Forum TKA-TPA Condongcatur Gelar Sarasehan Ketentraman dan Perlindungan Masyarakat Jelang Ramadan

Sleman — Forum Komunikasi TKA-TPA Kalurahan Condongcatur menggelar sarasehan dan sosialisasi ketentraman, ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat, pada Senin (16/2/2026) di Ruang Wacanaloka Kalurahan Condongcatur. Kegiatan ini diikuti para ustaz dan ustazah TPA se-Kalurahan Condongcatur, pengurus forum, serta perwakilan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Condongcatur.

Sarasehan ini menghadirkan narasumber, Ketua Badan Kehormatan DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan, yang memaparkan materi terkait Peraturan Daerah DIY tentang Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat. Ia menegaskan bahwa peran ustaz dan ustazah TPA sangat strategis dalam membentuk karakter generasi muda sejak dini.

“Peran pendidik TPA tidak boleh dianggap remeh. Mereka adalah fondasi pembentukan akhlak anak-anak,” ujarnya.

Sofyan juga mendorong agar kegiatan TPA melibatkan figur ayah dalam berbagai aktivitas anak sebagai bentuk penguatan peran keluarga dalam pendidikan agama. Menurutnya, anak usia SMP masih membutuhkan pendampingan intensif agar tumbuh menjadi generasi yang gemar membaca, berilmu, dan berakhlak baik.

Menjelang bulan Ramadan 1447 H, para ustaz dan ustazah diharapkan mulai mempersiapkan berbagai kegiatan positif untuk menyambut dan mengisi bulan suci dengan aktivitas yang edukatif dan membangun.

“Ke depan, diharapkan setiap TPA pada 2026 dapat mengirimkan perwakilan ustaz atau ustazah untuk menjadi pengurus forum. Sehingga koordinasi dan komunikasi antar-TPA di Kalurahan Condongcatur semakin solid dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Forum TKA-TPA Kalurahan Condongcatur diharapkan semakin kuat dalam membina generasi Qur’ani, sekaligus berperan aktif menciptakan lingkungan masyarakat yang tenteram dan religius menjelang Ramadan. (Tri Suhartati KIM Depok)




Bangun Literasi Kesehatan Mental, Taragak Diri Indonesia Hadir di Sleman

Sleman – Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental, Kabupaten Sleman menjadi salah satu pusat tumbuhnya layanan psikologi profesional. Salah satu sosok yang berperan aktif dalam penguatan layanan tersebut adalah seorang psikolog sekaligus founder dan CEO Taragak Diri Indonesi, Paramartadewi.

Perempuan yang akrab disapa Arta ini merupakan psikolog klinis dengan spesialisasi psikopatologi dewasa, termasuk depresi, kecemasan, dan persoalan relasi. Ia juga memiliki kompetensi pada kesehatan mental perinatal, psikologi forensik, isu seksual, gangguan perkembangan seperti ADD dan ADHD, hingga dukungan caregiver. Seluruh kompetensi tersebut ia dedikasikan melalui Taragak Diri Indonesia.

Taragak Diri Indonesia berkantor di Patran Residence, Sumbersari, Moyudan, Kabupaten Sleman. Dari lokasi tersebut, layanan psikologi dikembangkan secara profesional dan menjangkau masyarakat luas, baik secara luring maupun daring.

Arta menegaskan bahwa Taragak Diri Indonesia lahir dari komitmen untuk meningkatkan kesadaran dan kesejahteraan psikologis masyarakat.

“Kami ingin mengajak masyarakat untuk pulang ke diri sendiri, memiliki awareness agar menjadi pribadi yang lebih positif,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

Sejak berdiri, biro psikologi ini berkembang signifikan. Awalnya terdiri dari empat konselor dan satu associate psychologist. Kini Taragak Diri Indonesia memiliki delapan psikolog, lima konselor, dan satu tim training outbound. Layanan yang diberikan meliputi konseling, asesmen psikologi, psikoterapi, pelatihan, outbound, hingga riset.

