Musrenbang RKPD Usulan 2027 Digelar di Kapanewon Berbah, Fokus Daya Saing Ekonomi dan Transformasi Digital

Sleman — Pemerintah Kapanewon Berbah menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Usulan Tahun 2027 Kabupaten Sleman pada Rabu (4/2/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Kepanjen Kapanewon Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Musrenbang dipandu oleh staf Jawatan Kemakmuran Kapanewon Berbah, Herlinda Sukmaningtyas, dan dihadiri oleh perwakilan Bappeda Kabupaten Sleman, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Panewu dan Panewu Anom Berbah, unsur Forkompim Kapanewon Berbah, lurah dan pamong kalurahan, ketua organisasi kemasyarakatan, serta tamu undangan lainnya.

Panewu Berbah, Djaka Sumarsono dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musrenbang RKPD Usulan Tahun 2027 mengusung tema Peningkatan Daya Saing Ekonomi melalui Transformasi Digital yang Didukung Tata Kelola Pemerintahan yang Berintegritas. Tema tersebut selaras dengan visi Bupati dan Wakil Bupati Sleman periode 2025–2030, yaitu ‘Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Sleman yang Maju, Adil, Makmur, Lestari, dan Berkeadaban’.

Lebih lanjut, Djaka memaparkan kondisi geodemografi Kapanewon Berbah yang memiliki luas wilayah hektare dengan ketinggian antara 50 hingga 500 meter di atas permukaan laut.

“Kapanewon Berbah terdiri dari empat kalurahan dan 58 padukuhan dengan jumlah penduduk mencapai jiwa,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa akibat dampak efisiensi anggaran, pagu Usulan Partisipasi Masyarakat (PUPM) Tahun 2027 untuk Kapanewon Berbah sebesar Rp1,6 miliar. Total usulan PUPM Tahun 2027 sebesar dialokasikan untuk Kapanewon Berbah dan empat kalurahan.

Rinciannya, untuk Kapanewon Berbah sebesar , Kalurahan Sendangtirto , Kalurahan Tegaltirto , Kalurahan Kalitirto , dan Kalurahan Jogotirto sebesar .

Sementara itu, Perencana Ahli Muda Bappeda Kabupaten Sleman, Danyk Kusumaning Budi menyampaikan bahwa arah prioritas pembangunan Kabupaten Sleman periode 2025–2029 dalam RPJMD tetap mengusung visi terwujudnya masyarakat Sleman yang maju, adil, makmur, lestari, dan berkeadaban.

Ia menjelaskan bahwa fokus pembangunan diarahkan pada pemerataan pembangunan, peningkatan layanan dasar, pengurangan angka kemiskinan, penguatan UMKM, pertanian berkelanjutan, serta peningkatan daya saing ekonomi melalui inovasi.

“Namun, terdapat tiga prioritas utama pembangunan Kabupaten Sleman, yakni Sleman Dalan Alus, Sleman Padang, dan Sleman Resik,” tutur Danyk.

Melalui Musrenbang ini, diharapkan usulan pembangunan dari Kapanewon Berbah dapat terintegrasi dengan perencanaan pembangunan Kabupaten Sleman Tahun 2027 serta mampu menjawab kebutuhan dan aspirasi masyarakat secara berkelanjutan. (Kusnadi KIM Berbah)




Paguyuban Karawitan Puspito Laras Resmi Dikukuhkan, Perkuat Pelestarian Budaya Jawa di Turi

Sleman — Paguyuban Seni Karawitan Puspito Laras yang berpusat di Dusun Gatak/Klegung, Kalurahan Donokerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, resmi dikukuhkan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman pada Selasa (3/2/2026). Pengukuhan ini menjadi penanda sah keberadaan paguyuban sekaligus penguatan komitmen dalam melestarikan seni budaya Jawa, khususnya seni karawitan.

Paguyuban Karawitan Puspito Laras selama ini secara rutin menggelar latihan setiap Selasa malam di Aula Kapanewon Turi. Pada awal tahun 2026, paguyuban ini juga telah memperoleh Nomor Induk Kebudayaan (NIK) Daerah dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, sebagaimana tertuang dalam sertifikat resmi bernomor yang ditetapkan pada 15 Januari 2026.

