Pemda DIY Gelar Apel Bersama dan Potensi Kalurahan di Tebing Breksi

Sleman – Pemda DIY memperingati Hari Desa Nasional tahun 2026 dengan menggelar Apel Bersama Kalurahan dan Gelar Potensi Kalurahan pada Kamis (15/1/2026). Acara yang dipimpin Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X ini berlangsung di kawasan wisata Tebing Breksi, Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman.

Kegiatan yang bertajuk Jogja Harmoni “Kalurahan Melayani, Mukti Membumi”, diisi dengan dua rangkaian kegiatan inti, yaitu Apel Bersama Kalurahan dan Gelar Potensi Kalurahan yang menghadirkan 40 booth UMKM perewakilan dari berbagai kalurahan di Kabupaten Sleman, Gunungkidul, Bantul dan Gunungkidul.

Sementara, Apel Bersama Kalurahan diikuti tidak kurang dari peserta, yang terdiri atas lurah, pamong kalurahan, Badan Musyawarah Kalurahan (BPKal), serta perwakilan Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK) se-DIY.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji turut menghadiri acara tersebut bersama Jagabaya, Kaur Tata Laksana, Kaur Pangripta perwakilan BPKal dan LPMKal Condongcatur. Ia merasa bangga dapat mengikuti kegiatan ini bersama kalurahan lainya se-DIY.

“Kami merasa bangga bisa ikut menjadi bagian dari peringatan ini. Momentum ini sebagai refleksi dan evaluasi, serta meningkatkan semangat berkontribusi untuk kemajuan kalurahan. Nilai-nilai budaya dan tradisi juga harus terus dijaga agar generasi penerus bisa ikut melestarikan dan mengembangkan potensi kalurahan. Semoga semangat gotong-royong dan kebersamaan ini bisa terus terjaga, dan Kalurahan semakin maju dengan identitas budaya yang kuat,” ungkapnya.

Sementara itu, Sri Sultan Hamengku Buwono X yang juga merupakan Gubernur DIY dalam amanatnya menyampaikan bahwa Hari Desa Nasional menjadi momentum refleksi untuk menegaskan posisi kalurahan sebagai fondasi utama kehidupan bernegara. Kalurahan tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga memelihara nilai budaya, etika sosial, dan integritas yang diwariskan lintas generasi.

Sri Sultan menekankan bahwa kewenangan yang dimiliki kalurahan merupakan amanah yang harus dijalankan secara bertanggung jawab, dengan menghadirkan pelayanan publik yang adil dan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“Setiap kewenangan yang dimiliki kalurahan merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kalurahan wajib menghadirkan pelayanan publik yang nyata, adil, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Sri Sultan HB X.

Sri Sultan HB X juga menyoroti pentingnya integritas aparatur kalurahan dalam menjaga keberlanjutan tata kelola pemerintahan desa. Ia menyampaikan bahwa tanpa integritas, kewenangan justru berpotensi menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat. Sehingga perlu kepemimpinan yang berlandaskan kerendahan hati, konsistensi pelayanan, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel.

“Kerendahan hati dalam kepemimpinan, serta konsistensi dalam pelayanan publik harus dikedepankan,” tandasnya.

Apel Bersama Kalurahan di Tebing Breksi menjadi bagian dari agenda nasional sekaligus penegasan komitmen pamong kalurahan di DIY untuk terus menjaga kepercayaan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan desa, serta mengembangkan pelayanan yang berpihak pada masyarakat. (Wasana / KIM Depok)




Sendang Keramat Bagusan, Jejak Spiritual Kyai Raden Bagus Khasantuko di Senuko Godean

Sleman — Sendang Keramat Bagusan yang berada di Dusun Senuko, Kalurahan Sidoagung, Kapanewon Godean, Sleman, hingga kini masih menjadi tujuan ziarah spiritual masyarakat dari berbagai daerah. Sendang ini merupakan petilasan yang diyakini sebagai tempat bersuci Kyai Raden Bagus Khasantuko, seorang aulia besar penyebar agama Islam sekaligus cikal bakal berdirinya Dusun Senuko.

Menurut kepercayaan yang hidup di tengah masyarakat, berendam di Sendang Bagusan dipercaya dapat menjadi wasilah terkabulnya hajat. Meski demikian, masyarakat setempat memaknai ritual tersebut sebagai bentuk ikhtiar. Sementara hasil akhirnya tetap diserahkan sepenuhnya kepada kehendak Tuhan Yang Maha Esa.

Setiap harinya, Sendang Bagusan ramai dikunjungi peziarah, baik dari wilayah Godean maupun luar daerah. Tak sedikit peziarah yang datang dari Gunungkidul, Magelang, Semarang, bahkan dari Jawa Timur dan daerah lainnya.

