KOKAM DIY Gelar Apel Siaga: Desak Penuntasan Kasus Premanisme dan Tolak Normalisasi Miras

Sleman — Ribuan personel Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Apel Siaga di Lapangan Komplek Balai RW 07 Kamdanen, Sariharjo, Ngaglik, Sleman pada Minggu pagi (15/2/2026). Aksi massa ini merupakan respons tegas terhadap maraknya peredaran minuman keras (miras) dan aksi premanisme yang dinilai semakin mengancam kenyamanan serta identitas Yogyakarta sebagai kota budaya dan pelajar.

Agenda ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi internal, tetapi juga sarana penyampaian pernyataan sikap atas kasus pengeroyokan yang menimpa seorang anggota KOKAM yang bertugas sebagai satpam di RSU PKU Muhammadiyah Nanggulan. Hingga saat ini, massa menilai penanganan perkara tersebut oleh kepolisian belum menunjukkan transparansi dan kemajuan yang signifikan. Organisasi tersebut memperingatkan akan melakukan konsolidasi lebih luas lintas provinsi di Jawa jika penegakan hukum terhadap aksi premanisme tersebut tidak berjalan profesional.

Wakil Ketua Bidang KOKAM dan SAR PWPM DIY, Rizal Ismail, menegaskan bahwa gerakan ini adalah panggilan moral untuk menyelamatkan masa depan bangsa. Menurutnya, peredaran miras sudah menyentuh level yang mengkhawatirkan karena mulai menyusup hingga ke pelosok desa. Ia menekankan bahwa membiarkan peredaran miras sama saja dengan membiarkan bibit kejahatan tumbuh subur di tengah masyarakat.

“Minuman keras adalah induk dari segala kejahatan atau Ummul Fawahish. Kita tidak bisa diam ketika normalisasi miras mulai menyusup hingga ke pelosok desa. Jika hari ini kita diam, jangan kaget jika besok anak-anak kita menganggap miras sebagai hal biasa. Kami juga mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas, profesional, serta terbuka atas kasus kekerasan terhadap anggota kami di Nanggulan demi tegaknya keadilan,” ujar Rizal Ismail di hadapan ribuan peserta apel.

Senada dengan hal tersebut, anggota DPD RI asal DIY, Ahmad Syauqi Soeratno, yang hadir dalam acara tersebut mengingatkan bahwa Yogyakarta tidak boleh dikepung oleh toko-toko miras, terutama di lingkungan permukiman warga. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan organisasi massa untuk lebih aktif bergerak di lapangan guna melakukan pengawasan terhadap peredaran miras ilegal serta mendukung pemerintah dalam menegakkan peraturan daerah (Perda).

“Daerah Istimewa Yogyakarta yang dikenal sebagai Kota Pelajar dan Kota Budaya tidak boleh membiarkan toko-toko miras berdiri bebas di tengah permukiman warga. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak lagi berteriak dari belakang layar, saatnya bersatu di lapangan menyelamatkan generasi masa depan. Dengan bersatu padu dan bekerja sama, kita dapat melindungi generasi muda dari bahaya miras dan menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi DIY dan Indonesia,” tegas Ahmad Syauqi Soeratno dalam arahannya.

Dalam kesempatan tersebut, KOKAM DIY membacakan lima poin pernyataan sikap yang pada intinya menolak keras peredaran miras sebagai sumber kerusakan sosial dan kriminalitas. Mereka berkomitmen untuk aktif menciptakan lingkungan yang aman serta mendukung penuh pihak kepolisian dan pemerintah daerah dalam menindak tegas segala bentuk peredaran miras di wilayah Yogyakarta tanpa pandang bulu.

