Damkar Sleman Kenalkan Keselamatan Kebakaran kepada Anak Sejak Dini

Sleman — Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Sleman menggelar sosialisasi dan edukasi pencegahan kebakaran bagi anak usia dini di Lapangan Pemda Sleman, Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini diikuti puluhan anak Kelompok Bermain (KB) dari berbagai wilayah di Sleman.
Melalui pendekatan edukatif dan interaktif, anak-anak dikenalkan pada profesi pemadam kebakaran beserta peralatan yang digunakan dalam menjalankan tugas. Salah satunya adalah pengenalan alat pelindung diri (APD) yang wajib dikenakan petugas pemadam kebakaran, lengkap dengan fungsi masing-masing perlengkapan.
Petugas Pemadam Kebakaran Sleman, Sumarjono menjelaskan bahwa tugas pemadam kebakaran tidak hanya memadamkan api.
“Selain kebakaran, kami juga melakukan berbagai tugas penyelamatan, baik manusia, hewan, maupun barang,” ujar Sumarjono di hadapan para peserta.
Ia juga membagikan sejumlah pengalaman unik yang pernah ditangani petugas pemadam kebakaran, sebagaimana sering muncul dalam konten-konten viral di media sosial.
Dalam sesi edukasi, anak-anak dan guru diperkenalkan pada konsep segitiga api, yakni tiga unsur utama penyebab terjadinya kebakaran: bahan bakar (fuel), oksigen (oxygen), dan panas (heat). Ketiga unsur tersebut harus ada secara bersamaan agar api dapat menyala dan bertahan. Jika salah satu unsur dihilangkan, api akan padam.
Kegiatan dilanjutkan dengan praktik sederhana memadamkan api menggunakan handuk basah yang ditujukan bagi guru dan siswa. Selain itu, peserta juga dikenalkan alat pemadam api ringan (APAR) beserta tata cara penggunaannya secara aman dan benar.
Sebagai penutup, anak-anak diajak bermain air dengan semprotan dari mobil pemadam kebakaran. Suasana ceria tampak mewarnai kegiatan tersebut, dengan anak-anak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.
Kepala Seksi Pencegahan Kebakaran Damkar Sleman, Suwandi, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya penanggulangan bahaya kebakaran melalui jalur edukasi sejak dini.
“Edukasi ini kami laksanakan berdasarkan usulan dari lembaga-lembaga pendidikan, agar anak-anak memiliki pemahaman dasar tentang keselamatan kebakaran sejak usia dini,” ujarnya. (Andy Ahmad – KIM DSN NGAGLIK)



