Tingkatkan Kualitas Konten Digital, Ketua KIM DSN Sleman Ajak Pegiat Informasi Kuasai Teknik Visual

Sleman — Pentingnya estetika dan kekuatan pesan dalam konten digital menjadi sorotan utama dalam pertemuan pegiat informasi di Sasana Anglocita Tama, Senin (27/4/2026). Ketua Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) DSN Sleman, Andy Ahmad Akbar Zulfikar, menekankan bahwa penguasaan dasar-dasar fotografi dan videografi merupakan syarat mutlak untuk menghasilkan karya yang informatif, menarik, sekaligus memiliki nilai jual tinggi di era digital.

Menurutnya, fotografi dan videografi bukan sekadar aktivitas menangkap gambar, melainkan sebuah praktik penceritaan visual yang memadukan pencahayaan dan teknik pengeditan yang matang. Andy menjelaskan bahwa kedua bidang ini memiliki fungsi strategis sebagai media dokumentasi, komunikasi visual, hingga instrumen penting dalam membangun penjenamaan atau branding bagi masyarakat maupun organisasi.

“Fotografi dan videografi memiliki fungsi strategis sebagai media dokumentasi, komunikasi visual, promosi, hingga ekspresi kreativitas. Keduanya merupakan jembatan informasi yang paling efektif saat ini. Oleh karena itu, pemahaman teknis menjadi kunci agar pesan yang ingin disampaikan tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga tersampaikan dengan kuat kepada publik,” ujar Andy Ahmad Akbar Zulfikar saat memberikan paparan teknis.

Dalam sesi tersebut, Andy menguraikan sejumlah teknik komposisi fotografi yang krusial untuk menciptakan keseimbangan visual, seperti aturan sepertiga bagian atau rule of thirds. Ia juga memperkenalkan teknik leading lines yang berfungsi mengarahkan fokus mata audiens, serta komposisi simetri untuk memberikan kesan stabil dan formal. Teknik lain seperti penggunaan ruang kosong atau negative space, pembingkaian, hingga pengisian bingkai penuh juga dinilai sangat efektif untuk menonjolkan subjek utama.

Selain itu, ia memaparkan pentingnya variasi sudut pandang, mulai dari sudut mata burung atau bird’s eye view hingga sudut pandang cacing atau worm’s eye view untuk memberikan perspektif yang unik dan tidak membosankan. Andy meyakini bahwa penggunaan pola dan tekstur yang tepat dapat meningkatkan daya tarik visual secara signifikan sehingga sebuah foto mampu berbicara lebih banyak kepada pelihatnya.

Beralih ke bidang videografi, Andy menegaskan adanya tiga elemen dasar yang tidak boleh diabaikan oleh para pembuat konten, yaitu sudut pengambilan gambar, komposisi, dan pergerakan kamera. Perpaduan ketiga aspek ini akan menentukan seberapa besar kekuatan narasi yang dihasilkan dalam sebuah video. Menurutnya, video yang profesional harus mampu menjaga alur cerita tetap jelas sehingga audiens dapat menyerap informasi dengan mudah.

“Konten yang baik tidak hanya enak dilihat secara visual, tetapi juga harus memiliki alur cerita yang jelas dan mampu menyampaikan pesan secara efektif kepada penontonnya. Dengan penguasaan dasar-dasar ini, kami berharap para pegiat informasi di Sleman dapat menghasilkan karya yang lebih profesional dan berdampak luas dalam menyebarkan informasi positif,” tambah Andy menutup arahannya. (Athiful/KIM Depok)




Dorong Kreativitas Beretika, Karang Taruna Depok Dibekali Kemampuan Kelola Konten Digital

Sleman — Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Sosial terus berupaya memperkuat kapasitas generasi muda dengan menggelar pembinaan khusus bagi pengurus Karang Taruna Kapanewon Depok. Kegiatan yang berlangsung di Sasana Anglocita Tama pada Senin (27/4/2026) ini difokuskan pada penguatan peran pemuda dalam pembangunan kesejahteraan sosial melalui pemanfaatan teknologi digital secara bijak.

