PKK Kayen Dorong Kader Melek Digital, Media Sosial Jadi Sarana Edukasi dan Informasi

Sleman — Tim Penggerak PKK Padukuhan Kayen mendorong peningkatan literasi digital para kader melalui Pelatihan Pengelolaan Media Sosial di Serambi Masjid Nurul Hidayah Kayen, Padukuhan Kayen, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (05/09/2026). Pelatihan yang dimulai pukul WIB ini diikuti 25 peserta yang terdiri atas Ketua PKK RW, Ketua PKK RT, serta ketua kelompok kegiatan setempat.

Pelatihan ini diselenggarakan untuk membekali kader kemampuan mengemas serta menyebarluaskan berbagai informasi kegiatan pemberdayaan masyarakat secara menarik, edukatif, dan mudah dipahami publik. Menghadirkan Instruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi BLK Kulon Progo, Ratna Dianty, para peserta mendapatkan wawasan teknis mengenai pembuatan konten video yang informatif hingga pemahaman tentang keterikatan audiens (engagement) di ruang digital.

Dukuh Kayen, Ade Hermawan Susilo, menyampaikan bahwa penguasaan media sosial sangat penting agar berbagai program positif yang tumbuh di tengah masyarakat dapat terdokumentasi dan dipublikasikan secara luas.

“Dengan pelatihan ini, kami berharap ibu-ibu PKK mampu menyampaikan informasi dengan baik, menarik, dan bermanfaat melalui media sosial, baik WhatsApp, Instagram, maupun platform lainnya. Dokumentasi dan publikasi yang dikelola dengan baik diharapkan membuat manfaat kegiatan dapat diketahui sekaligus menginspirasi masyarakat yang lebih luas,” ujar Ade Hermawan Susilo di sela-sela kegiatan.

Harapan senada diutarakan Wakil Ketua PKK Padukuhan Kayen, Rina Pandu Pertiwi. Pihaknya mengimbau para peserta untuk langsung menerapkan keterampilan baru tersebut dalam mengelola saluran komunikasi digital di kelompok masing-masing.

“Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini ibu-ibu semakin terampil membuat konten yang berkualitas. Kegiatan yang sudah baik perlu dikemas dan disampaikan dengan baik agar informasi serta manfaatnya dapat menjangkau masyarakat lebih luas,” kata Rina Pandu Pertiwi.

Sementara itu, narasumber pelatihan, Ratna Dianty, menekankan bahwa pengelolaan media sosial harus berorientasi pada nilai manfaat dan kejelasan pesan yang ingin disampaikan kepada audiens.

“Melalui media sosial kita bisa menyampaikan hal-hal yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat. Karena itu, konten jangan sekadar diunggah, tetapi harus memiliki pesan yang jelas dan mudah dipahami,” terang Ratna Dianty.

Salah seorang peserta pelatihan, Sistra Andarisa, menyambut positif materi yang diberikan karena dapat diaplikasikan langsung untuk kebutuhan organisasi hingga peluang ekonomi digital.

“Saya senang mengikuti pelatihan ini karena mendapat banyak pengetahuan baru. Materinya mudah dipahami dan sangat membantu, termasuk memberikan wawasan bagi saya untuk mulai bergabung dalam Shopee Affiliate,” tutur Sistra Andarisa.

Melalui pelatihan literasi digital ini, PKK Padukuhan Kayen berkomitmen mencetak kader yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sehingga media sosial dapat difungsikan optimal sebagai sarana edukasi, promosi potensi lokal, hingga pembuka peluang bisnis digital bagi warga. (Wasana/KIM Depok)




PERMADI Jamblangan Bergerak, Siap Bentuk KPSM Dukung Sleman Tuntas Sampah 2029

Sleman — Perkumpulan Muda Mudi (PERMADI) Padukuhan Jamblangan menyatakan kesiapannya membentuk Komunitas Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) guna mendukung visi Kabupaten Sleman Tuntas Sampah 2029. Komitmen tersebut disepakati dalam pertemuan rutin organisasi kepemudaan yang dihadiri sekitar 40 anggota di RT 02 RW 26 Padukuhan Jamblangan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (05/09/2026).

Langkah pemuda Jamblangan ini merespons Surat Edaran Bupati Sleman Nomor 0516 Tahun 2026 yang mengamanatkan pembentukan minimal satu KPSM di setiap padukuhan. Selain berorientasi pada kelestarian lingkungan, PERMADI membidik pengelolaan sampah terpadu ini agar dapat dikembangkan menjadi salah satu unit usaha ekonomi kreatif organisasi.

