Forum Komunikasi Relawan Driver Ambulans se-Kapanewon Turi Resmi Dikukuhkan

Sleman – Pemerintah Kapanewon Turi resmi mengukuhkan Forum Komunikasi Relawan Driver Ambulans se-Kapanewon Turi, pada Rabu (31/12/2025), dalam rangkaian acara Hari Ulang Tahun ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kapanewon Turi ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto, para relawan ambulans lintas lembaga, unsur Forkopimkap, dan perwakilan instansi kesehatan.

Agenda utama acara ini adalah pengukuhan forum sekaligus pembacaan Surat Keputusan Panewu Turi Nomor 16/KPTS/2025 tentang Pembentukan Forum Komunikasi Relawan Driver Ambulans se-Kapanewon Turi Tahun 2025. SK tersebut dibacakan oleh Panewu Anom Turi, Yunan S, sebagai dasar hukum pembentukan forum yang diharapkan mampu memperkuat koordinasi layanan kedaruratan di wilayah Turi.

Forum ini dibentuk sebagai wadah koordinasi, komunikasi, dan penguatan peran relawan driver ambulans yang selama ini aktif memberikan pelayanan sosial dan kemanusiaan kepada masyarakat. Dengan adanya forum, para relawan diharapkan dapat bekerja lebih terstruktur, responsif, dan saling terhubung dalam menangani berbagai kondisi kegawatdaruratan, khususnya kecelakaan lalu lintas dan layanan rujukan medis darurat.

Ketua Forum Komunikasi Relawan Driver Ambulans se-Kapanewon Turi, Sigit Yuliatmoko menjelaskan bahwa pembentukan forum berangkat dari kepedulian para relawan terhadap kebutuhan masyarakat akan pelayanan ambulans yang cepat dan berkualitas.

“Forum ini bermula dari perhatian kami yang tergabung dalam grup ambulans. Kami ingin menghadirkan pelayanan tercepat, terbaik, dan berkualitas bagi masyarakat Turi,” ujar Sigit, yang juga merupakan relawan Ambulans Lazismu.

Ia menambahkan, keberadaan forum ini diharapkan mampu mempercepat respons dalam situasi darurat.

“Kami berkomitmen memberikan reaksi tercepat untuk kasus kecelakaan lalu lintas dan kedaruratan medis di rumah. Saat ini sudah terdaftar 11 unit ambulans dari berbagai unsur yang siap bersinergi,” jelasnya.

Dalam SK Panewu Turi ditegaskan bahwa forum ini dibentuk untuk meningkatkan sinergi antarrelawan driver ambulans di wilayah Kapanewon Turi. Periode kepengurusan ditetapkan selama dua tahun, dan dapat diangkat kembali pada periode berikutnya. Struktur kepengurusan melibatkan berbagai elemen, mulai dari ambulans milik organisasi keagamaan, kalurahan, hingga lembaga sosial dan kemanusiaan.

Dengan susunan Ketua Sigit Yuliatmoko (Ambulance Lazismu), Sekretaris, Kusmardana (Ambulance MTA), Purnomo (Ambulance Kalurahan Girikerto), Bendahara, Sugiyanto (Ambulance Gerindra) dan anggota Yanu Waskito (Ambulance Gereja St Yohanes Rosul Somohitan), Dwi Rohmat (Ambulance SAR Wonokerto), Hamdan Matori (Ambulance MWCNU) , Harmadi (Ambulance Indra Bangsawan, Reza Nursahid (Ambulance Kalurahan Girikerto dan Tarminanto (Ambulance PMI)

Panewu Turi, Joko Susilo dalam penetapannya menyampaikan harapan agar forum ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam pelayanan kemanusiaan. Keberadaan relawan ambulans dinilai sangat vital, terutama dalam kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi.

Dengan dikukuhkannya Forum Komunikasi Relawan Driver Ambulans se-Kapanewon Turi, diharapkan pelayanan kesehatan darurat di wilayah Turi semakin optimal, terintegrasi, dan mampu menjangkau masyarakat secara cepat dan tepat. (Arief Hartanto KIM Kertomandiri Turi)




Tradisi Awal Tahun Warga Cepit Soropadan Condongcatur Berbagi Paket Sembako dan Ratusan Mangkuk Gulai Ayam

Sleman – Warga RT 11 RW 38 Cepit, Padukuhan Soropadan, Condongcatur untuk kali kedua menggelar kegiatan bakti sosial bertajuk ‘RT 11 RW 38 Berbagi #2’. Kegiatan tersebut berlangsung di sepanjang Jalan Cepit RT 11, pada Kamis (1/12/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Lurah Condongcatur, Dukuh Soropadan, Ketua RW 37, para Ketua Ketua RT, Ketua Kampung Cepit, donatur dan 300 warga penerima manfaat

Ketua Panitia, Totok Nugroho menyampaikan kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kepedulian sosial, memperkuat kebersamaan warga, serta membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Panitia menyalurkan 200 paket sembako gratis (minyak, gula pasir, mie instan, tepung terigu), potong pakaian layak pakai, perlengkapan lainya (tas, barang pecah belah, tumbler) serta menyediakan 400 mangkuk gulai ayam dan 100 es krim untuk anak-anak. Selain itu, warga juga dapat memanfaatkan posko kesehatan gratis yang disediakan di lokasi kegiatan,” jelasnya.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji menyambut baik dan memberikan apresiasi atas kreatifitas dan kepedulian warga RT 11 RW 38 Cepit Soropadan ini.

