa semangat kebangkitan bangsa tidak hanya hidup dalam sejarah, tetapi juga terus tumbuh dalam langkah generasi muda yang siap bergerak maju demi Indonesia yang berdaulat, cerdas, dan bermartabat. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Kemenag Sleman Dorong Calon Pengantin Peduli Lingkungan

Sleman – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman memperkuat pelaksanaan program unggulan Calon Pengantin Peduli Lingkungan (Caping) melalui layanan bimbingan perkawinan di KUA Kapanewon Depok, Rabu (20/5/2026).

Program tersebut diikuti 15 pasang calon pengantin sebagai bagian dari penguatan nilai keagamaan dan kepedulian lingkungan.

Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Depok Sleman, Sunhaji, mengatakan bahwa Caping menjadi salah satu inovasi layanan Kemenag Sleman dalam mendukung kebijakan prioritas Kementerian Agama, terutama penguatan ekoteologi dalam program Asta Protas.

Menurutnya, program tersebut menghubungkan pembinaan keluarga dengan tanggung jawab menjaga lingkungan. Calon pengantin tidak hanya dibekali pemahaman tentang kehidupan rumah tangga, tetapi juga diajak menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian alam sejak awal membangun keluarga.

“Melalui Caping, calon pengantin kami ajak memulai kehidupan rumah tangga dengan nilai kebaikan yang berdampak luas. Salah satunya melalui wakaf bibit tanaman sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bibit tanaman yang terkumpul dari calon pengantin nantinya akan disalurkan kepada pihak yang membutuhkan. Langkah tersebut diharapkan membangun jejaring kolaborasi antara Kemenag, masyarakat, dan keluarga baru dalam mendukung keberlanjutan lingkungan hidup di Kabupaten Sleman.

Program Caping juga menjadi bagian dari upaya Kemenag Sleman menghadirkan layanan publik yang tidak berhenti pada aspek administrasi pernikahan.

“Bimbingan perkawinan diarahkan agar lebih bermakna dengan menanamkan nilai tanggung jawab sosial, kepedulian ekologis, serta kesadaran bahwa keluarga memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan sekitar,” kata Sunhaji.

Ia menambahkan, penguatan ekoteologi perlu diterjemahkan dalam tindakan sederhana yang mudah dilakukan masyarakat. Karena itu, calon pengantin didorong menjadi bagian dari gerakan kepedulian lingkungan di tempat tinggal masing-masing.

“Kami berharap pasangan calon pengantin tidak hanya siap membangun keluarga yang sakinah, tetapi juga menjadi keluarga yang peduli terhadap lingkungan. Menanam bibit tanaman adalah langkah kecil, tetapi manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.

Untuk memperluas partisipasi, Kemenag Sleman juga terus melakukan sosialisasi program Caping melalui kegiatan pembinaan, layanan KUA, dan publikasi media sosial. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari pengamalan nilai keagamaan.

“Melalui program Caping, Kemenag Sleman berharap lahir keluarga baru yang harmonis, peduli sosial, dan memiliki kesadaran ekologis sejak awal kehidupan rumah tangga,” pungkas Sunhaji. (Athiful/KIM Depok)




Pemerintah Kapanewon Moyudan dan PMI Gelar Donor Darah Peringati Hari Jadi ke-110 Sleman

Sleman – Pemerintah Kapanewon Moyudan bersama PMI Moyudan menggelar kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (19 /5/2026), di Pendopo Kapanewon Moyudan.

Antusiasme warga cukup tinggi. Dari 68 orang yang mendaftar, berhasil terkumpul 38 kantong darah dengan rincian sebagai berikut: golongan darah A sebanyak 7 kantong, golongan darah B sebanyak 12 kantong, golongan darah O sebanyak 18 kantong, dan golongan darah AB sebanyak 1 kantong.

Sekretaris PMI Moyudan, Titin, mengatakan bahwa sebagian pendaftar belum dapat mendonorkan darahnya karena mengalami tekanan darah tinggi, kadar hemoglobin rendah, serta baru mengonsumsi obat-obatan.

“Sebagian dari masyarakat tidak dapat mendonorkan darahnya karena tensinya tinggi, ada juga yang hemoglobinnya rendah sama baru minum obat-obatan,” katanya.

Panewu Moyudan, Agung Dwi Maryoto pun menyebut kegiatan ini sebagai wujud sinergi yang baik antara Pemerintah Kapanewon Moyudan dan PMI Moyudan.

“Kegiatan ini diikuti oleh pegawai kapanewon, anggota Polsek, anggota Danramil, dan warga setempat. Ini bentuk nyata gotong royong kita dalam memperingati Hari Jadi Sleman,” ujarnya.

Aksi donor darah ini diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan stok darah di wilayah Kabupaten Sleman sekaligus menjadi wujud kepedulian masyarakat Moyudan dalam memperingati Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman. (Giek/ KIM Moyudan)