Polsek Gamping Ajak Siswa SMA Islam 1 Sleman Rayakan Kelulusan dengan Bijak

Sleman — Jajaran Kepolisian Sektor Gamping memperketat pengawasan dan edukasi di lingkungan sekolah guna mengantisipasi gangguan keamanan pasca-pengumuman kelulusan tingkat SMA sederajat. Langkah preventif ini dilakukan melalui kegiatan patroli dan koordinasi yang dipusatkan di SMA Islam 1 Sleman, Jalan Wates, Banyuraden, Gamping, pada Selasa (5/5/2026). Fokus utama dalam agenda ini adalah mencegah aksi konvoi kendaraan bermotor, corat-coret seragam, hingga potensi tawuran antar pelajar yang kerap muncul akibat euforia berlebihan.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala Kepolisian Sektor Gamping, Bowo Susilo, bersama Unit Patroli berdialog langsung dengan para guru untuk menyamakan persepsi terkait pengawasan siswa. Pihak kepolisian menekankan bahwa momentum kelulusan seharusnya menjadi ajang refleksi dan rasa syukur atas berakhirnya masa studi, bukan justru dirayakan dengan aktivitas berisiko yang merugikan kepentingan umum.

Bowo Susilo mengimbau agar para siswa tidak terjebak dalam aksi negatif seperti balap liar, vandalisme, atau konvoi di jalan raya yang sering kali memicu kemacetan dan kecelakaan. Penggunaan knalpot tidak standar dalam iring-iringan kendaraan juga menjadi perhatian khusus karena dinilai sangat mengganggu kenyamanan warga dan berpotensi memancing gesekan dengan kelompok pelajar lain.

“Konvoi kendaraan yang tidak tertib serta aksi coret-coret seragam dinilai dapat membahayakan keselamatan sekaligus mengganggu ketertiban umum. Kami mengajak para siswa untuk merayakan kelulusan ini dengan cara yang lebih bermartabat dan positif tanpa harus melanggar aturan lalu lintas atau melakukan vandalisme pada fasilitas publik,” ujar Bowo Susilo saat memberikan pengarahan.

Lebih lanjut, kepolisian mengingatkan bahwa tindakan yang menjurus pada tawuran memiliki konsekuensi hukum yang sangat berat. Selain mencoreng nama baik keluarga dan sekolah, keterlibatan dalam konflik terbuka dapat dikategorikan sebagai tindak pidana yang berujung pada proses hukum. Pihak kepolisian mendorong agar euforia kelulusan dialihkan ke arah kegiatan yang lebih konstruktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

“Upaya preventif ini diharapkan mampu mengalihkan euforia kelulusan ke arah yang lebih konstruktif seperti aksi sosial, doa bersama, maupun kegiatan kreatif yang tidak melanggar aturan. Kami ingin para pelajar memahami bahwa masa depan mereka masih panjang, sehingga jangan sampai dirusak oleh tindakan gegabah saat merayakan kelulusan,” tegas Bowo Susilo menambahkan.

Melalui pendekatan humanis ini, Polsek Gamping berharap kesadaran kolektif dari pihak sekolah, orang tua, dan siswa semakin meningkat untuk menjaga kondusivitas wilayah. Dengan adanya pengawasan yang ketat dan edukasi yang tepat, diharapkan momen kelulusan tahun 2026 ini dapat berjalan dengan aman, damai, dan memberikan kesan positif bagi para generasi penerus bangsa. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Sekolah Rabu Sekar Melati Depok Perkuat Kemandirian Ekonomi Lewat Keterampilan Batik

Sleman — Kapanewon Depok terus berkomitmen memberdayakan masyarakat melalui pengembangan keterampilan kreatif yang berkelanjutan. Hal ini dibuktikan dengan konsistensi penyelenggaraan program Sekolah Rabu Sekar Melati yang kembali digelar di Ruang Rapat Sasana Anglocitatama, Kapanewon Depok, pada Rabu (6/5/2026). Pertemuan rutin ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antara aparatur pemerintah, kader PKK, dan pelaku usaha lokal dalam mendorong kemajuan ekonomi wilayah.

