Awali 2026, PMI Kapanewon Berbah Gelar Donor Darah Dukung Program Lada Manis Sleman

Sleman – Mengawali kegiatan pada bulan pertama tahun 2026, Palang Merah Indonesia (PMI) Kapanewon Berbah melaksanakan kegiatan donor darah pada Kamis (29/1/2026). Kegiatan kemanusiaan ini berlangsung di Gedung Serbaguna Kalurahan Kalitirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman.
Ketua PMI Kapanewon Berbah, Dodit menjelaskan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bagian dari upaya mendukung program Pemerintah Kabupaten Sleman, yakni Pelayanan Darah Sleman Gratis (Lada Manis). Pelaksanaan donor darah dilakukan bekerja sama dengan PMI Kabupaten Sleman yang menyediakan peralatan serta tenaga profesional.
“Kegiatan donor darah ini merupakan kegiatan kemanusiaan untuk mendukung program Lada Manis Pemerintah Kabupaten Sleman. PMI Kabupaten Sleman memiliki peralatan dan tenaga profesional sehingga pelayanan donor darah dapat berjalan optimal,” jelas Dodit.
Program Pelayanan Darah Sleman Gratis (Lada Manis) merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten Sleman bersama PMI Sleman yang menyediakan produk darah gratis bagi warga ber-KTP Sleman yang membutuhkan transfusi darah. Program ini menanggung Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD) yang bertujuan meringankan beban pasien, khususnya mereka yang tidak tercover jaminan kesehatan lain, tanpa batasan kuota.
“Biaya pengganti pengolahan darah ditanggung dari APBD Kabupaten Sleman,” tutur Dodit.
Untuk diketahui, biaya pengganti pengolahan darah sebesar per kantong untuk darah biasa, meliputi WB, TRC, TC, dan FFP. Biaya tersebut mencakup proses pengolahan, pemeriksaan penyakit menular, serta penyimpanan guna menjamin keamanan darah.
Tujuan utama Program Lada Manis adalah memberikan layanan transfusi darah gratis bagi pasien warga Sleman yang dibuktikan dengan KTP Sleman dan dirawat di rumah sakit yang bekerja sama dengan PMI Kabupaten Sleman. Program ini resmi diluncurkan pada 1 Januari 2019 dan dilaksanakan berdasarkan Peraturan Bupati Sleman Nomor Tahun 2018, yang kemudian diperbarui dengan Peraturan Bupati Sleman Nomor 7.1 Nomor 71 Tahun 2020.
“Program ini bertujuan memastikan tidak ada pasien warga Sleman yang kesulitan mendapatkan darah karena terkendala biaya,” tandas Dodit.
Peserta donor darah berasal dari berbagai unsur, di antaranya staf Kapanewon Berbah, pamong kalurahan, anggota TNI dan Polri, tenaga kesehatan, KUA, Linmas, dan masyarakat umum yang peduli terhadap sesama. Dari kegiatan tersebut, PMI Kapanewon Berbah berhasil mengumpulkan 63 kantong darah.
“Kegiatan donor darah kali ini berhasil mengumpulkan 63 kantong darah,” pungkas Dodit.
Kegiatan donor darah juga mendapat dukungan dari Tim Kesehatan SMP Muhammadiyah 1 Berbah, melalui kelompok Student Medical and Rescue Team (SMART). SMART merupakan kelompok ekstrakurikuler siswa kelas 7 dan 8. Sementara siswa kelas 9 tidak mengikuti kegiatan karena fokus menghadapi ujian kelulusan. Kelompok ini diasuh oleh salah satu staf Tata Usaha SMP Muhammadiyah 1 Berbah, Nita.
“SMART kerap dilibatkan dalam kegiatan PMI Kapanewon Berbah, serta berbagai event lain yang membutuhkan dukungan tim kesehatan,” ujar Aufar Dewary Prakoso, siswa kelas 8 sekaligus anggota SMART yang berdomisili di Jomblangan, Banguntapan, Bantul. (Kusnadi KIM Berbah)



