Sleman Raih Apresiasi BRIN atas Capaian Indeks Daya Saing Daerah 2025

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menerima sertifikat apresiasi atas capaian Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Tahun 2025 dalam kegiatan yang berlangsung di ruang kerja Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Selasa (21/04/2026).
Sertifikat diserahkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang diwakili oleh Penanggung Jawab dan Pembina Teknis Regional V (Jawa Tengah dan DIY), Yusmiati beserta tim, dan diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto didampingi Kepala Bappeda Sleman, Nur Fitri Handayani.
Apresiasi ini diberikan atas capaian Indeks Daya Saing Daerah Kabupaten Sleman tahun 2025 dengan skor 4,14. Capaian tersebut menempatkan Sleman sebagai kabupaten dengan indeks daya saing terbaik kedua secara nasional dan peringkat pertama di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk klaster kabupaten.
Dalam kesempatan tersebut, Yusmiati menyampaikan ucapan selamat atas komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam memperkuat daya saing daerah.
“Sertifikat ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat melalui BRIN kepada Kabupaten Sleman yang telah menunjukkan komitmen dalam meningkatkan daya saing daerah. Dengan daya saing yang tinggi, kami berharap hal ini juga dapat mendorong peningkatan investasi,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan. Ia berharap capaian tersebut dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat serta mendorong kemajuan di berbagai sektor.
“Semoga apresiasi ini dapat semakin memacu peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendorong kemajuan di berbagai aspek, seperti infrastruktur, investasi, dan perekonomian daerah,” ungkapnya.
Pada pengukuran IDSD 2025, Kabupaten Sleman mencatat skor tertinggi pada Pilar 3 (Adopsi TIK) sebesar 5,00. Disusul Pilar 12 (Kapabilitas Inovasi) sebesar 4,78; Pilar 1 (Institusi) sebesar 4,77; Pilar 10 (Ukuran Pasar) sebesar 4,74; Pilar 6 (Keterampilan) sebesar 4,43; serta Pilar 4 (Stabilitas Ekonomi Makro) sebesar 4,34.
Pengukuran IDSD dilakukan oleh BRIN sebagai bagian dari upaya penyediaan data dasar tahunan yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pembangunan. IDSD merupakan instrumen untuk menilai tingkat daya saing di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, yang mencerminkan tingkat produktivitas daerah.
IDSD 2025 terdiri atas empat komponen utama, yaitu lingkungan pendukung, sumber daya manusia, pasar, dan ekosistem inovasi, yang dijabarkan ke dalam 12 pilar daya saing. Pengukuran ini menggunakan 63 indikator untuk tingkat provinsi dan 50 indikator untuk kabupaten/kota, yang diterapkan pada 38 provinsi serta 508 kabupaten/kota di Indonesia.
Capaian tahun 2025 ini juga menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, Kabupaten Sleman mencatat skor 4,11, dengan peringkat pertama di DIY untuk klaster kabupaten dan konsisten berada di posisi kedua secara nasional di antara 416 kabupaten di Indonesia.