Pembinaan ini bertujuan meningkatkan kompetensi para anggota Karang Taruna dalam menghadapi dinamika perkembangan media sosial yang sangat cepat. Generasi muda didorong untuk lebih produktif dan inovatif dalam menghadirkan konten digital yang tidak hanya bersifat menghibur, tetapi juga mengandung nilai edukasi serta dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Panewu Depok, Rakhmat Harinawan, menekankan bahwa di era digital saat ini, keseimbangan antara kreativitas dan etika adalah kunci utama bagi para konten kreator muda. Menurutnya, anggota Karang Taruna harus mampu melihat peluang ekonomi dalam dunia digital tanpa harus mengesampingkan nilai-nilai moral dan tanggung jawab sosial sebagai agen perubahan di tingkat kapanewon.

“Konten kreator tidak boleh meninggalkan etika dan unsur edukasi, meskipun tetap harus mampu menghasilkan nilai ekonomi. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi generasi muda saat ini. Saya mendorong seluruh anggota Karang Taruna untuk terus menggali ide-ide segar agar mampu menciptakan konten yang relevan dengan kebutuhan anak muda namun tetap sarat akan pesan positif,” ujar Rakhmat Harinawan di hadapan para peserta.

Ia juga berpesan agar para peserta memanfaatkan wawasan yang diberikan oleh para narasumber untuk memperkuat kolaborasi antarorganisasi. Dengan penguatan literasi digital, program kerja Karang Taruna diharapkan menjadi lebih adaptif dan memberikan dampak nyata yang lebih luas di tengah masyarakat yang kini kian akrab dengan dunia maya.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Novianto Fajar Sidiq, menegaskan bahwa Karang Taruna merupakan mitra strategis pemerintah dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Sinergi yang kuat antara pemuda dan pemerintah diperlukan untuk memetakan serta menangani berbagai permasalahan sosial dengan pendekatan yang lebih modern dan kekinian.

“Karang Taruna selama ini selalu bersinergi dengan Dinas Sosial, baik dalam aktivitas sosial secara langsung maupun dalam proses pendataan dan pembinaan. Dominasi generasi muda di dalamnya adalah potensi besar untuk melahirkan gagasan kreatif yang inovatif. Peran ini sangat penting sebagai respons terhadap perkembangan zaman yang terus berubah,” jelas Novianto Fajar Sidiq.

Melalui pembinaan ini, Karang Taruna Kapanewon Depok diharapkan dapat bertransformasi menjadi organisasi yang lebih solid dan mampu memanfaatkan platform digital sebagai media pemberdayaan masyarakat. Inovasi yang lahir dari para pemuda ini diproyeksikan menjadi motor penggerak bagi kemajuan ekonomi kreatif berbasis sosial di wilayah Sleman. (Athiful/KIM Depok)




Gandeng FH UGM, Kalurahan Condongcatur Perkuat Mitigasi Korupsi dan Tata Kelola Aset Desa

Sleman — Upaya menciptakan tata kelola pemerintahan desa yang bersih dan transparan terus diperkuat melalui kolaborasi antara dunia akademik dan birokrasi tingkat akar rumput. Keluarga Mahasiswa Magister Hukum (KMMH) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar penyuluhan hukum bertajuk mitigasi korupsi di Ruang Wacanaloka, Kalurahan Condongcatur, Sleman, Senin (27/4/2026).

Kegiatan ini menyasar seluruh elemen perangkat desa, mulai dari pamong kalurahan, staf, dukuh, hingga anggota Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal). Fokus utama pembahasan terletak pada penguatan tata kelola keuangan dan pengamanan aset desa agar terhindar dari potensi pelanggaran hukum.

Ketua KMMH FH UGM, Nawasarif, menyatakan bahwa desa merupakan ujung tombak pelayanan publik yang memiliki peran strategis dalam menjaga integritas negara. Menurutnya, pencegahan korupsi tidak cukup hanya bermodalkan regulasi, tetapi harus menyentuh aspek pemahaman dan budaya hukum para pelaksananya di lapangan.