Aksi ditutup dengan kegiatan longmarch sejauh lima kilometer menyusuri Jalan Palagan. Peserta aksi membawa berbagai spanduk bernada protes seperti “Jogja Dicintai, Miras Dijauhi”, “Mirasmu Meresahkan, Jogja Butuh Nyaman”, hingga “Miras Adalah Maut”. Setelah aksi jalan kaki berakhir, agenda dilanjutkan dengan sarasehan bersama tokoh masyarakat Syukri Fadholi guna mematangkan langkah-langkah strategis organisasi dalam mengawal isu sosial dan hukum di Yogyakarta. (Wasana/KIM Depok)




MAN 4 Sleman dan Richeese Factory Teken MoU, 14 Siswa APHP Siap Ikuti Program Magang

Sleman — MAN 4 Sleman resmi menjalin kerja sama program apprenticeship (magang) dengan Richeese Factory. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilaksanakan pada Jumat siang (13/2/2026) di Ruang Kepala Madrasah.

Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf, menyampaikan bahwa pembelajaran praktik di tempat kerja memiliki peran penting dalam meningkatkan keterampilan (skills) murid, khususnya dalam menghadapi dunia industri.

“Alhamdulillah, hari ini telah kita tandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara madrasah dengan pihak Richeese Factory. Ini komitmen kedua belah pihak untuk menyukseskan program magang,” ujarnya usai penandatanganan.

Program ini diperuntukkan bagi murid Kelas Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP). Sebanyak 14 murid MAN 4 Sleman dinyatakan lolos seleksi, jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dibandingkan madrasah lain. Para peserta telah melalui tahapan seleksi ketat, mulai dari screening tinggi badan, wawancara, hingga psikotes daring. Selanjutnya, mereka mengikuti pelatihan pengetahuan (knowledge), medical check up, serta praktik di Richeese Jalan Sudirman, Yogyakarta.

Penandatanganan MoU tersebut turut disaksikan Wakil Kepala Bidang Akademik MAN 4 Sleman, Triyono, Wakabid Humas MAN 4 Sleman, Dwi Astuti Handayani, Guru APHP MAN 4 Sleman, Umi Hidayati, dan Wakabid Kesiswaan MAN 4 Sleman, Edy Suparyanto.

Program apprenticeship ini dilatarbelakangi komitmen PT Richeese Kuliner Indonesia (RKI) sebagai perusahaan di industri Quick Service Restaurant (QSR) untuk berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia melalui kolaborasi dengan lembaga pendidikan. Program ini juga selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang peran perusahaan dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Assistant Manager Learning and Development PT Richeese Kuliner Indonesia RKI, Aditia Sanjaya, menjelaskan bahwa program apprenticeship menjadi wadah pembelajaran kolaboratif yang memberikan pengalaman kerja nyata di operasional restoran QSR bagi siswa SMA/MA/SMK maupun mahasiswa vokasi.

“Program apprenticeship bertujuan meningkatkan readiness for work dan penguasaan keterampilan kerja industri. Peserta dibekali hard skills dan soft skills operasional restoran seperti lobby, kitchen, dan cashier, dengan pendampingan mentor,” jelasnya.

Selain mendorong peningkatan kompetensi pelajar, program ini juga menjadi strategi jangka panjang perusahaan dalam mempersiapkan talenta kerja kompeten guna mendukung operasional lebih dari 422 outlet Richeese Factory di seluruh Indonesia.

Berdasarkan naskah MoU, para peserta magang akan memperoleh penghasilan yang dihitung harian dengan kategori part time maupun full time, serta mendapatkan premi jaminan keselamatan dan kesehatan kerja.

Melalui kerja sama ini, MAN 4 Sleman berharap para murid tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kesiapan kerja dan pengalaman industri yang mumpuni sebagai bekal memasuki dunia kerja setelah lulus. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Tim Sastek UNY Gelar Pameran Potensi UMKM Tegaltirto, Kenalkan Aplikasi Keuangan Digital MULyoo

