Kapanewon Depok dan Kalurahan Maguwoharjo Salurkan Bantuan Operasional Masjid Al-Huda

Sleman – Pemerintah Kapanewon Depok bersama Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo menyalurkan bantuan operasional kepada Masjid Al-Huda, Padukuhan Denokan, Kalurahan Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Selasa (24/2/2026).

Bantuan sebesar tersebut diberikan untuk mendukung operasional masjid, khususnya dalam penyelenggaraan ibadah dan pelayanan jamaah. Penyaluran bantuan menjadi bagian dari dukungan pemerintah terhadap penguatan fungsi masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.

Penjabat Lurah Maguwoharjo, Isti Fajaroh, menyampaikan apresiasi atas perkembangan Masjid Al-Huda yang dinilai semakin representatif dan nyaman bagi jamaah.

“Masjid ini berkembang dari mushalla kecil dengan enam hingga tujuh jamaah menjadi masjid yang megah dan estetik. Ini menunjukkan komitmen dan partisipasi masyarakat dalam memakmurkan masjid,” ujarnya.

Ia mengapresiasi, pembangunan masjid mulai mengalami perkembangan signifikan sejak 2019 dengan total pembiayaan lebih dari Rp1 miliar dari berbagai sumber pendanaan. Secara administratif, Masjid Al-Huda juga telah memiliki izin resmi dari Pemerintah Kabupaten Sleman sejak 13 Februari 2013.

“Bantuan operasional tersebut diharapkan dapat menunjang keberlangsungan kegiatan ibadah, pembinaan umat, serta aktivitas sosial keagamaan di lingkungan sekitar,” kata Isti.

Ia juga mengatakan bahwa Pemerintah Kapanewon Depok dan Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan sarana ibadah, sebagai bagian dari pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat di wilayahnya. (Athiful/KIM Depok)




Safari Tarawih Putaran Kedua, Bupati Sleman Salurkan Bantuan di Masjid Thurfah Jongke Lor

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman kembali melaksanakan safari tarawih untuk kedua kalinya pada Selasa (24/2) malam. Kali ini, safari tarawih berlangsung di Masjid Thurfah Muhammadiyah Jongke Lor, Kalurahan Sendangadi Mlati.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Sleman, jajaran Forkopimda Sleman, seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman, serta masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus menjadi sarana dalam memperkenalkan program – program pemerintah kepada masyarakat.

Lebih lanjut, dalam kesempatan tersebut Harda juga mengajak masyarakat untuk senantiasa meramaikan masjid dengan kegiatan yang bermanfaat terlebih, saat ini (bulan ramadhan) merupakan momen penting untuk terus meningkatkan ketakwaan dan terus memperbaiki diri.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Thurfah, Muhammad Wasfan mengungkapkan rasa bangganya atas kehadiran Bupati beserta rombongan di Masjid Thurfah untuk bersama – sama melaksanakan solat tarawih.

Menurutnya kegiatan ini sebagai wujud nyata sinergi antara Pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam membangun kehidupan yang harmonis.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan dana sebesar 34 juta rupiah kepada takmir masjid Thurfah. Bantuan ini berasal dari Pemkab Sleman, Baznas Sleman, Kemenag Sleman, Bank BPD DIY, PDAM Sleman, Bank Sleman, Bank Syariah Sleman, Kapanewon Mlati, Kalurahan Sendangadi, dan infak jamaah tarawih.

Selain itu juga diserahkan bantuan dari Kemenag berupa 6 buah Mushaf Al Quran, 5 buah mukena, dan bantuan dari Baznas Sleman berupa 10 paket santunan untuk fakir, miskin, dan yatim piatu.




Komitmen Cetak SDM Kompeten dan Wirausaha Tangguh, Kadin Sleman Jalin MoU dengan PLPK Sleman

Sleman – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sleman bersama Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (PLKP) Sleman melakukan MoU terkait peningkatan SDM dan enterpreneur pada Selasa (24/2), di pendopo Parasamya, Kabupaten Sleman.

Turut hadir pada acara tersebut Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen RI Dr. Yaya Sutarya , Ketua Forum PLKP Kabupaten Sleman, Nyono Irwanto, Ketua Kadin Sleman, Yudi Prihantana.