Petugas Pendamping Pengelolaan Sampah (P3S) Kapanewon Seyegan, Sutarto Agus, menegaskan pentingnya kolaborasi aktif elemen pemuda untuk mengurai persoalan limbah domestik yang kian meningkat dari rumah tangga.

“Pemerintah tidak dapat mengelola sampah sendiri. Perlu kelompok masyarakat yang peduli untuk menjadi relawan, yang bukan saja menjadi pelaku, tetapi juga menjadi inisiator terbentuknya lembaga pengelola sampah. Yang tidak kalah penting, sampah organik harus selesai di rumah tangga dan seluruh aktivitas KPSM nantinya wajib terdaftar di aplikasi SIOSESTU,” ujar Sutarto Agus dalam arahannya.

Dalam kesempatan tersebut, P3S Kalurahan Margomulyo, Asih Rahayu, turut memaparkan opsi mekanisme operasional KPSM, baik melalui sistem Bank Sampah maupun Sedekah Sampah yang disesuaikan dengan kondisi warga setempat, serta berkomitmen mengawal penerbitan Surat Keputusan (SK) Lurah.

Ketua PERMADI Jamblangan, Muhammad Ridho Kurniawan, menyambut baik pendampingan teknis dari P3S dan menyatakan siap mematangkan struktur kepengurusan KPSM di tingkat padukuhan.

“Kami menyambut baik sosialisasi ini. Secara teknis kami akan tetap meminta pendampingan dalam kegiatan pemilahan sampah. Untuk administrasi, kami akan melakukan pertemuan pembentukan KPSM, menentukan nama, kemudian mengajukan SK ke Kalurahan,” kata Muhammad Ridho Kurniawan.

Melalui inisiatif pemuda di tingkat tapak ini, PERMADI Jamblangan berharap gerakan pemilahan dan pengolahan sampah mandiri dapat berjalan konsisten serta menginspirasi padukuhan lain di wilayah Kabupaten Sleman. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Rakordasi Puskesmas Depok II Perkuat Kewaspadaan Kesehatan Masyarakat

Sleman — Puskesmas Depok II menggelar Monitoring dan Evaluasi Capaian Posyandu sekaligus Rapat Koordinasi Desa (Rakordasi) Bulanan Posyandu di Aula Puskesmas Depok II, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (05/09/2026). Pertemuan yang dimulai pukul WIB ini diikuti oleh 40 kader perwakilan dari 40 Posyandu di wilayah Condongcatur guna memperkuat kewaspadaan terhadap sejumlah isu kesehatan krusial.

Dipandu oleh Petugas Promosi Kesehatan (Promkes) Puskesmas Depok II, Pramija Ujiana, rakordasi rutin ini memfokuskan pembahasan pada penanganan Demam Berdarah Dengue (DBD), pencegahan stunting, serta pemenuhan target imunisasi anak.

Dalam pemaparannya, Pramija Ujiana menyoroti ancaman DBD yang kini tidak lagi mengenal batasan musim dan memerlukan langkah pengendalian berkelanjutan dari seluruh lapisan masyarakat.

“Ancaman DBD dapat muncul setiap saat dan tidak hanya terjadi pada musim penghujan. Hingga saat ini kasus DBD masih ditemukan di lapangan, sehingga kita perlu terus meningkatkan kewaspadaan melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk 3M Plus serta optimalisasi peran Kader Jumantik di setiap wilayah,” ujar Pramija Ujiana di hadapan para kader.

Selain penanggulangan DBD, forum tersebut memetakan strategi percepatan penurunan stunting melalui pemantauan tumbuh kembang balita dan pemenuhan gizi seimbang. Para kader juga diimbau untuk memastikan kelengkapan imunisasi dasar anak di masing-masing Posyandu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Melalui sinergi berkala antara Puskesmas Depok II dan kader Posyandu ini, diharapkan berbagai potensi masalah kesehatan di tingkat tapak dapat terdeteksi serta ditangani sedini mungkin demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan tangguh. (Tri Suhartati/KIM Depok)




Mahasiswa Psikologi Mercu Buana dan UGM Lakukan Asesmen Permasalahan Masyarakat di Puskesmas Depok II

Sleman — Empat mahasiswa Program Studi Psikologi dari Universitas Mercu Buana dan Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar kegiatan asesmen pemetaan masalah sosial dan kesehatan masyarakat bersama para kader kesehatan di Aula Puskesmas Depok II, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (05/09/2026). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari praktik profesi psikolog untuk mengidentifikasi dinamika persoalan warga secara langsung di lapangan.

