56 Tahun Kiprah Sanggar Seni Tari Puri, Melahirkan Penari Ramayana Prambanan hingga Dua Doktor

Sleman — Sanggar Seni Tari Puri menggelar peringatan ulang tahun ke-56 di Balai Budaya Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, pada Minggu (06/09/2026). Perjalanan panjang selama lebih dari setengah abad tersebut membuktikan konsistensi sanggar yang berlokasi di Bendosari Tegalrejo ini dalam mencetak puluhan penari Wanara Sendratari Ramayana Prambanan serta melahirkan dua akademisi bergelar doktor.
Peringatan hari jadi yang dimulai pukul WIB tersebut menghadirkan ragam pementasan tari anak-anak hingga dewasa, serta dipuncaki dengan pertunjukan Sendratari Ramayana Full Story pada malam hari. Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Seksi Pengembangan Kapasitas Kalurahan Budaya Dinas Kebudayaan DIY Ali Usman, perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, jajaran Panewu Kalasan, serta jajaran Pemerintah Kalurahan Tamanmartani.
Dalam sambutannya, Ketua Sanggar Seni Tari Puri, LB Surojo, mengisahkan dinamika perjalanan sanggar yang didirikan pada 17 Agustus 1970 oleh mendiang Sujadi, Gunawan Sutopo, Topo Wardoyo, serta Timbul Haryono. Tempat latihan sanggar sempat mengalami beberapa kali perpindahan, mulai dari Panggung Ramayana Prambanan, Pendopo Kapanewon Prambanan, rumah warga, hingga akhirnya menempati Balai Budaya Tamanmartani sejak Januari 2024. Saat ini, sanggar membina 75 siswa dari jenjang PAUD hingga perguruan tinggi.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman, Edi Winarya, menyampaikan apresiasi atas ketangguhan sanggar dalam melestarikan budaya adiluhung, sekaligus menekankan pentingnya penguatan struktur organisasi sanggar.
“Pemerintah mengapresiasi kiprah perjuangan Sanggar Seni Tari Puri yang tak kenal lelah dalam mencetak penari Ramayana yang andal. Di samping konsisten melatih seni tari, sanggar juga perlu mengimbangi dengan pemantapan tata kelola organisasi dan pembagian peran pengurus agar tidak bertumpu pada satu orang semata,” ujar Edi Winarya di hadapan ratusan penonton.
Melalui dukungan fasilitas Balai Budaya Tamanmartani dan penguatan manajemen organisasi, Sanggar Seni Tari Puri berkomitmen untuk terus menjadi kawah candradimuka bagi regenerasi seniman tari tradisional di Kabupaten Sleman. (Tri Joko S/KIM Kalasan Bersahabat)