Adapun tema yang diusung pada acara tersebut yakni “Sinergi Strategis Kadin Sleman dan Forum Pengelola LP Kabupaten Sleman dalam Mencetak SDM Kompeten dan Wirausaha Tangguh di Era Global”.

Ketua Kadin Sleman sekaligus ketua panitia acara tersebut, Yudi Prihantana, menyebut launching Kadin Sleman dengan Forum PLKP menjadi momentum penting sebagai bagian komitmen untuk memperkuat sinergi dengan dunia usaha dan dunia industri. Dikatakan kegiatan ini juga menandai dimulainya kerja sama resmi yang melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, serta lembaga pendidikan dan pelatihan.

Secara umum program ini bertujuan untuk mewujudkan sinergi dan kolaborasi strategis antara KADIN Sleman dengan Forum PLKP Kabupaten Sleman dalam rangka penguatan kualitas SDM, kewirausahaan, dan penyerapan tenaga kerja,” ucapnya.

Ketua Forum PLKP Kabupaten Sleman, Nyono Irwanto, mengatakan bahwa MoU ini merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan peran serta kontribusi LKP dalam membangun sumber daya manusia, khususnya di Kabupaten Sleman.

“LKP di Kabupaten Sleman telah memberikan kontribusi nyata dalam menekan angka pengangguran melalui dua program utama yang didukung oleh Direktorat Kursus dan Pelatihan Kemendikbudristek RI, yaitu Program Keterampilan Kerja dan Program Kewirausahaan,” jelasnya.

Lebih lanjut disebutkan ada lima LKP unggulan dari Kabupaten Sleman yang melangsungkan penandatanganan MoU dengan Kadin Sleman, yaitu LKP IMDKOM, LKP Budi Mulia 2, LKP Baruna Academy, LKP Trisakti dan LKP Jogja Culinary School.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kadin Sleman dan Forum Pengelola LKP Kabupaten Sleman atas inisiatif, komitmen, dan kerja nyatanya dalam menyelenggarakan kesepakatan dan membangun kolaborasi ini.

Kabupaten Sleman, lanjutnya, merupakan daerah yang memiliki karakter sebagai kawasan pendidikan, jasa, perdagangan, dan industri kreatif, dituntut untuk mampu menyiapkan SDM yang kompeten sekaligus mendorong tumbuhnya wirausahawan baru yang tangguh.

“Maka kolaborasi antara dunia usaha dan lembaga kursus serta pelatihan merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan tersebut,” sambungnya.

Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen RI Dr. Yaya Sutarya, mengaku bahagia dengan adanya MoU tersebut. Dikatakan komitmen ini akan dapat menciptakan ekosistem yang positif antara pemerintah daerah, Kadin, dan LKP, guna membangun SDM yang unggul dan berdaya saing.

“Ini selaras dengan visi Kementerian Pendidikan Dasar Menengah yakni mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” ujarnya.




Pastikan Kesiapan Lebaran, Bupati Harda Minta OPD Perkuat Pengawasan Lapangan

Sleman – Guna memastikan kesiapan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), bertempat di Ruang Rapat Sembada kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Selasa (24/2).

Agenda yang dihadiri oleh Bupati Sleman ini dilaksanakan untuk menyepakati langkah konkret dalam menjaga kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pokok.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan, pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Idul Fitri merupakan tugas negara yang sangat strategis. Ia menekankan bahwa forum ini menjadi ruang konsolidasi dan evaluasi untuk merumuskan kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok rentan.

Harda menginstruksikan seluruh jajaran OPD dan Satgas Pangan untuk memperkuat pengawasan di lapangan guna mengantisipasi praktik penimbunan barang yang sengaja memanfaatkan momentum hari raya. Ia berharap distribusi bahan pangan tetap merata di seluruh wilayah Sleman sehingga tidak hanya menumpuk di titik tertentu.

“Saya minta operasi pasar atau pasar murah benar-benar tepat sasaran dan menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Pastikan ketersediaan stok pangan baik di pasar tradisional maupun ritel modern,” tegas Harda.

