Tertib Arsip, Sosialisasi Perbup Kode Klasifikasi Arsip Dilaksanakan di Caturtunggal

Sleman – Pemerintah Kalurahan Caturtunggal bekerja sama dengan Kapanewon Depok menggelar kegiatan sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) terkait Kode Klasifikasi Arsip, pada Selasa (20/1/2026) di Ruang Wisnubrata, Kantor Kalurahan Caturtunggal.

Kegiatan ini dihadiri oleh Panewu Depok beserta jajaran, Kaur Tata Laksana Kalurahan Caturtunggal bersama staf Kalurahan Caturtunggal, serta seorang narasumber yang berasal dari Kapanewon Depok.

Dalam sambutannya, Kaur Tata Laksana Kalurahan Caturtunggal, Bambang Harjati Susetyo menyampaikan bahwa pengelolaan arsip yang tertib dan sesuai regulasi merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan yang baik.

“Arsip tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administrasi, tetapi juga sebagai sumber informasi, bukti hukum, dan memori organisasi yang harus dikelola secara sistematis,” ungkap Bambang.

Adapun materi sosialisasi menitikberatkan tentang pemahaman klasifikasi arsip, baik arsip aktif maupun inaktif, termasuk penjelasan mengenai kode klasifikasi, jangka waktu penyimpanan arsip, serta perbedaan pengelolaan arsip umum dan arsip keuangan. Pada kesempatan itu, peserta diberikan penjelasan mengenai pentingnya ketelitian dalam pengarsipan agar dokumen mudah ditemukan dan aman secara hukum.

Salah satu staf Kalurahan Caturtunggal, Nia Astuti menyampaikan bahwa masih terdapat perbedaan pemahaman di lapangan terkait kode klasifikasi surat. Sehingga kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat menyamakan persepsi dan meningkatkan kapasitas aparatur kalurahan dalam tata kelola kearsipan.

Panewu Depok, Djoko Muljanto dalam keterangannya menyampaikan bahwa tertib arsip merupakan fondasi penting dalam administrasi pemerintahan.

“Arsip mendukung terwujudnya good government, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas publik, serta harus dikelola dengan benar agar dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan pengelolaan arsip di Kalurahan Caturtunggal dapat semakin tertib, rapi, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Melalui kegiatan ini, Kalurahan Caturtunggal berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas administrasi pemerintahan, khususnya dalam bidang kearsipan, sebagai bagian dari pelayanan publik yang profesional dan akuntabel. (Oktaviana / KIM Depok)




Outing Class Jadi Sarana Efektif Pembentukan Karakter Anak Sejak Dini

Sleman – Kegiatan outing class atau pembelajaran di luar kelas dinilai memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini. Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar secara teori di ruang kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenal lingkungan sosial dan layanan publik di sekitarnya.

Hal tersebut terlihat dalam kegiatan outing yang dilaksanakan oleh siswa PG TK Islam Al-Azhar Cairo Yogyakarta di wilayah Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Selasa (20/1/2026). Kegiatan yang didampingi oleh Jawatan Sosial Kapanewon Ngaglik, Rimurhani tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap program pendidikan berbasis pengalaman nyata.

Kepala Sekolah PG TK Islam Al-Azhar Cairo Yogyakarta, Restu Widya Ratna Ningsih menyampaikan bahwa outing class bertujuan mengenalkan anak-anak pada lingkungan kecamatan, profesi, dan pelayanan publik sejak dini.

“Anak-anak diajak belajar langsung di lapangan agar mereka lebih memahami kehidupan bermasyarakat, mengenal profesi, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Di samping itu, siswa juga diajarkan praktik kedisiplinan sederhana seperti cara mengantre dengan tertib, serta mencuci tangan yang baik dan benar. Edukasi ini bertujuan menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat, sekaligus melatih kesabaran serta sikap saling menghargai sejak usia dini.

Sementara, pendampingan dari Jawatan Sosial Kapanewon Ngaglik, Rimurhani menuturkan bahwa keterlibatan instansi pemerintah dalam kegiatan pendidikan nonformal seperti outing class sangat penting untuk memberikan pemahaman sejak dini tentang fungsi layanan sosial dan pemerintahan.

“Kami ingin anak-anak mengenal bahwa pemerintah hadir untuk melayani masyarakat, sekaligus menanamkan nilai disiplin, sopan santun, dan kebersamaan,” katanya.

Para pendidik menilai bahwa outing class mampu meningkatkan kemampuan motorik, komunikasi, dan rasa ingin tahu anak. Selain itu, interaksi langsung dengan lingkungan luar sekolah dapat memperkuat karakter anak, seperti kemandirian, tanggung jawab, dan sikap menghargai orang lain.