Sekolah keterampilan ini memiliki rekam jejak yang cukup panjang dalam pengabdian masyarakat di Sleman. Ketua Pokja 2 TP PKK Kapanewon Depok, Menik Sukarni, mengungkapkan kebanggaannya atas dedikasi para pengelola dan peserta yang mampu mempertahankan program ini selama lebih dari 15 tahun. Menurutnya, keberadaan Sekolah Rabu telah menjadi pilar penting dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di tingkat kapanewon, terutama bagi kelompok perempuan.

Ketua Sekolah Rabu Sekar Melati, Nurin Kadwiatmi, menyampaikan bahwa dukungan penuh dari pihak Kapanewon Depok dan sinergi dengan Pokja 2 merupakan faktor kunci keberhasilan program ini. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus terjaga agar program pemberdayaan ini tidak terhenti. Senada dengan hal itu, staf Jawatan Sosial Kapanewon Depok, Subekti Handayani, menekankan bahwa sinergi yang harmonis akan membawa sekolah keterampilan ini semakin maju dan eksis di masa depan.

“Sekolah keterampilan ini harus terus eksis dan berkembang lebih maju. Sinergi yang baik antara pengelola, Pokja 2, dan dukungan fasilitas dari Kapanewon Depok sangat penting agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Subekti Handayani di sela kegiatan.

Pertemuan kali ini secara khusus mendalami teknik kriya tekstil yang dipandu langsung oleh Ketua Forum UMKM Kapanewon Depok, Sunartinah. Para peserta diberikan wawasan mendalam mengenai berbagai teknik membatik kontemporer seperti jumputan, ecoprint, hingga shibori. Selain teknik pembuatan, peserta juga dibekali pengetahuan tentang jenis-jenis pewarnaan, mulai dari pewarna sintetis seperti remasol dan indigosol hingga pemanfaatan pewarna alami yang lebih ramah lingkungan.

Sunartinah menjelaskan bahwa penguasaan teknik membatik yang beragam akan meningkatkan nilai jual produk yang dihasilkan oleh para peserta. Ia mendorong warga belajar Sekolah Rabu untuk tidak takut bereksplorasi dengan motif dan warna guna menghasilkan karya yang unik dan kompetitif di pasar UMKM.

“Batik memiliki berbagai teknik mulai dari jumputan hingga ecoprint yang masing-masing punya karakter unik. Penggunaan pewarna yang tepat, baik sintetis maupun alami, akan sangat menentukan hasil akhir. Kami ingin peserta memperoleh wawasan baru sehingga mereka bisa mandiri dan saling berbagi pengalaman untuk memajukan ekonomi keluarga,” tutur Sunartinah saat memberikan materi.

Program Sekolah Rabu Sekar Melati sendiri mencakup spektrum keterampilan yang luas, mulai dari bidang boga, merajut, hingga pendidikan kerohanian melalui tahsin. Pemerintah Kapanewon Depok berharap melalui penguatan koordinasi lintas sektor ini, setiap program kemasyarakatan dapat berjalan lebih optimal. Dengan keterampilan baru yang didapat, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi pelaku usaha kreatif yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan di wilayah Depok. (Tri Suhartati/KIM Depok)




Polsek Gamping Ajak Siswa SMA Islam 1 Sleman Rayakan Kelulusan Secara Positif

Sleman – Upaya pencegahan potensi gangguan keamanan pasca pengumuman kelulusan terus diperkuat jajaran kepolisian. Hal ini terlihat dari kegiatan patroli dan edukasi yang dilakukan oleh Kepolisian Sektor Gamping di SMA Islam 1 Sleman yang berlokasi di jalan Wates KM. 4,5 Banyuraden, Gamping, pada Selasa (5/5/2026).

