Jebol Target Kapanewon Depok Layani 109 Permohonan Adminduk Warga

Sleman – Pemerintah Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman melalui Jawatan Umum kembali melaksanakan pelayanan Jebol Target atau Jemput Bola Pemutakhiran Data Kartu Keluarga dan KTP-elektronik, di Padukuhan Nologaten, Kalurahan Caturtunggal, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kapanewon Depok dalam menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan yang lebih dekat, cepat, dan mudah dijangkau masyarakat.

Dalam pelayanan jemput bola ini, masyarakat dapat mengakses sejumlah layanan administrasi kependudukan, mulai dari aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), KTP-elektronik, Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), Surat Keterangan Pindah WNI, hingga Surat Keterangan Dispensasi Nikah.

Kepala Jawatan Umum Kapanewon Depok, Benyamin Dalung, menyampaikan bahwa pelayanan Jebol Target menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam mendekatkan layanan kepada masyarakat.

Menurutnya, pelayanan administrasi kependudukan harus semakin mudah diakses, terutama bagi warga yang membutuhkan pemutakhiran data secara cepat dan tepat.

“Melalui pelayanan Jebol Target ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh layanan administrasi kependudukan dengan lebih mudah, dekat, dan cepat. Antusiasme warga menunjukkan bahwa layanan jemput bola seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib dan lancar. Warga Padukuhan Nologaten tampak antusias memanfaatkan layanan yang dihadirkan langsung di wilayah mereka. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat dalam memperbarui dan melengkapi dokumen kependudukan.

Benyamin menambahkan, Pemerintah Kapanewon Depok akan terus mendorong pelayanan publik yang responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, pelayanan administrasi kependudukan tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga mampu memberikan kemudahan nyata bagi warga.

Pemerintah Kapanewon Depok, ungkap Benyamin, turut menyampaikan apresiasi kepada Tim Tata Laksana Kalurahan Caturtunggal, Dukuh Nologaten, kader adminduk, serta lembaga masyarakat Padukuhan Nologaten yang telah mendukung penuh pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada seluruh masyarakat Padukuhan Nologaten atas partisipasi aktif dalam mengikuti Pelayanan Jebol Target sehingga kegiatan dapat berjalan sukses.,” katanya.

Adapun hasil rekapitulasi pelayanan di Padukuhan Nologaten meliputi aktivasi IKD sebanyak 60 akun, pelayanan KTP sebanyak 27 dokumen, KK sebanyak 19 dokumen, dan KIA sebanyak 3 dokumen.

“Secara keseluruhan, pelayanan Jebol Target di Padukuhan Nologaten berhasil melayani 109 permohonan administrasi kependudukan warga,” tandasnya. (Athiful/KIM Depok)




Forum Komunikasi TKA-TPA Condongcatur Gelar Sosialisasi Muharram Fair 2026

Sleman — Forum Komunikasi TKA-TPA Kalurahan Condongcatur menggelar kegiatan sosialisasi Muharram Fair 2026, pada Rabu (13/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Wacanaloka Kompleks Kalurahan Condongcatur tersebut dihadiri oleh direktur TPA se-Kalurahan Condongcatur, serta ustaz dan ustazah anggota Forum TKA-TPA Kalurahan Condongcatur

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari agenda rutin tahunan Forum Komunikasi TKA-TPA Kalurahan Condongcatur, dalam rangka menyambut bulan Muharram. Tujuannya ialah untuk menyampaikan rencana pelaksanaan Muharram Fair, sekaligus memperkuat koordinasi antar-TPA di wilayah Condongcatur

Pertemuan tersebut membahas pelaksanaan Muharram Fair yang direncanakan akan digelar pada 16 Juni 2026 mendatang. Selain itu, forum juga merencanakan kegiatan Wisuda Santri yang akan diikuti sekitar 400 santri dari 40 TKA-TPA se-Kalurahan Condongcatur.

Rapat dipimpin oleh Ketua Forum TKA-TPA Kalurahan Condongcatur, Ustaz Suyitno. Dalam arahannya, ia menyampaikan pentingnya kerja sama dan kekompakan seluruh pengurus serta pengelola TPA agar rangkaian kegiatan Muharram Fair dapat berjalan lancar dan sukses.

