23 Tulisan Pelajar Tempel Diabadikan dalam Buletin UMKM Kita

Sleman  — Sebanyak 23 tulisan karya pelajar tingkat SLTA se-Kapanewon Tempel diabadikan dalam Buletin UMKM Kita Edisi ke-5, September 2026. Tulisan tersebut merupakan hasil karya peserta lomba jurnalistik yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemimpin Redaksi Buletin UMKM Kita, Sadhono Hadi, mengatakan lomba jurnalistik tersebut bertujuan menggali dan mengembangkan bakat menulis di kalangan pelajar. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Forum KIM Sembada Kabupaten Sleman di Sasana Anglocita Tama, Kantor Kapanewon Depok, Selasa (8/9/2026).

“Sebanyak 17 pelajar saat ini masih tergabung dalam komunitas KIM Yunior dan terus mendapatkan pendampingan dari KIM Senyum Tempel,” ujar Sadhono.

Menurutnya, para pelajar diharapkan dapat menjadi generasi penerus penulis yang mampu mengangkat berbagai peristiwa, potensi, dan persoalan di wilayah Tempel ke ruang publik.

Pada edisi September 2026 yang mengusung slogan “Suaramu layak didengar. Tulisanmu layak dibaca”, para pelajar mengangkat beragam tema, antara lain UMKM, infrastruktur jalan, sejarah, pariwisata, lingkungan, perkebunan, serta potensi dan persoalan masyarakat Tempel.

Dalam kesempatan tersebut, Buletin UMKM Kita versi cetak juga dibagikan kepada 17 Panewu se-Kabupaten Sleman. Kehadiran karya para pelajar diharapkan menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan jurnalistik sekaligus memperkenalkan potensi wilayah Tempel kepada masyarakat luas.

(Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)




Cegah Stunting Lebih Cepat, Margomulyo Uji Pemanfaatan Stunting Meter Digital

Sleman — Upaya pencegahan stunting di Kalurahan Margomulyo terus diperkuat melalui kolaborasi Pemerintah Kalurahan Margomulyo dan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Salah satu inovasi yang dikembangkan yakni pemanfaatan Stunting Meter Digital untuk mendukung intervensi pencegahan stunting secara lebih cepat dan terukur.

Pengembangan inovasi tersebut menjadi bagian dari Program Pengembangan Desa Sehat (PPDS), program pengabdian masyarakat unggulan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta yang menjadikan Kalurahan Margomulyo sebagai salah satu wilayah mitra dan desa binaan.

Perkembangan program dievaluasi melalui Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pengabdian Unggulan Nasional PPDS di Gedung Serbaguna Kalurahan Margomulyo, Senin (7/9/2026). Kegiatan dihadiri perwakilan kader kesehatan, Puskesmas Seyegan, dukuh, serta tokoh masyarakat.

Ketua Tim pengabdi, Tri Siswati memaparkan perkembangan dan capaian program. Selain pencegahan stunting, program PPDS mencakup penyuluhan kesehatan, pendampingan pola hidup bersih dan sehat, peningkatan kapasitas kader Posyandu, serta penguatan kolaborasi lintas profesi kesehatan yang melibatkan dosen dan mahasiswa.

Perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Hendro Saputro turut memberikan arahan secara daring melalui Zoom. Dalam arahannya disampaikan pentingnya menjaga keberlanjutan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kalurahan, dan masyarakat dalam mendukung terwujudnya lingkungan serta masyarakat yang semakin sehat.

“Keberlanjutan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kalurahan, dan masyarakat menjadi hal penting untuk mendukung terwujudnya lingkungan serta masyarakat yang semakin sehat,” ujar Hendro.

Monev juga menghadirkan Reviewer Nasional, Raden Wisnu Nurcahyo dari Universitas Gadjah Mada, yang memberikan pengarahan terkait teknis review, kriteria penilaian, serta proses diskusi dan evaluasi program.

Untuk menggambarkan pelaksanaan kegiatan, tim pengabdi turut menampilkan video profil dan testimoni dari pamong kalurahan, kader kesehatan, serta tokoh masyarakat Margomulyo. Hal tersebut sekaligus menunjukkan keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan program.

