Komdigi Kembangkan Kim.Id untuk Perkuat Integrasi Data dan Keamanan Informasi KIM Nasional

Sleman – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media menyelenggarakan rapat pengembangan website sebagai platform pemetaan data Komunitas Informasi Masyarakat (KIM). Rapat tersebut berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat fungsi sebagai pusat integrasi data KIM nasional, sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan informasi publik berbasis komunitas. Pengembangan difokuskan pada optimalisasi visibilitas website, penguatan sistem keamanan, serta peningkatan kapasitas analisis data.

Konsultan IT, Kusnadi, menjelaskan bahwa implementasi Search Engine Optimization (SEO) melalui Google Search Console menjadi langkah strategis untuk meningkatkan performa situs.

“Google Search Console merupakan layanan gratis yang memungkinkan pengelola situs memantau, mempertahankan, dan mengoptimalkan kehadiran website pada hasil pencarian Google, termasuk analisis kata kunci dan peningkatan trafik organik,” ujarnya.

Ia menambahkan, optimalisasi tersebut diharapkan mampu mendorong website terindeks secara optimal hingga berada pada halaman utama mesin pencarian, sehingga akses informasi publik dapat semakin luas.

Selain itu, penguatan keamanan sistem dilakukan melalui penerapan Two-Factor Authentication (2FA) atau autentikasi dua faktor. Sistem ini menambahkan lapisan verifikasi tambahan dengan mengharuskan pengguna memberikan dua bentuk identifikasi berbeda sebelum mengakses akun.

“Metode 2FA dapat diterapkan melalui beberapa mekanisme, seperti penggunaan aplikasi autentikator berbasis One-Time Password (OTP), pengiriman kode verifikasi melalui SMS atau email, serta persetujuan akses melalui notifikasi pada perangkat pengguna,” jelasnya.

Pengembangan lainnya mencakup pembuatan dashboard analisis yang dapat dikelola oleh masing-masing admin KIM. Fitur ini memungkinkan pemantauan kinerja konten secara mandiri, termasuk analisis jumlah pengunjung atau viewer, sehingga mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah Komunitas Informasi Masyarakat di Kabupaten Sleman, antara lain KIM Pararta Guna Gamping, KIM Depok Raya, dan KIM Ceria Pakem, sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas kelembagaan KIM di tingkat daerah.

Melalui pengembangan website , Komdigi menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem komunikasi publik berbasis digital, meningkatkan kualitas pengelolaan data KIM, serta memperluas akses masyarakat terhadap informasi yang akurat dan terpercaya. (Athiful/KIM Depok)




27 Catin Ikuti Bimwin, KUA Depok Tekankan Nilai Sakinah Mawaddah Rahmah

Sleman – Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Depok, menegaskan pentingnya pemahaman konsep keluarga sakinah dalam membangun rumah tangga yang damai, harmonis, dan berlandaskan ketakwaan melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang diikuti 27 pasangan calon pengantin di Aula KUA Depok, Rabu (22/4/2026).

Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) KUA Depok, Sunhaji menyampaikan bahwa materi keluarga sakinah menjadi fondasi utama bagi calon pengantin (catin) dalam menjalani kehidupan berumah tangga.

“Materi ini tidak hanya membahas konsep perkawinan, tetapi juga lima pilar keluarga sakinah, manajemen konflik, pemenuhan hak dan kewajiban, serta pendidikan anak sebagai upaya mencegah perceraian,” ujarnya

Ia menjelaskan, konsep sakinah, mawaddah, dan rahmah merupakan satu kesatuan nilai yang menjadi tujuan utama dalam pernikahan. Sakinah dipandang sebagai kondisi ketenangan dan kebahagiaan dalam rumah tangga, sementara mawaddah dan rahmah merupakan anugerah yang menjadi fondasi untuk mewujudkannya.

“Mawaddah dan rahmah adalah bekal yang Allah tanamkan dalam diri manusia untuk membangun keluarga yang kokoh dan harmonis,” katanya.

