Disnaker Sleman Buka Posko Aduan THR, Pengusaha Diperingatkan Bayar Tepat Waktu

Sleman — Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) secara resmi telah membuka Posko Tunjangan Hari Raya (THR) guna mengawal pemenuhan hak pekerja menjelang Lebaran tahun ini. Posko yang melayani konsultasi hingga aduan terkait pelaksanaan pembayaran THR Keagamaan tersebut mulai beroperasi sejak 19 Februari 2026 hingga tujuh hari sebelum Hari Raya Idulfitri mendatang. Langkah ini diambil sebagai bentuk pengawasan ketat agar perusahaan mematuhi regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman, Epiphana Kristiani, menegaskan bahwa pembayaran THR adalah kewajiban mutlak pengusaha kepada pekerja atau buruh. Hal ini merupakan amanat dari Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 yang teknis pelaksanaannya diatur secara mendalam dalam Permenaker Nomor 6 Tahun 2016. Penegasan tersebut disampaikan langsung di hadapan para pengusaha dan perwakilan buruh dalam pertemuan Lembaga Kerjasama (LKS) Tripartit di Sleman, Senin (23/2/2026).

“Kami mengimbau dan mengingatkan dengan tegas kepada para pengusaha di wilayah Kabupaten Sleman agar melaksanakan kewajiban pembayaran THR Keagamaan sesuai dengan ketentuan yang ada. Jangan sampai ada hak pekerja yang terabaikan karena ini menyangkut kesejahteraan mereka dalam menyambut hari raya. Kami berharap pada tahun ini tidak ada lagi temuan terkait pelanggaran pembayaran THR yang tidak terselesaikan di lapangan,” ujar Epiphana Kristiani.

Berdasarkan catatan pada tahun 2025 lalu, Posko THR Sleman melayani sebanyak 29 aduan yang melibatkan 21 perusahaan sebagai objek aduan. Dari puluhan laporan tersebut, lima di antaranya terpaksa direkomendasikan untuk ditindaklanjuti oleh pengawas ketenagakerjaan Dinas Nakertrans DIY karena tidak mencapai kesepakatan. Pengalaman tahun lalu tersebut menjadi landasan bagi pemerintah daerah untuk lebih intensif melakukan monitoring lapangan pada tahun ini.

Selain membuka posko aduan, Disnaker Sleman juga telah menjadwalkan rencana pemantauan langsung ke sejumlah perusahaan untuk memastikan kesiapan mereka dalam mencairkan dana THR. Epiphana menekankan bahwa dialog antara pengusaha dan pekerja sangat penting jika terdapat kendala finansial, namun prinsip utama tetap merujuk pada pemenuhan hak sesuai aturan hukum tanpa ada potongan sepihak yang merugikan buruh.

Bagi masyarakat yang memerlukan konsultasi atau ingin melaporkan indikasi pelanggaran, Posko THR bertempat di Lantai 2 Gedung Dinas Tenaga Kerja Sleman. Jam operasional layanan dimulai pukul hingga WIB setiap hari kerja. Sebanyak lima orang mediator hubungan industrial disiagakan untuk melayani setiap aduan yang masuk, guna memastikan setiap persoalan dapat diselesaikan melalui jalur mediasi sebelum masuk ke ranah hukum yang lebih serius.




Perkuat Ekonomi Keluarga Akseptor, Dinas P3AP2KB Sleman Restrukturisasi Pengurus UPPKA

Sleman — Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) resmi melakukan penyegaran struktur kepengurusan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) tingkat kabupaten. Langkah strategis ini ditetapkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung di Aula Dinas P3AP2KB Sleman pada Selasa (24/2/2026), dengan menghadirkan perwakilan pengurus dari seluruh kapanewon di wilayah Sleman.

Reorganisasi kepengurusan ini bertujuan untuk melahirkan inovasi baru dalam program pemberdayaan ekonomi keluarga, khususnya bagi para peserta Keluarga Berencana (KB). UPPKA diposisikan sebagai motor penggerak yang mampu menyinergikan antara kemandirian ekonomi rumah tangga dengan kesuksesan program kependudukan. Dengan struktur yang baru, organisasi ini diharapkan lebih lincah dalam merespons dinamika pasar bagi produk-produk lokal yang dihasilkan oleh para anggotanya.

Kepala Bidang Kesejahteraan dan Ketahanan Keluarga, M. Daroji, menegaskan bahwa UPPKA memegang peran ganda yang sangat vital di tengah masyarakat. Selain menggerakkan roda ekonomi, kelompok ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga keberlanjutan program keluarga berencana. Menurutnya, keberhasilan ekonomi sebuah keluarga akan berbanding lurus dengan kesadaran mereka dalam merencanakan masa depan melalui program KB.