“Melalui kegiatan ini semoga semangat berbagi dan gotong-royong dapat terus terjaga, serta kegiatan sosial ini dapat menjadi inspirasi bagi tempat lainya di wilayah Condongcatur di masa mendatang. Karena kegiatan bakti sosial seperti ini dapat meningkatkan kepedulian sosial, dan mempererat hubungan antar warga. Ini bukan cuma tentang memberi, tapi juga tentang berbagi kebahagiaan, kasih sayang dan rasa kepedulian,” ungkapnya.

Sementara itu Siti Azizah selaku seksi acara mewakili panitia mengucapkan terima kasih kepada para donatur sponsorhip kegiatan bakti sosial ini.

“Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada GKI Gejayan, Gejayan Inova, Alfin audio, Griya Meterial, Kolong, Majik, STRJL industri, CBRNS costum Jersey dan warga RT 11 dan para donatur spinshorship lainya yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang telah mendukung dan mensupport kegiatan ini,” ucapnya. (Wasana / KIM Depok)




Cipta Kondisi Aman dan Nyaman, Kapanewon Depok dan Pemkal Condongcatur Lakukan Patroli Kamtibmas Bersama Pada Malam Pergantian Tahun Baru 2026

Sleman – Kapanewon Depok bersama Pemkal Condongcatur melaksanakan patroli memantau situasi kamtibmas pada malam pergantian tahun baru 2026 di wilayah Condongcatur dan Kapanewon Depok, pada Rabu (31/12/2025).

Tim Patroli dari Kapanewon Depok dipimpin langsung oleh Panewu Depok bersama Panewu Anom, Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Depok dan jajarannya sementara dari Pemkal Condongcatur diikuti Satlinmas, Destana – KSB, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Condongcatur

Panewu Depok, Djoko Muljanto dalam arahanya saat apel koordinasi menyampaikan patroli ini difokuskan pada titik-titik rawan kerumunan dan ruang publik di wilayah Kapanewon Depok. Petugas juga diharapkan memberikan imbauan kepada masyarakat agar merayakan malam tahun baru secara sederhana dan tidak berlebihan

“Tahun baru 2026, semoga membawa semangat baru untuk cipta kondisi Depok Raya makin aman, nyaman terkendali, aman, nyaman gampang golek pangan,” ucapnya.

Sementara itu Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji menyampaikan bahwa patroli ini bertujuan mencegah gangguan kamtibmas serta memastikan kenyamanan warga, sehingga tidak ada gangguan keamanan dan masyarakat bisa merayakan malam pergantian tahun baru 2026 dengan gembira.

“Kami mengajak masyarakat menyambut tahun baru dengan tertib dan tetap menjaga suasana kondusif, melalui sinergi tiga pilar diharapkan wilayah Condongcatur tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

“Seperti kita ketahui Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah melarang pesta kembang api pada malam pergantian tahun dengan tidak mengeluarkan izin pesta kembang api di hotel maupun tempat keramaian lainya. Larangan ini merupakan bentuk empati bagi masyarakat yang terdampak banjir di Sumatera,” tandas Reno. (Wasana / KIM Depok)




Sambang Pantau Keamanan Malam Tahun Baru, Forkopimkap Tempel Perkuat Sinergi di Margorejo

Sleman — Forum Koordinasi Pimpinan Kapanewon (Forkopimkap) Tempel menggelar kegiatan sambang dan pemantauan keamanan pada malam pergantian tahun baru 2025 yang dipusatkan di Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, Rabu (31/12/2025). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif selama perayaan malam tahun baru.

Sambang pantau dipimpin langsung oleh Panewu Tempel, Dakiri didampingi Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Tempel, Heni Ristiawan bersama Kapolsek Tempel, Gunawan Setyabudi, dan Danramil Tempel, Kapten Edi Widodo. Turut mendampingi Lurah Margorejo, Abdul Azis Muh. Ridwan, Carik Margorejo, Jogoboyo, Kaltana, serta jajaran Satlinmas Kalurahan Margorejo.

Dari posko utama di Kantor Kalurahan Margorejo, tim Forkopimkap dan Satlinmas kemudian melakukan patroli ke sejumlah wilayah di Kapanewon Tempel yang terpantau terdapat aktivitas masyarakat. Sementara itu, tim Kaltana (Kalurahan Tanggap Bencana) tetap bersiaga di posko kalurahan sebagai pusat pemantauan dan koordinasi.

Panewu Tempel, Dakiri menyampaikan bahwa kegiatan sambang pantau ini merupakan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat, sekaligus upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga keamanan wilayah.

