Condongcatur Kawal Gizi 40 Ibu Hamil dan Balita Lewat DASHAT

Sleman — Pemerintah Kalurahan Condongcatur kembali menyalurkan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) periode September 2026 kepada 40 penerima manfaat di Ruang Wacana Loka, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Jumat (11/09/2026). Penyaluran yang dikelola melalui Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) Condongcatur ini bersumber dari anggaran Dana Desa untuk mendampingi 30 balita terindikasi stunted dan 10 ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK).
Program penyaluran bantuan pangan rutin bulanan ini tidak hanya bertujuan memenuhi nutrisi harian, tetapi juga dirancang sebagai ajang edukasi pengasuhan, pemantauan tumbuh kembang anak, serta pendampingan kesehatan reproduksi melalui integrasi layanan Keluarga Berencana (KB). Pendekatan holistik tersebut sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Ketua DASHAT Condongcatur, Tatik Sukarsih, mengimbau para orang tua agar lebih kreatif dalam mengolah bahan pangan stimulan tersebut menjadi ragam menu yang menarik tanpa mengurangi kualitas gizi harian anak.
“Bahan bantuan ini bisa diolah menjadi berbagai macam menu, tidak harus dimasak dengan cara yang sama terus-menerus. Variasikan pengolahannya supaya anak tidak bosan dan mau makan. Sekarang pengetahuan dan inspirasi cara mengolah makanan juga mudah diperoleh, termasuk melalui media sosial,” ujar Tatik Sukarsih di sela-sela penyerahan paket bantuan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pokja IV TP PKK Kalurahan Condongcatur, Tintrim Tri Pamungkas, menegaskan pentingnya komitmen orang tua untuk memastikan seluruh bantuan pangan dikonsumsi sesuai peruntukannya demi kesehatan ibu dan balita.
“Bantuan ini agar digunakan sebagaimana mestinya dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Semoga memberikan manfaat serta ibu dan anak-anak senantiasa diberikan kesehatan,” kata Tintrim Tri Pamungkas.
Melalui kolaborasi berkelanjutan antara Pemerintah Kalurahan Condongcatur, Tim DASHAT, TP PKK, penyuluh KB, serta para kader kesehatan, intervensi pemenuhan gizi berbasis keluarga ini diharapkan mampu menekan angka stunting secara signifikan sekaligus mencetak generasi muda Sleman yang sehat dan tumbuh optimal. (Wasana/KIM Depok)



