Targetkan Juara di Makassar, 20 Siswa SD Muhammadiyah Condongcatur Siap Berlaga di OlympicAD VIII Nasional

Sleman — SD Muhammadiyah Condongcatur resmi mengirimkan 20 siswa terbaiknya untuk berkompetisi dalam ajang bergengsi Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) VIII tingkat nasional. Perhelatan akbar yang mempertemukan talenta-talenta berbahan dari sekolah Muhammadiyah se-Indonesia ini dijadwalkan berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 12 hingga 14 Februari 2026. Keikutsertaan rombongan besar ini menjadi bukti keseriusan sekolah dalam mengasah mental juara sekaligus memperkuat posisi mereka di peta prestasi pendidikan nasional.
Kepala SD Muhammadiyah Condongcatur, Sulasmi, mengungkapkan bahwa persiapan matang telah dilakukan jauh-jauh hari untuk memastikan para siswa tampil maksimal. Menurutnya, OlympicAD yang diselenggarakan dua tahun sekali oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini memiliki nilai strategis yang lebih dari sekadar perlombaan. Ajang ini merupakan kawah candradimuka bagi pengembangan potensi intelektual dan pembentukan karakter Islami bagi para pelajar.
“OlympicAD bukan sekadar kompetisi untuk mengejar medali, tetapi merupakan ruang pembinaan karakter, kreativitas, dan sportivitas peserta didik. Kami ingin anak-anak memiliki mental yang tangguh saat bersaing di tingkat nasional. Melalui ajang ini, mereka belajar bagaimana bekerja keras, jujur, dan tetap rendah hati dalam meraih prestasi,” ujar Sulasmi saat memberikan pembekalan kepada para delegasi di Sleman pada Sabtu (7/2/2026).
Sulasmi menambahkan bahwa keberangkatan tim ini tidak terlepas dari dukungan penuh berbagai pihak, mulai dari Majelis Dikdasmen PWM DIY hingga kerja keras para pendamping dan doa restu orang tua. Ia menekankan bahwa pengalaman berkompetisi di luar pulau akan memberikan wawasan baru bagi siswa yang tidak bisa didapatkan di ruang kelas biasa. Ia berharap para duta sekolah ini bisa membawa pulang hasil memuaskan yang dapat mengharumkan nama Yogyakarta di kancah nasional.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan semua pihak yang telah memfasilitasi persiapan anak-anak. Kami berharap mereka mendapatkan hasil yang memuaskan sekaligus pengalaman berharga sebagai bekal pembelajaran serta modal kepercayaan diri untuk masa depan mereka. Kemenangan memang menjadi tujuan, namun proses belajar di Makassar nanti jauh lebih penting,” imbuhnya dengan penuh optimisme.
Delegasi SD Muhammadiyah Condongcatur tahun ini akan bertanding di berbagai disiplin ilmu dan seni. Pada cabang Film Indie, sekolah diwakili oleh tim yang terdiri dari Adelia Diaz Zhafira, Evelyn Arta Wijaya, dan Yumna Zakiah. Sementara di bidang seni suara, grup Musik Akustik yang digawangi Aini Tsabita Azzahra, Ayunindya Zahra Syafia, Ganesa Firas Arasy, dan Izzan Adi Zulkarnain siap memberikan performa terbaik mereka. Bidang sains juga menjadi kekuatan utama dengan pengiriman Fairus Arsyilla Effendi, Mentari Nilam Makayla, dan Muhammad Fatih Hafadzi di cabang IPA, serta Syafiq Rafidan di cabang Matematika.
Tak hanya akademik dan seni, kompetensi keagamaan dan literasi juga menjadi andalan. Arum Sekar Nurrahma dan Ghassani Indira Cosmo El-Rasyida akan berlaga di cabang Majalah Sekolah. Di bidang religi, Alvino Satrio Herjuno, Muhammad Kairav Elkano Yudha, Zora Adzkia Khanza, dan Zhafira Hanania Adwa siap bersaing di cabang Tilawatil Qur’an, Hifdzil Qur’an, serta Kaligrafi. Kemampuan bahasa dan digital juga diuji melalui Muhammad Alvito Bagaskoro pada News Reading in English, Muhammad Arjuna Putra Rahermani pada Dakwah Digital, dan Zahra Aiza Rahman pada Story Telling.
Partisipasi aktif ini menegaskan visi SD Muhammadiyah Condongcatur dalam mencetak generasi unggul yang siap berkontribusi bagi Indonesia Emas 2045. Dengan mengusung semangat berprestasi dan berakhlak mulia, para siswa ini diharapkan tidak hanya menjadi juara di arena lomba, tetapi juga menjadi teladan bagi pelajar lainnya dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kreativitas dan integritas sebagai kader Muhammadiyah. (Athiful/KIM Depok)