Lebih lanjut, Harda juga mengimbau para pelaku usaha untuk tidak menaikkan harga secara tidak wajar serta mengajak masyarakat Sleman untuk berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan tanpa melakukan panic buying.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Heri Setyawati melaporkan bahwa tingkat inflasi tahunan DIY pada Februari 2026 berada pada angka 3,30%. Khusus untuk Kabupaten Sleman, Indeks Perubahan Harga (IPH) pada minggu ketiga Februari tercatat sebesar 3,39%.

Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas pangan strategis seperti cabai rawit, daging ayam ras, dan telur ayam seiring meningkatnya permintaan pasar. Oleh karena itu, HLM ini difokuskan untuk menjamin stabilitas harga sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga hingga hari raya nanti.

“Kami terus memantau dinamika harga komoditas tersebut. High Level Meeting ini menjadi media penguatan sinergi agar kita bisa menyepakati langkah konkret secara cepat apabila terjadi gejolak harga di pasar,” ujar Heri Setyawati dalam laporannya.




Pemerintah Kapanewon Depok Gelar Safari Tarawih Ramadan 1447 H di Maguwoharjo

Sleman – Pemerintah Kapanewon Depok, menggelar safari tarawih keliling tingkat Kapanewon Depok dan Kalurahan Maguwoharjo. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Al-Huda, Padukuhan Denokan, Kalurahan Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Selasa (24/2/2026).

Kegiatan ini merupakan agenda rutin Pemerintah Kapanewon Depok setiap bulan Ramadan, sebagai sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini menjadi media penyampaian program dan penguatan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat, ruang interaksi sosial, serta wahana pemberdayaan masyarakat di tingkat kalurahan.

Penjabat Lurah Maguwoharjo, Isti Fajaroh, menyampaikan sambutan Panewu Depok, Djoko Muljanto, yang berhalangan hadir karena sedang melaksanakan tugas pengawalan aksi massa di Markas Polda DIY.

“Beliau memohon izin belum dapat hadir secara langsung dan menitipkan pesan agar seluruh masyarakat bersama-sama memakmurkan masjid di wilayah Kapanewon Depok tanpa memandang organisasi kemasyarakatan, usia, maupun gender,” ujar Isti.

Ia menyampaikan, Panewu Depok berpesan agar masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang silaturahmi, sarana pemecahan persoalan sosial, dan pusat pemberdayaan masyarakat. Masjid diharapkan mampu menjadi simpul penguatan nilai kebersamaan di tengah dinamika pertumbuhan wilayah yang semakin pesat.

Panewu Depok, lanjutnya, juga menaruh perhatian pada keterbatasan ruang bermain anak di wilayah Kapanewon Depok. Saat ini, ruang terbuka yang tersedia sebagian besar berada di halaman dan serambi masjid. Untuk itu, takmir masjid diharapkan membuka ruang sebagai masjid ramah anak yang mendukung pendidikan karakter sejak dini.

“Masjid dapat menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk belajar nilai-nilai kebaikan, disiplin, dan kebersamaan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, dalam kapasitasnya sebagai Penjabat Lurah Maguwoharjo, Isti Fajaroh turut menyampaikan sambutan Pemerintah Kalurahan. Ia menjelaskan bahwa dirinya dipercaya menjabat sebagai Penjabat Lurah Maguwoharjo sejak 8 Desember 2025 dan memohon doa serta dukungan seluruh elemen masyarakat agar dapat menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya.

Ia menyampaikan bahwa Maguwoharjo merupakan wilayah yang heterogen dengan pertumbuhan penduduk dan pembangunan yang cukup pesat. Berdasarkan data tahun 2025, jumlah penduduk Maguwoharjo tercatat lebih dari 38 ribu jiwa. Kondisi tersebut menghadirkan dampak positif berupa meningkatnya aktivitas sosial dan ekonomi, sekaligus tantangan dalam menjaga ketertiban, kerukunan, dan kualitas layanan publik.

Menurutnya, masjid memiliki peran strategis sebagai ruang yang merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang. Masjid juga diharapkan menjadi ruang penguatan kerukunan antarumat beragama serta memperkokoh nilai toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.

“Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo berkomitmen merangkul seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan masyarakat yang maju, mandiri, dan bermartabat, serta tetap berpegang pada kepercayaan agama masing-masing,” tegasnya. (Athiful/KIM Depok)