Kemilau Ramadhan, RSUP Dr. Sardjito Gelar Pelatihan Perawatan Jenazah Islami

Sleman – Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito menyelenggarakan pelatihan perawatan jenazah secara islami dan edukasi kesehatan bagi masyarakat, dalam kegiatan bertajuk Kemilau Ramadhan. Program ini menjadi wujud amaliah nyata rumah sakit dalam menebar kebaikan dan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat selama bulan suci.

Kegiatan edukatif tersebut dilaksanakan pada Rabu (4/3/2026), di Ruang Diklat lantai empat gedung utama RSUP Dr. Sardjito. Panitia telah mempersiapkan acara dengan matang guna memastikan kenyamanan dan kelancaran pelatihan yang diikuti ratusan peserta.

Materi pelatihan disampaikan langsung oleh para ahli kesehatan dan tokoh agama berpengalaman, di antaranya Probosuseno dan Noor Asyiqah Sofia yang memberikan wawasan medis mendalam terkait prosedur perawatan jenazah dari sisi kesehatan dan syariat Islam.

Pelatihan dibagi menjadi dua sesi, yakni pukul WIB dan pukul WIB, sehingga peserta dapat memilih waktu yang sesuai dengan jadwal masing-masing. Selain mendapatkan materi praktik dan teori, peserta juga memperoleh bingkisan berbuka puasa serta sertifikat elektronik dengan syarat hadir tepat waktu dan mengisi daftar presensi.

Salah satu nrasumber sekaligus penyelenggara, Farhan Ali, menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme masyarakat. Menurutnya, jumlah peserta yang mencapai ratusan orang menunjukkan besarnya kebutuhan warga akan keterampilan praktis dalam pengurusan jenazah.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan bekal keterampilan yang benar dan sesuai syariat kepada masyarakat dalam mengurus jenazah,” ujarnya.

Sementara salah satu peserta, Nura, mengungkapkan rasa syukur karena dapat mengikuti pelatihan bermanfaat tersebut tanpa dipungut biaya.

“Saya berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar di masa mendatang,” tandas Nura.

Acara berlangsung lancar dengan partisipasi aktif peserta dan dukungan narasumber yang kompeten di bidangnya. Melalui Kemilau Ramadhan, RSUP Dr. Sardjito berharap kontribusi sosial ini dapat memperkuat pemahaman masyarakat sekaligus mempererat nilai kepedulian dan kebersamaan di bulan suci. (Ajeng KIM DSN Ngaglik)




Dukung Sarana Ibadah, Kapanewon Gamping Berikan Bantuan di Mushola Babusalam

Sleman – Pemerintah Kapanewon Gamping menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan sarana ibadah melalui pemberian bantuan dana pengembangan masjid dalam agenda safari tarawih yang digelar di Mushola Babusalam, Banyuraden, Gamping, Sleman, Selasa (3/3/2026). Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat fungsi masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.

Dalam sambutannya, Panewu Gamping, Suyanto menyampaikan bahwa bantuan dana ini tidak sekadar bersifat fisik, namun juga sebagai bentuk perhatian terhadap keberlangsungan aktivitas keagamaan di tingkat kalurahan. Masjid dan mushola diharapkan mampu menjadi pusat pembinaan umat yang berkelanjutan.

“Pengembangan masjid memiliki peran strategis dalam membangun kualitas kehidupan masyarakat. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga berfungsi sebagai ruang edukasi, pemberdayaan ekonomi umat, serta penguatan nilai-nilai sosial dan kebersamaan,” tuturnya.

Pemberian bantuan menjadi wujud sinergi antara pemerintah dengan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan pembangunan berbasis keagamaan. Pemerintah menyadari bahwa pembangunan fisik tempat ibadah perlu diimbangi dengan partisipasi aktif masyarakat dalam memakmurkan masjid.

Kegiatan safari tarawih sendiri menjadi momentum yang tepat untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan warga. Melalui kegiatan ini, pemerintah dapat menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyampaikan program-program pembangunan secara langsung.

Suyanto berharap bantuan dana pengembangan masjid ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan fasilitas dan kegiatan keagamaan, sehingga Mushola Babusalam semakin berkembang dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat Banyuraden dan sekitarnya.

Adi Suryanto selaku Ketua Takmir Mushola Babusalam menyambut baik bantuan tersebut dan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan. Bantuan dana ini rencananya akan dimanfaatkan untuk meningkatkan fasilitas mushola agar lebih nyaman dan representatif bagi jama’ah.

Selain itu, pihaknya berharap bantuan tersebut dapat mendorong peningkatan aktivitas keagamaan, seperti pengajian rutin, pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak, serta kegiatan sosial berbasis masjid. Dengan fasilitas yang memadai, peran mushola di tengah masyarakat diharapkan semakin optimal.