Acara pengukuhan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan tokoh masyarakat, di antaranya Panewu Turi, Joko Susilo, perwakilan Kapanewon Turi, Lanang Tanu Prihantoro, Lurah Donokerto, Waluyo Jati, perwakilan Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Dikhi Nugroho, Kepala Dusun Gatak Klegung, Ari Darmawan, dan penasihat Paguyuban Seni Karawitan tingkat kapanewon, Heru Damarjati.

Dalam sambutannya, Panewu Turi, Joko Susilo menegaskan pentingnya pelestarian kebudayaan Jawa sebagai bagian dari identitas daerah. Ia menyampaikan bahwa seni karawitan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter dan penguatan jati diri generasi muda.

“Kebudayaan karawitan Jawa harus terus dilestarikan dan dikembangkan, terutama di kalangan generasi muda. Melalui seni karawitan, nilai-nilai luhur budaya Jawa dapat diwariskan, sejalan dengan pelestarian seni lain seperti wayang, ketoprak, dan seni tradisi lainnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, pemberian Nomor Induk Kebudayaan merupakan bentuk pengakuan resmi pemerintah terhadap eksistensi komunitas budaya di tingkat masyarakat. Dengan terbitnya NIK tersebut, Paguyuban Karawitan Puspito Laras diharapkan dapat lebih aktif berpartisipasi dalam berbagai program pembinaan, pelatihan, serta pentas budaya yang difasilitasi oleh pemerintah daerah.

Berdasarkan dokumen resmi, Paguyuban Karawitan Puspito Laras berdiri sejak 1 Januari 2023 dengan jumlah anggota sebanyak 25 orang. Paguyuban ini bersifat nirlaba dan bergerak di bidang sosial budaya, dengan kegiatan utama berupa latihan rutin dan pementasan seni karawitan.

Susunan pengurus Paguyuban Karawitan Puspito Laras periode Januari 2026 hingga Desember 2029 telah ditetapkan, dengan Bambang Supriyana sebagai ketua, Maryata sebagai sekretaris, dan Sri Purwani sebagai bendahara. Kepengurusan tersebut didukung oleh sejumlah seksi, meliputi bidang perlengkapan, transportasi, konsumsi, keamanan, dan humas. Hal ini disampaikan oleh Sri Sumiyati Ismono selaku Humas Paguyuban Puspito Laras pada Rabu (4/2/2026).

Dengan pengukuhan serta kepemilikan Nomor Induk Kebudayaan ini, Paguyuban Karawitan Puspito Laras diharapkan mampu menjadi pusat kegiatan seni karawitan yang berkelanjutan di wilayah Kapanewon Turi, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam menjaga dan mengembangkan kelestarian budaya Jawa di Kabupaten Sleman. (Arief Hartanto KIM Kertomandiri Turi)




Panewu Mlati Dorong Pembentukan KIM demi Perkuat Literasi Informasi Warga

Sleman – Pembentukan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) tingkat kapanewon dinilai strategis dalam memperkuat arus informasi publik yang akurat, partisipatif, dan berbasis kebutuhan warga. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan pembentukan KIM Kapanewon Mlati yang difasilitasi Panewu Mlati di Gedung Serbaguna Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Rabu (4/2/2026).

Panewu Mlati, Dyah Purwanti dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan KIM di tingkat kapanewon sangat penting untuk menjawab tantangan derasnya arus informasi, termasuk hoaks dan disinformasi. Menurutnya, KIM berperan strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan kebijakan, program pembangunan, serta potensi wilayah kepada masyarakat secara tepat dan berimbang.

Selain itu, KIM juga diharapkan mampu mengangkat isu-isu lokal dan aspirasi masyarakat agar dapat tersampaikan secara konstruktif kepada pemangku kebijakan.