Dalam menjalankan praktik profesionalnya, Arta menegaskan bahwa seluruh layanan berlandaskan kode etik Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI). Prinsip penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia, integritas ilmiah, profesionalisme, keadilan, serta prinsip beneficence dan non-maleficence menjadi fondasi utama layanan.

“Nilai-nilai tersebut kami pegang untuk melindungi klien, menjaga integritas profesi, dan memastikan layanan yang etis serta bertanggung jawab,” tegasnya.

Di Kabupaten Sleman, Taragak Diri Indonesia tidak hanya hadir sebagai biro layanan, tetapi juga sebagai ruang edukasi publik. Melalui program psikoedukasi rutin seperti SALAM DIRI (Sabtu Malam Diskusi Ringan), Arta dan tim aktif membangun literasi kesehatan mental masyarakat. Media sosial menjadi sarana strategis dalam memperluas jangkauan edukasi dan layanan psikologi.

Ia mengakui, tantangan terbesar dalam merintis layanan psikologi adalah membangun kesadaran dasar masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental.

“Pada tahap awal, kami perlu mengajak masyarakat berpikir kritis dan menyadari bahwa isu kesehatan mental adalah isu penting yang perlu ditangani bersama,” ungkapnya.

Komitmen tersebut kini memperkuat posisi Kabupaten Sleman sebagai wilayah yang responsif terhadap isu kesehatan mental. Layanan Taragak Diri Indonesia menjangkau individu, keluarga, sekolah, hingga organisasi dan industri, sekaligus membuka ruang praktik dan pembelajaran bagi mahasiswa psikologi melalui program intern.

Sebagai psikolog klinis dan pimpinan biro, Arta menegaskan pesan terbuka kepada masyarakat Kabupaten Sleman dan sekitarnya.

“Tidak perlu takut maupun malu untuk mengakses layanan psikologi karena kami ada untuk membantu,” ujarnya.

Melalui Taragak Diri Indonesia, Arta menghadirkan layanan psikologi profesional yang berakar di Kabupaten Sleman dan berorientasi pada kesejahteraan psikologis masyarakat. Kiprahnya menegaskan bahwa penguatan kesehatan mental merupakan bagian penting dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sleman. (Athiful/KIM Depok)




RS UAD Gelar Silaturahmi Lintas Sektor, Bahas Pentingnya Pemantauan Tumbuh Kembang Anak

Sleman — Suasana Aula Lantai 4 Rumah Sakit Universitas Ahmad Dahlan (RS UAD), pada Sabtu (14/2/2026), tampak berbeda dari biasanya. RS UAD menggelar forum silaturahmi lintas sektor yang mempertemukan para tenaga kesehatan dari wilayah Kapanewon Depok, mulai dari perwakilan klinik hingga kader kesehatan kelurahan.

Pertemuan tersebut difokuskan pada satu isu penting, yakni tumbuh kembang anak. Forum berlangsung hangat dan interaktif, dengan menghadirkan dokter Ade, spesialis tumbuh kembang anak RS UAD, sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Ade menegaskan bahwa anak bukan sekadar orang dewasa dalam bentuk kecil. Melainkan individu yang sedang melalui proses perkembangan yang kompleks dan bertahap.

“Genetik memang cetak birunya, tapi lingkungan dan nutrisi adalah bahan bakunya,” jelasnya.

Ia menjabarkan lima fase krusial dalam perjalanan tumbuh kembang anak. Fase pertama adalah masa bayi, ketika pancaindra dan kemampuan motorik mulai mengenali dunia. Berikutnya masa balita, yang ditandai dengan perkembangan bahasa dan interaksi sosial awal.

Selanjutnya, pada usia prasekolah, anak mulai belajar mengelola emosi dan berpikir lebih kompleks. Saat memasuki usia sekolah, mereka mengejar prestasi sekaligus mencari peran dalam lingkungan sosialnya.

“Hingga akhirnya di masa remaja, anak memasuki fase pencarian identitas dengan perubahan fisik yang berlangsung pesat,” tandasnya.

