Dapur Nesaka: UMKM Katering Sleman yang Berkembang Berkat Profesionalisme dan Ketekunan

Sleman – Di tengah pertumbuhan sektor kuliner di Kabupaten Sleman, Dapur Nesaka hadir sebagai salah satu pelaku usaha katering yang bertahan dan berkembang melalui ketekunan serta komitmen menjaga kualitas layanan.

Usaha yang dirintis sejak 2018 ini beralamat di Krangkungan, Sanggrahan, Condongcatur, Depok, Sleman, dan dikelola langsung oleh pemiliknya, Lidya Agustina Kristanti.

Berawal dari dapur rumah dengan peralatan sederhana, Lidya membangun Dapur Nesaka secara bertahap. Ia memulai usaha dengan melayani pesanan dalam skala kecil, kemudian berkembang hingga dipercaya menangani kebutuhan konsumsi berbagai kantor dinas, puskesmas, serta instansi pemerintah lainnya di wilayah Sleman.

“Sejak awal saya berkomitmen menjaga rasa, kebersihan, dan ketepatan waktu. Kepercayaan dari instansi pemerintah adalah amanah yang harus dijaga dengan profesional,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, sektor katering bukan hanya soal kemampuan memasak, melainkan juga manajemen waktu, konsistensi mutu, serta kepatuhan pada standar higienitas pangan.

Setiap pesanan dipersiapkan melalui proses perencanaan menu yang disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan, mulai dari rapat dinas, pelatihan, hingga kegiatan pelayanan publik di puskesmas.

Ketekunan Lidya terlihat dalam pengelolaan produksi harian. Ia memastikan bahan baku diperoleh dari pemasok yang terpercaya, proses pengolahan dilakukan secara higienis, dan distribusi dilakukan tepat waktu.

Dalam melayani instansi pemerintah, ketepatan jadwal menjadi aspek penting karena berkaitan langsung dengan kelancaran agenda pelayanan masyarakat.

“Kami memahami bahwa kegiatan dinas memiliki jadwal yang ketat. Karena itu, disiplin waktu menjadi bagian dari standar kerja kami,” katanya.

Seiring perjalanan usaha, Dapur Nesaka tidak hanya berfokus pada kuantitas pesanan, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan. Lidya secara rutin melakukan evaluasi menu dan menerima masukan dari pelanggan sebagai bagian dari perbaikan berkelanjutan.

Ia juga berupaya memberdayakan tenaga kerja di sekitar tempat tinggalnya, sehingga usaha yang dirintis turut memberikan dampak ekonomi lokal. Kehadiran Dapur Nesaka menjadi bagian dari geliat ekonomi kreatif di Kabupaten Sleman, khususnya di Kapanewon Depok yang dikenal sebagai kawasan pendidikan dan pusat aktivitas pemerintahan.

Ketekunan dalam menjaga kualitas serta komitmen profesionalisme menjadikan usaha ini mampu bertahan lebih dari tujuh tahun di tengah persaingan usaha kuliner yang dinamis.

Lidya menegaskan, konsistensi adalah kunci utama. “Saya percaya, jika kita menjaga kualitas dan bekerja dengan sungguh-sungguh, kepercayaan akan datang dengan sendirinya. Usaha ini bukan hanya tentang bisnis, tetapi juga tentang tanggung jawab,” tuturnya.

Melalui Dapur Nesaka, Lidya Agustina Kristanti menunjukkan bahwa ketekunan, disiplin, dan komitmen mutu dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun usaha kuliner yang berdaya saing di Sleman.

Di balik setiap sajian yang dikirim ke berbagai instansi, tersimpan kerja keras yang dijaga dengan integritas dan semangat melayani. (Athiful/KIM Depok)




Siswa DKV MAN 4 Sleman Kunjungi ISI Surakarta, Lebih Dekat Kenali Dunia Perkuliahan Seni

Sleman – Sebanyak 25 siswa kelas XII Desain Komunikasi Visual (DKV) MAN 4 Sleman melaksanakan kunjungan kampus ke Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Selasa (10/2/2026). Kegiatan berlangsung di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Kampus 2, dan menjadi bagian dari upaya madrasah memperluas wawasan siswa terkait dunia perkuliahan. 