“Dengan demikian, proses pembangunan dapat berjalan lebih partisipatif dan berbasis kebutuhan riil warga di tingkat bawah,” ujar Dyah Purwanti di hadapan peserta rapat.

Hadir sebagai narasumber, Ketua Forum KIM Sembada Kabupaten Sleman, Adnan Iman Nurtjahjo, menyampaikan bahwa pembentukan KIM tingkat kapanewon merupakan langkah penting dalam membangun ekosistem informasi yang sehat dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa KIM bukan sekadar komunitas penyebar informasi, melainkan ruang belajar bersama bagi masyarakat.

Menurut Adnan, KIM memiliki peran ganda, yakni sebagai produsen informasi lokal sekaligus filter informasi yang beredar di tengah masyarakat.

“Oleh karena itu, pengurus dan anggota KIM perlu dibekali kapasitas jurnalistik dasar, literasi digital, serta pemahaman etika komunikasi publik,” sambungnya.

Ia juga mendorong agar KIM Kapanewon Mlati mampu bersinergi dengan KIM di tingkat kalurahan yang sudah terbentuk sebelumnya di Kalurahan Sinduadi dan Sendangadi, maupun jejaring KIM di tingkat Kabupaten Sleman. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperluas jangkauan informasi sekaligus memperkuat identitas dan potensi lokal Mlati di ruang publik.

Dalam sesi diskusi, peserta rapat menyambut baik pembentukan KIM tingkat kapanewon dan menyampaikan berbagai pandangan terkait peran KIM ke depan. Sejumlah peserta berharap KIM dapat menjadi motor penggerak promosi potensi UMKM, budaya, dan kegiatan sosial masyarakat di wilayah Mlati.

Berdasarkan keaktifan dalam kegiatan kemasyarakatan di wilayah Kapanewon Mlati dan memiliki rekam jejak keterlibatan dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, atau komunitas, maka forum sepakat memilih Edy Setyoharjo sebagai Ketua terpilih KIM Kapanewon Mlati untuk periode 2026 – 2030.

Dengan terbentuknya KIM Kapanewon Mlati, pemerintah setempat berharap tercipta masyarakat yang lebih cakap informasi, kritis, dan berdaya. Keberadaan KIM diharapkan mampu memperkuat komunikasi dua arah antara pemerintah dan warga, sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola informasi publik yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Sleman. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Gandeng LazisMu UMY, SD Muhammadiyah Banyuraden Tingkatkan Literasi Siswa

Sleman – SD Muhammadiyah Banyuraden menyelenggarakan program pengembangan literasi siswa melalui kerja sama dengan layanan perpustakaan keliling Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LazisMu) UMY. Program ini menjadi bagian dari ikhtiar sekolah dalam memperkuat budaya membaca dan pemerataan akses bahan bacaan bagi seluruh peserta didik.

Kepala SD Muhammadiyah Banyuraden, Maria Ulfa, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut telah berlangsung hampir dua tahun dan diikuti oleh seluruh siswa dari kelas I hingga kelas VI.

“Karena jumlah siswa cukup banyak, layanan perpustakaan keliling dijadwalkan dua minggu sekali dengan dua sesi dalam satu hari, yakni sesi pertama pukul – WIB dan sesi kedua pukul – WIB,” jelasnya, Rabu (4/2/2026).

Maria Ulfa menegaskan, kehadiran perpustakaan keliling di lingkungan sekolah diharapkan menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan minat baca sekaligus meningkatkan kualitas literasi siswa.

“Buku-buku yang disediakan menarik dan mudah dipahami, sehingga siswa lebih antusias membaca. Kegiatan ini mendorong perluasan wawasan serta melatih kemampuan berpikir kritis dan kreatif sejak dini,” ujarnya.

Menurutnya, program tersebut juga menjawab tantangan keterbatasan akses bahan bacaan yang masih dialami sebagian siswa. Melalui layanan bergerak yang rutin, pemerataan literasi diharapkan dapat terwujud.

“Membaca yang dikemas secara menyenangkan akan membentuk kebiasaan positif dan menjadi fondasi pembelajaran sepanjang hayat,” sambungnya.

