Wujudkan Transparansi Anggaran, Pemerintah Kalurahan Condongcatur Pasang Baliho Infografis APBKal 2026

Sleman — Pemerintah Kalurahan Condongcatur memperkuat komitmen keterbukaan informasi publik dengan memasang baliho berukuran besar yang memuat rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan (APBKal) Tahun Anggaran 2026. Baliho infografis tersebut dipasang di sejumlah titik strategis, salah satunya di Jalan Anggajaya 2, sejak Jumat (17/4/2026).
Langkah ini merupakan implementasi dari amanah Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang telah diperbarui dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024. Melalui media visual tersebut, masyarakat dapat memantau langsung rincian pendapatan, alokasi belanja, hingga pembiayaan kalurahan secara gamblang dan mudah dipahami.
Kaur Pangripta Kalurahan Condongcatur, Wahyu Nurendra, menjelaskan bahwa transparansi ini bertujuan agar warga memiliki akses penuh untuk mengawasi jalannya pembangunan. Struktur anggaran yang ditampilkan mencakup lima bidang utama, yakni penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, pemberdayaan masyarakat, hingga penanggulangan bencana dan keadaan mendesak.
“Pemasangan papan informasi publik terkait APBKal ini bertujuan untuk memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat mengenai penggunaan anggaran yang ada di Kalurahan Condongcatur. Dengan keterbukaan ini, masyarakat dapat mengetahui dan ikut serta mengawasi jalannya setiap program pembangunan yang kami laksanakan,” ujar Wahyu Nurendra saat ditemui di lokasi pemasangan.
Namun demikian, pengelolaan anggaran tahun ini diakui menghadapi tantangan berat akibat adanya kebijakan pemangkasan Dana Desa dari pemerintah pusat yang mencapai 70 persen secara nasional. Penurunan drastis ini merupakan dampak dari Peraturan Menteri Keuangan Nomor 7 Tahun 2026, yang memaksa pemerintah kalurahan melakukan efisiensi dan penyesuaian program prioritas agar tetap tepat sasaran.
Humas Condongcatur, Wasana, menambahkan bahwa penggunaan format infografis dipilih agar data keuangan yang rumit menjadi lebih ramah dibaca oleh orang awam. Selain melalui baliho fisik yang bekerja sama dengan mitra penyedia media informasi, rincian anggaran ini juga dipublikasikan secara masif melalui media sosial resmi kalurahan seperti Instagram, Facebook, Tiktok, dan situs web resmi.
“Ini bukan sekadar pajang data, tapi ada tujuan strategisnya yaitu transparansi dan akuntabilitas publik serta edukasi anggaran kepada warga. Kami ingin memastikan anggaran pendapatan dan belanja kalurahan bersifat terbuka, mudah dipahami melalui grafis yang menarik, dan yang terpenting dapat diawasi bersama oleh seluruh elemen masyarakat,” ungkap Wasana.
Melalui langkah proaktif ini, Pemerintah Kalurahan Condongcatur berharap kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola keuangan desa semakin meningkat. Keterlibatan aktif warga dalam mengawal pembangunan diharapkan dapat menjadi fondasi terciptanya kemajuan wilayah yang berkelanjutan dan berkeadilan di tengah keterbatasan anggaran yang ada. (Wasana/KIM Depok)



