Pemerintah Kapanewon Moyudan Berikan Dukungan Moral Bagi Pemuda Pelopor Usaha Pakan Ternak

Sleman – Mengawali tahun 2026, Pemerintah Kapanewon Moyudan melakukan kunjungan khusus sebagai bentuk apresiasi terhadap kemandirian pemuda di wilayahnya. Kunjungan ini ditujukan kepada Riyang Gati, pemuda berusia 26 tahun asal Pendulan, Sumberagung, Moyudan, Sleman, yang sukses merintis usaha penjualan rumput pakan ternak. Pertemuan yang berlangsung pada Jumat (2/1/2026) ini bertujuan untuk memberikan dukungan moral atas inovasi usaha yang dijalani oleh pemuda tersebut.

Panewu Moyudan, Dwi Agung Maryoto, yang memimpin langsung kunjungan tersebut menyatakan kekagumannya terhadap keberanian Riyang Gati dalam mengambil peluang usaha yang jarang dilirik oleh generasi muda. Menurutnya, inisiatif semacam ini sangat krusial dalam menggerakkan ekonomi lokal serta mengatasi masalah pengangguran di tingkat kewilayahan.

“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Riyang Gati yang telah berani membuka usaha jual rumput ini. Kita semua harus bisa menciptakan lapangan kerja sendiri dan cerdas mencari peluang usaha agar ekonomi keluarga dan masyarakat lebih meningkat. Usaha ini diharapkan menjadi inspirasi serta motivasi bagi para pemuda lainnya, khususnya di Kapanewon Moyudan, untuk tidak ragu terjun ke sektor apa pun yang produktif,” ujar Dwi Agung Maryoto.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberadaan pemuda yang terjun di sektor pendukung pertanian dan peternakan sangat dibutuhkan untuk menjaga ekosistem lingkungan dan ketahanan pangan lokal. Meskipun belum bisa memberikan bantuan dalam bentuk materiil, pihak pemerintah kapanewon berkomitmen memberikan pendampingan dan dukungan moril agar usaha tersebut terus tumbuh dan dikenal luas.

Senada dengan hal tersebut, Panewu Anom Moyudan, Mahmudah Arfiyati, mengungkapkan rasa bangganya karena usaha kreatif ini sempat menarik perhatian media nasional. Hal ini membuktikan bahwa kreativitas dari pelosok desa mampu mendapat apresiasi luas jika ditekuni secara serius dan memanfaatkan teknologi informasi dengan baik.

“Kapanewon Moyudan merasa sangat bangga karena usaha ini berhasil mengangkat nama wilayah ke tingkat nasional melalui tayangan televisi swasta. Pada era digitalisasi ini, peluang bisa datang dari mana saja asalkan kita memiliki semangat, telaten, serta yang paling penting adalah tidak gengsi dan tidak malu dalam bekerja. Pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran harus terus dioptimalkan,” kata Mahmudah Arfiyati.

Dalam kesempatan yang sama, Riyang Gati menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh jajaran Pemerintah Kapanewon Moyudan. Ia mengaku bahwa kunjungan para pejabat wilayah ini menjadi pemicu semangat tambahan bagi dirinya untuk mengembangkan bisnis penjualan rumputnya lebih profesional lagi.

“Awalnya saya hanya coba-coba karena melihat potensi rumput yang melimpah dan banyaknya peternak yang tidak memiliki waktu luang untuk mencari pakan sendiri. Kunjungan ini sangat berarti bagi saya. Saya selalu memegang prinsip bahwa meski rumput atau suket itu tidak populer, namun kehadirannya sangat penting bagi keberlangsungan hidup ternak masyarakat. Motto saya sederhana, suket ora trending, tapi suket iku penting,” tutur Riyang Gati. (Giek/KIM Moyudan)




Pengurus Dewan Masjid Indonesia Kapanewon Seyegan Periode 2026–2031 Resmi Dilantik

Sleman – Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kapanewon Seyegan periode 2026–2031 resmi dilantik pada Jumat (2/1/2026) di Masjid Al Kautsar, Mrincingan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan. Acara pelantikan ini dihadiri oleh jajaran pengurus DMI Kabupaten Sleman, Panewu Seyegan, Kepala KUA Seyegan, Lurah Margomulyo, hingga para takmir masjid se-Kapanewon Seyegan.

