Seminar “Suara Perempuan Muda” Dorong Demokrasi Inklusif di Sleman

Sleman – Aula 1 Pemda Kabupaten Sleman menjadi saksi semangat baru pergerakan politik perempuan di Bumi Sembada. Pada Selasa (10/02/2026), digelar seminar bertajuk “Suara Perempuan Muda untuk Demokrasi yang Lebih Inklusif” yang mempertemukan penggerak Gerakan Organisasi Wanita (GOW) serta perwakilan partai politik se-Kabupaten Sleman.
Kegiatan dibuka oleh perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman, Samsul Bakri. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kehadiran perempuan dalam demokrasi bukan sekadar pelengkap formalitas, melainkan sebuah keharusan dalam setiap lini kehidupan politik.
“Kami berharap hasil dari seminar ini benar-benar bermanfaat. Para kader muda diharapkan mampu menjadi ujung tombak edukasi di masyarakat demi kelancaran demokrasi serta meningkatkan partisipasi politik yang lebih nyata,” ujar Samsul.
Seminar menghadirkan narasumber utama Pradikma Yunika N. dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM). Dalam paparannya, Pradikma menyampaikan bahwa perempuan muda memiliki posisi strategis untuk meruntuhkan sekat-sekat eksklusivitas dalam politik. Keterlibatan perempuan, menurutnya, merupakan kunci membangun masyarakat yang lebih adil dan setara.
Ia menyoroti empat peran krusial perempuan muda dalam mewujudkan demokrasi yang inklusif. Pertama, sebagai pemimpin inspiratif yang mampu menggerakkan masyarakat dengan visi dan gagasan baru.
Kedua, sebagai aktivis hak asasi manusia yang konsisten menyuarakan keadilan dan hak-hak sipil. Ketiga, sebagai pengambil keputusan dengan terlibat langsung dalam sistem untuk melahirkan kebijakan yang bijak dan pro-kesetaraan.
“Keempat, sebagai pendidik masyarakat yang aktif memberikan penyuluhan politik sehat di tingkat akar rumput,” tandasnya.
Diskusi interaktif yang menutup seminar berlangsung dinamis. Para perwakilan partai politik dan anggota GOW sepakat bahwa penguatan peran perempuan merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas demokrasi di Kabupaten Sleman.
Melalui edukasi politik yang berkelanjutan, diharapkan partisipasi perempuan tidak hanya meningkat secara kuantitas, tetapi juga kualitas dalam setiap proses pengambilan kebijakan publik. Seminar ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam membangun demokrasi yang lebih inklusif di Sleman. (Lidya / Kim Depok)