“Malam pergantian tahun memiliki potensi kerawanan tersendiri. Karena itu, kami memastikan seluruh unsur hadir dan bersinergi untuk menjaga situasi tetap aman, tertib, dan terkendali,” ujar Dakiri.

Ia menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan bersifat preventif dan humanis, dengan mengedepankan imbauan kepada masyarakat agar merayakan malam tahun baru secara sederhana.

Kapolsek Tempel, Gunawan Setyabudi mengatakan patroli difokuskan pada pencegahan gangguan kamtibmas, termasuk penggunaan petasan, konvoi kendaraan, serta potensi gangguan keamanan lainnya.

“Kami mengedepankan langkah persuasif. Petugas memberikan imbauan langsung kepada warga agar tidak menyalakan petasan atau melakukan aktivitas yang dapat membahayakan keselamatan,” jelasnya.

Sementara itu, Danramil Tempel, Kapten Edi Widodo menekankan pentingnya kebersamaan seluruh elemen dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

“Keamanan wilayah bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama. Dengan sinergi seperti ini, stabilitas keamanan dapat terjaga dengan baik,” ungkapnya.

Lurah Margorejo, Abdul Azis Muh. Ridwan mengapresiasi keterlibatan Forkopimkap dan seluruh unsur pengamanan yang turun langsung ke lapangan.

“Kami merasa terbantu dengan adanya sambang pantau ini. Kehadiran pimpinan wilayah memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada masyarakat,” katanya.

Hingga pergantian tahun, situasi di wilayah Kapanewon Tempel dilaporkan aman dan kondusif, tanpa adanya kejadian menonjol. Forkopimkap Tempel berharap sinergi lintas sektor ini dapat terus terjaga sebagai bagian dari komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis bagi masyarakat. (SBD KIM SENYUM TEMPEL)




Pemantauan Keamanan Malam Tahun Baru, Kalurahan Lumbungrejo Perkuat Patroli Wilayah dan Imbauan Kamtibmas

Sleman — Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel mengintensifkan pemantauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pada malam pergantian tahun baru 2025, Rabu (31/12/2025). Langkah ini dilakukan untuk memastikan perayaan malam tahun baru berlangsung aman, tertib, dan kondusif di seluruh wilayah kalurahan.

Patroli gabungan dimulai dari Posko NATARU yang berlokasi di Kantor Kalurahan Lumbungrejo, kemudian berkeliling ke sejumlah wilayah padukuhan. Tim menyasar titik-titik yang terpantau terdapat aktivitas warga, salah satunya Padukuhan Krasakan dan Wonokerso yang menjadi fokus pemantauan karena adanya kegiatan perayaan masyarakat.

Tim patroli terdiri dari unsur Satlinmas Kalurahan Lumbungrejo, Omah Jaga warga Lumbungrejo, perwakilan relawan kemasyarakatan, serta pamong kalurahan yang dipimpin langsung oleh Carik Lumbungrejo, Herman Subagya mewakili Lurah Lumbungrejo. Selama patroli, petugas tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga menyampaikan imbauan secara persuasif kepada warga.

Carik Lumbungrejo, Herman Subagya menjelaskan bahwa patroli malam tahun baru difokuskan pada pendekatan humanis dan pencegahan potensi gangguan kamtibmas sejak dini.

“Patroli kami mulai dari Posko NATARU Kantor Kalurahan, kemudian menyusuri wilayah-wilayah yang terdapat kegiatan warga. Kami mengedepankan imbauan agar masyarakat merayakan malam tahun baru dengan tertib dan tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” ujar Herman.

Ia secara khusus menekankan larangan menyalakan petasan maupun kembang api, mengingat potensi risiko kebakaran dan gangguan ketertiban lingkungan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyalakan petasan atau kembang api. Selain berisiko terhadap keselamatan, suara ledakan juga dapat mengganggu ketenangan warga lainnya,” tambahnya.

Jogoboyo Lumbungrejo, Nugroho Subagyo menyampaikan bahwa pendekatan dialogis dipilih agar pesan kamtibmas dapat diterima dengan baik oleh masyarakat tanpa menimbulkan gesekan.

“Kami lebih mengutamakan langkah preventif. Alhamdulillah, warga merespons positif dan memahami imbauan yang kami sampaikan,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan Omah Jaga Warga Lumbungrejo, Rahmat Jatmiko menilai patroli gabungan ini tidak hanya berdampak pada keamanan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan antara aparatur dan masyarakat.

“Dengan kehadiran bersama di lapangan, warga merasa diperhatikan dan ikut bertanggung jawab menjaga lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Hingga memasuki pergantian tahun, situasi keamanan di Kalurahan Lumbungrejo dilaporkan aman dan kondusif, tanpa kejadian menonjol. Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo berharap sinergi antara pamong, relawan, dan masyarakat ini dapat terus terjaga sebagai fondasi utama keamanan lingkungan, tidak hanya pada momentum malam tahun baru, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. (SBD KIM SENYUM TEMPEL)