Keempat mahasiswa yang terlibat dalam aksi kolaboratif tersebut adalah Fazrin Hendrata, Melda Parmayana Mukendar, Siti Ichlosatul Amaliah Ramadhani, dan Nasha Dalia. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa berdialog interaktif dan menggali informasi komprehensif dari para kader kesehatan Puskesmas Depok II mengenai berbagai isu krusial yang ditemui saat mendampingi warga di tingkat tapak.

Berdasarkan hasil asesmen dan penggalian data lapangan, terungkap sejumlah persoalan dominan yang menjadi perhatian bersama, meliputi maraknya kenakalan remaja, kendala penyaluran bantuan sosial, pengelolaan sampah, hingga gangguan kesehatan mental masyarakat.

Salah seorang perwakilan mahasiswa, Fazrin Hendrata, menyampaikan bahwa keterlibatan kader kesehatan sangat menentukan akurasi pemetaan masalah karena peran mereka yang berhadapan langsung dengan dinamika harian warga.

“Kader kesehatan memiliki pemahaman mendalam mengenai kondisi riil masyarakat. Melalui kolaborasi ini, kami berupaya memahami akar penyebab hingga dampak dari setiap persoalan, sehingga alternatif intervensi psikologi dan solusi sosial yang kami rumuskan dapat tepat sasaran serta sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Fazrin Hendrata di sela-sela diskusi.

Melalui sinergi antara mahasiswa psikologi, kader kesehatan, dan pihak Puskesmas Depok II ini, hasil pemetaan masalah selanjutnya akan dijadikan bahan pertimbangan untuk merancang langkah penanganan lanjutan. Kolaborasi berkelanjutan ini diharapkan mampu mendukung terciptanya lingkungan masyarakat yang lebih sehat, mandiri, serta memiliki kesejahteraan psikologis yang optimal. (Tri Suhartati/KIM Depok)




Lazismu PCM Berbah Salurkan Pakaian Pantas Pakai dan 411 Tangki Air Bersih ke Tepus

Sleman — Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Berbah mengirimkan bantuan logistik berupa satu truk dan satu pikap pakaian pantas pakai serta donasi 411 tangki air bersih ke daerah terdampak kekeringan di Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan sosial yang diselenggarakan pada Sabtu (05/09/2026) ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Milad ke-114 Muhammadiyah.

Bantuan logistik pakaian diserahkan secara simbolis dan diterima langsung oleh sesepuh PCM Tepus, Suradal, di Puleireng, Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus, Gunungkidul. Pengiriman pakaian pantas pakai sengaja dilakukan satu minggu lebih awal sebelum penyerahan armada tangki air bersih agar tim di lokasi dapat memilah dan mengemas bantuan secara rapi.

Ketua Panitia Donasi Air Bersih dan Pakaian Pantas Pakai Lazismu PCM Berbah, Purnomo Widodo, menjelaskan bahwa penataan logistik lebih awal ini bertujuan menjaga ketertiban saat acara puncak penyerahan bantuan yang dibersamai dengan pengajian akbar.

“Penyerahan bantuan donasi air bersih dan pakaian pantas pakai yang digalang oleh Lazismu PCM Berbah akan diserahkan secara resmi kepada PCM Kapanewon Tepus pada Ahad (13/09/2026). Semoga bantuan tersebut memberikan kemanfaatan serta bisa mengurangi dampak bencana kekeringan yang sedang melanda di sebagian wilayah Gunungkidul,” ujar Purnomo Widodo di sela-sela pelepasan armada.

Purnomo menambahkan bahwa pengelolaan serta teknis pembagian 411 tangki air bersih selanjutnya diserahkan sepenuhnya kepada jajaran PCM Kapanewon Tepus yang lebih memahami pemetaan wilayah dan kebutuhan warga setempat.

Sementara itu, sesepuh PCM Kapanewon Tepus, Suradal, mengapresiasi keperdulian serta solidaritas yang ditunjukkan warga Muhammadiyah Kapanewon Berbah terhadap penanganan krisis air bersih di wilayahnya.

“Bantuan tersebut akan sangat bermanfaat bagi warga yang terdampak bencana kekeringan. Semoga semua kedermawanan ini mendapatkan pahala yang setimpal,” ungkap Suradal.

Melalui aksi kemanusiaan terpadu ini, Lazismu PCM Berbah berharap kolaborasi antar-cabang Muhammadiyah dapat mempercepat penanganan dampak kekeringan sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga di Daerah Istimewa Yogyakarta. (Kusnadi/KIM Berbah)