Lurah Kalurahan Margomulyo, Eko Puji Mulyanto menyampaikan bahwa kolaborasi yang telah terbangun menjadi modal penting dalam memperkuat upaya peningkatan kesehatan masyarakat.

“Kolaborasi yang telah terbangun menjadi modal penting bagi Kalurahan Margomulyo untuk terus memperkuat upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Kami berharap kerja sama ini dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan,” ungkap Eko.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama reviewer nasional dan pendalaman materi bersama Tim Kerja Tri Dharma Perguruan Tinggi Direktorat Penyediaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Rangkaian Monev pun ditutup dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk memastikan hasil program dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan setelah kegiatan pengabdian berakhir.

(Sutarto Agus/KIM Seyegan)




KIM Sembada Sleman Perkuat Peran sebagai Jembatan Informasi Masyarakat

Sleman — Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Sembada Kabupaten Sleman memperkuat peran strategisnya sebagai jembatan informasi sekaligus penguat kapasitas masyarakat. Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi KIM Sembada yang berlangsung di Ruang Rapat Sasana Anglocita Tama, Kapanewon Depok, Selasa (8/9/2026).

Ketua KIM Sembada Kabupaten Sleman, Adnan Iman Nurtjahjo, dalam arahannya menekankan bahwa KIM tidak hanya berperan sebagai wadah komunikasi, tetapi juga menjadi penghubung informasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat.

“Ada tiga fokus utama yang perlu dijalankan secara konsisten oleh pengurus dan anggota KIM di tingkat masyarakat,” ujar Adnan.

Pertama, diseminasi informasi publik. KIM diharapkan mampu menyampaikan program, kebijakan, serta perkembangan pembangunan Pemerintah Kabupaten Sleman secara akurat, transparan, dan mudah dipahami masyarakat.

Kedua, penguatan literasi digital dan penangkalan hoaks. Di tengah derasnya arus informasi, KIM memiliki peran penting dalam mendorong penggunaan media sosial secara bijak serta membantu masyarakat mengenali dan menangkal informasi yang tidak benar.

Ketiga, pemberdayaan potensi lokal. KIM didorong memanfaatkan berbagai kanal informasi digital untuk memperkenalkan potensi wilayah, mulai dari UMKM, pariwisata, hingga kegiatan dan inovasi masyarakat.

“Koordinasi secara berkala diperlukan untuk memperkuat sinergi antaranggota KIM sekaligus memastikan informasi yang diterima masyarakat dapat dikelola dan disampaikan secara tepat,” tandas Adnan.

Melalui kegiatan tersebut, KIM Sembada Kapanewon Depok diharapkan semakin solid dalam mendukung komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat. KIM juga diharapkan mampu mendorong kemandirian masyarakat melalui pengelolaan dan pemanfaatan informasi yang sehat, positif, dan produktif.

(Sri Rahayu/KIM Depok)




Gladi Lapang Satlinmas Tempel Perkuat Kesiapan Pengaturan Lalu Lintas

Sleman — Satlinmas Inti Kapanewon Tempel memperkuat kesiapan dalam pengaturan lalu lintas melalui gladi lapang yang memadukan pembekalan teori dan praktik di Pendopo Kapanewon Tempel, Selasa (8/9/2026). Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan keterampilan personel dalam mendukung kelancaran dan keselamatan lalu lintas pada berbagai kegiatan masyarakat.

Kegiatan diikuti anggota Linmas Inti Kapanewon Tempel dengan menghadirkan PS Panit Lantas Polsek Tempel, Aiptu Ahmad Zubaidi, sebagai narasumber. Peserta mendapatkan pembekalan dasar pengaturan lalu lintas yang dilanjutkan dengan simulasi penerapan di lapangan.

Materi meliputi pengaturan arus kendaraan, posisi petugas, gerakan tangan, komunikasi dengan pengguna jalan, serta aspek keselamatan. Melalui simulasi, peserta juga dilatih mengenali kondisi yang berpotensi menghambat pergerakan kendaraan maupun pejalan kaki saat kegiatan berlangsung.

Panewu Tempel, Rasyid Ratnadi Sosiawan, mengatakan pembinaan secara berkala diperlukan agar anggota Linmas mampu menjalankan tugas dengan baik dan bertanggung jawab.

