GEMPAR Kembali Digelar, PKK Sleman Gandeng Kejari Hidupkan Pasar Rakyat

Sleman – Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR) kembali bergelora di Kabupaten Sleman. Kali ini, Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman bersinergi dengan Tim Kerja Kejaksaan Negeri Sleman menyambangi Pasar Denggung, pada Rabu (22/04/2026) untuk berbelanja bersama dan memborong dagangan para pedagang lokal.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman, Parmilah Harda Kiswaya dalam arahannya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk kembali menghidupkan tradisi belanja di pasar rakyat. Menurutnya, aksi nyata seperti ini adalah kunci utama dalam meningkatkan roda perekonomian masyarakat bawah secara langsung.

“Mari kita bersama-sama meramaikan dan berbelanja di pasar rakyat. Dengan membeli produk lokal di pasar, kita membantu ekonomi keluarga para pedagang kita sendiri,” ujarnya. 

Kegiatan ini pun disambut antusias oleh para pedagang di Pasar Denggung. Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya kunjungan rombongan yang memborong berbagai komoditas, mulai dari bahan pangan hingga kebutuhan harian.

“Kami sangat senang dan merasa terbantu. Harapannya kegiatan seperti ini tidak hanya sekali ini saja, tapi bisa rutin dilakukan karena dampaknya sangat terasa bagi pendapatan kami,” ungkap Istatik, salah satu pedagang Pasar Denggung.

Sinergi antara PKK dan Kejaksaan ini diharapkan menjadi pemantik bagi instansi lain dan masyarakat umum untuk terus mengutamakan pasar rakyat sebagai tujuan utama berbelanja, demi mewujudkan ekonomi Kabupaten Sleman yang lebih kuat. (R. Novendra Jordan / KIM Mlati)




Syukuran Harlah ke-78, Kalurahan Margorejo Perkuat Komitmen Pelayanan Publik

Sleman – Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, memperingati hari lahir (harlah) ke-78 melalui kegiatan syukuran sederhana yang sarat makna, pada Rabu (22/04/2026). Momentum ini dimanfaatkan sebagai ajang refleksi kinerja pemerintahan sekaligus penguatan komitmen dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan yang digelar di ruang pertemuan kalurahan tersebut berlangsung khidmat. Acara tersebut dihadiri Lurah Margorejo, Abdul Azis Muh Ridwan bersama jajaran perangkat kalurahan, antara lain Carik Margorejo, Ariyanto Wibowo, para kepala seksi (kasi), kepala urusan (kaur), Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal), serta staf pamong kalurahan. Turut hadir Panewu Tempel, Rasyid Ratnadi Sosiawan.

Dalam sambutannya, Lurah Margorejo, Abdul Azis menegaskan bahwa usia ke-78 menjadi momentum penting untuk memperkuat integritas dan profesionalitas aparatur kalurahan.

“Syukuran ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kepercayaan publik adalah hal utama yang harus kita jaga,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tantangan ke depan menuntut pemerintahan yang responsif, transparan, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, penguatan kapasitas aparatur serta sinergi internal menjadi prioritas utama.

Sementara itu, Panewu Tempel, Rasyid Ratnadi Sosiawan, dalam sambutannya menyampaikan komitmennya untuk membangun sinergi dengan pemerintah kalurahan dan seluruh pemangku kepentingan.

“Saya mohon diterima sebagai bagian dari keluarga besar Kapanewon Tempel. Ke depan, kami siap bersinergi dan mendukung upaya kalurahan dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi yang efektif antara kapanewon dan kalurahan sebagai kunci menghadapi dinamika pembangunan di tingkat lokal.

Carik Margorejo, Ariyanto Wibowo, turut menegaskan pentingnya kerja kolektif dalam mendukung keberhasilan program pemerintah di tingkat kalurahan.

“Kami berkomitmen untuk terus bekerja secara solid dan memastikan setiap pelayanan berjalan efektif, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Peringatan harlah ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak selalu identik dengan perayaan besar, melainkan dapat dimaknai melalui penguatan nilai-nilai dasar pelayanan publik, kedisiplinan, dan tanggung jawab aparatur.

Dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga, Kalurahan Margorejo diharapkan mampu menjadi contoh pemerintahan desa yang membangun fondasi pelayanan yang kuat, sekaligus berkontribusi dalam mendukung pembangunan dari tingkat paling dasar. (SBD/KIM Senyum Tempel)




Perkuat Tata Kelola Arsip, Kapanewon Gamping Jalani Visitasi Verifikasi Kearsipan 2026

Sleman – Pemerintah Kapanewon Gamping menerima kunjungan tim verifikator dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman dalam rangka visitasi dan verifikasi bukti fisik pengawasan kearsipan internal tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Demang Cakradikrama Kantor Kapanewon Gamping pada Selasa (21/4/2026). Visitasi tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan tata kelola arsip yang akuntabel dan berstandar nasional.

Kegiatan ini diikuti oleh Panewu Anom Gamping, Kurnia Astuti, Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Sekretariat Kapanewon Gamping, Ika Puspitaningrum, Arsiparis Terampil, Ilmi Kurniawati Hasanah, serta para pengelola arsip di lingkungan Kapanewon Gamping. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan pengelolaan arsip yang tertib, sistematis, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Dalam sambutan pembukanya, Panewu Anom Gamping, Kurnia Astuti mengapresiasi Tim Verifikator dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman yang telah berkenan hadir untuk melaksanakan kegiatan pembinaan, penilaian, sekaligus evaluasi terhadap pengelolaan kearsipan di lingkungan kerjanya.

“Kegiatan ini memiliki arti yang sangat penting, tidak hanya sebagai bentuk pengawasan, tetapi juga sebagai momentum evaluasi bagi kami dalam memastikan bahwa pengelolaan arsip telah dilaksanakan secara tertib, sistematis, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Melalui kegiatan verifikasi ini, Kurnia Astuti berharap dapat memperoleh masukan, arahan, serta rekomendasi konstruktif dari tim verifikator, khususnya terkait pengelolaan arsip dinamis dan penguatan sumber daya kearsipan. Hal ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan profesional.

Dalam pelaksanaannya, tim verifikator melakukan penilaian secara komprehensif terhadap bukti fisik pengawasan kearsipan internal. Proses ini tidak hanya berfokus pada kelengkapan dokumen, tetapi juga menilai kesesuaian implementasi kebijakan kearsipan di tingkat kapanewon. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap tahapan pengelolaan arsip berjalan efektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Verifikasi dilakukan terhadap beberapa aspek utama, yaitu aspek pengelolaan arsip dinamis dan aspek sumber daya kearsipan. Pada aspek pengelolaan arsip dinamis, tim menilai penciptaan arsip, klasifikasi arsip, penggunaan arsip, pemeliharaan arsip hingga proses penyusutan arsip. Penilaian ini menjadi indikator penting dalam mengukur kualitas pengelolaan informasi pemerintahan.

Sementara itu, Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Sekretariat Kapanewon Gamping, Ika Puspitaningrum menyadari bahwa kearsipan merupakan fondasi utama dalam mendukung tertib administrasi pemerintahan. Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya memastikan bahwa pengelolaan arsip dinamis telah dilaksanakan sesuai kaidah, mulai dari penciptaan, penggunaan, pemeliharaan, hingga penyusutan arsip.

“Selain itu, kami berupaya mengoptimalkan peran arsiparis terampil serta meningkatkan koordinasi antar pengelola arsip di setiap unit kerja,” tandasnya.

Dalam aspek sumber daya kearsipan, Ika terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendampingan, sehingga mampu mengikuti perkembangan sistem kearsipan yang semakin berbasis digital. Hal ini penting agar pengelolaan arsip menjadi tertib, sekaligus adaptif terhadap tuntutan zaman. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




KUA Depok Tekankan Pentingnya Kesehatan Reproduksi bagi Calon Pengantin

Sleman – Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Depok melalui Badan Penasehatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) menekankan pentingnya pemahaman kesehatan reproduksi bagi calon pengantin (catin), melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) di Aula KUA Depok, Sleman, Rabu (22/4/2026).

Anggota BP4, Susi Sulistyaningsih menyatakan, penyuluhan kesehatan reproduksi (kespro) menjadi bagian krusial dalam mempersiapkan pasangan memasuki kehidupan berumah tangga.

“Penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pemahaman catin tentang kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, serta kehamilan yang sehat,” ujarnya.