Lurah Margomulyo, Eko Puji Mulyanto, dalam sambutannya menyoroti pengaruh media sosial yang begitu masif serta maraknya kasus kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat. Ia berharap DMI dapat mengambil peran aktif dalam membentengi moral masyarakat, khususnya generasi muda di wilayah Seyegan.

“Keberadaan DMI menjadi wadah strategis untuk memperkuat pembentukan mental generasi muda melalui nilai-nilai keagamaan. Kami berharap masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan karakter yang kuat di tengah gempuran arus informasi saat ini,” ujar Eko Puji Mulyanto.

Ketua Tim Formatur, Toni Susanto, melaporkan bahwa penyusunan kepengurusan ini merupakan hasil Musyawarah Cabang yang dilaksanakan pada September 2025 lalu. Program kerja DMI periode ini akan melanjutkan agenda rutin yang sudah berjalan, seperti pengajian Jumat Wage, serta memperkuat kerja sama dengan DMI Kabupaten Sleman dan instansi lain seperti BPJS Ketenagakerjaan untuk perlindungan sosial pengurus masjid.

Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Pimpinan Daerah DMI Kabupaten Sleman dan dilanjutkan dengan ikrar pengurus yang dipimpin oleh Ketua II DMI Kabupaten Sleman, Suripto. Dalam arahannya, Suripto mendorong pengurus yang baru dilantik untuk segera membentuk DMI Ranting di setiap kalurahan guna memperkuat pembinaan masjid di tingkat bawah.

“DMI hadir untuk menyejahterakan jamaah masjid. Kami dari DMI Kabupaten Sleman juga siap mendukung masjid-masjid yang belum memiliki aplikasi Sistem Informasi Masjid atau SIMAS agar tata kelola administrasi masjid semakin profesional. Banyak pihak yang siap bekerja sama dalam upaya penguatan ekonomi umat dan pengelolaan lingkungan berbasis masjid,” tegas Suripto.

Sementara itu, Panewu Seyegan, Agung Endarta, menilai DMI Kapanewon Seyegan sebagai organisasi yang dinamis karena mampu melaksanakan regenerasi pengurus secara periodik. Namun, ia mencatat bahwa dari sekitar 120 masjid di wilayah Seyegan, baru sekitar 40 masjid yang tercatat aktif dalam organisasi. Ia menekankan pentingnya masjid bertransformasi menjadi pusat peradaban yang amanah bagi umat.

“Masjid harus menjadi pusat peradaban yang dapat dipercaya oleh jamaah. Dengan kepengurusan yang baru ini, kami berharap lebih banyak masjid yang bergabung dan berkolaborasi sehingga fungsi masjid sebagai pusat kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat dapat dioptimalkan secara merata,” tutur Agung Endarta.

Kegiatan pelantikan pengurus baru ini ditutup dengan pengajian singkat dan doa bersama yang dipimpin oleh Djumroni. Dengan pelantikan ini, DMI Kapanewon Seyegan diharapkan dapat langsung tancap gas melaksanakan program-program kerja yang telah direncanakan demi kemaslahatan umat di wilayah Kapanewon Seyegan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Sosialisasi dan Edukasi Kader Jumantik Perkuat Pencegahan DBD di Sardonoharjo

Sleman — Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo terus memperkuat upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi kader Jumantik yang digelar pada Jumat (2/01/2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber perwakilan Puskesmas Ngaglik 1, Himatul Husna, yang fokus membahas peningkatan pemahaman dan peran aktif kader dalam pengendalian vektor DBD di lingkungan masing-masing.