Rombongan disambut oleh Kepala Bagian Humas Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Arif Budiarto. Dalam sambutannya, Arif menyampaikan terima kasih atas kepercayaan MAN 4 Sleman berkunjung ke ISI Surakarta, khususnya Program Studi (Prodi) DKV. Ia juga mengajak para siswa untuk tidak ragu melanjutkan studi di ISI.

Perwakilan guru pendamping sekaligus Wakil kepala bidang Akademik, Triyono menyampaikan apresiasi atas penerimaan yang hangat dari pihak kampus. 

“Terima kasih atas sambutan dari ISI Surakarta. Alhamdulillah, kunjungan MAN 4 Sleman diterima dengan sangat baik. Peserta yang hadir hari ini merupakan siswa jurusan DKV yang berjumlah 25 orang. Kami juga bangga karena salah satu alumni kami, Azel, sudah lebih dulu diterima di ISI melalui jalur mandiri,” ujar Triyono. 

Materi utama disampaikan salah satu Dosen DKV, Ipung Kurniawan Yunianto. Ia menjelaskan bahwa ISI memiliki dua fakultas bagi mahasiswa untuk belajar komunikasi visual.

“ISI Surakarta memiliki dua fakultas, yaitu Fakultas Seni Pertunjukan dan Fakultas Seni Rupa, dan Desain (FSRD). Program Studi DKV berada di bawah FSRD. Di sini mahasiswa belajar merancang komunikasi ke dalam bentuk visual yang jelas dan efektif,” katanya.

“Lulusan DKV bisa menjadi desainer grafis, perancang multimedia interaktif seperti animasi, peneliti iklan, maupun desainer periklanan. Dalam perkuliahan, dosen berperan sebagai fasilitator. Mahasiswa harus aktif, mandiri, bahkan boleh berdiskusi atau berdebat secara akademik jika ada hal yang perlu didalami,” sambungnya.

Para siswa terlihat antusias mengikuti penjelasan. Pada sesi tanya jawab, beberapa siswa berdialog dengan Gazella Arraya Bintang yang sering dipanggil Kak El atau Azel, alumni MAN 4 Sleman yang kini menempuh studi di ISI.

Ia menyampaikan bahwa kuliah di ISI terasa seru dan menantang dengan banyak tugas, sehingga mahasiswa harus mampu mengatur waktu dan tidak menunda pekerjaan. Ia juga berpesan agar berani mengeksplor lingkungan baru dan membangun pertemanan.

Kegiatan pun ditutup dengan penyerahan cendera mata sebagai simbol terjalinnya silaturahmi dan kerja sama yang baik. (Edy – KIM Sumber Biwara Myoudan)




MPI PDM Sleman Gandeng FEB UMY Tingkatkan Branding Digital SMA/SMK Muhammadiyah

Sleman – Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan reputasi sekolah Muhammadiyah di era digital. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menggandeng Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam Pelatihan Pengelolaan Media Sosial bagi SMA/SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman, Selasa (11/2), di Gedung Ki Bagus Hadikusumo E3 FEB UMY.

Ketua MPI PDM Sleman, Arief Hartanto, menyampaikan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 30 perwakilan guru, tim humas, serta pengelola media digital dari berbagai SMA dan SMK Muhammadiyah di Sleman. Menurutnya, media sosial saat ini menjadi salah satu wajah utama sekolah di mata masyarakat.

“Reputasi sekolah tidak hanya dibangun melalui prestasi akademik dan fasilitas, tetapi juga melalui bagaimana sekolah hadir dan dikenal di ruang digital. Media sosial menjadi sarana penting untuk membangun citra dan kepercayaan publik,” ujar Arief.

Sementara itu, perwakilan FEB UMY, Dyah Titis Kusuma Wardani menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru dan staf sekolah dalam membuat konten yang efektif dan menarik. Selain itu, pelatihan juga mendorong peningkatan kesadaran tentang pentingnya pengelolaan media sosial dalam memperkuat reputasi sekolah.

“Kami ingin peserta mampu menganalisis dan mengevaluasi hasil pengelolaan media sosial, sehingga citra positif sekolah dapat dibangun secara profesional, kreatif, dan terarah,” jelas Dyah.

Pelatihan menghadirkan praktisi marketing branding, Rayna Akhsan, yang memaparkan pentingnya strategi media sosial dalam menjaga citra dan reputasi sekolah. Materi yang disampaikan meliputi penyusunan konten informatif dan menarik, strategi meningkatkan follower dan engagement, hingga analisis performa media sosial beserta tindak lanjutnya, sebagaimana disampaikan Sekretaris MPI PDM Sleman, Wahdan Arifudin.