Suyitno juga menyampaikan bahwa kegiatan Muharram Fair tahun 2026 ini merupakan pelaksanaan tahun ke-4 yang diselenggarakan oleh Forum TKA-TPA Kalurahan Condongcatur. Menurutnya, kegiatan tersebut telah menjadi agenda rutin yang terus berkembang dan mendapat antusiasme besar dari para santri, pengajar, serta masyarakat.

Kegiatan Muharram Fair ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kalurahan Condongcatur. Dukungan tersebut menjadi semangat tersendiri bagi Forum TKA-TPA Condongcatur dalam menjalankan berbagai program dan kegiatan keagamaan di masyarakat.

“Dukungan dari Pemerintah Kalurahan Condongcatur sangat baik sehingga kegiatan Forum TKA-TPA Condongcatur dapat berjalan dengan lancar dan semakin berkembang,” ungkap Ustaz Suyitno.

Selain penyampaian agenda kegiatan, forum juga menjadi sarana diskusi dan koordinasi teknis terkait persiapan acara yang akan dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Muharram mendatang. Dalam sesi diskusi, banyak usulan dan masukan disampaikan oleh peserta rapat yang hadir. Salah satunya disampaikan oleh Ustazah Tri Winarti yang mengaku senang dan mendukung adanya kegiatan Muharram Fair.

Menurutnya, Muharram Fair dinilai mampu meningkatkan semangat belajar dan syiar Islam bagi para santri.

Kegiatan berlangsung dengan lancar, penuh semangat kebersamaan, dan diakhiri dengan doa bersama. Panitia berharap seluruh TKA-TPA di Kalurahan Condongcatur dapat mendukung dan berpartisipasi aktif demi suksesnya Muharram Fair 2026. (Tri Suhartati — KIM Depok)




Pelepasan Anggota Dinkes Sleman Jadi Momentum Apresiasi dan Penguatan Silaturahmi

Sleman – Unit KORPRI Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman menggelar acara pelepasan dan pemberian tali asih bagi anggota yang berpindah tugas ke luar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Kesehatan. Acara ini diselenggarakan di Restoran Jejamuran, Sleman, pada Selasa (12/05/2026).

Pemberian tali asih ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi atas dedikasi dan pengabdian para anggota selama bertugas di lingkungan Dinas Kesehatan. Berdasarkan ketentuan pengelolaan dana KORPRI Unit Dinkes, penghargaan ini diberikan kepada pengurus maupun anggota yang telah mengabdi sekurang-kurangnya selama lima tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman sekaligus Penasehat KORPRI Unit Dinkes Sleman, Cahya Purnama memberikan apresiasi mendalam sekaligus pesan motivasi bagi para anggota yang berpindah tugas. Ia menyoroti bagaimana alumni Dinas Kesehatan selama ini dikenal memiliki etos kerja yang tinggi dan mampu mengukir prestasi di tempat baru.

“Alumni Dinas Kesehatan selalu menjadi sorotan positif. Di mana pun mereka di tempatkan, mereka kerap menjadi motor penggerak prestasi di OPD lain. Ini adalah bukti bahwa sistem kerja dan kekeluargaan yang kita bangun di Dinkes mampu mencetak SDM yang unggul,” ujarnya.

Cahya pun menekankan bahwa perpindahan tugas ke luar lingkungan Dinkes idealnya dipandang sebagai langkah strategis dalam jenjang karier. Ia berharap setiap perpindahan merupakan bentuk promosi yang menunjukkan peningkatan kapasitas diri sebagai ASN.

Cahya berpesan agar para alumni tetap menjaga nama baik almamater Dinas Kesehatan, dan terus berinovasi demi kemajuan daerah.

“Bawalah nama baik Dinas Kesehatan dengan penuh kebanggaan. Jangan pernah berhenti berjuang untuk meraih penghargaan, baik di tingkat kabupaten, provinsi, nasional, bahkan internasional. Jadilah agen perubahan yang membawa dampak nyata bagi masyarakat Sleman,” tambahnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan tali asih secara simbolis dan sesi ramah tamah. Semangat kebersamaan ini diharapkan dapat terus terjaga, meskipun tugas kedinasan kini berada di bawah atap OPD yang berbeda. (Lidya / Kim Depok)




Dinas PMK Sleman Gelar Bimtek RT/RW untuk Perkuat Pelayanan Masyarakat

Sleman – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW). Kegiatan untuk Ketua RT dilaksanakan pada Senin (11/5/2026), sedangkan bimtek bagi Ketua RW berlangsung pada Rabu (13/5/2026) di Oproom Dinas PMK Sleman.

