Perkuat Soliditas Jelang Program 2027, Pamong dan Lembaga Kalurahan Sukoharjo Gelar Outbound di Pantai Glagah

Sleman — Pemerintah Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, menggelar kegiatan peningkatan kapasitas berupa outbound bagi pamong, lembaga kemasyarakatan, RT, RW, dan Tuwanggana Kalurahan Sukoharjo di Laguna Tengah, Pantai Glagah, Kulon Progo, Minggu (01/11/2026). Kegiatan yang diikuti oleh 100 peserta ini diselenggarakan untuk mempererat kekompakan dan kesolidan tim dalam menyongsong program kerja tahun 2027.

Acara yang dipandu oleh instruktur Eka Sastra dari unit usaha Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Dinamika Sinema Nusantara (DSN Outbound) ini dikemas secara interaktif. Peserta diajak mengikuti berbagai permainan kelompok—mulai dari ice breaking, kereta komitmen, empathy ball, bola labirin, hingga voli bola raksasa—yang dirancang untuk melatih komunikasi, koordinasi, dan kerja sama lintas unsur kelembagaan.

Lurah Sukoharjo, Hadi Subronto, berharap kegiatan di luar ruangan ini dapat mempererat silaturahmi serta membangun semangat kebersamaan yang kokoh di antara seluruh aparatur dan lembaga kalurahan.

“Saya berharap kegiatan ini dapat meningkatkan silaturahmi dan menambah kesolidan kita semua sehingga kita dapat bersiap untuk melaksanakan program di tahun 2027 agar lebih baik lagi,” ungkap Hadi.

Melalui kegiatan ini, Kalurahan Sukoharjo berupaya membangun modal sosial dan komunikasi yang terbuka sebagai bekal penting untuk menghadirkan pelayanan serta pembangunan yang lebih optimal bagi masyarakat pada tahun mendatang. (Andy Ahmad/KIM DSN Ngaglik)




Kapolsek Moyudan Ingatkan Penonton Jaga Sportivitas dan Ketertiban di Final Voli Porkal Sumbersari

Sleman — Ribuan penonton memadati lapangan bola voli Bendosari, Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, untuk menyaksikan partai final bola voli putra dan putri ajang Pekan Olahraga Kalurahan (Porkal) Sumbersari, Sabtu (31/10/2026) hingga Minggu dini hari (01/11/2026). Di tengah kemeriahan tersebut, Kapolsek Moyudan Iptu Ayu Safitri menyampaikan imbauan khusus kepada warga guna mengantisipasi potensi gesekan antarpendukung dan euforia berlebihan.

Memanfaatkan jeda pertandingan sebelum partai final putra, Ayu menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dan menerima hasil pertandingan dengan lapang dada, baik bagi tim yang menang maupun yang kalah.

“Utamakan sportivitas, kerukunan, kegotongroyongan harus tetap terjaga. Bagi yang menang boleh merayakan tapi jangan berlebihan, tidak merasa jumawa dengan merendahkan tim lawan. Bagi yang kalah harus menerima dengan lapang dada dan jadikan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan,” ujar Ayu.

Kapolsek juga melarang para penonton melakukan konvoi kendaraan dengan knalpot blombongan usai pertandingan demi menghormati warga yang sedang beristirahat. Ia menegaskan bahwa menjaga kondusivitas wilayah merupakan tanggung jawab bersama agar tidak terjadi pelanggaran hukum atau tindakan anarkis yang mencoreng nama baik Kalurahan Sumbersari.

“Menjaga kondusivitas harus kita utamakan, kami tidak kepingin Moyudan, terutama Sumbersari, menjadi viral karena perbuatan anarkis dan pelanggaran hukum,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen keamanan, Ayu menyebut kelancaran dan ketertiban penonton dalam turnamen ini akan menjadi acuan bagi kepolisian dalam memberikan perizinan kegiatan serupa di masa mendatang. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum.

“Apabila selesai pertandingan tidak terjadi gejolak dan berjalan kondusif, maka izin tahun berikutnya akan dipermudah. Kami berharap sinergitas antara Polri dan masyarakat tetap terjaga. Slogan kami Polri Bersama Masyarakat, mari kita saling bantu menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah,” pungkasnya. (Giek/KIM Moyudan)




HIGLOB Lepas 612 Siswa Magang ke Jepang, Bekali Generasi Muda Etos Kerja Global

Sleman — Sebanyak 612 siswa HIGLOB resmi dilepas untuk mengikuti program pemagangan ke Jepang. Prosesi pelepasan yang berlangsung meriah ini digelar di Ballroom SO HIGLOB International Education, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (31/10/2026).

Direktur HIGLOB, Nur Prabandari, menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa yang telah melewati proses seleksi ketat. Ia berpesan agar kesempatan berharga ini dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menimba pengalaman dan mengharumkan nama bangsa.

“Selamat kepada siswa yang sudah lolos. Semoga diberi kelancaran saat bekerja di Jepang. Mari kita tunjukkan bahwa SDM Indonesia mampu berkiprah di dunia kerja internasional,” ujar Nur Prabandari.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY, Ariyanto Wibowo, serta Koordinator Pemagangan Luar Negeri Kementerian Ketenagakerjaan RI, Muhammad Syihab. Dalam arahannya, Ariyanto mengingatkan peserta untuk menjaga disiplin, nama baik lembaga, serta bijak dalam mengelola keuangan selama di perantauan.

