Gelar Rakor Persiapan, Condongcatur Wakili Sleman di Lomba Posyandu DIY

Sleman — Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) menggelar rapat koordinasi persiapan Lomba Posyandu tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Wacana Loka Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kamis (5/3/2026).
Rapat koordinasi dihadiri Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Sleman, perwakilan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), Panewu Depok, Lurah Condongcatur beserta jajaran, Ketua TP PKK Condongcatur, TP Posyandu Kalurahan, kader posyandu, kader kesehatan Condongcatur, serta perwakilan TP Posyandu Asparagus II Babadan Baru Kentungan dan Dukuh Kentungan sebagai sampel lokasi lomba.
Wakil Ketua TP Posyandu sekaligus Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Sleman, R. Ay. Sri Hapsari Suprobo Dewi, menyampaikan bahwa Kalurahan Condongcatur dipilih untuk mewakili Kabupaten Sleman dalam Lomba Posyandu tingkat DIY setelah sebelumnya meraih Juara I Lomba Posyandu tingkat Kabupaten Sleman tahun 2025.
Ia menjelaskan bahwa Posyandu saat ini telah bertransformasi menjadi Posyandu dengan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang melayani siklus hidup masyarakat secara terintegrasi. Enam bidang tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (Trantibum Linmas), serta sosial.
“Posyandu pada tahun 2025 telah bertransformasi menjadi Posyandu 6 SPM untuk melayani siklus hidup secara terintegrasi sesuai amanat Permendagri Nomor 13 Tahun 2024. TP Posyandu Kalurahan Condongcatur akan mewakili Kabupaten Sleman. Lomba ini diharapkan dapat memotivasi posyandu untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Kabupaten Sleman, Ekowati menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung percepatan penerapan Posyandu 6 SPM di seluruh wilayah Sleman. Ia juga menyampaikan bahwa progres pembentukan kelembagaan Posyandu dapat dipantau melalui dashboard pemantauan yang dapat diakses secara mandiri oleh masing-masing kalurahan.
Menurutnya, hingga saat ini Kalurahan Condongcatur telah membentuk 40 kelembagaan TP Posyandu sebagai bagian dari penguatan layanan masyarakat.
“Hari ini kita menghadirkan OPD Kabupaten dalam rapat persiapan Lomba Posyandu tingkat DIY tahun 2026. Kabupaten Sleman akan diwakili oleh TP Posyandu Kalurahan Condongcatur. Dalam rakor ini kita membahas persiapan teknis pelaksanaan, kriteria penilaian, serta jadwal penting lomba,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa langkah awal yang perlu dilakukan adalah pengunggahan instrumen data kegiatan yang mencakup enam bidang SPM beserta bukti dukungnya melalui Google Drive paling lambat 8 Maret 2026 pukul WIB. Jika berhasil masuk tiga besar, TP Posyandu Kalurahan Condongcatur akan mengikuti tahap penilaian lapangan oleh tim juri dari DIY.
Dalam rakor tersebut, masing-masing OPD turut memberikan arahan terkait data dan dukungan yang diperlukan oleh tim Posyandu Kalurahan Condongcatur. Seluruh OPD yang hadir menyatakan komitmennya untuk mendukung secara maksimal agar seluruh kebutuhan data lomba dapat terpenuhi dengan baik.
Usai sesi arahan dan diskusi umum, peserta rapat kemudian dibagi ke dalam kelompok kerja sesuai enam bidang SPM, yaitu bidang pendidikan yang mencakup layanan PAUD dan pendidikan dasar, bidang kesehatan yang meliputi imunisasi, pelayanan ibu hamil, penanganan stunting, dan pelayanan siklus hidup, bidang pekerjaan umum terkait infrastruktur dasar seperti air bersih dan sanitasi, bidang perumahan rakyat terkait rumah layak huni, bidang ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat yang berfokus pada keamanan lingkungan, serta bidang sosial yang meliputi layanan bagi lansia, penyandang disabilitas, dan bantuan sosial lainnya.
Melalui persiapan yang matang dan dukungan lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap TP Posyandu Kalurahan Condongcatur dapat memberikan hasil terbaik dalam Lomba Posyandu tingkat DIY serta menjadi contoh penguatan layanan masyarakat berbasis Posyandu terintegrasi. (Wasana /KIM Depok)