Menurut Susi, pemahaman yang baik sejak awal akan membantu pasangan mengambil keputusan yang tepat dalam membangun keluarga.

“Catin perlu memiliki kesiapan tidak hanya secara emosional, tetapi juga dari sisi kesehatan reproduksi agar kehidupan rumah tangga berjalan lebih berkualitas,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai fungsi dan proses reproduksi, termasuk potensi risiko yang dapat terjadi.

Selain itu, penyuluhan juga mengarahkan catin untuk merencanakan keluarga secara matang, mencakup pengaturan jarak kehamilan, jumlah anak, hingga pemanfaatan kontrasepsi secara tepat.

Susi menambahkan, edukasi kespro juga menjadi langkah strategis dalam mencegah berbagai persoalan kesehatan di masa mendatang.

“Dengan pengetahuan yang cukup, catin dapat mengantisipasi risiko seperti infeksi menular seksual maupun masalah kesehatan reproduksi lainnya sejak dini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, materi penyuluhan turut memperkuat kesiapan catin dalam menghadapi kehamilan. Pembahasan meliputi persiapan kehamilan, pentingnya pemeriksaan kesehatan, serta peran imunisasi dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi.

Melalui penyuluhan ini, diharapkan sebagai langkah preventif terhadap berbagai persoalan kesehatan reproduksi, seperti infeksi menular seksual (IMS), infeksi saluran reproduksi, hingga risiko pernikahan dini.

“Dengan bekal pengetahuan tersebut, catin diharapkan mampu membangun keluarga yang sehat dan harmonis,” tegas Susi.

Kegiatan Bimwin ini diikuti oleh 54 calon pengantin yang berasal dari wilayah Kapanewon Depok dan sekitarnya.

Melalui program ini, KUA Kapanewon Depok terus mendorong peningkatan kualitas kesiapan pasangan dalam membangun keluarga, sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan keluarga di masyarakat. (Athiful/KIM Depok)




Pemkal Margorejo Salurkan BLT Dana Desa Tahap IV, Bantu Jaga Daya Beli Warga

Sleman – Pemerintah Kalurahan Margorejo kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap IV untuk bulan April kepada masyarakat yang membutuhkan. Program ini menyasar 14 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan masing-masing menerima bantuan sebesar Rp300 ribu sebagai upaya menjaga daya beli warga di tengah tekanan ekonomi.

Penyaluran bantuan dilaksanakan di aula Kalurahan Margorejo pada Rabu (22/04/2026), dan dihadiri Tenaga Pendamping Sosial Kecamatan (TPSK), Iwan Wismantoro, Carik Margorejo, Ariyanto Wibowo, serta unsur Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) yang diwakili Sekretaris BPKal Margorejo, Ardhian Dwi Putranto.

Dalam keterangannya, Iwan Wismantoro menegaskan bahwa BLT Dana Desa tidak hanya sekadar bantuan tunai, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas sosial masyarakat.

“BLT-DD ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus menjaga ketahanan ekonomi keluarga penerima. Program ini juga menjadi bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Carik Margorejo, Ariyanto Wibowo menyampaikan bahwa pemerintah kalurahan berkomitmen memastikan penyaluran bantuan dilakukan secara tepat sasaran dan transparan.

“Kami terus melakukan verifikasi dan validasi data agar bantuan ini benar-benar diterima oleh warga yang berhak. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mengelola dana desa secara akuntabel,” jelasnya.

Dari sisi penerima manfaat, bantuan tersebut dirasakan langsung dampaknya. Salah satu warga Padukuhan Mangkudranan, Luvia Indi Pramadewi mengaku sangat terbantu dengan adanya BLT-DD. Setiap hari, ia berjualan kerupuk dengan bersepeda dari rumahnya hingga Pasar Kranggan.

“Saya sangat berterima kasih atas perhatian dari pemerintah kalurahan. Bantuan ini sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Program BLT Dana Desa menjadi salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam merespons tantangan ekonomi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan. Di berbagai wilayah, program ini terbukti mampu menjadi bantalan sosial sekaligus menjaga perputaran ekonomi di tingkat desa.

Dengan penyaluran yang berkelanjutan serta pengawasan yang semakin diperkuat, BLT-DD diharapkan tidak hanya meringankan beban warga, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (SBD KIM SENYUM TEMPEL)