DLHK DIY Tinjau Penanaman Bibit Proklim Menuju Kategori Lestari di Padukuhan Santren

Sleman — Padukuhan Santren, Kalurahan Caturtunggal, terus berbenah dalam upaya pelestarian lingkungan melalui Program Kampung Iklim (ProKlim). Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan monitoring dan evaluasi penanaman bibit sebagai langkah strategis untuk mendorong wilayah ini naik kelas menuju kategori Lestari pada Rabu (14/1/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Rumah Dukuh Santren tersebut kemudian dilanjutkan dengan peninjauan lapangan guna melihat kondisi pertumbuhan bibit di area pemukiman warga.
Perwakilan DLHK DIY dalam sambutannya menekankan bahwa pemantauan ini sangat penting untuk memastikan setiap bibit yang telah diberikan mampu tumbuh optimal dan memberikan manfaat nyata. Pihak dinas menyatakan bahwa keberhasilan ProKlim sangat bergantung pada keterlibatan aktif warga dalam merawat tanaman agar fungsi penghijauan dan ketahanan iklim dapat tercapai secara maksimal. Tujuan utama dari evaluasi ini adalah memastikan pelaksanaan di lapangan selaras dengan visi besar perlindungan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
“Kegiatan ini kami maksudkan untuk memberikan dukungan penuh kepada padukuhan dengan mendorong partisipasi aktif masyarakat. Kami ingin warga tidak hanya menanam, tetapi juga merawat sehingga mereka benar-benar siap dalam menghadapi dampak perubahan iklim dan menjalankan program ini secara berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah dan warga menjadi kunci agar Padukuhan Santren segera meraih predikat kategori Lestari,” tegas perwakilan DLHK DIY di hadapan para tokoh masyarakat.
Apresiasi tinggi disampaikan oleh Dukuh Santren, Yanuar Eko Hartanto, atas bantuan dan pendampingan yang diberikan oleh DLHK DIY serta Yayasan Relung Indonesia. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah mendistribusikan sebanyak 54 bibit tanaman secara merata ke seluruh wilayah RW di Padukuhan Santren. Bibit-bibit tersebut telah ditanam pada lokasi strategis, mulai dari pemanfaatan pekarangan rumah warga hingga area konservasi di sepanjang tepi Sungai Pelang.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan bibit ini. Seluruh bibit sudah kami sebar dan ditanam oleh warga di berbagai titik, termasuk di pekarangan rumah serta di tepi Sungai Pelang sebagai langkah nyata penghijauan. Kami berkomitmen untuk menjaga tanaman ini agar wilayah Santren menjadi lebih asri dan mampu menjaga kelestarian air serta lingkungan bagi generasi mendatang,” ujar Yanuar Eko Hartanto memberikan penjelasan.
Dalam sesi tanya jawab, warga juga proaktif menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan peningkatan kapasitas. Perwakilan RW 01 Padukuhan Santren, Triman, mengusulkan agar DLHK DIY mengadakan bimbingan teknis atau sosialisasi khusus mengenai pengelolaan ProKlim yang lebih mendalam. Menanggapi usulan tersebut, pihak DLHK DIY menyambut positif dan berjanji akan mempertimbangkannya agar pemahaman masyarakat mengenai mitigasi perubahan iklim semakin kuat dan komprehensif.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan kunjungan langsung ke lokasi penanaman bibit di kawasan Sungai Pelang serta area pemukiman di RW 03 dan RW 04. Tim penilai melakukan pengamatan mendalam terhadap tingkat keberhasilan pertumbuhan bibit yang menjadi sampel representatif di lapangan. Melalui monitoring ini, diharapkan program lingkungan di Padukuhan Santren dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Yogyakarta dalam membangun kemandirian ekologi berbasis partisipasi masyarakat. (Oktaviana/KIM Caturtunggal)



