Perluas Layanan Kaki Pengkor, RS UAD Sleman Gandeng Mentari ClubFoot Fasilitasi Pengobatan Gratis

Sleman — Rumah Sakit Universitas Ahmad Dahlan (RS UAD) resmi memperkuat layanan kesehatan anak melalui audiensi program Mentari ClubFoot yang digelar pada Jumat (24/4/2026). Inisiatif yang digagas oleh Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja sama dengan MiracleFeet ini bertujuan untuk memperluas akses penanganan kaki pengkor atau clubfoot bagi anak usia 0 hingga 5 tahun di wilayah Kabupaten Sleman.
Program ini mengedepankan metode Ponseti sebagai standar penanganan medis, yang meliputi proses pemasangan gips secara berkala, tindakan tenotomi, hingga penggunaan sepatu khusus atau brace. Kerja sama ini menjadi angin segar bagi orang tua yang memiliki anak dengan kondisi tersebut, karena selain jaminan medis, program ini juga menyentuh aspek kemudahan akses bagi masyarakat luas.
Direktur RS UAD, Asri Priyani Muryatiningsih, menjelaskan bahwa pihaknya akan mengoptimalkan seluruh sumber daya medis untuk mendukung keberhasilan program ini. Fokus utama rumah sakit adalah melakukan skrining dini secara masif melalui koordinasi antara bidan, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, serta dokter spesialis orthopedi untuk penanganan lanjutan.
“Kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memastikan pelayanan kesehatan anak dapat diakses secara lebih luas, cepat, dan tepat. Kami ingin memastikan masyarakat yang membutuhkan penanganan kaki pengkor dapat terlayani sejak dini agar hasil tumbuh kembang anak lebih optimal,” ujar Asri Priyani Muryatiningsih di sela kegiatan tersebut.
Selain keunggulan layanan medis, program ini juga menawarkan solusi atas kendala finansial yang sering dihadapi keluarga pasien. RS UAD telah menyiapkan mekanisme bantuan pembiayaan yang terintegrasi, di mana pasien yang terdiagnosis akan difasilitasi proses registrasinya sebagai penerima manfaat. Seluruh biaya tindakan medis nantinya akan diklaim langsung melalui sistem Program Mentari ClubFoot.
“Dengan skema ini, masyarakat tidak perlu lagi khawatir terhadap beban biaya pengobatan yang mungkin muncul. Seluruh proses telah diintegrasikan dalam sistem bantuan yang terkoordinasi dengan baik, sehingga orang tua bisa lebih fokus pada proses penyembuhan buah hatinya,” tambahnya.
Koordinator Program Mentari ClubFoot, Khansa Maria Salsabila, menekankan bahwa visi utama kemitraan ini adalah menghilangkan hambatan geografis dan ekonomi dalam pelayanan kesehatan anak. Ia berkomitmen agar setiap anak di Kabupaten Sleman memiliki kesempatan yang sama untuk berjalan normal tanpa terkendala keterbatasan akses maupun biaya.
“Kami berkomitmen untuk memperluas jangkauan layanan agar tidak ada anak yang terlambat mendapatkan penanganan akibat keterbatasan akses maupun pembiayaan. Melalui kemitraan dengan RS UAD, kami ingin memastikan kualitas hidup anak-anak di Sleman meningkat melalui intervensi medis yang tepat sejak dini,” jelas Khansa Maria Salsabila.
Melalui sinergi ini, RS UAD dan Mentari ClubFoot berharap dapat menekan angka disabilitas akibat kaki pengkor yang tidak tertangani di wilayah Sleman. Langkah proaktif ini diharapkan menjadi model pelayanan kesehatan yang inklusif dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan generasi mendatang. (Athiful/KIM Depok)



