MAN 4 Sleman Gelar Pelatihan Barista, Bekali Siswa Keterampilan Bisnis Coffee Shop

Sleman – Menjamurnya bisnis coffee shop yang digandrungi generasi muda mendorong dunia pendidikan untuk ikut merespons perkembangan tersebut. MAN 4 Sleman menunjukkan komitmennya dalam membekali peserta didik dengan keterampilan abad ke-21 melalui pelatihan barista yang digelar di aula madrasah setempat, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan ini menghadirkan praktisi profesional dari Coday Coffee Shop yang berbagi ilmu sekaligus pengalaman langsung seputar industri kopi. Pelatihan menjadi bagian dari penguatan kewirausahaan siswa, khususnya di bidang coffee shop yang saat ini berkembang pesat dan menjadi tren di kalangan Gen-Z.
Dalam sesi pelatihan, siswa dikenalkan pada berbagai peralatan pembuat kopi seperti grinder dan mesin espresso, serta teknik dasar penyeduhan. Salah satu sesi yang paling diminati adalah praktik latte art, seni menghias kopi yang menjadi daya tarik utama dalam penyajian minuman kopi modern.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para siswa aktif bertanya, mencoba alat, serta mempraktikkan teknik yang diajarkan narasumber. Selain menambah keterampilan teknis, pelatihan ini juga membuka wawasan terkait peluang usaha dan prospek karier di industri kreatif.
Guru Bimbingan Konseling (BK), Septian Dhamayanti selaku penggagas kegiatan menyampaikan harapannya agar siswa memperoleh manfaat maksimal dari pelatihan tersebut.
“Melalui kegiatan seperti ini, siswa akan mendapat keterampilan praktis yang aplikatif. Apalagi narasumber merupakan praktisi langsung di bidangnya,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala MAN 4 Sleman Ahmad Arif Makruf menyambut baik pelatihan wirausaha kekinian tersebut.
“Melalui pelatihan ini kami berharap wawasan siswa semakin luas tentang bagaimana memulai bisnis. Bahwa semua itu bisa dilakukan asal ada kesungguhan,” katanya.
Melalui program seperti ini, MAN 4 Sleman terus berupaya menghadirkan pendidikan yang relevan dan inspiratif, memadukan ilmu pengetahuan, keterampilan hidup, serta nilai-nilai karakter. Upaya tersebut menjadi wujud nyata sekolah dalam menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan, tidak hanya sebagai pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)