Layanan Perpustakaan Keliling (Pusling) LazisMu UMY hadir dalam bentuk kendaraan serbaguna roda tiga yang dimodifikasi sebagai perpustakaan bergerak. Kehadiran Pusling ini merupakan wujud apresiasi dari Bank Indonesia kepada LazisMu UMY atas capaian juara pertama dalam Festival Ekonomi Syariah se-Jawa Tahun 2023 di Surabaya.

Melalui kolaborasi sekolah dan lembaga filantropi tersebut, SD Muhammadiyah Banyuraden menegaskan komitmennya untuk menghadirkan lingkungan belajar yang literat, inklusif, dan berkelanjutan, sejalan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan dasar. (Athiful/KIM Depok)




UMY Terjunkan 120 Mahasiswa KKN di Kalurahan Wonokerto Turi

Sleman — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat. Pada Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026, UMY menerjunkan lebih dari mahasiswa ke berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan masa pelaksanaan selama satu bulan penuh.

Salah satu lokasi pelaksanaan KKN tersebut berada di Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman. Kegiatan penerjunan mahasiswa KKN UMY di wilayah ini dilaksanakan pada Selasa (3/2/2026).

Dalam acara penerjunan tersebut, Koordinator Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kapanewon Turi, Agus Nugroho Setiawan, mewakili Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bersama Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat, secara resmi menyerahkan 120 mahasiswa kepada Pemerintah Kalurahan Wonokerto.

Sebanyak 120 mahasiswa tersebut terbagi dalam 12 kelompok dan akan menjalankan berbagai program pengabdian masyarakat dengan pendampingan enam dosen pembimbing lapangan. Program KKN ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat sekaligus menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa.

Dalam sambutannya, Agus Nugroho Setiawan menegaskan bahwa KKN memiliki dua dimensi utama, yakni sebagai proses pembelajaran akademik dan implementasi kerja nyata di tengah masyarakat.

“KKN menuntut mahasiswa mampu memotret kondisi sosial masyarakat, menganalisis berbagai permasalahan, serta mengidentifikasi potensi wilayah sebagai dasar penyusunan program kerja,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa program KKN harus benar-benar disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar program titipan dari kampus. Mahasiswa juga diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dalam bentuk kerja nyata yang berdampak positif bagi masyarakat.

“Keberhasilan KKN dapat dilihat dari sejauh mana program yang dijalankan mampu meningkatkan kemandirian dan keberdayaan masyarakat. Karena itu, mahasiswa perlu bekerja secara kolaboratif dengan warga dan pemangku kepentingan di Kalurahan Wonokerto,” tambahnya.

Sementara itu, Lurah Wonokerto, Riyanto Sulistyo B, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN UMY. Ia berharap program yang dilaksanakan dapat berjalan efektif tanpa membebani masyarakat maupun mahasiswa.

“Mahasiswa diharapkan aktif berinteraksi, menjaga adab dan etika, serta menghormati kearifan lokal masyarakat Wonokerto. Kami berharap kegiatan KKN ini memberi manfaat besar bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Lurah Wonokerto juga mengingatkan bahwa sebagian pelaksanaan KKN bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Oleh karena itu, mahasiswa diminta untuk menghargai perbedaan praktik ibadah di masyarakat serta mampu menyesuaikan diri demi menjaga keharmonisan selama kegiatan berlangsung.

Pada kesempatan yang sama, Agus Nugroho Setiawan juga berpesan agar mahasiswa senantiasa menjaga nama baik almamater serta menjunjung tinggi nilai-nilai Muhammadiyah. Mahasiswa diharapkan turut memakmurkan masjid melalui shalat berjamaah, mengikuti kajian keagamaan, serta berperan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Dengan penerjunan mahasiswa KKN ini, diharapkan terjalin sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kehidupan sosial, ekonomi, dan keagamaan di Kalurahan Wonokerto. Program ini sekaligus menjadi wujud komitmen UMY dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. (Arief Hartanto KIM Kertomandiri Turi)