“UPPKA berperan sebagai mitra dalam menjaring peserta akseptor baru sekaligus menjadi ujung tombak dalam membantu meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga akseptor. Kami ingin para pengurus yang baru ini mampu menciptakan ekosistem usaha yang kuat agar keluarga-keluarga di Sleman tidak hanya berencana secara kependudukan, tetapi juga berdaya secara finansial,” ujar M. Daroji saat memberikan arahan di depan forum.

Ketua UPPKA Kabupaten Sleman yang kembali terpilih dalam pertemuan tersebut menyatakan komitmennya untuk membawa organisasi lebih fokus pada dua pilar utama, yakni ekonomi dan edukasi. Ia menekankan bahwa setiap anggota UPPKA harus menjadi teladan di lingkungannya. Upaya meningkatkan pendapatan keluarga melalui berbagai unit usaha kreatif tetap menjadi prioritas, namun tugas mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kepesertaan KB tidak boleh ditinggalkan.

“Visi kami ke depan adalah memastikan anggota UPPKA aktif menjadi penggerak di dua lini sekaligus. Kami tidak ingin hanya fokus pada profit usaha, tetapi juga bertanggung jawab moral untuk mengajak warga sekeliling memahami pentingnya KB bagi kesejahteraan jangka panjang. Sinergi ini akan kami perkuat hingga ke tingkat kapanewon agar manfaatnya menyentuh lapisan masyarakat paling bawah,” ungkap Ketua UPPKA terpilih.

Pertemuan koordinasi ini menjadi titik awal penguatan program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) di Kabupaten Sleman untuk tahun anggaran berjalan. Dengan terbangunnya komunikasi yang solid antar-pengurus, pemerintah berharap tingkat kemandirian ekonomi keluarga akseptor semakin meningkat, sekaligus mampu menekan angka pertumbuhan penduduk melalui pendekatan ekonomi yang humanis. (Lidya/KIM Depok)




Perkuat Karakter Siswa, SD Muhammadiyah Semingin Gandeng Mubaligh Hijrah Ponpes Taruna Al-Qur’an

Sleman — SD Muhammadiyah Semingin terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan karakter bagi para siswanya, terutama memasuki momentum bulan suci Ramadan. Sekolah yang terletak di Kapanewon Moyudan ini resmi menjalin kolaborasi dengan Pondok Pesantren (Ponpes) Taruna Al-Qur’an Yogyakarta melalui program penerimaan Mubaligh Hijrah. Kegiatan yang dimulai sejak Senin (23/2/2026) ini dirancang untuk memberikan suasana baru dalam proses pendalaman ilmu keagamaan bagi seluruh peserta didik.

Kepala SD Muhammadiyah Semingin, Eny Purwaningsih, menjelaskan bahwa kehadiran pemateri dari luar lingkungan sekolah bertujuan untuk memberikan nuansa belajar yang lebih segar dan menarik bagi siswa. Dengan adanya pendampingan langsung dari para santri pondok pesantren, diharapkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam di kalangan siswa dapat meningkat secara signifikan, sekaligus memperkuat fondasi karakter islami sejak usia dini.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam di kalangan siswa serta penguatan karakter Islami. Dengan adanya pemateri dari luar, muncul nuansa berbeda yang membuat anak-anak lebih bersemangat. Kami berharap kolaborasi ini berdampak positif, sehingga ibadah di bulan Ramadan bagi para siswa menjadi lebih bermakna dan penuh makna,” ujar Eny Purwaningsih saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (24/2/2026).

Program yang dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu (7/3/2026) mendatang ini menghadirkan dua mubaligh muda, yakni Ishaq yang berasal dari Sukoharjo dan Uwais Alqorni dari Purworejo. Keduanya terlibat aktif dalam berbagai bimbingan keagamaan harian, mulai dari penyampaian kultum dan tausiyah pagi, pengajaran baca tulis Al-Qur’an melalui metode Tuntas Baca Qur’an (TBQ), hingga pelatihan adzan bagi para siswa laki-laki. Selain itu, mereka juga mendampingi hafalan surat-surat pendek serta memberikan pembinaan khusus mengenai adab dan akhlak sehari-hari.