Dengan adanya bantuan dana pengembangan masjid ini, Mushola Babusalam diharapkan dapat berkembang menjadi pusat kegiatan keagamaan yang lebih aktif dan inklusif. Upaya ini sekaligus memperkuat nilai gotong royong dan kebersamaan dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius dan harmonis. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Ramadan Penuh Makna, KUA Ngaglik Beri Motivasi Spiritual Guru SLB Autisma Dian Amanah

Sleman – Tim KUA Kapanewon Ngaglik menyambangi SLB Autisma Dian Amanah pada Selasa (3/3/2026), untuk memberikan motivasi spiritual kepada seluruh tenaga pendidik. Kegiatan ini bertujuan memperkuat mentalitas guru dalam mendidik putra-putri berkebutuhan khusus, khususnya anak dengan autisme.

Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan sebagai landasan untuk meningkatkan dedikasi dan semangat pengabdian para guru. Pihak penyelenggara berharap kegiatan ini menjadi suntikan energi positif bagi para pejuang pendidikan di wilayah Ngaglik, Sleman.

Kepala SLB Autisma Dian Amanah, Umu Afifah Isriyati menyambut hangat kehadiran para penyuluh agama. Ia menilai sinergi tersebut sebagai langkah penting dalam meningkatkan kualitas spiritual seluruh elemen pendidikan di sekolah.

“Kami sangat bersyukur atas kehadiran tim penyuluh karena bimbingan keagamaan ini sangat dibutuhkan oleh guru dan anak didik,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerja sama antara KUA Ngaglik dan pihak sekolah diharapkan terus berlanjut demi kemajuan pendidikan khusus.

“Tugas mendidik anak berkebutuhan khusus adalah ladang pahala yang sangat besar, terutama saat dijalankan pada bulan suci Ramadan,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, tiga penyuluh agama diterjunkan, yakni Wahyu Nurul Ilmiyati, Muhammad Syaiful Ghozi, dan Tarwadi. Mereka menyampaikan materi yang menggugah hati agar para guru tetap bersemangat dan menyadari besarnya pahala dari tugas mulia yang diemban.

Pesan utama yang disampaikan menekankan bahwa Allah melipatgandakan pahala bagi hamba yang sabar dalam mendampingi dan mengasuh anak-anak istimewa. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap paparan materi yang disampaikan.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Tengah SLB Dian Amanah, Jalan Sawah Joglo, berjalan dalam suasana khidmat. Setiap pesan motivasi diharapkan menjadi pengingat akan kemuliaan profesi guru, baik dalam perspektif agama maupun sosial.

Acara ditutup dengan doa bersama agar seluruh pendidik diberi kesehatan, kekuatan, dan keistiqamahan dalam menjalankan ibadah puasa serta tugas pengabdian. Semangat tanpa batas menjadi harapan yang ingin diteguhkan melalui pertemuan singkat namun penuh makna tersebut. (Ajeng KIM DSN Ngaglik)




SMD Jadi Langkah Awal Perencanaan Program Kesehatan di Condongcatur

Sleman – Puskesmas Depok II menyelenggarakan kegiatan Survei Mawas Diri (SMD) dengan melibatkan berbagai unsur lintas sektor di wilayah Kalurahan Condongcatur. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Wacanaloka Kalurahan Condongcatur, pada Selasa (3/3/2026).

SMD bertujuan mengidentifikasi permasalahan kesehatan dan sosial di masyarakat sekaligus menggali potensi solusi secara bersama. Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan Polsek Depok Timur, Lurah Condongcatur, BPKal, TP PKK Kalurahan, kader perwakilan Darbih, staf Kamituwa, staf Jawatan Sosial Kapanewon Depok, Babinsa, dukuh, Bhabinkamtibmas, serta UPTD Yandik Depok dan unsur terkait lainnya.

Kepala Puskesmas Depok II, Rr Endang Sulistyowati, menyampaikan bahwa melalui kegiatan SMD diharapkan dapat dilakukan pemetaan masalah secara menyeluruh di tengah masyarakat.

“SMD menjadi langkah awal dalam perencanaan program kesehatan berbasis data dan partisipasi warga,” tuturnya.

Sementara itu, Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, menegaskan bahwa pemerintah kalurahan senantiasa mendukung program yang dilaksanakan Puskesmas maupun lintas sektor lainnya.

“Hal ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” tandas Reno.

Pelaksanaan SMD dijadwalkan berlangsung mulai 5 Maret hingga 15 April 2026. Pada tahun ini, terdapat tiga prioritas masalah yang menjadi fokus utama, yakni meningkatnya kasus leptospirosis, terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) campak, serta tren peningkatan kasus mangkir TB, khususnya terkait kepatuhan minum obat.