Selain materi strategi, peserta juga mendapatkan pembekalan teknis editing video dari Husein Rahman dari FEB UMY. Editing video menggunakan aplikasi CapCut menjadi salah satu keterampilan utama yang dilatih untuk mendukung pembuatan konten kreatif di platform seperti Instagram, Facebook, YouTube, maupun TikTok.

Para peserta tampak antusias mengikuti sesi praktik, mulai dari penyusunan konsep video pendek, teknik pengambilan gambar sederhana, hingga proses editing menggunakan aplikasi yang mudah dioperasikan tersebut.

Wakil Ketua PDM Sleman yang membidangi MPI, Eko Sumardiyanto, dalam sambutannya berharap sekolah-sekolah Muhammadiyah semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi, mampu membangun branding yang kuat, serta meningkatkan daya saing di dunia pendidikan.

Melalui pelatihan ini, MPI PDM Sleman menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi digital sekolah Muhammadiyah agar mampu tampil unggul dan terpercaya di tengah persaingan pendidikan yang semakin dinamis. (Arief Hartanto KIM Kertomandiri Turi)




Komisi D DPRD DIY Serap Aspirasi di Sekolah Lansia Kalimasada

Sleman – Komisi D DPRD DIY melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Lansia Kalimasada, pada Rabu (11/2/2026), dalam rangka menyerap aspirasi dan mendengarkan langsung suara para lansia. Kegiatan tersebut dirangkai dengan Posyandu Lansia, panen empon-empon oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Panguripan, dan dialog bersama para pemangku kepentingan.

Wakil Ketua Komisi D DPRD DIY, Anton Prahu Semendawai, menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai kegiatan produktif yang dijalankan para lansia. Menurutnya, usia bukan menjadi penghalang untuk tetap aktif dan berkarya.

“Usia boleh 60 atau 70 tahun, tapi semangat harus tetap 17 tahun. Kegiatan positif seperti ini harus terus didukung. Kami siap mendukung dari sisi kebijakan,” ujarnya.

Anton menambahkan, berbagai kebutuhan seperti gamelan, ternak sapi dan kambing, alat olahraga, hingga bibit lele dapat diusulkan melalui Kepala Sekolah Lansia untuk dirangkum dan diperjuangkan dalam kebijakan maupun penganggaran.

Kunjungan tersebut turut dihadiri sejumlah anggota Komisi D, di antaranya Muslimatun, Demas Kursiswanto, Tustiyani, dari Fraksi PDI Perjuangan Bantul, dan Ketua DPC PDIP Kabupaten Kulonprogo, Fajar Gegana.

Dalam kesempatan itu, Demas Kursiswanto menjelaskan fungsi legislasi dan penganggaran yang melekat pada DPRD. Ia menegaskan aspirasi masyarakat dapat masuk dalam pembahasan anggaran, meski realisasinya mengikuti siklus penganggaran tahun berikutnya.

“Kami ingin mendengar langsung keterkaitan program di masyarakat. Membangun negara dimulai dari keluarga. Aspirasi bisa kami kawal dalam fungsi budgeting dan legislasi, termasuk Perda tentang Lansia,” jelasnya.

Sementara itu, Muslimatun mengaku terkesan dengan semangat para lansia Kalimasada.

“Umur hanya bilangan, yang penting bagaimana mengisinya. Kami hadir bukan atas nama pribadi, tetapi sebagai anggota Komisi D. Kami ingin mengetahui program apa yang sudah berjalan dan apa yang masih menjadi kebutuhan,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti kondisi DIY yang memiliki angka kemiskinan ekstrem cukup tinggi secara nasional, namun di sisi lain dikenal sebagai provinsi dengan tingkat kebahagiaan tinggi. Menurutnya, kekuatan sosial seperti kerukunan dan kepedulian menjadi modal penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat.

Kepala Sekolah Lansia Kalimasada, Zakiyah, menjelaskan bahwa kegiatan berlangsung aktif tanpa jeda melalui sistem tujuh meja Posbindu di bawah Puskesmas Ngaglik II. Saat ini terdapat 24 kader yang terlibat, termasuk seorang dokter yang merupakan warga asli Kayunan, bersinergi dengan Bina Keluarga Lansia (BKL).