Dalam pembukaan bimtek Ketua RW, Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan Kalurahan Dinas PMK Sleman, Al Adib Burachmat, menyampaikan bahwa tugas seorang RW tidak mengenal batas waktu karena masyarakat dapat membutuhkan pelayanan kapan saja, baik pagi, siang, sore, maupun malam hari.

Burachmat menjelaskan, terdapat tiga aktor utama dalam pemerintahan kalurahan, yakni lurah beserta pamong kalurahan, Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) sebagai unsur legislatif kalurahan, serta Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK).

“Dalam LKK terdapat tujuh unsur, termasuk di dalamnya RT dan RW,” ujarnya.

Ia menambahkan, RW merupakan garda terdepan pemerintahan karena berhadapan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Berbagai persoalan warga, baik suka maupun duka, umumnya disampaikan kepada pengurus RW.

“Permasalahan di tingkat akar rumput sangat kompleks. Karena itu, RW dapat diibaratkan sebagai tempat menampung berbagai persoalan masyarakat,” tuturnya.

Untuk membantu pengurus RT dan RW dalam memahami penanganan berbagai persoalan di masyarakat, Dinas PMK menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, dan Polresta Sleman.

“Nanti dapat didiskusikan sesuai kapasitas masing-masing. Permasalahan kebencanaan dapat dikonsultasikan ke BPBD, persoalan kriminal dan kamtibmas kepada kepolisian, sedangkan masalah kesejahteraan sosial kepada Dinas Sosial,” pungkasnya. (Giek / KIM Moyudan)




Satpol PP Goes To School Jadi Langkah Preventif Tekan Kenakalan Remaja

Sleman — Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terus memperkuat upaya pencegahan kenakalan remaja dan kejahatan jalanan melalui program Satpol PP Goes To School, yang digelar di SMK 17 Seyegan, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti puluhan siswa dengan menghadirkan berbagai unsur lintas sektoral guna memberikan edukasi terkait ketertiban umum, bahaya minuman keras, penyalahgunaan narkoba, hingga perlindungan anak dan remaja.

Kepala Seksi Operasi dan Ketertiban (Ops Trantib) Satpol PP Kabupaten Sleman, Didi Setio Nugroho, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif Pemerintah Kabupaten Sleman dalam merespon banyaknya kasus kejahatan jalanan dan berbagai bentuk kenakalan remaja yang melibatkan usia pelajar.

“Program Satpol PP Goes To School ini merupakan tindak lanjut dari kewaspadaan terhadap maraknya kasus kejahatan jalanan, kenakalan remaja, peredaran minuman keras, dan berbagai potensi gangguan ketertiban lainnya. Langkah ini kami lakukan sebagai bentuk antisipasi sejak dini,” ujarnya.

Menurut Didi, sekolah dipilih sebagai sasaran utama karena para pelajar merupakan generasi penerus bangsa sekaligus calon pemimpin masa depan yang perlu mendapatkan penguatan karakter dan pemahaman hukum sejak dini.

Ia juga menegaskan bahwa program tersebut menjadi bagian dari implementasi Pemerintah Kabupaten Sleman terhadap Peraturan Bupati Sleman Nomor 45 Tahun 2020 tentang Jam Istirahat Anak.

Dalam regulasi tersebut disebutkan bahwa anak diharapkan berada di rumah dan beristirahat mulai pukul hingga WIB, kecuali untuk kegiatan penting atau bersama orang tua.

“Kalau hanya untuk nongkrong tanpa tujuan jelas, sebaiknya dihindari. Hal itu penting untuk mencegah potensi anak menjadi pelaku maupun korban kejahatan jalanan,” katanya.

Program edukasi tersebut turut melibatkan sejumlah instansi, di antaranya Polres Sleman melalui Bimas, Kodim Sleman, BNN Kabupaten Sleman, KPAD Kabupaten Sleman, Dinas P3AP2KB Sleman, serta Badan Kesbangpol Sleman.

Melalui kolaborasi lintas instansi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap tercipta lingkungan sekolah yang aman, tertib, serta mampu membentuk generasi muda yang disiplin, sehat, dan berkarakter kuat di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks. (Andy Ahmad – KIM DSN NGAGLIK)