FORKAP Ngaglik dan AHS Gelar Pelatihan Marinasi, Dorong Kemandirian Ekonomi Warga

Sleman — Upaya meningkatkan perekonomian warga miskin terus digencarkan di wilayah Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah melalui penguatan keterampilan praktis yang memiliki nilai jual tinggi namun mudah diterapkan oleh masyarakat. Forum Komunikasi UMKM Kapanewon (FORKAP) Ngaglik bekerja sama dengan Adam Hawa Sejahtera (AHS) menyelenggarakan pelatihan marinasi berbagai jenis ikan yang ditujukan khusus bagi warga kategori miskin dan rentan miskin. Kegiatan ini dipusatkan di Griya UMKM Forkap Ngaglik, Plosokuning, Minomartani, pada Senin (12/1/2026).
Pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk memberikan keterampilan teknis mengolah makanan, tetapi juga untuk membangkitkan rasa percaya diri para peserta. Melalui pembinaan yang terarah, warga didorong agar berani memulai usaha kecil berbasis kuliner yang memiliki peluang pasar sangat luas. Program ini menjadi jembatan bagi masyarakat untuk memahami bahwa potensi ekonomi keluarga dapat digali melalui kreativitas pengolahan bahan pangan sederhana.
Ketua Forkap Ngaglik, Anifah Mei Khati, yang juga bertindak sebagai koordinator kegiatan menjelaskan bahwa sasaran utama pelatihan ini adalah kepala keluarga yang masuk dalam basis data warga miskin. Ia ingin memberikan kesempatan yang sama bagi setiap warga untuk berkembang dan mandiri secara ekonomi agar bisa lepas dari jerat kemiskinan secara bertahap.
“Pembinaan ini kami arahkan secara khusus kepada kepala keluarga miskin dan rentan miskin agar mereka memiliki keterampilan praktis yang bisa langsung diterapkan di rumah. Harapan kami, melalui penguasaan teknik marinasi ini, mereka bisa naik kelas secara bertahap, dari kategori miskin menjadi rentan miskin, hingga akhirnya benar-benar mandiri dan lepas dari daftar tersebut,” ujar Anifah Mei Khati di sela-sela memantau praktik peserta.
Dalam sesi praktik yang interaktif, para peserta dikenalkan pada berbagai teknik dan varian rasa marinasi yang saat ini tengah diminati konsumen. Beberapa materi yang diajarkan meliputi teknik marinasi ikan rasa BBQ, lemon herba, kuning rempah, kecap pedas manis, hingga varian teriyaki bawang putih mentega. Seluruh materi disampaikan dengan menekankan standar rasa yang konsisten, kebersihan proses produksi, serta penghitungan biaya yang efisien agar harga jual nantinya tetap kompetitif.
Anifah menambahkan bahwa pemilihan materi marinasi didasarkan pada pertimbangan kemudahan bahan baku dan potensi pasar yang meningkat tajam menjelang momen tertentu seperti bulan suci Ramadhan. Ia yakin bahwa produk olahan ikan yang sudah berbumbu akan memudahkan konsumen yang sibuk, sehingga menjadi peluang emas bagi warga untuk membuka usaha rumahan atau menerima pesanan khusus di lingkungan tempat tinggal mereka.
“Respon peserta sangat luar biasa dan mereka tampak antusias karena materi ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Menjelang bulan puasa nanti, kebutuhan akan makanan olahan praktis biasanya melonjak tinggi. Kami ingin memastikan warga kami sudah siap menangkap peluang tersebut dengan produk yang berkualitas dan rasa yang enak,” tambah Anifah dengan optimis.
Program pemberdayaan ini dipastikan tidak akan berhenti pada tahap pelatihan saja. Forkap Ngaglik berkomitmen memberikan pendampingan lanjutan mulai dari bidang pengembangan produksi, inovasi usaha, akses pembiayaan, hingga strategi pemasaran. Sinergi ini diharapkan mampu mencetak pelaku usaha baru yang mumpuni dari kalangan warga miskin sehingga tingkat kesejahteraan keluarga di wilayah Ngaglik dapat meningkat secara berkelanjutan. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)