Melalui forum ini, RS UAD mengajak seluruh lapisan masyarakat di Kapanewon Depok untuk berperan aktif dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak. Tidak hanya tenaga kesehatan, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar dinilai memiliki peran penting dalam memastikan setiap tahap perkembangan berjalan optimal.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kolaborasi lintas sektor dalam pemantauan tumbuh kembang anak, sekaligus investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, tangguh, dan berkualitas di masa depan. (Lidya/ Kim Depok)




Tumbuhkan Empati Sejak Dini, Puluhan Siswa SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta Gelar Bakti Sosial di Tempel

Sleman — Sebanyak 35 siswa Kelas XII B SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta melakukan aksi nyata dalam penguatan karakter melalui kegiatan bakti sosial di TK ABA Krasakan, Lumbungrejo, Tempel, Sleman, pada Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bagian dari kurikulum pembelajaran berbasis pengalaman sosial yang dirancang untuk mengasah kepekaan, kepedulian, dan tanggung jawab para pelajar sebelum mereka menyelesaikan masa sekolah menengah.

Sejak pagi hari, suasana di TK ABA Krasakan tampak berbeda dengan kehadiran para siswa yang mengenakan jas almamater kebanggaan mereka. Para siswa SMA ini membaur dan terlibat langsung dalam berbagai aktivitas bersama anak-anak usia dini. Rangkaian acara dikemas secara interaktif, mulai dari permainan edukatif yang memancing kreativitas, pengajian singkat untuk penguatan nilai spiritual, hingga pendampingan belajar yang menyenangkan. Kehadiran para siswa kakak kelas ini disambut dengan tawa dan keceriaan oleh anak-anak TK yang tampak antusias mengikuti setiap instruksi permainan.

Ketua panitia kegiatan, Al-May Chanief Abiyyu, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk melatih kerja sama tim sekaligus memperkuat karakter sosial para siswa di luar lingkungan kelas formal. Menurutnya, terjun langsung ke lapangan memberikan perspektif berbeda bagi para siswa mengenai realitas kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput. Hubungan emosional yang terbangun selama kegiatan dianggap jauh lebih berharga daripada sekadar pemberian bantuan materi.

“Kami ingin teman-teman belajar hadir di tengah masyarakat, memahami kebutuhan nyata, dan membangun kepekaan sosial yang tinggi. Fokus kami bukan hanya memberi bantuan secara fisik, tetapi juga membangun hubungan yang baik dan hangat dengan adik-adik di sini. Ini adalah cara kami belajar tentang arti kehadiran yang bermanfaat bagi sesama,” ujar Al-May Chanief Abiyyu di sela-sela aktivitas mendampingi anak-anak belajar.

Sebagai bentuk dukungan operasional pendidikan, panitia bakti sosial juga menyerahkan bantuan simbolis berupa alat tulis, perlengkapan kelas, serta mushaf Al-Qur’an. Bantuan ini ditujukan untuk menunjang kualitas kegiatan belajar mengajar harian di TK ABA Krasakan. Penyerahan bantuan tersebut diterima langsung oleh pihak sekolah mitra yang merasa terbantu dengan inisiatif dan kepedulian para generasi muda ini.

Kepala TK ABA Krasakan, Sri Widayati, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kunjungan dan bantuan yang diberikan. Ia menilai kehadiran para siswa SMA memberikan motivasi tersendiri bagi anak-anak didik di tingkat taman kanak-kanak. “Kehadiran kakak-kakak SMA ini memberi semangat dan warna baru bagi anak-anak kami. Bantuan perlengkapan belajar dan mushaf Al-Qur’an ini sangat bermanfaat untuk menunjang kegiatan belajar sehari-hari, dan kami sangat berterima kasih atas kepedulian ini,” tutur Sri Widayati.