“Jangan hanya memahami tugas secara teori. Keterampilan harus dilatih supaya ketika berada di lapangan, anggota Linmas mampu bertindak dengan tenang, tepat, dan bertanggung jawab,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Menurut Rasyid, Linmas memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam berbagai situasi. Personel yang memahami prosedur diharapkan dapat membantu menciptakan kondisi yang tertib dan aman, terutama saat berlangsung kegiatan yang melibatkan banyak orang.

Sementara itu, PS Panit Lantas Polsek Tempel, Aiptu Ahmad Zubaidi menekankan pentingnya ketelitian, komunikasi, koordinasi, dan keselamatan dalam pengaturan lalu lintas. Petugas dituntut mampu membaca situasi dan memberikan arahan yang jelas kepada pengguna jalan.

“Pengaturan lalu lintas membutuhkan ketelitian, keberanian, komunikasi, dan terutama keselamatan. Karena itu, teori harus langsung dipraktikkan agar mereka terbiasa menghadapi kondisi di lapangan,” katanya.

Kegiatan turut didampingi Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Tempel, Heni Ristiawan. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi antara unsur pemerintahan kewilayahan dan kepolisian dalam pembinaan Satlinmas.

Melalui gladi lapang ini, Satlinmas diharapkan semakin siap memberikan dukungan dalam berbagai kegiatan masyarakat serta turut menjaga ketertiban, keamanan, dan keselamatan warga. (SBD/KIM Tempel)




Pelatihan Batik Tulis Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Ekonomi Kreatif Banyuraden

Sleman — Sejumlah perempuan pelaku usaha ekonomi produktif mengikuti pelatihan membatik tulis dalam rangka peningkatan kapasitas kelompok UMKM Potro Arum Banyuraden di Sanggar Seni Among Siwi, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Senin (7/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan perempuan sekaligus mengembangkan ekonomi kreatif berbasis potensi kalurahan.

Pelatihan berlangsung interaktif dengan peserta mempraktikkan teknik membatik tulis secara langsung menggunakan kain yang dibentangkan pada bingkai sederhana. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk meningkatkan keterampilan sekaligus mengenal proses kreatif pembuatan batik.

Kegiatan dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Suryana, didampingi Carik Banyuraden Hendy Indra Utama, Ulu Ulu Banyuraden Sulung Pramono, serta Dukuh Banyumeneng Dymas Alfandy Saputra.

Dalam sambutannya, Suryana mengatakan keterlibatan perempuan dalam kegiatan peningkatan kapasitas menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong aktivitas ekonomi produktif. Keterampilan membatik, menurutnya, dapat dikembangkan sebagai usaha yang dilakukan secara berkelompok maupun mandiri.

“Penguasaan teknik membatik diharapkan membuka peluang bagi peserta untuk menghasilkan produk kreatif yang memiliki nilai tambah dan dapat mendukung perekonomian keluarga,” ujarnya.

Selain bernilai ekonomi, pelatihan membatik tulis juga menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya. Proses pembuatan batik membutuhkan keterampilan, ketelitian, dan kreativitas sehingga peserta tidak hanya belajar menghasilkan kain bermotif, tetapi juga memahami proses kreatif yang menjadi karakter produk batik sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia.

Carik Banyuraden, Hendy Indra Utama, menambahkan bahwa peningkatan kapasitas UMKM perlu diikuti dengan pengembangan desain, peningkatan kualitas produk, pengemasan, hingga pemasaran.

“Kemampuan membatik tidak berhenti sebagai keterampilan teknis, tetapi dapat dikembangkan menjadi fondasi usaha kreatif yang memiliki prospek pasar,” katanya.

Sementara itu, Ketua RW 01 Dusun Patran, Kurdiyanto, mengapresiasi kolaborasi antara kelompok UMKM, pemerintah kalurahan, dan berbagai pihak dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap program dapat dilanjutkan secara berkelanjutan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, fasilitasi produksi, promosi, hingga perluasan akses pemasaran.

“Semoga UMKM Potro Arum Banyuraden semakin berperan dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis potensi masyarakat sekaligus memperluas ruang pemberdayaan perempuan. Dengan demikian, dapat mendorong lahirnya produk lokal yang memiliki nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan budaya dan kreativitas masyarakat di tingkat kalurahan,” harapnya. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)