Eny menambahkan bahwa para mubaligh juga memberikan motivasi Islami untuk menumbuhkan semangat belajar dan beribadah secara konsisten. Antusiasme siswa terlihat sangat tinggi, terutama saat mengikuti rangkaian kegiatan Ramadan Ceria dan agenda buka puasa bersama di sekolah. Pihak sekolah meyakini bahwa interaksi langsung dengan para santri yang sedang mengabdi ini akan memberikan inspirasi bagi siswa untuk lebih mencintai Al-Qur’an.

Apresiasi juga datang dari pihak orang tua siswa melalui Komite Sekolah. Ketua Komite SD Muhammadiyah Semingin, Anton Rahmat Widodo, menilai kolaborasi ini sebagai langkah cerdas yang saling menguntungkan. Di satu sisi, para santri Ponpes Taruna Al-Qur’an mendapatkan ruang pengabdian dan pengalaman berdakwah langsung di masyarakat. Di sisi lain, para murid mendapatkan akses pengetahuan dan metode pembelajaran baru yang belum pernah mereka dapatkan sebelumnya.

“Kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik adanya kolaborasi dengan Taruna Al-Qur’an ini. Para santri mendapatkan pengalaman berharga karena dapat mengabdi langsung di tengah masyarakat, sementara murid-murid kami mendapatkan wawasan serta pengalaman baru yang sangat bermanfaat. Kolaborasi ini jelas menguntungkan kedua belah pihak. Salut untuk kegiatan anak-anak kita, semoga sukses terus ke depannya,” pungkas Anton Rahmat Widodo. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Kapanewon Gamping Manfaatkan Safari Tarawih di Trihanggo Bahas Keamanan dan Demokrasi

Sleman — Forum Komunikasi Pimpinan (Forkompim) Kapanewon Gamping memanfaatkan momentum Safari Tarawih untuk menyentuh dua isu strategis sekaligus, yakni penekanan angka kriminalitas dan keberlanjutan kepemimpinan lokal. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Amin Kronggahan I, Trihanggo, Gamping, pada Senin (23/2/2026) ini menjadi ruang dialog terbuka bagi aparat keamanan dan pemerintah wilayah untuk menyampaikan pesan-pesan penting di hadapan ratusan jamaah.

Dalam aspek keamanan, Kapolsek Gamping, Bowo Susilo, mengungkapkan keprihatinannya atas tingginya angka kasus penganiayaan di wilayah Gamping yang saat ini menduduki peringkat ketiga di Kabupaten Sleman setelah Depok Timur dan Mlati. Ia menyoroti bahwa tindakan kekerasan di tengah masyarakat sering kali dipicu oleh persoalan sepele yang berujung fatal akibat lemahnya kontrol diri. Bowo menegaskan bahwa pendekatan spiritual di bulan Ramadan harus menjadi momentum bagi warga untuk meningkatkan kesabaran dan pengendalian emosi.

“Sebagian besar kasus penganiayaan berawal dari kesalahpahaman, pengaruh minuman keras, hingga lemahnya kontrol diri. Kami melihat tren peningkatan tindak kriminal, mulai dari pencurian hingga kenakalan remaja, memerlukan respons kolektif. Pendekatan keamanan tidak cukup hanya mengandalkan aparat, namun butuh keterlibatan aktif warga dan peran keluarga sebagai benteng pertama dalam menanamkan nilai toleransi agar masalah tidak diselesaikan dengan kekerasan,” ujar Bowo Susilo dalam arahannya.

Selain isu kamtibmas, forum tersebut juga digunakan oleh Penjabat Lurah Trihanggo, Budi Supriyanta, untuk menyosialisasikan mekanisme pemilihan Pergantian Antar Waktu (PAW) Lurah Trihanggo. Langkah ini krusial dilakukan guna menjaga kesinambungan pemerintahan kalurahan yang demokratis mengingat lurah terpilih nantinya akan mengemban masa jabatan hingga tahun 2029. Budi menjelaskan bahwa proses ini sangat strategis untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan efektif dan responsif terhadap aspirasi warga.

Budi Supriyanta menekankan bahwa saat ini pemerintah kalurahan masih menunggu kepastian regulasi dari pemerintah daerah sebagai landasan hukum utama penyelenggaraan PAW. Hal ini dilakukan untuk menjamin tata kelola yang transparan dan mencegah terjadinya konflik kepentingan di tengah masyarakat. Ia mengajak warga untuk proaktif memantau tahapan pemilihan dan memilih figur pemimpin yang memiliki integritas serta kapasitas mumpuni demi kemajuan wilayah Trihanggo.