“Kolaborasi antara akademisi dan pemerintah desa menjadi kunci dalam membangun sistem yang kuat. Tidak hanya dari sisi aturan, tetapi juga dari aspek implementasi. Ini adalah kontribusi nyata kami untuk mendukung pemerintahan desa yang transparan, profesional, dan akuntabel,” ujar Nawasarif di sela-sela kegiatan.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah investasi jangka panjang bagi sumber daya manusia di kalurahannya. Ia menegaskan bahwa setiap rupiah yang dikelola desa harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan manfaatnya kembali ke masyarakat tanpa ada penyimpangan.

“Pengelolaan aset dan keuangan kalurahan harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Kami optimistis dengan pemahaman hukum yang kuat, seluruh jajaran dapat menjalankan tugas secara profesional dan terhindar dari potensi pelanggaran hukum yang merugikan semua pihak,” ungkap Reno Candra Sangaji.

Pakar Hukum Keuangan Negara, Riawan Tjandra, yang hadir sebagai narasumber mengingatkan bahwa dana desa merupakan bagian dari rezim keuangan negara yang tunduk pada prinsip transparansi mutlak. Ia menyoroti bahwa risiko korupsi sering kali muncul bukan karena niat jahat semata, melainkan lemahnya administrasi dan pemahaman terhadap regulasi yang dinamis.

“Mitigasi korupsi dimulai dari sistem. Setiap anggaran publik harus akuntabel dan dapat diaudit. Risiko korupsi muncul dari lemahnya pemahaman regulasi dan dokumentasi administrasi yang tidak tertib. Jika sistem pengendalian internalnya kuat, maka peluang penyimpangan akan semakin kecil,” jelas Riawan Tjandra.

Selain aspek hukum, Direktur Caksana Institute, Wasingatu Zakiyah, menekankan pentingnya keterlibatan publik dalam pengawasan. Menurutnya, transparansi anggaran dan keterbukaan informasi kepada masyarakat adalah bentuk kontrol sosial yang paling efektif. Sementara itu, Inspektur Kabupaten Sleman, Eko Yuliati, mendorong aparatur desa untuk menjadikan pengawas internal sebagai mitra konsultasi guna memetakan kerawanan sejak dini.

Melalui sinergi ini, Kalurahan Condongcatur diharapkan menjadi model percontohan praktik tata kelola pemerintahan desa yang bersih di Kabupaten Sleman. Kesadaran hukum yang kolektif diharapkan mampu menyempitkan ruang gerak praktik korupsi demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat desa yang lebih merata. (Wasana/KIM Depok)




Pelepasan Calon Jemaah Haji Sleman Diwarnai Suasana Haru, Bupati Harda Titip Doa untuk Kesejahteraan Daerah

Sleman — Suasana khidmat menyelimuti Serambi Masjid Agung Sleman saat Bupati Sleman, Harda Kiswaya, melepas secara resmi ratusan calon jemaah haji asal Kabupaten Sleman untuk menunaikan ibadah di Tanah Suci tahun 2026. Sebanyak 354 calon jemaah haji yang masuk dalam rombongan awal dilepas dengan iringan doa dan pesan mendalam dari jajaran pemerintah daerah setempat, Minggu (26/4/2026).

Harda Kiswaya tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan syukurnya saat berdiri di hadapan para calon tamu Allah tersebut. Menurutnya, keberangkatan ini merupakan penantian panjang yang harus dijalani dengan kesabaran dan kesiapan fisik serta mental yang kuat. Pemerintah Kabupaten Sleman berharap seluruh jemaah dapat fokus beribadah dan menjaga nama baik daerah selama berada di Arab Saudi.

“Saya merasa sangat terharu dan tentunya penuh rasa syukur serta bahagia bisa berkesempatan melepas keberangkatan calon jemaah haji Kabupaten Sleman. Perjalanan ini adalah perjalanan suci, maka niatkanlah segalanya karena Allah SWT. Kami mendoakan agar seluruh rangkaian ibadah dapat dilaksanakan dengan lancar dan bapak ibu semua kembali ke tanah air sebagai haji mabrur,” ujar Harda Kiswaya dalam sambutannya.

Mengingat tantangan fisik yang cukup berat di Tanah Suci, Harda menitipkan pesan khusus terkait aspek kesehatan. Perbedaan cuaca yang ekstrem serta kepadatan jemaah dari seluruh dunia menuntut para jemaah untuk sangat disiplin dalam mengatur pola makan dan waktu istirahat. Ia meminta para pendamping kesehatan untuk terus memantau kondisi jemaah secara berkala agar tidak ada kendala medis yang mengganggu jalannya rukun haji.

