Dinsos Sleman Gelar Bimtek Dasar bagi 50 Pekerja Sosial Masyarakat

Sleman – Dinas Sosial Kabupaten Sleman menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tingkat Dasar bagi Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), pada Rabu (11/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Nakula Kantor Dinas Sosial Sleman ini, diikuti oleh 50 PSM yang berasal dari berbagai kapanewon di wilayah Kabupaten Sleman.

Bimtek secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Sosial Dinas Sosial Sleman, Feri Istanto. Dalam arahannya, Feri menyampaikan bahwa pelaksanaan Bimtek Dasar PSM tahun 2026 dilaksanakan secara sederhana menyesuaikan dengan kondisi efisiensi anggaran.

“Kegiatan ini tetap menjadi prioritas karena penting bagi PSM untuk memiliki sertifikat Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS),” ujarnya.

Menurut Feri, selama ini keberadaan PSM telah banyak membantu pemerintah daerah dalam menangani berbagai persoalan sosial di masyarakat.

“Selama ini Dinas Sosial sudah banyak dibantu oleh PSM dalam menangani masalah sosial. Dalam hal ini, PSM tidak lagi hanya disebut sebagai pekerja, tetapi juga sebagai pejuang sosial,” jelasnya, seraya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi para PSM.

Bimtek Dasar PSM di Kabupaten Sleman merupakan pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial untuk meningkatkan kapasitas, profesionalisme, serta keterampilan para relawan sosial. Melalui kegiatan ini, para PSM diharapkan mampu menjalankan tugasnya secara lebih efektif dalam memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat.

Materi yang disampaikan dalam bimtek meliputi berbagai aspek dasar pekerjaan sosial, seperti peran dan fungsi PSM, kriteria Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), metode praktik pekerjaan sosial, kode etik pekerja sosial, hingga teknik komunikasi dan relasi sosial.

Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber yang merupakan pakar dan praktisi di bidangnya. Beberapa di antaranya berasal dari LK3 Sembada 9 Sleman, STPMD APMD Yogyakarta, serta Rumah Sakit Grasia. Kehadiran para narasumber tersebut diharapkan dapat memperkaya pengetahuan dan wawasan para PSM dalam menjalankan tugas di lapangan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan peran PSM semakin kuat sebagai garda terdepan dalam membantu pemerintah menangani berbagai persoalan sosial di tingkat desa atau kalurahan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Perkuat Sinergi Relawan, Kalurahan Condongcatur Gelar Rakor dan Buka Puasa Bersama

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur melaksanakan rakor dan buka puasa bersama yang diikuti Anggota Satlinmas, Desta dan Kampung Siaga Bencana (KSB), Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Kegiatan itu berlangsung di Posko Kebencanaan Condongcatur, Rabu (11/3/2026).

Jagabaya Condongcatur, Rudi Antarikawan selaku pengampu bidang kegiatan, dalam sambutanya mengucapkan terima kasih atas kekompakkan dan konsistensi anggota Destana dan KSB Condongcatur selama ini, yang bersatu padu dalam ketugasan relawan kebencanaan.

“Agenda paling dekat adalah bersinergi ikut pengamanan di Pos Pelayanan Pemudik lebaran pada tanggal 16 sampai dengan 23 Maret 2026 di Jalan Pajajaran, sebelah barat perempatan Ringroad Condongcatur. Kegiatan ini diinisiasi oleh RAPI Depok bekerja sama dengan PMI, Pramuka, Destana dan Relawan lainya, yang bertugas pelayanan pemudik yang membutuhkan informasi maupun pertolongan dijalan,” ucap Rudi.

Sementara Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji menyampaikan apresiasi kepada para relawan, Satlinmas, dukuh, dan seluruh pihak yang selama ini sigap membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana, seperti banjir, angin kencang, dan pohon tumbang.