Menurut dia, mawaddah tidak hanya bermakna cinta, tetapi juga mengandung unsur kelapangan jiwa dan harapan, sehingga pasangan tidak mudah dikuasai rasa kesal terhadap satu sama lain.

“Adapun rahmah mencerminkan kelembutan, kasih sayang, dan kehalusan sikap yang menjadi perekat hubungan suami istri,” paparnya.

Lebih lanjut, Sunhaji menekankan bahwa keberlangsungan keluarga sakinah sangat bergantung pada kemampuan pasangan dalam menjaga dan mengembangkan nilai mawaddah dan rahmah.

Ia mengingatkan agar pasangan menghindari perilaku yang dapat merusak keharmonisan rumah tangga, seperti kekerasan dalam rumah tangga, ketidakadilan dalam pembagian peran, serta sikap egois dan tidak saling menghargai.

Sunhaji berharap para catin memiliki kesiapan yang lebih matang dalam membangun keluarga yang tidak hanya harmonis, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang saleh dan berkarakter. “Allah melarang melakukan kekerasan dalam rumah tangga, baik seorang suami terhadap istri, atau sebaliknya. Jadi, konsep keluarga sakinah yang ditopang dengan mawaddah wa rahmah, akan mewujudkan keluarga sakinah di bawah naungan cahaya Al-Quran,” tegasnya.




Penguatan Kapasitas Kader Jakadara, Dorong Tertib Administrasi Kependudukan di Depok

Sleman – Upaya meningkatkan kesadaran dan ketertiban administrasi kependudukan terus diperkuat di wilayah Kapanewon Depok melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Jakadara (Jaringan Kader Administrasi Kependudukan Kapanewon Depok Agar Tertib dan Tertata). Kegiatan ini digelar di kawasan wisata On The Rock, Gunungkidul, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah unsur terkait, di antaranya Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Depok, Deni Irwandi, serta tamu undangan lainnya. Turut hadir Kepala Jawatan Umum Kapanewon Depok, Benyamin Dalung yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran kader dalam menyampaikan informasi administrasi kependudukan kepada masyarakat.

“Melalui peningkatan kapasitas ini, kami berharap kader Jakadara di Kapanewon Depok semakin terampil dan aktif dalam mengedukasi masyarakat terkait pentingnya administrasi kependudukan,” ujar Benyamin.

Peserta kegiatan merupakan kader Jakadara dari tiga kalurahan di Kapanewon Depok, yakni Condongcatur, Caturtunggal, dan Maguwoharjo. Kehadiran para kader ini mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat peran sebagai ujung tombak penyebarluasan informasi kependudukan di tingkat masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Kepala Bidang Pembinaan dan Pengelolaan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Ginoviva Rully Setyaningtyas. Ia dikenal sebagai pencetus terbentuknya Kader Adminduk Jakadara saat menjabat sebagai Kepala Jawatan Umum Kapanewon Depok.

Program Jakadara dinilai telah memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya administrasi kependudukan. Para kader berperan strategis sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan informasi, memberikan edukasi, serta membantu masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan secara tertib dan benar.

Melalui kegiatan penguatan ini, kader Jakadara diharapkan semakin solid, kompeten, dan mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan masyarakat yang tertib administrasi kependudukan di wilayah Kapanewon Depok. (Tri Suhartati/KIM Depok)




11 Lurah di Sleman Ikuti Penguatan Kamtibmas untuk Deteksi Dini Kerawanan Wilayah

Sleman – Sebanyak 11 lurah di Kabupaten Sleman mengikuti pertemuan strategis penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang difasilitasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, dan Kependudukan Sipil (DPMKKPS) DIY. Kegiatan ini berlangsung di Kantor DPMKKPS DIY, pada Rabu (22/04/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri para lurah dari wilayah strategis di Sleman, yakni Sinduadi, Sendangadi, Caturtunggal, Condongcatur, Triharjo, Tamanmartani, Harjobinangun, Wukirsari, Tirtomartani, Sidoluhur, dan Purwobinangun. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala DPMKKPS DIY, KPH Yudanegara.