Dengan dukungan berbagai pihak, Rimurhani mengharap kegiatan outing class diharapkan terus menjadi bagian penting dalam metode pembelajaran anak usia dini.

“Program ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar, tetapi juga membentuk generasi yang berkarakter, berwawasan luas, dan siap beradaptasi dengan lingkungan sosialnya,” tandasnya. (ESK – KIM DSN)




SLB Balong Donoharjo Torehkan Prestasi Nasional, Pengawas Dikpora DIY Dorong Digitalisasi Administrasi

Sleman — Sekolah Luar Biasa (SLB) Balong di Donoharjo, Ngaglik, Sleman, membuktikan bahwa status sekolah swasta bukan menjadi penghalang untuk bersaing di level tertinggi. Hal ini terungkap dalam kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah yang berlangsung di Aula SLB Balong pada Senin (19/1/2026). Prestasi gemilang sekolah ini mendapat apresiasi khusus dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) DIY yang menilai semangat juang warga sekolah melampaui keterbatasan sarana dan prasarana yang ada.

Pengawas Dikpora DIY, Sarwiasih, menyatakan kekagumannya terhadap capaian SLB Balong yang mampu berbicara banyak di tingkat nasional. Ia melihat adanya pergeseran paradigma di mana SLB swasta kini tidak lagi tertinggal dari SLB negeri. Menurutnya, keberhasilan ini adalah buah dari dedikasi tinggi para pendidik dalam menggali potensi siswa berkebutuhan khusus secara optimal. Selain prestasi, Sarwiasih juga menekankan pentingnya sekolah untuk segera beralih ke tata kelola administrasi berbasis digital melalui optimalisasi website sekolah.

“Dulu SLB swasta sering kalah dari SLB negeri karena keterbatasan dari sisi sarana, prasarana, kemampuan, maupun waktu. Namun semangat SLB Balong justru bisa melampaui hal tersebut. Ke depan, administrasi sekolah harus dikelola secara digital agar lebih tertib dan efektif. Dokumen sebaiknya dalam bentuk softfile yang dikirim secara berjenjang dari guru ke kepala sekolah hingga pengawas agar data dapat segera disajikan kapan pun diperlukan,” ujar Sarwiasih memberikan arahan.

Kepala Sekolah SLB Balong, Muh Usup, menjelaskan bahwa dalam proses penilaian kinerja ini, ia sengaja melibatkan para guru secara aktif sebagai bentuk kaderisasi kepemimpinan. Saat ini, sekolah tersebut mendampingi 62 siswa yang terdiri dari penyandang tunagrahita, tunarungu, tunadaksa, dan autis dengan didukung oleh 15 tenaga pendidik. Muh Usup menegaskan bahwa dukungan dari yayasan dan orang tua menjadi pilar utama di balik kesuksesan siswa dalam meraih berbagai kejuaraan.

Sepanjang tahun 2025, SLB Balong mencatatkan tinta emas dengan meraih juara satu nasional bidang Teknologi Informasi (Excel) yang diraih oleh Asni. Selain itu, sekolah ini juga menyabet juara satu nasional Papernas cabang tenis meja, serta juara satu dan dua tingkat nasional pada ajang internasional Young Coder World Cup 2025. Prestasi ini dianggap sebagai pembuktian bahwa talenta anak-anak disabilitas sangat luas jika diberikan wadah dan bimbingan yang tepat.

“Semua prestasi ini dapat kami raih berkat dukungan dinas, yayasan, serta peran orang tua yang sangat luar biasa. Kami rutin mengadakan pertemuan wali murid setiap bulan melalui forum komunikasi internal untuk memastikan sinergi antara sekolah dan rumah tetap terjaga. Saya berharap keterlibatan guru dalam menyiapkan administrasi ini menjadi pembelajaran bagi mereka karena suatu saat nanti merekalah yang akan menjadi pemimpin di sekolah ini,” ungkap Muh Usup.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan Yayasan Kesejahteraan Bina Remaja (YPKBR) Donoharjo, Endarwati, mengapresiasi keterbukaan pihak sekolah terhadap berbagai inovasi pelayanan. Sepanjang tahun lalu, yayasan dan sekolah sukses memfasilitasi layanan jemput bola perekaman KTP dan KIA bersama Dinas Dukcapil, serta pemeriksaan kesehatan rutin melalui Posbindu. Endarwati menilai sosok Muh Usup sebagai pemimpin yang tidak pernah keberatan untuk bekerja lebih keras demi terpenuhinya hak-hak dasar anak-anak disabilitas.