“Semangat gotong royong para relawan menjadi kekuatan utama dalam penanganan kebencanaan di Condongcatur, Posko kebencanaan harus selalu siap menjadi pusat koordinasi dan respon cepat ketika terjadi situasi darurat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan koordinasi antar relawan semakin solid, serta masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.

Pada kesempatan itu, sejumlah paket bingkisan lebaran diserahkan secara simbolis kepada anggota Satlinmas, Destana dan KSB Condongcatur. Acara kemudian diakhiri dengan berbuka puasa bersama, sebagai momentum mempererat kebersamaan dalam melayani masyarakat Condongcatur. (Wasana / KIM Depok)




Tim Gabungan Pemerintah Kapanewon Depok Pastikan Stok Bahan Pokok di Pasar Tradisional Aman

Sleman – Pemerintah Kapanewon Depok melakukan pemantauan ketersediaan bahan pokok di Pasar Tradisional Gowok, Caturtunggal, Depok, Sleman, Rabu (11/3/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan pangan di pasar rakyat selama bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.

Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan meninjau sejumlah lapak pedagang serta berdialog langsung dengan penjual terkait kondisi pasokan komoditas pangan. Beberapa bahan pokok yang dipantau antara lain beras, minyak goreng, gula, telur, cabai, bawang, dan kebutuhan pokok lainnya yang menjadi konsumsi utama masyarakat.

Perwakilan Jawatan Sosial Kapanewon Depok, Muhammad Falak Susanto, mengatakan pemantauan pasar tradisional dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi ketersediaan bahan pokok di tingkat pedagang.

“Kami melakukan pemantauan langsung di pasar tradisional untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman selama Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri. Dari hasil pengecekan, stok bahan pokok di Pasar Gowok masih mencukupi,” katanya.

Falak menjelaskan, pasar tradisional menjadi salah satu indikator penting dalam melihat stabilitas pasokan pangan di masyarakat, tidak terkecuali di Kapanewon Depok. Oleh karena itu, pemantauan rutin dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kekurangan stok atau hambatan distribusi.

Selain memantau ketersediaan komoditas, tim juga menggali informasi dari pedagang terkait pola pasokan barang dari distributor maupun daerah pemasok. Informasi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam menjaga kelancaran distribusi pangan di wilayah Kapanewon Depok.

Menurut Falak, pihaknya selalu berupaya memastikan kebutuhan bahan pokok masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri dapat terpenuhi dengan baik, sekaligus menjaga stabilitas pasokan di pasar tradisional.

“Kami ingin memastikan apakah pasokannya masih aman, kemudian untuk harganya apakah masih terjangkau, dan apakah ada indikasi dari persaingan usaha tidak sehat,” ujarnya. (Athiful/KIM Depok)




Pemerintah Kalurahan Condongcatur Serahkan Insentif dan Lakukan Pembinaan bagi Rois

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur melaksanakan kegiatan pertemuan sekaligus penyerahan insentif kepada rois se-Kalurahan Condongcatur, Rabu (11/3/2026) di ruang Wacana Loka Kantor Kalurahan Condongcatur.

Sebanyak 51 rois dari 18 padukuhan di wilayah Kalurahan Condongcatur menerima insentif sebesar Rp500 ribu dari Pemerintah Kalurahan Condongcatur, serta Rp150 ribu dari BAZNAS Sleman. Sehingga total insentif yang diterima masing-masing rois sebesar Rp650 ribu.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk silaturahmi, pembinaan, serta apresiasi kepada para rois yang selama ini telah berperan aktif dalam pelayanan keagamaan dan sosial kemasyarakatan di wilayah Condongcatur.

Selain penyerahan insentif, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada para rois. Pemberian kartu ini bertujuan untuk memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, sehingga rois yang selama ini turut melayani masyarakat dalam berbagai kegiatan keagamaan memiliki perlindungan apabila terjadi risiko kerja (JKK dan JKM).