Program pembinaan karakter semacam ini memang didorong untuk membekali siswa dengan kemampuan kepemimpinan dan rasa tanggung jawab sosial. Setelah melaksanakan serangkaian kegiatan, acara ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dan sesi foto bersama sebagai pengingat akan sinergi yang telah terjalin. Para siswa berharap pengalaman berharga ini menjadi pijakan untuk terus menebar manfaat di lingkungan yang lebih luas di masa depan. (Arief Hartanto/KIM Kertomandiri)




Integrasikan Kecerdasan Buatan dan Nilai Al-Qur’an, Guru Sleman Sabet Juara I Nasional OlympicAD 2026

Sleman — Dunia pendidikan Kabupaten Sleman kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Azhar Basyir, yang menjabat sebagai Wakil Kepala SMP Muhammadiyah 3 Depok, sukses meraih Juara I Cabang Inovasi Pembelajaran pada ajang Olympiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) Nasional 2026. Dengan skor nyaris sempurna yakni 98,5, Azhar berhasil memukau dewan juri melalui aplikasi ciptaannya yang bernama “AI Qalbu Talk”.

Inovasi ini lahir sebagai respons atas dinamika psikologis remaja tingkat SMP yang sering kali rentan terhadap tekanan akademik dan perubahan emosi. Azhar melihat adanya kebutuhan mendesak akan ruang refleksi yang aman bagi siswa, terutama saat menghadapi kecemasan ujian atau tekanan sosial. “AI Qalbu Talk” hadir bukan sekadar sebagai alat digital, melainkan media belajar berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dirancang khusus untuk memperkuat resiliensi atau ketangguhan Qurani siswa dalam menghadapi tantangan hidup.

Aplikasi ini berfungsi sebagai pendamping dialog yang memungkinkan siswa mengekspresikan perasaan mereka tanpa rasa takut dihakimi. Melalui percakapan yang personal, teknologi kecerdasan buatan dalam aplikasi ini akan membantu siswa mengenali emosi mereka, lalu mengaitkannya dengan nilai-nilai luhur Al-Qur’an seperti kesabaran, syukur, dan tawakal. Pendekatan ini menggabungkan prinsip psikologi positif dengan bimbingan spiritual secara sistematis dan adaptif.

“Anak-anak hari ini hidup di tengah tekanan akademik dan sosial yang kompleks. Mereka membutuhkan ruang refleksi yang aman, empatik, dan tidak menghakimi. Dari situlah lahir gagasan AI Qalbu Talk. Teknologi Artificial Intelligence kami manfaatkan bukan sekadar untuk kecanggihan digital, tetapi sebagai sarana refleksi diri. AI dalam aplikasi ini dirancang empatik dan non-judgmental, sehingga siswa merasa nyaman untuk terbuka,” ujar Azhar Basyir dalam keterangannya pada Sabtu (14/2/2026).

Azhar menegaskan bahwa kehadiran teknologi ini tidak bertujuan untuk menggeser peran pendidik di sekolah. Sebaliknya, aplikasi ini memperkuat fungsi pembinaan karakter dan kesehatan mental secara berkelanjutan, bahkan saat siswa berada di luar jam pelajaran. Guru tetap menjadi pendamping utama dalam proses pendidikan, sementara “AI Qalbu Talk” menjadi medium yang memperluas ruang interaksi reflektif agar pembinaan karakter tidak terputus.

Keberhasilan di ajang OlympicAD 2026 ini mempertegas posisi SMP Muhammadiyah 3 Depok sebagai institusi pendidikan yang mampu menyelaraskan transformasi digital dengan landasan nilai keislaman. Model pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia dalam memanfaatkan teknologi sebagai instrumen pembinaan mental dan moral generasi muda, bukan sekadar alat transfer ilmu pengetahuan.

Bagi Azhar, kemenangan ini adalah persembahan bagi Kabupaten Sleman sekaligus titik awal untuk pengembangan inovasi yang lebih luas. Ia berharap “AI Qalbu Talk” dapat direplikasi di sekolah lain sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter nasional. Dengan memadukan kecerdasan buatan dan kecerdasan hati, Azhar optimis dapat membentuk generasi masa depan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga tangguh dan berdaya juang tinggi. (Athiful/KIM Depok)