Melalui pengisian kuesioner, diskusi, dan pemetaan masalah di tingkat padukuhan, diharapkan data yang terkumpul mampu memberikan gambaran riil kondisi kesehatan masyarakat. Hasil SMD nantinya akan dibahas lebih lanjut dalam Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) guna menyusun rencana tindak lanjut serta solusi pemecahan masalah secara kolaboratif.

Dengan sinergi lintas sektor ini, berbagai persoalan kesehatan di Kalurahan Condongcatur diharapkan dapat ditangani secara terpadu demi terwujudnya masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera. (Tri Suhartati / KIM Depok)




Ramadan Ceria, Masjid Al Huda Soko Tegal Gelar Sedekah Sayur Gratis untuk Warga

Sleman – Ramadan selalu menghadirkan wajah Islam yang hangat dan membumi. Di tengah dinamika kehidupan modern, tradisi berbagi justru menemukan relevansinya. Hal itu tercermin dari inisiatif Takmir Masjid Al Huda Soko Tegal yang menggelar program “Ramadan Ceria” pada Ramadan 1447 H/2026 M.

Masjid yang berada di wilayah Soka Tegal, Merdikorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman ini menghadirkan gerakan sedekah sayur terbuka untuk masyarakat umum. Setiap hari, aneka sayuran segar, buah, hingga bumbu dapur disediakan gratis melalui gerobak angkringan yang ditempatkan di halaman masjid.

Bendahara Takmir Masjid Al Huda Soko Tegal, Hery Wibowo, menjelaskan bahwa program tersebut telah dimulai sepekan setelah Ramadan berjalan.

“Pada bulan Ramadan 2026 ini, takmir mempersembahkan Program Ramadan Ceria berupa sedekah sayur untuk umum. Sudah kami mulai satu minggu setelah puasa berjalan,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga latihan memperkuat empati sosial. Sedekah dalam bentuk bahan pangan segar dinilai sangat kontekstual dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Monggo (silakan), siapa pun yang membutuhkan sayur, buah, dan bumbu dapur, silakan mengambil secara gratis. Tersedia setiap hari. Ini terbuka untuk umum,” tuturnya.

Program ini lahir dari semangat gotong royong warga. Sebagian besar sayuran dan buah merupakan hasil kebun masyarakat sekitar yang disumbangkan secara sukarela. Sementara takmir hanya menutup kekurangan dengan dana kas masjid.

“Pendanaan dari takmir sejauh ini baru sekitar Rp200 ribu. Selebihnya dari warga dan jamaah. Kami ingin memberi pencerahan bahwa sedekah tidak harus berbentuk uang. Hasil kebun pun bisa menjadi amal jariyah,” kata Hery.

Konsep sederhana ini dinilai berdampak luas. Selain membantu warga yang membutuhkan, program tersebut memperkuat solidaritas sosial serta meneguhkan fungsi masjid sebagai pusat aktivitas umat.

Tak hanya fokus pada sedekah pangan, Ramadan Ceria juga menyasar penguatan pendidikan keagamaan anak-anak dan remaja. Takmir mengaktifkan kembali Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dengan menggandeng karang taruna setempat.

Kegiatan mengaji digelar setiap Senin hingga Kamis, sementara Jumat hingga Minggu diisi aktivitas kreatif seperti menggambar, mewarnai, kuis Islami, nonton bareng film religi, hingga kerajinan tangan. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan buka bersama.

“Kegiatan TPA bersama rekan-rekan karang taruna Alhamdulillah berjalan baik. Masjid juga menyediakan hadiah menarik agar anak-anak semakin semangat,” ujarnya.

Salat tarawih pun dikemas dengan pendekatan kreatif. Jamaah berkesempatan memperoleh sembako hingga hadiah utama di akhir Ramadan sebagai bentuk apresiasi atas kehadiran dan konsistensi beribadah.

Di tengah arus urbanisasi dan menguatnya individualisme, gerakan yang dilakukan Takmir Masjid Al Huda Soko Tegal menunjukkan bahwa transformasi sosial dapat dimulai dari lingkup terkecil: masjid dan komunitasnya.

Program Ramadan Ceria bukan sekadar peristiwa lokal, melainkan cermin semangat kolektif umat Islam dalam memaknai Ramadan sebagai bulan penguatan solidaritas, pendidikan, dan kepedulian sosial. Jika direplikasi secara luas, gerakan sedekah sayur dan penguatan TPA berbasis kolaborasi pemuda ini berpotensi menjadi model pemberdayaan sosial berbasis masjid yang relevan di berbagai daerah. (SBD / KIM SENYUM TEMPEL)