Anggapan mengenai kekeramatan Sendang Bagusan tidak dapat dilepaskan dari sosok Kyai Raden Bagus Khasantuko, yang makamnya berada tepat di sebelah utara sendang, pada lokasi yang lebih tinggi. Sosoknya dikenal luas sebagai aulia yang berperan penting dalam penyebaran agama Islam di wilayah tersebut.

“Kyai Khasantuko merupakan salah satu putra Sunan Amangkurat III, Raja Mataram Islam yang berkedudukan di Surakarta Hadiningrat,” jelas Supardiana Saputra, yang akrab disapa Mbah Bhe, juru kunci sekaligus Ketua Paguyuban Pengelola Makam Kyai Raden Bagus Khasantuko dan Sendang Bagusan, Rabu (14/1/2026).

Mbah Bhe menuturkan, Kyai Raden Bagus Khasantuko pada masa mudanya bernama Raden Bagus Kemuning. Namun akibat konflik internal kerajaan, Raden Bagus Kemuning meninggalkan kehidupan istana dan memilih mengembara, hidup membaur bersama masyarakat kecil.

Dalam pengembaraannya, Raden Bagus Kemuning berguru kepada para ulama dan kyai di berbagai daerah untuk memperdalam ilmu agama Islam, sekaligus berdakwah menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat.

Ia juga menyampaikan bahwa Raden Bagus Kemuning memiliki garis keturunan ulama besar di Jawa Tengah. Salah satu putranya, KH Abdurrauf, merupakan pendiri Pondok Pesantren Darussalam Watucongol, Gunung Pring, Magelang, yang kemudian diteruskan oleh putranya KH Abdurrahman dan melahirkan aulia besar Kyai Dalhar Kedungpring Magelang.

“Jika dirunut, Kyai Raden Bagus Khasantuko atau Raden Bagus Kemuning merupakan eyang buyut Kyai Dalhar Watucongol Gunung Pring Magelang,” tutur Mbah Bhe, yang juga merupakan warga asli Dusun Senuko.

Keberadaan makam Kyai Raden Bagus Khasantuko dan Sendang Bagusan memberikan manfaat nyata bagi warga sekitar. Banyaknya peziarah yang datang turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat Dusun Senuko. Aktivitas ziarah berlangsung hampir setiap hari, dengan jumlah peziarah meningkat pada malam Selasa Kliwon, malam Jumat, dan akhir pekan.

“Peziarah datang terutama untuk berziarah dan mendoakan Kyai Raden Bagus Khasantuko. Pada bulan Rajab dan Ruwah menjelang Ramadan, jumlah peziarah meningkat drastis. Setiap hari bisa datang puluhan bus dari berbagai daerah,” ungkap Mbah Bhe menutup penjelasannya.

Sendang Keramat Bagusan tidak hanya menjadi ruang spiritual dan ziarah. Tetapi juga menjadi bagian penting dari sejarah, budaya, serta kehidupan sosial masyarakat Senuko yang terus lestari hingga kini. (Kusnadi KIM Berbah)




Peringati Hari Desa Nasional, Pemkal Sumbersari Gelar Jalan Sehat dan Kerja Bakti

Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Desa Nasional, Pemerintah Kalurahan Sumbersari menggelar jalan sehat dan kerja bakti, pada Kamis (15/1/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Pamong Kalurahan Sumbersari dan Babinkamtibmas Sumbersari, Aiptu Endri Destana. Dengan rintikan gerimis peserta antusias berjalan mengelilingi sebagian wilayah Sumbersari. Usai jalan sehat, acara dilanjutkan dengan kerja bakti membersihkan lingkungan kantor kalurahan.

Lurah Sumbersari, Sukadi dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Hari Desa Nasional merupakan peringatan peran penting desa dalam pembangunan nasional.

“Untuk itu kita sebagai pelayan masyarakat harus bisa mampu meningkatkan kapasitas sebagai Pamong. Mari kita buktikan dan tunjukkan peran kita dalam pembangunan, dengan budaya kerja yang baik,” tutur Sukadi.

Ia juga mengungkapkan bahwa peringatan HDN tahun ini mengambil tema “Bangun Desa, Bangun Indonesia, Desa Terdepan untuk Indonesia”. 

“Tema tersebut merupakan cambuk bagi kita, bahwa desa merupakan garda terdepan keberhasilan pembangunan nasional. Adapun tagline HDN adalah Bangun Desa untuk Indonesia Emas 2045,” tandasnya.

Sukadi menjelaskan yang menjadi tujuan HDN adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan kontribusi desa dalam pembangunan ekonomi, sosial dan budaya.

“Hal tersebut diperlukan kerja keras dan kolaborasi dari pemkal, lembaga, dan seluruh warga,” tandasnya.