Kegiatan rutin yang dijalankan antara lain hidroterapi sebulan sekali untuk terapi sendi dan saraf terjepit, asupan rohani di TPA Lansia Husnul Khotimah setiap Sabtu-Minggu, serta kebaktian di kapel bagi lansia Katolik dua minggu sekali.

Di bidang ekonomi produktif, KWT Panguripan mengembangkan budidaya empon-empon yang dipanen bersama Dinas Pertanian. Hasil penjualan produk tani tersebut turut membantu konsumsi lansia dalam berbagai kegiatan.

Salah satu pengurus, Kasmin menyampaikan harapan adanya dukungan untuk wisuda S3 lansia, seperti bantuan sewa toga dan konsumsi. Selain itu, pihaknya juga memohon dukungan bibit, pengolahan, serta pemasaran empon-empon.

Kunjungan kerja ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara legislatif, pemerintah daerah, dan komunitas lansia. Sehingga Sekolah Lansia Kalimasada terus berkembang sebagai ruang belajar sepanjang hayat sekaligus wadah mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, dan bermartabat. (Endarwati/KIM Donoharjo Ngaglik)




UMKM Berbah Ikuti Bimtek Pemasaran, Dinkop Sleman Tekankan Strategi Marketing Mix 4P

Sleman – Sebaik apa pun sebuah produk, jika salah dalam strategi pemasaran maka hasilnya bisa sia-sia. Untuk itu, marketing atau pemasaran menjadi ujung tombak keberhasilan suatu usaha.

Hal tersebut disampaikan Fasilitator Perdagangan Dinas Koperasi Kabupaten Sleman, Diaz Aprila Kurniawan, dalam kegiatan bimbingan teknis (bimtek) pemasaran bagi UMKM Kapanewon Berbah, Selasa (10/2/2026), di Ruang Pertemuan Gumregah Lantai 2 Kantor Kapanewon Berbah, Sleman.

Menurut Diaz, salah satu strategi pemasaran yang penting dipahami pelaku usaha adalah marketing mix atau bauran pemasaran. Marketing mix merupakan strategi yang terdiri dari beberapa elemen untuk membangun respons target market (konsumen) dengan menghadirkan produk yang tepat, pada waktu dan tempat yang tepat.

“Dalam konsep bauran pemasaran terdapat empat komponen yang dikenal dengan 4P, yaitu Product, Price, Place, dan Promotion,” jelas Diaz.

Kegiatan tersebut dihadiri Panewu Anom Berbah, Nor Bramantyo, Kawat Kemakmuran, Ringgo Anthoni Suryo, Ketua Forkom UMKM Berbah, Sri Andayani, beserta pengurus dan anggota.

Diaz menjelaskan, komponen pertama adalah product atau produk, yakni barang atau jasa yang ditawarkan kepada target pasar untuk memenuhi kebutuhan mereka.

“Produk harus memiliki fungsi dan keunggulan yang jelas agar mampu bersaing dan diterima konsumen,” jelasnya.

Komponen kedua adalah price atau harga. Penetapan harga harus direncanakan dengan mempertimbangkan kesesuaian dengan target market, serta tetap memberikan keuntungan bagi pelaku usaha.

Selanjutnya, komponen ketiga adalah place atau tempat. Aspek ini mencakup lokasi produksi, sistem distribusi, hingga bagaimana produk sampai dan diterima konsumen.

Adapun komponen keempat adalah promotion atau promosi. Promosi menjadi sarana untuk menarik perhatian target market hingga akhirnya menjadi konsumen loyal. Karena itu, promosi perlu digencarkan secara konsisten.

“Promosi suatu produk bisa dilakukan secara langsung maupun melalui media sosial, baik media cetak maupun media online,” ujar Diaz.

Melalui bimtek ini, pelaku UMKM Berbah diharapkan semakin memahami pentingnya strategi pemasaran yang tepat, sehingga mampu merencanakan, mengembangkan, dan melaksanakan pemasaran secara lebih efektif. Selain itu, penerapan marketing mix juga dinilai dapat membantu pelaku usaha menghemat biaya, meminimalkan risiko, serta memastikan produk yang ditawarkan benar-benar sesuai kebutuhan pasar. (Kusnadi KIM Berbah)