Sosialisasi dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 2 Kalurahan Sardonoharjo dan diikuti oleh kader PKK dari seluruh padukuhan yang ada di wilayah Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman.

Para peserta mendapatkan materi komprehensif terkait pencegahan DBD melalui penerapan 3M Plus, pemantauan jentik secara berkala, serta langkah-langkah pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Dalam paparannya, Himatul Husna menekankan pentingnya peran kader Jumantik sebagai ujung tombak pencegahan DBD di tingkat keluarga dan masyarakat. Edukasi meliputi cara menguras dan menutup tempat penampungan air, memanfaatkan barang bekas, serta upaya plus seperti pemeriksaan jentik rutin, gotong-royong kebersihan lingkungan, dan pengendalian perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Sementara itu, Kamituwo Sardonoharjo, Bayu Kristiyanto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah kalurahan dalam meningkatkan kapasitas kader PKK agar mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya.

“Kegiatan ini diikuti oleh kader PKK di masing-masing padukuhan yang ada di Kalurahan Sardonoharjo,” ungkapnya.

“Harapannya, kader Jumantik dapat menggerakkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan pencegahan DBD secara berkelanjutan,” sambung Bayu.

Dengan adanya sosialisasi dan edukasi ini, Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo berharap sinergi antara kader, puskesmas, dan masyarakat dapat semakin kuat. Sehingga upaya pencegahan DBD berjalan efektif dan berkelanjutan demi mewujudkan lingkungan yang sehat dan aman bagi seluruh warga. (ESK – KIM DSN)




Pentas Wayang Kulit Lakon Wahyu Makutharama Ki Sumiratno Warnai Akhir Tahun 2025 di Turi

Sleman – Pemerintah Kapanewon Turi menutup rangkaian kegiatan akhir tahun 2025 dengan menggelar pentas seni budaya wayang kulit, pada Rabu (31/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kapanewon Turi ini menjadi penanda refleksi akhir tahun sekaligus upaya pelestarian budaya Jawa yang sarat nilai filosofi kepemimpinan.

Acara penutupan akhir tahun tersebut dihadiri oleh Panewu Turi, Joko Susilo, jajaran Forkompimkap, tokoh masyarakat, pegiat seni budaya, serta tamu undangan lainnya. Pentas wayang kulit menampilkan lakon “Wahyu Makutharama”, dengan dalang Ki Sumiratno, diiringi karawitan dari kelompok Puspito Laras.

Panewu Turi, Joko Susilo menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga sarana edukasi budaya dan refleksi nilai-nilai luhur.

“Melalui pentas wayang kulit, kita kembali memaknai kepemimpinan, pengabdian, serta jati diri sebagai manusia dalam bermasyarakat,” katanya.

Prosesi simbolis penyerahan tokoh wayang Arjuna diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto kepada dalang Ki Sumiratno. Penyerahan tersebut didampingi oleh Panewu Turi, Panewu Anom Turi, dan disaksikan para undangan.

Ki Sumiratno selaku dalang mengangkat lakon Wahyu Makutharama yang sarat makna filosofis. Lakon ini mengisahkan perjalanan spiritual Arjuna dalam bertapa untuk memperoleh wahyu kepemimpinan. Dalam perjalanannya, Arjuna berguru kepada Resi Kesawasidi dan diajarkan ajaran Hastha Brata, yakni delapan sifat utama yang harus dimiliki seorang pemimpin, meliputi sifat matahari, bulan, bintang, bumi, samudera, api, angin, dan mendung.

“Wahyu Makutharama mengajarkan bahwa kepemimpinan sejati lahir dari proses pengendalian diri, pengorbanan, dan pemahaman akan tugas moral kepada rakyat,” tutur Ki Sumiratno di sela pementasan.