“Marilah HDN ini kita jadikan momentum untuk memperbaiki komitmen pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan desa yang mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

(Giek / KIM Moyudan)




MBG Buka Peluang Kerja dan Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Sleman – Pemerintah Kapanewon Moyudan menggelar rapat koordinasi Makan Bergizi Gratis (MBG), di Ruang Rapat Abhinaya Kapanewon Moyudan, pada Rabu (14/1/2026).

Rakor di pimpin oleh Panewu Anom Moyudan, Mahmudah Arfiyati dan dihadiri Forum Pimpinan Kapanewon (Polsek, Danramil) Moyudan. Hadir pula perwakilan Puskesmas Moyudan, Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Moyudan, koordinator UMKM, KWT, BUMKal dari empat kalurahan di Moyudan, dan mitra SPPG.

Panewu Anom Moyudan, Mahmudah Arfiyati, dalam arahannya menyampaikan bahwa MBG merupakan program pemerintah sebagai upaya pemenuhan gizi keluarga. Program ini merupakan langkah prefentif dalam penanggulangan stunting, dengan sasaran utamanya ialah ibu hamil, ibu menyusui, anak sekolah dan balita.

Selanjutnya Mahmudah mengajak kepada seluruh pihak terkait untuk bersinergi dan berkolaborasi untuk mendukung program tersebut.

“Bentuk sinergi dan kolaborasi yang dapat kita bangun adalah pemerintah dan unsur terkait mengawasi dan memberikan perlindungan hukum,” ungkapnya.

“Sinergitas yang lain SPPG sebagai penyedia makan Puskesmas dan PLKB mendata bumil, busui, dan balita sebagai pemerlu MBG. Selain itu kami harap KWT dan BUMKal bisa menjadi penyedia bahan mskanan,” sambung Mahmudah.

Ia pun berharap dengan adanya MBG, masyarakat Moyudan dapat menikmati berbagai dampak positif, seperti terserapnya tenaga kerja lokal, mendukung perceptan ekonomi, dan pemanfaatan lahan lokal.

“Untuk itu marilah kita dukung bersama, semoga tujuan mulia yakni terwujudnya generasi emas 2045 bisa terwujud,” pungkasnya.

(Giek/KIM Moyudan)




Polresta Sleman Perkuat Persatuan Pemuda Lintas Iman di Ngaglik

Sleman – Dalam menjaga persatuan dan memperkokoh nilai-nilai kebangsaan, Polresta Sleman melalui Kapolsek Ngaglik menginisiasi rapat koordinasi lintas elemen kepemudaan dan tokoh masyarakat di wilayah Kapanewon Ngaglik. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (14/1/2026) di Rumah Makan Kopi Gajah, Sinduharjo, Ngaglik.

Kapolsek Ngaglik, AKP Yuliyanto menegaskan bahwa peran pemuda sangat strategis dalam menjaga keutuhan bangsa, terutama di tengah keberagaman agama, budaya, dan latar belakang sosial. Melalui pertemuan ini, Polsek Ngaglik mendorong terbentuknya wadah kepemudaan lintas agama yang inklusif, solid, dan berlandaskan semangat kebersamaan demi Indonesia yang rukun dan berdaulat.

“Kami mendorong terbentuknya wadah kepemudaan lintas agama yang inklusif, solid, dan berlandaskan semangat kebersamaan demi Indonesia yang rukun dan berdaulat,” ujarnya.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan remaja Gereja Katolik, remaja Gereja Kristen, Pemuda Ansor, Dukuh Minomartani, tokoh masyarakat, serta unsur Polsek Ngaglik. Seluruh peserta sepakat bahwa keberagaman bukanlah perbedaan yang memecah belah, melainkan kekuatan besar bangsa yang harus dirawat dengan toleransi, dialog, dan gotong royong.

Dalam arahannya, AKP Yuliyanto menyampaikan bahwa organisasi kepemudaan lintas iman diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi positif bagi generasi muda untuk terlibat aktif dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, dan kebangsaan.

“Pemuda kami diharapkan menjadi agen perdamaian, penjaga kondusivitas wilayah, serta perekat persatuan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi dan dialog terbuka antar pemuda lintas iman guna membangun saling pengertian, rasa saling menghormati, serta komitmen bersama dalam menjaga kerukunan dan stabilitas keamanan wilayah.

AKP Yuliyanto pun menyatakan kesiapannya untuk mendukung dan memfasilitasi setiap kegiatan kepemudaan yang positif, produktif, dan berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara.

Melalui kegiatan ini, Polresta Sleman menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai pengayom, pelindung, dan perekat persatuan, demi terwujudnya Kapanewon Ngaglik yang aman, rukun, harmonis, serta berkontribusi nyata bagi Indonesia yang kuat dan bermartabat. (ESK – KIM DSN)