Kegiatan tersebut menekankan pentingnya antisipasi konvoi kendaraan dan potensi tawuran antar pelajar yang kerap terjadi usai momen kelulusan pelajar tingkat SMA/SMK sederajat.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kepolisian Sektor Gamping, AKP Bowo Susilo bersama Unit Patroli berkoordinasi dengan para guru terkait pengawasan siswa setelah pengumuman kelulusan. Ia menyampaikan bahwa masa kelulusan seharusnya menjadi momentum refleksi dan rasa syukur, bukan dirayakan dengan aktivitas yang berisiko.

“Konvoi kendaraan yang tidak tertib serta aksi coret-coret seragam dinilai dapat membahayakan keselamatan sekaligus mengganggu ketertiban umum,” jelasnya.

AKP Bowo Susilo mengimbau agar para siswa merayakan kelulusan dengan cara yang positif dan tidak melakukan aksi konvoi di jalan raya, balap liar, corat-coret fasilitas umum, vandalisme maupun tawuran yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Lebih lanjut, di hadapan para guru, AKP Bowo Susilo menegaskan bahwa konvoi di jalan raya berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas, terlebih jika dilakukan tanpa pengamanan dan melibatkan penggunaan knalpot tidak standar. Selain itu, tindakan tersebut juga sering memancing gesekan dengan kelompok pelajar lain yang berujung pada konflik terbuka.

Pihak kepolisian juga mengingatkan bahwa tawuran antar pelajar tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga berdampak luas bagi keluarga dan lingkungan sekolah. Konsekuensi hukum dari tindakan tersebut pun tidak ringan, karena dapat masuk dalam kategori tindak pidana yang berujung pada proses hukum.

“Upaya preventif ini diharapkan mampu mengalihkan euforia kelulusan ke arah yang lebih konstruktif seperti aksi sosial, doa bersama, maupun kegiatan kreatif yang tidak melanggar aturan,” sambung AKP Bowo Susilo.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran kolektif seluruh pihak semakin meningkat dalam menjaga kondusivitas wilayah, khususnya di Gamping. Momentum kelulusan pun dapat dirayakan dengan cara yang lebih bijak, aman, dan memberikan kenangan positif bagi para pelajar. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Sekolah Rabu Sekar Melati Depok Perkuat Kapasitas dan Sinergi Pembangunan Masyarakat

Sleman — Kapanewon Depok kembali menyelenggarakan kegiatan pertemuan Sekolah Rabu Sekar Melati, pada Rabu (6/5/2026), di Ruang Rapat Sasana Anglocitatama, Kapanewon Depok.

Kegiatan ini merupakan program rutin yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan, serta memperkuat sinergi antara aparatur pemerintah, kader, dan masyarakat, dalam mendukung pembangunan di wilayah Kapanewon Depok.

Pertemuan kali ini dihadiri oleh Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Depok, Fransiskus Suhyadi beserta staf, Pokja 2 TP PKK Kapanewon Depok, dan anggota Sekolah Rabu Sekar Melati.

Ketua Pokja 2 TP PKK Kapanewon Depok, Menik Sukarni menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan Sekolah Rabu yang telah lama aktif dan berjalan dengan baik.

“Kegiatan ini telah berdiri lebih dari 15 tahun dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Sekolah Rabu Sekar Melati Kapanewon Depok, Nurin Kadwiatmi menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dari Kapanewon Depok.

“Sinergi yang terjalin dengan Pokja 2 sangat penting, sehingga kegiatan dapat terus berjalan secara berkelanjutan,” tandas Nurin.

Hal senada diungkapkan oleh staf Jawatan Sosial, Subekti Handayani. Pada kesempatan itu, ia menekankan pentingnya sinergi yang baik antara Sekolah Rabu dengan Pokja 2 serta dukungan dari Kapanewon Depok.