Menariknya, dalam lakon tersebut Arjuna juga digambarkan mampu mengalahkan musuhnya dengan ilmu Asmaratantra, yang kemudian terungkap bahwa musuh tersebut adalah Srikandi dan Subadra. Hal ini melambangkan proses menemukan jati diri dan kepemimpinan ideal melalui ujian batin dan spiritual.

Salah satu anggota KIM Kerto Mandiri, Sri Ismono yang juga aktif dalam Karawitan Puspito Laras, menambahkan bahwa kelompoknya secara rutin menggelar gladhen karawitan di Kapanewon Turi.

“Kegiatan latihan rutin ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus menjaga dan menghidupkan seni tradisi di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Pentas wayang kulit penutupan akhir tahun ini diharapkan dapat memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya sekaligus menjadi pengingat nilai-nilai kepemimpinan yang relevan dalam kehidupan bermasyarakat. (Arief Hartanto KIM Kertomandiri Turi)




Karang Taruna Jogotirto Songsong Tahun Baru dengan Doa dan Donasi untuk Korban Bencana Sumatera

Sleman – Karang Taruna Tirta Kusumos Kalurahan Jogotirto gelar festival bumi air ke-2 pada malam pergantian tahun baru 31 Desember 2025, di lokasi wisata Lava Bantal, Jogotirto, Berbah, Sleman.

Acara itu dihadir Panewu Berbah, Djaka Sumarsono, Panom Nur Brahmantyo, Polsek, Dwi Daryanto, Danramil, Kapten Infantri Siswanto, Kawat Kemakmuran, Ringgo Anthoni Suryo, Lurah Jogotirto, Mitha Mayasari, pamong dan warga Jogotirto.

Malam pergantian tahun baru identik dengan dengan perayaan keramaian dengan puncaknya adalah pesta kembang api. Namun mengingat kondisi bangsa baru dalam duka dengan adanya bencana banjir dan tanah longsor di daerah Aceh, Sumatera, dan beberapa tempat lainnya. Untuk itu atas himbauan dari pemerintah, pesta kembang api ditiadakan.

“Sebagai gantinya pada perayaan pergantian tahuh, Karang Taruna Tirta Kusuma mengadakan donasi untuk korban bencana, renungan dan doa dengan menyalakan lilin bersama pengunjung,” ucap Ketua Panitia Festival Bumi Air vol ke-2, Awan Irawan Atianto yang juga merupakan Ketua Karang Taruna Tirta Kusuma Kalurahan Jogotirto.

Lebih lanjut Awan menyampaikan bahwa malam ini merupakan puncak Festival Bumi Air ke-2. Rangkaian kegiatan sudah dimulai dari November dengan berbagai kegiatan, di antaranya lomba cerdas cermat dan lomba sinematografi atar padukuhan yang ada di lingkungan Kalurahan Jogotirto.

“Adapun pesertanya adalah anggota sub karang taruna yang dibatasi usia 16 sampai 30 tahun. Pada malam ini juga akan ditayangkan semua video yang dikirimkan ke panitia lomba, dan malam ini juga akan diumumkan pemenangnya,” jelasnya.

Selain lomba tersebut, ada juga lomba stand yang disiapkan panitia untuk membantu pelaku UMKM yang ada di lingkungan Kalurahan Jogotirto. 

“Untuk penilaian lomba stand UMKM, Yuri berasal dari Ketua Forkom UMKM dan Karang Taruna Kapanewon Berbah,” tandas Awan.

Lurah Jogotirto, Mitha Mayasari menyambut gembira kegiatan yang telah dilaksanakan Karang Taruna Tirta Kusuma dalam menyambut perayaan tahun baru, meski suasana agak berbeda dari tahun sebelum yaitu ditiadakannya pesta kembang api.

“Seperti yang kita ketahui bahwa ada saudara kita yang sedang mengalami musibah bencana. Peniadaan persyaratan kembang api sebagai bentuk solidaritas dan dukungan untuk saudara kita yang terkena musibah,” ucapnya. (Kusnadi KIM Berbah)