Sleman — Tim Sastek dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang tengah mengikuti kompetisi Innovillage 2025 menggelar pameran potensi UMKM sebagai puncak rangkaian pelatihan dan pendampingan bagi Forum Komunikasi (Forkom) UMKM Kalurahan Tegaltirto. Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu (15/2/2026), di kompleks Kantor Kalurahan Tegaltirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Pameran dihadiri tiga anggota Tim Sastek UNY yakni Kholid Aldi Abdullah, Rey Arya Saputra, dan Gilang Dwi Cahyo, didampingi dosen pembimbing Danti Rizki Amalia. Turut hadir Kepala Bidang Pengembangan Kewirausahaan Dinas Koperasi Kabupaten Sleman, Sri Wara Nusandari, Kawat Kemakmuran Berbah, Ringgo Anthoni Suryo, Plt Lurah Tegaltirto, Yustina Dwi Rahayu, Ketua Forkom UMKM Berbah, Sri Andayani, perwakilan KIM Berbah Kusnadi, dan Ketua Forkom UMKM Kalurahan Tegaltirto beserta para anggota UMKM.

Perwakilan Tim Sastek UNY, Kholid Aldi Abdullah, menyampaikan bahwa pameran ini merupakan puncak kegiatan yang telah dijalani selama kurang lebih satu bulan.

“Pameran produk UMKM Tegaltirto ini menjadi penutup rangkaian pelatihan dan pendampingan. Kami mendampingi pelaku usaha agar lebih tertib dalam pengelolaan keuangan melalui platform digital,” jelas Aldi didampingi Rey Arya Saputra dan Gilang Dwi Cahyo.

Ia menjelaskan, kompetisi Innovillage 2025 merupakan program yang diinisiasi Danantara Indonesia bersama Telkom Indonesia dan Telkom University yang bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Dari sekitar seribu proposal yang masuk, Tim Sastek UNY menjadi salah satu tim yang terpilih memperoleh pendanaan dari Telkom Indonesia.

Dalam kompetisi tersebut, Tim Sastek UNY mengusung program MULyoo, singkatan dari “Mugo Usaha Lancar Yoo”. MULyoo merupakan aplikasi pencatatan keuangan digital yang dirancang untuk membantu pelaku UMKM mencatat arus kas masuk dan keluar secara lebih praktis dan aman.

“Dengan aplikasi pencatatan keuangan MULyoo, data keuangan akan tersimpan rapi dan tidak takut hilang karena cukup dalam satu genggaman. Selama ini, sebagian besar pelaku usaha masih mencatat secara manual,” ujarnya.

Pameran diikuti oleh anggota Forkom UMKM Kalurahan Tegaltirto yang telah mengikuti program pendampingan MULyoo. Produk yang dipamerkan meliputi olahan makanan dan minuman, fashion, kerajinan, hingga jasa.

“Produk yang ditampilkan sangat beragam dan lengkap, menunjukkan potensi besar pelaku usaha di Tegaltirto,” tambah Aldi.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Pengembangan Kewirausahaan Dinas Koperasi Kabupaten Sleman, Sri Wara Nusandari meninjau stan pameran, membeli sejumlah produk, sekaligus memberikan masukan terkait peningkatan kualitas dan legalitas usaha. Ia menegaskan pentingnya perizinan bagi seluruh pelaku UMKM.

“Untuk produk makanan harus memiliki PIRT dan sertifikasi halal. Selain itu, NIB wajib dimiliki oleh semua pelaku usaha sesuai ketentuan perizinan,” jelas Wara.

Sementara itu, salah satu anggota Forkom UMKM Kalurahan Tegaltirto, Syerin, pemilik toko My Dee yang memproduksi berbagai camilan dan bakso, menyampaikan apresiasinya atas program pendampingan tersebut.