Dalam sambutannya, Yudanegara menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kalurahan dan aparat kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan, khususnya melalui penguatan deteksi dini terhadap potensi kerawanan wilayah.

“Sinergi kalurahan dan kepolisian menjadi kunci. Lurah sebagai ujung tombak pemerintahan harus aktif membangun komunikasi dengan Bhabinkamtibmas dan Polsek. Tujuannya untuk memperkuat deteksi dini terhadap potensi kerawanan sosial, kriminalitas, dan konflik warga. Keamanan lingkungan bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan aktif masyarakat dalam deteksi dini akan mampu mencegah potensi gangguan sebelum berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar.

Sementara itu, Direktur Intelijen Keamanan (Dirintelkam) Polda DIY, Kombes Pol. Daru Tyas Wibawa memaparkan analisis situasi keamanan terkini di DIY serta langkah-langkah teknis pengawasan wilayah. Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi peran kelompok Jaga Warga di tingkat akar rumput.

“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Deteksi dini paling efektif justru berada di tingkat RT/RW. Karena itu, peran Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan lurah harus terintegrasi dengan kelompok Jaga Warga sebagai ‘sensor’ pertama di lapangan. Keamanan adalah investasi—ketika lingkungan aman, ekonomi bergerak dan masyarakat merasa tenang,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para lurah dapat memperkuat koordinasi lintas sektor serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kamtibmas di wilayah masing-masing. (Wasana/KIM Depok)




Peringati Hari Bumi, UII Tanam Pohon di Umbulmartani

Sleman – Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar aksi tanam pohon dalam rangka milad ke-83 dan peringatan Hari Bumi Sedunia di kawasan Embung Pelang, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman, Selasa (21/04/2026).

Kegiatan ini melibatkan pimpinan universitas, di antaranya Rektor UII, Ketua Pengembangan Sistem Informasi dan Aset YBW UII, serta jajaran dekan. Penanaman pohon menjadi simbol komitmen sivitas akademika dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Rektor UII, Fathul Wahid, mengatakan aksi ini bertujuan meningkatkan kesadaran kolektif dalam merawat bumi sekaligus memperkuat peran institusi pendidikan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan.

“Tema harmoni untuk jejak lestari diangkat sebagai landasan kegiatan Milad UII tahun ini,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan penanaman pohon memiliki dasar kuat, baik dari sisi teologis maupun institusional. Fathul menyebut, dalam ajaran Islam, menanam pohon merupakan bagian dari amal jariyah yang manfaatnya terus mengalir bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.

“Menanam pohon bukan hanya kegiatan ekologis, tetapi juga memiliki nilai ibadah karena manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” katanya.

Ia menambahkan, keberadaan ruang hijau juga memberikan kontribusi penting terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan mental. Menurutnya, interaksi manusia dengan alam dapat meningkatkan kenyamanan, kejernihan berpikir, serta produktivitas dalam aktivitas sehari-hari.

Dekan Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) UII, Asmuni menambahkan, pemilihan pohon akasia mencerminkan nilai ketangguhan dan keberlanjutan.

“Di usia ke-83, UII diharapkan terus tumbuh kuat dan memberi manfaat luas,” katanya.

Sementara Ketua Pengembangan Sistem Informasi dan Aset YBW UII, Raden Bagus Fajriya Hakim, menekankan pentingnya perawatan pascatanam. Ia menyebut, keberhasilan penghijauan tidak hanya ditentukan oleh penanaman, tetapi juga komitmen menjaga tanaman secara berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap upaya penghijauan dapat memberi dampak nyata bagi kualitas lingkungan sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga bumi secara berkelanjutan,” tegasnya. (Athiful/KIM Depok)