“Kami berharap Sekolah Keterampilan ini dapat terus eksis, berkembang, dan semakin maju,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Sekolah Rabu Sekar Melati menyelenggarakan berbagai kegiatan peningkatan keterampilan seperti pelatihan memasak (boga), batik jumputan, batik ecoprint, merajut, tahsin, dan keterampilan lainnya.

Melalui kegiatan Sekolah Rabu Sekar Melati ini, peserta diharapkan memperoleh wawasan dan keterampilan baru, sehingga dapat memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjalankan program-program kemasyarakatan di wilayah Depok. (Tri Suhartati KIM Depok)




Perkuat Keamanan Objek Vital, RS PKU Muhammadiyah Gamping dan Polsek Gamping Jalin Sinergi

Sleman — Stabilitas keamanan di lingkungan fasilitas kesehatan menjadi prioritas utama demi menjamin kenyamanan pelayanan bagi masyarakat. Hal ini mendasari langkah jajaran direksi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping yang melakukan kunjungan silaturahmi dan koordinasi ke Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Gamping pada Selasa (5/5/2026). Pertemuan ini fokus pada penguatan sinergitas antarlembaga dalam menjaga ketertiban di area rumah sakit yang memiliki mobilitas tinggi.

Rumah sakit sebagai salah satu objek vital pelayanan publik dinilai memiliki potensi kerawanan tertentu, terutama terkait arus lalu lintas dan keamanan lingkungan. Dalam diskusi tersebut, kedua pihak sepakat bahwa dukungan pengamanan yang optimal sangat diperlukan agar tenaga medis dapat bekerja dengan tenang dan pasien beserta pengunjung merasa terlindungi.

Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Gamping, Ahmad Faesol, menekankan bahwa terciptanya lingkungan yang kondusif merupakan bagian integral dari kualitas layanan kesehatan. Secara khusus, ia juga memohon dukungan kepolisian untuk membantu pengaturan arus lalu lintas di pintu utama rumah sakit, terutama pada jam-jam sibuk pagi hari. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir risiko kecelakaan dan kemacetan bagi pengguna jalan maupun pasien yang akan masuk ke area rumah sakit.

“Koordinasi dengan aparat kepolisian merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan rumah sakit yang aman, nyaman, dan kondusif bagi pasien, tenaga medis, maupun pengunjung. Kami berharap sinergi ini dapat memastikan seluruh operasional pelayanan kesehatan berjalan tanpa gangguan keamanan maupun hambatan lalu lintas yang berarti,” ujar Ahmad Faesol di sela pertemuan.

Kapolsek Gamping, Bowo Susilo, menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan komitmen jajarannya dalam menjaga objek vital di wilayah hukumnya. Polsek Gamping berencana melakukan penguatan patroli rutin serta meningkatkan intensitas komunikasi dengan manajemen rumah sakit sebagai bentuk pencegahan dini. Pihaknya juga akan menempatkan personel untuk membantu penyeberangan dan pengaturan lalu lintas di titik rawan di sekitar rumah sakit.

“Sinergi yang baik antara institusi kesehatan dan aparat keamanan akan meminimalkan potensi gangguan ketertiban. Komunikasi yang intensif antara petugas keamanan rumah sakit dan kepolisian akan mempercepat respons terhadap berbagai situasi darurat yang mungkin terjadi. Kami siap memberikan dukungan penuh agar pelayanan kesehatan di RS PKU Muhammadiyah Gamping tetap terjaga stabilitasnya,” tegas Bowo Susilo.

Melalui kolaborasi berkelanjutan ini, diharapkan RS PKU Muhammadiyah Gamping dan Polsek Gamping dapat terus menjalin kerja sama dalam deteksi dini gangguan keamanan. Langkah proaktif ini menjadi contoh pentingnya integrasi layanan publik dengan sistem pengamanan wilayah demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah Sleman. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)