Senada dengan hal tersebut, Syihab menekankan bahwa kedisiplinan merupakan kunci utama untuk mempertahankan pandangan positif masyarakat Jepang terhadap tenaga kerja asal Indonesia.

“Jepang adalah negara yang menjunjung tinggi disiplin. Sampai saat ini, mereka menyukai karakter orang Indonesia, terutama perihal kedisiplinan. Oleh karena itu, kita harus bisa menjaga konsistensi pandangan positif tersebut,” ungkap Syihab.

Acara pelepasan yang diwarnai dengan yel-yel semangat serta persembahan hiburan dari para pengajar ini ditutup dengan sesi foto bersama. Melalui program ini, HIGLOB berharap para peserta dapat menyerap etos kerja dan keterampilan profesional untuk bekal masa depan sekembalinya ke Tanah Air. (Ilham Agus/KIM Seyegan)




Putra Ngaglik dan Putri Menulis Sabet Juara Umum Voli Porkal Sumbersari 2026

Sleman — Gelaran Pekan Olahraga Kalurahan (Porkal) Sumbersari resmi berakhir dan ditutup secara meriah di lapangan bola voli Bendosari, Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Minggu dini hari (01/11/2026). Ajang bergengsi ini menobatkan tim putra Padukuhan Ngaglik dan tim putri Padukuhan Menulis sebagai juara pertama.

Penutupan turnamen dihadiri langsung oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya, Sekretaris Satpol PP Kabupaten Sleman Ikhsan Wahyudi, Panewu Moyudan beserta jajaran Forkopimka, serta Lurah Sumbersari dan pamong kalurahan. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Harda Kiswaya menyerahkan piala serta uang pembinaan kepada para pemenang, ditambah bonus pribadi masing-masing untuk pemain terbaik putra dan putri.

Ketua Panitia Porkal Sumbersari, Junaidi, dalam laporannya menyampaikan bahwa turnamen yang berlangsung selama 23 malam sejak 3 Oktober 2026 ini diikuti oleh 13 tim putra dan 13 tim putri dari seluruh padukuhan di Sumbersari dengan total 46 pertandingan.

“Sebagai upaya tumbuhnya atlet muda yang berbakat maka dalam pertandingan harus menyertakan pemain yang berusia di bawah 21 tahun dalam setiap setnya,” papar Junaidi.

Porkal Sumbersari yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan (APBKal) 2026 sebesar Rp55 juta ini memberikan trofi serta uang pembinaan bagi juara I hingga IV untuk kategori putra dan putri.

Berdasarkan hasil pertandingan, juara bola voli kategori putra diraih secara berurutan oleh Padukuhan Ngaglik (Juara I), Padukuhan Gesikan (Juara II), Padukuhan Bendosari (Juara III), dan Padukuhan Nasri (Juara IV). Sementara untuk kategori putri, gelar juara diraih Padukuhan Menulis (Juara I), Padukuhan Gesikan (Juara II), Padukuhan Blendung (Juara III), dan Padukuhan Ngaglik (Juara IV).

“Berdasarkan masukan dan penilaian dari semua unsur, ditetapkan pemain terbaik putra diberikan kepada Rosyid dari tim Ngaglik. Untuk putri diberikan kepada Nayla dari tim Padukuhan Menulis,” pungkas Junaidi. (Giek/KIM Moyudan)




Himpaudi Sleman Gelar Workshop “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, Perkuat Karakter Sejak Dini

Sleman — Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Sleman menggelar Workshop “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” di Joglo DPRD Kabupaten Sleman, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat pembentukan karakter positif anak sejak usia dini melalui pembiasaan harian yang terpadu antara sekolah dan keluarga.

Acara yang dihadiri oleh 201 peserta perwakilan dari 17 kapanewon serta pengurus daerah Himpaudi Sleman ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi. Hadir pula dua narasumber dari Pengurus Wilayah Himpaudi DIY, yakni Zamzami Ulwiyati Darojad dan Siti Nurakhmaliyah.

Dalam pemaparannya, Zamzami Ulwiyati Darojad menekankan bahwa masa usia dini merupakan periode keemasan (golden age) di mana fondasi perilaku dan kedisiplinan anak mulai terbentuk.

“Masa usia dini merupakan periode penting atau golden age dalam perkembangan anak. Pada masa ini, kebiasaan yang ditanamkan melalui lingkungan terdekat akan memberikan pengaruh terhadap pembentukan perilaku, kedisiplinan, serta perkembangan karakter anak di kemudian hari,” ujar Zamzami.

Terdapat tujuh kebiasaan utama yang menjadi fokus dalam workshop ini, meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat. Ketujuh kebiasaan tersebut dirancang untuk melatih kedisiplinan, keimanan, kebugaran fisik, kreativitas, hingga empati sosial.

Melalui workshop yang mengacu pada panduan praktis terbitan Erlangga ini, para pendidik PAUD dan orang tua didorong untuk menjadi teladan nyata. Kolaborasi erat antara satuan PAUD dan keluarga dinilai krusial agar pembiasaan positif di sekolah dapat terus berlanjut di rumah.

Acara ini diakhiri dengan penyusunan gagasan kreatif yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing, seperti pembuatan poster edukatif, koreografi senam, hingga jurnal harian kolaborasi antara guru dan orang tua untuk memantau perkembangan anak. (Arief Hartanto/KIM Kertomandiri Turi)