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji menyampaikan bahwa pemberian insentif ini diharapkan dapat menambah semangat para rois dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Dengan begitu, diharapkan para rois semakin memperkuat perannya dalam memberikan pelayanan keagamaan, serta menjaga kerukunan dan nilai-nilai religius di tengah masyarakat Condongcatur.

“Pemberian insentif rutin ini merupakan salah bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian para rois yang senantiasa hadir di tengah masyarakat. Mulai dari kegiatan keagamaan, pendampingan masyarakat, hingga berbagai pelayanan sosial lainnya” ungkapnya.

Reno menambahkan, insentif bagi rois ini diberikan dua kali dalam setahun yaitu menjelang Hari Raya Idul Fitri dan pada saat peringatan Hari Jadi Kalurahan Condongcatur pada bulan Desember. Diharapkan melalui kegiatan ini, para rois semakin termotivasi untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di lingkungan Kalurahan Condongcatur

Sementara itu, Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam selaku pengampu bidang kegaiatan juga memberikan penguatan mengenai pentingnya peran rois dalam mendukung pelayanan keagamaan di masyarakat.

“Melalui kegiatan ini diharapkan para rois Condongcatur semakin bersemangat dan siap terus melayani masyarakat dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab,”ucapnya.

Pada kesempatan itu, Ketua Forum Komunikasi (FORKOM) Rois Condongcatur, Tugiyo Abdullah mewakili para rois mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kalurahan Condongcatur atas apresiasinya.

“Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih. Ini sebuah perhatian yang luar biasa dari Pemerintah Kalurahan Condongcatur kepada kami para rois. Melalui kegiatan ini pula, kami berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah kalurahan dan para tokoh agama dalam menjaga kerukunan, ketentraman, dan kehidupan sosial masyarakat yang harmonis,” ungkapnya. (Wasana / KIM Depok)




Tim Kapanewon Depok Sidak Swalayan, Pastikan Harga Pangan Sesuai HET

Sleman – Tim Gabungan Pemerintah Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Beta Swalayan & Bakery, Seturan, Caturtunggal, Depok, Sleman, Rabu (11/3/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas harga serta kualitas produk kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri.

Sidak melibatkan unsur dari Kapanewon Depok yang melakukan pengecekan terhadap sejumlah komoditas pangan strategis, seperti beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya. Tim juga memeriksa masa kedaluwarsa produk makanan dan minuman yang dijual di pusat perbelanjaan tersebut.

Perwakilan Jawatan Sosial Kapanewon Depok, Hany Purnomo, mengatakan pengecekan difokuskan pada produk yang memiliki ketentuan harga eceran tertinggi (HET) guna memastikan harga yang diterapkan masih dalam batas wajar sesuai ketentuan pemerintah.

“Kita mengecek produk yang ada harga eceran tertinggi (HET)-nya, seperti beras, minyak goreng, gula, dan sebagainya. Kita lihat di sini harganya masih wajar,” katanya.

Ia menegaskan, pengawasan ini merupakan langkah antisipatif pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi masyarakat dari potensi kenaikan harga yang tidak wajar menjelang lebaran, ketika permintaan kebutuhan pokok biasanya meningkat.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga mengingatkan pengelola swalayan agar tetap mematuhi ketentuan harga yang berlaku dan tidak memanfaatkan meningkatnya permintaan masyarakat untuk menaikkan harga secara berlebihan.

“Pengelola jangan memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menjual dengan harga tinggi. Kami ingin memastikan harga kebutuhan pangan tidak mengalami lonjakan jelang hari raya,” ujarnya.

Selain itu, Hany juga mengimbau distributor produk makanan dan minuman untuk memastikan produk yang disalurkan ke pasar memiliki masa kedaluwarsa yang masih panjang. Hal ini penting agar produk tetap aman dikonsumsi masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.

“Melalui kegiatan pengawasan ini, kami berharap distribusi dan ketersediaan bahan pangan tetap terjaga, serta masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga wajar dan kualitas yang aman menjelang Hari Raya Idulfitri,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)