“Terima kasih kepada tim Sastek UNY yang telah memberikan pelatihan dan pendampingan. Harapannya, semoga pendampingan ini tetap ada kelanjutannya,” tuturnya. (Kusnadi KIM Berbah)




Peduli Kesehatan Masyarakat, RS UAD Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Sanggrahan

Sleman — Rumah Sakit Universitas Ahmad Dahlan (RS UAD) menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui aksi sosial. Bekerja sama dengan Posyandu Lansia Melati, RS UAD menggelar pemeriksaan kesehatan gratis di RW 08 Padukuhan Sanggrahan, Condongcatur, Kabupaten Sleman, Senin (16/02/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi tersebut disambut antusias warga. Puluhan peserta, mulai dari anggota posyandu lansia hingga warga usia produktif, memadati lokasi untuk mendapatkan layanan kesehatan tanpa dipungut biaya.

Dalam kegiatan ini, RS UAD menyediakan layanan pemeriksaan laboratorium sederhana yang meliputi cek gula darah, asam urat, dan kolesterol. Selain itu, warga juga mendapatkan kesempatan konsultasi langsung dengan dokter dari RS UAD.

Tim medis yang hadir memberikan edukasi serta saran medis sesuai dengan kondisi masing-masing peserta. Layanan ini diharapkan mampu membantu masyarakat melakukan deteksi dini terhadap penyakit tidak menular (PTM) sekaligus mendorong perubahan pola hidup menjadi lebih sehat.

Salah satu kader lansia setempat, Nur Rahayu menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, layanan jemput bola seperti ini sangat membantu warga, khususnya lansia, dalam memantau kondisi kesehatan secara berkala.

“Acara ini sangat bagus dan sangat berguna bagi kami. Dengan adanya pengecekan gratis ini, warga jadi lebih tahu kondisi kesehatannya dan bisa melakukan pencegahan sejak dini,” ujarnya di sela kegiatan.

Melalui kolaborasi ini, RS UAD berharap kesadaran masyarakat Sanggrahan terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin semakin meningkat. Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran RS UAD sebagai institusi layanan kesehatan yang aktif hadir dan berkontribusi langsung di tengah masyarakat. (Lidya/ Kim Depok)




Forum TKA-TPA Condongcatur Gelar Sarasehan Ketentraman dan Perlindungan Masyarakat Jelang Ramadan

Sleman — Forum Komunikasi TKA-TPA Kalurahan Condongcatur menggelar sarasehan dan sosialisasi ketentraman, ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat, pada Senin (16/2/2026) di Ruang Wacanaloka Kalurahan Condongcatur. Kegiatan ini diikuti para ustaz dan ustazah TPA se-Kalurahan Condongcatur, pengurus forum, serta perwakilan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Condongcatur.

Sarasehan ini menghadirkan narasumber, Ketua Badan Kehormatan DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan, yang memaparkan materi terkait Peraturan Daerah DIY tentang Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat. Ia menegaskan bahwa peran ustaz dan ustazah TPA sangat strategis dalam membentuk karakter generasi muda sejak dini.

“Peran pendidik TPA tidak boleh dianggap remeh. Mereka adalah fondasi pembentukan akhlak anak-anak,” ujarnya.

Sofyan juga mendorong agar kegiatan TPA melibatkan figur ayah dalam berbagai aktivitas anak sebagai bentuk penguatan peran keluarga dalam pendidikan agama. Menurutnya, anak usia SMP masih membutuhkan pendampingan intensif agar tumbuh menjadi generasi yang gemar membaca, berilmu, dan berakhlak baik.

Menjelang bulan Ramadan 1447 H, para ustaz dan ustazah diharapkan mulai mempersiapkan berbagai kegiatan positif untuk menyambut dan mengisi bulan suci dengan aktivitas yang edukatif dan membangun.

“Ke depan, diharapkan setiap TPA pada 2026 dapat mengirimkan perwakilan ustaz atau ustazah untuk menjadi pengurus forum. Sehingga koordinasi dan komunikasi antar-TPA di Kalurahan Condongcatur semakin solid dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Forum TKA-TPA Kalurahan Condongcatur diharapkan semakin kuat dalam membina generasi Qur’ani, sekaligus berperan aktif menciptakan lingkungan masyarakat yang tenteram dan religius menjelang Ramadan. (Tri Suhartati KIM Depok)