Puji Tata Kelola Aset dan Soliditas Organisasi, Menko Perekonomian Sebut Muhammadiyah Inspirasi Nasional

Sleman — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, memberikan apresiasi tinggi terhadap Muhammadiyah sebagai organisasi kemasyarakatan yang memiliki daya tahan tinggi dan sistem organisasi yang sangat solid. Hal tersebut ditegaskannya saat menghadiri Dialog Menko Perekonomian bersama Warga Muhammadiyah yang berlangsung di Hyatt Regency Yogyakarta, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, pada Jumat (6/2/2026). Airlangga menilai organisasi yang lahir di Kampung Kauman Yogyakarta ini telah berhasil membangun fondasi kelembagaan yang kokoh dan konsisten melintasi berbagai zaman.
Dalam pandangannya, kekuatan utama Muhammadiyah terletak pada kemampuannya dalam menyusun rancang bangun sistem organisasi yang berkelanjutan. Pengalaman panjang yang teruji sejak tahun 1912 menjadikan persyarikatan ini sebagai institusi yang memiliki manajemen modern namun tetap memegang teguh nilai-nilai dakwah dan sosial. Airlangga menyebut bahwa soliditas ini bukan sekadar klaim internal, melainkan sudah mendapatkan pengakuan luas dari berbagai pihak eksternal, termasuk pemerintah dan pengamat organisasi internasional.
“Muhammadiyah tentunya adalah sebuah organisasi yang sangat solid. Keberhasilan dalam menjaga kesinambungan gerakan dakwah, sosial, dan kemasyarakatan selama lebih dari satu abad ini adalah pengalaman panjang yang teruji dari waktu ke waktu. Hal ini membuktikan bahwa sistem yang mereka bangun mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan jati dirinya,” ujar Airlangga Hartarto di hadapan para tokoh dan warga Muhammadiyah yang hadir.
Selain aspek soliditas, Menko Perekonomian secara khusus menyoroti profesionalisme Muhammadiyah dalam mengelola aset-aset organisasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Ia menilai prinsip akuntabilitas dan transparansi yang diterapkan Muhammadiyah dalam mengelola amal usaha merupakan standar tinggi yang patut dicontoh oleh lembaga lain. Ketertiban administrasi dan disiplin pengelolaan aset dinilai menjadi kunci mengapa Muhammadiyah mampu mandiri secara ekonomi dan terus memberikan manfaat nyata bagi hajat hidup orang banyak.
“Muhammadiyah menyusun asetnya secara tertib, transparan, dan disiplin. Tata kelola yang profesional ini patut diapresiasi karena jarang ditemukan pada organisasi sebesar ini. Semangat tata kelola yang melekat kuat inilah yang menjadikan Muhammadiyah memiliki peran sentral di berbagai bidang kehidupan, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi nasional,” ungkap Airlangga menambahkan.
Kiprah Muhammadiyah yang nyata melalui ribuan sekolah, rumah sakit, dan panti asuhan dinilai menjadikannya sebagai rujukan utama dalam pembangunan inklusif di Indonesia. Airlangga menegaskan bahwa kontribusi tersebut menjadikan Muhammadiyah sebagai inspirasi bagi organisasi kemasyarakatan lainnya untuk bergerak memberikan solusi nyata bagi bangsa. Menurutnya, tidak mengherankan jika saat ini banyak pihak luar yang ingin mempelajari bagaimana Muhammadiyah mengelola sumber daya dan sistem organisasinya agar tetap stabil dan produktif.
“Peran Muhammadiyah yang nyata di berbagai sektor menjadikannya inspirasi, tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi organisasi kemasyarakatan lainnya. Karena kekuatannya, Muhammadiyah menjadi salah satu organisasi yang paling banyak dilirik dan dipelajari oleh pihak lain untuk dijadikan model percontohan gerakan sosial yang berkelanjutan,” jelasnya.
Dialog tersebut diakhiri dengan penekanan pada pentingnya sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Melalui komunikasi yang kuat seperti ini, diharapkan Muhammadiyah terus menjadi mitra strategis negara dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia melalui gerakan pemberdayaan yang terorganisir dengan baik. (Athiful/KIM Depok)