Selain pesan keselamatan, Bupati juga menitipkan doa kepada para jemaah agar dipanjatkan saat berada di tempat-tempat mustajab di Mekkah dan Madinah. Ia berharap doa para jemaah dapat membawa keberkahan bagi Kabupaten Sleman agar senantiasa dijauhkan dari segala bencana serta tercipta masyarakat yang hidup dalam keadaan aman, tenteram, dan sejahtera.

“Kami titipkan doa agar pembangunan di Kabupaten Sleman dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat. Doakan agar kepemimpinan dan pelayanan publik di daerah kita selalu diberkahi kebaikan,” tambah Harda di sela-sela pelepasan.

Pada musim haji tahun 2026 ini, total calon jemaah haji asal Kabupaten Sleman mencapai orang. Jumlah tersebut dibagi ke dalam lima kelompok terbang (kloter) yang pemberangkatannya akan dilakukan secara bertahap melalui Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA). Sinergi antara kementerian agama dan pemerintah daerah diharapkan mampu memastikan pelayanan haji tahun ini berjalan lebih nyaman dan terorganisir bagi seluruh warga Sleman.




Rayakan Hari Pers Nasional, Ribuan Warga Sleman Ikuti Jalan Sehat dan Aksi Donor Darah

Sleman — Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026 di Kabupaten Sleman berlangsung meriah dengan keterlibatan ribuan warga dalam agenda jalan sehat dan aksi sosial. Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Pemda Sleman pada Minggu (26/4/2026) pagi ini menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah, insan pers, dan masyarakat luas.

Acara yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Paguyuban Wartawan Pemkab Sleman, PMI, dan Baznas ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Sleman, Susmiarto, melalui prosesi flag off. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Sleman Harda Kiswaya, Wakil Bupati Danang Maharsa, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah guna memberikan dukungan langsung terhadap peran strategis media di wilayah tersebut.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menekankan bahwa integritas dan objektivitas adalah napas utama bagi insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistiknya. Ia berharap pers tetap menjadi kompas yang mencerahkan di tengah derasnya arus informasi, sehingga masyarakat mampu memahami realitas sosial secara jernih dan tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan.

“Pemerintah Kabupaten Sleman terus membuka ruang kolaborasi yang luas dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers, dalam membangun daerah yang maju dan berdaya saing. Kita harus bergerak bersama dengan tetap menjaga akar nilai budaya serta kearifan lokal yang kita miliki,” ujar Harda Kiswaya di hadapan para peserta.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyoroti peran pers sebagai pilar demokrasi yang harus tetap merdeka dan bertanggung jawab. Baginya, peringatan HPN bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi atas fungsi media sebagai penyambung lidah antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.

“Saya berharap pers dapat menjadi jembatan yang efektif antara pemerintah dan masyarakat. Lebih dari itu, media harus mampu menjadi ruang bagi tumbuhnya kesadaran publik yang sehat dan konstruktif. Kegiatan jalan sehat dan donor darah hari ini adalah simbol bahwa kita semua melangkah seirama dalam semangat kebersamaan dan kepedulian sosial,” ungkap Danang Maharsa.

Antusiasme warga terlihat sangat tinggi, tidak hanya dalam mengikuti rute jalan sehat tetapi juga pada aksi donor darah yang mencatatkan hingga 150 pendaftar. Selain agenda olahraga dan sosial, acara ini turut menjadi ajang pemberdayaan ekonomi dengan kehadiran 50 UMKM binaan Dinas Koperasi dan UKM. Masyarakat juga memanfaatkan layanan aktivasi Identitas Kependudukan Digital yang disediakan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di lokasi acara.

Kemeriahan semakin lengkap dengan pembagian puluhan hadiah menarik di panggung utama, termasuk unit sepeda listrik dan berbagai perangkat elektronik bagi peserta yang beruntung. Melalui perpaduan antara edukasi literasi, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi ini, peringatan HPN di Sleman diharapkan mampu mempererat persaudaraan antarwarga sekaligus memperkokoh eksistensi pers yang profesional di daerah.