“Secara normatif, regulasi menjadi pedoman utama dalam menentukan tahapan hingga kriteria calon lurah PAW. Kami berkomitmen melaksanakan seluruh proses sesuai aturan dan menjamin keterbukaan informasi. Kami berharap masyarakat Trihanggo partisipatif dalam proses ini agar kepemimpinan di kalurahan tetap berjalan efektif dan sesuai dengan aspirasi warga. Pemimpin strategis haruslah sosok yang memiliki komitmen kuat terhadap pelayanan masyarakat,” kata Budi Supriyanta yang juga menjabat sebagai Kepala Jawatan Praja Gamping.

Kegiatan safari keagamaan yang dirangkai dengan sosialisasi kebijakan ini mendapat respons positif dari jamaah Masjid Al-Amin. Pendekatan yang humanis di dalam masjid dinilai lebih efektif dalam menyampaikan pesan-pesan pemerintah dibandingkan jalur formal lainnya. Sinergi antara aparat keamanan yang menekankan aspek moral-spiritual dan pemerintah kalurahan yang mengawal proses demokrasi diharapkan mampu menciptakan kehidupan masyarakat Gamping yang lebih aman, damai, dan harmonis. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Kapanewon Gamping Salurkan Bantuan Operasional untuk Masjid Al-Amin Trihanggo

Sleman — Pemerintah Kapanewon Gamping terus mengoptimalkan momentum bulan suci Ramadan sebagai sarana komunikasi sosial yang efektif dengan masyarakat. Melalui kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) yang digelar di Masjid Al-Amin, Kronggahan I, Trihanggo, pada Senin malam, 23 Februari 2026, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kapanewon (Forkompim) hadir secara langsung untuk mendengarkan aspirasi warga sekaligus menyosialisasikan berbagai kebijakan pemerintah dengan pendekatan yang lebih humanis.

Dalam kesempatan tersebut, Panewu Gamping, Suyanto, menegaskan bahwa kehadiran aparat pemerintah di tengah jamaah merupakan bentuk nyata komitmen untuk membangun kedekatan emosional. Menurutnya, pendekatan spiritual melalui ibadah bersama menjadi jembatan yang kuat untuk memperkokoh solidaritas antarwarga. Ia juga mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga kerukunan dan meningkatkan kepedulian sosial guna menciptakan lingkungan yang kondusif selama bulan Ramadan.

Sebagai wujud dukungan nyata terhadap aktivitas keagamaan, Suyanto menyerahkan bantuan dana operasional secara langsung kepada takmir Masjid Al-Amin. Dana ini diharapkan dapat menyokong berbagai kegiatan masjid, mulai dari aspek ibadah, pembinaan umat, hingga pendidikan keagamaan bagi anak-anak. Pemerintah Kapanewon Gamping memandang masjid memiliki peran strategis sebagai pusat peradaban dan pemberdayaan sosial di tingkat padukuhan.

“Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, melainkan juga sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan keagamaan, dan kegiatan sosial warga. Kami berharap bantuan dana operasional ini dapat membantu keberlanjutan fungsi masjid dalam melayani kebutuhan spiritual dan sosial masyarakat di sekitar Kronggahan ini secara lebih optimal,” ujar Suyanto saat memberikan sambutan di hadapan para jamaah.

Takmir Masjid Al-Amin memberikan apresiasi mendalam atas perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Kapanewon Gamping. Bantuan tersebut dinilai sangat berarti bagi keberlangsungan operasional harian masjid yang selama ini mayoritas didanai secara swadaya oleh warga. Kehadiran para pimpinan wilayah ini memberikan semangat baru bagi pengurus masjid untuk terus mengembangkan program-program keumatan yang menyentuh langsung kepentingan warga sekitar.

Sinergi lintas sektor dalam kegiatan ini tampak dari kehadiran berbagai instansi, mulai dari Kantor Urusan Agama (KUA) Gamping, Puskesmas Gamping I dan II, Kepolisian Sektor Gamping, hingga Komando Rayon Militer 17/Gamping. Kolaborasi berbagai pihak ini menunjukkan kekompakan unsur pimpinan dalam mengawal wilayah Gamping agar tetap aman dan produktif. Para jamaah yang memadati masjid tampak antusias menyimak pesan-pesan pembangunan yang disampaikan di sela-sela pelaksanaan ibadah tarawih.

Rangkaian Tarawih Keliling ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat gotong royong yang lebih kuat di tengah masyarakat Sleman. Dengan terjaga hubungan yang harmonis antara umara dan umat, program-program pemerintah dapat tersampaikan dengan lebih jernih dan tepat sasaran. Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan wilayah Gamping dan kemakmuran seluruh masyarakat di dalamnya. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)