“Semua program untuk anak dapat berjalan lancar karena Bapak Usup selalu terbuka dan tidak pernah takut menjadi repot jika itu demi kepentingan anak-anak. Kesiapan data dan soliditas para guru menjadi kekuatan utama sekolah ini. Kami berkomitmen untuk terus mengangkat hak-hak anak disabilitas agar mereka mendapatkan pelayanan terbaik, baik dari sisi pendidikan maupun kesehatan,” pungkas Endarwati. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Perkuat Tata Kelola Informasi, FKIM Sembada Sleman Dorong Pembentukan Pengurus KIM Mlati

Sleman — Rencana pembentukan kepengurusan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kapanewon Mlati menjadi fokus utama dalam pertemuan strategis antara Forum Komunikasi Informasi Masyarakat (FKIM) Sembada Kabupaten Sleman dengan jajaran Pemerintah Kapanewon Mlati. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kapanewon Mlati pada Senin (19/1/2026) ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola informasi publik melalui struktur organisasi yang lebih terarah dan berkelanjutan di tingkat wilayah.

Ketua FKIM Sembada Kabupaten Sleman, Adnan Iman Nurtjahjo, menegaskan bahwa KIM merupakan instrumen vital untuk menjembatani arus komunikasi dua arah antara pemerintah dan warga. Dengan kepengurusan yang terorganisir, masyarakat diharapkan lebih mudah memperoleh informasi yang akurat dan edukatif. Selain itu, kehadiran KIM di tingkat kapanewon memiliki peran krusial dalam menangkal peredaran disinformasi atau hoaks yang kerap memicu keresahan di media sosial.

Adnan Iman Nurtjahjo menjelaskan bahwa pembentukan kepengurusan ini harus melibatkan berbagai elemen secara inklusif, mulai dari tokoh masyarakat, kelompok pemuda, hingga pegiat informasi lokal. Menurutnya, keterlibatan aktif berbagai unsur tersebut akan membuat KIM Mlati lebih responsif terhadap kebutuhan informasi masyarakat setempat. Sinergi antara pengurus KIM dan pemerintah kapanewon dinilai sebagai langkah nyata dalam mewujudkan masyarakat yang cerdas informasi dan berdaya saing tinggi di era digital.

“Sinergi antara pengurus KIM dan pemerintah kapanewon merupakan langkah strategis dalam mewujudkan masyarakat yang cerdas informasi. Kami ingin KIM tidak hanya sekadar papan nama, tetapi benar-benar menjadi wadah komunikasi yang inklusif. Dengan pembentukan pengurus yang solid, kita bisa memastikan arus informasi publik tersampaikan dengan baik sekaligus membentengi warga dari dampak negatif hoaks yang merusak,” ujar Adnan Iman Nurtjahjo saat memberikan paparan dalam pertemuan tersebut.

Dukungan serupa juga disampaikan oleh Penasihat FKIM Sembada Kabupaten Sleman, Suripto. Ia menyatakan kesiapan pihaknya untuk memberikan pendampingan intensif kepada pengurus KIM Mlati yang baru nanti. Pendampingan tersebut akan mencakup aspek penguatan kapasitas kelembagaan, tata kelola organisasi, hingga keterampilan teknis dalam mengelola media komunikasi modern agar informasi yang disampaikan lebih menarik dan mudah dipahami masyarakat.

Panewu Mlati, Dyah Purwanti, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif FKIM Sembada dalam mendorong terbentuknya KIM di wilayahnya. Ia menilai kehadiran KIM akan sangat membantu pemerintah kapanewon dalam menyosialisasikan program kerja maupun kebijakan publik secara lebih luas dan merata. Dyah menekankan bahwa keberadaan kelompok ini bukan hanya sebagai corong pemerintah, melainkan juga sebagai kanal aspirasi yang mampu menyerap umpan balik dari warga terkait berbagai persoalan sosial di lapangan.

“Kami sangat mengapresiasi langkah FKIM Sembada ini karena KIM adalah mitra strategis kami dalam memperkuat penyebarluasan informasi. Ke depan, kami berharap KIM Mlati bisa menjadi ruang aspirasi di mana pemerintah bisa mendapatkan masukan langsung mengenai pelaksanaan program kerja di tingkat lokal. Pemerintah Kapanewon Mlati siap memfasilitasi proses pembentukan ini agar kualitas pelayanan publik dan literasi informasi di wilayah kami semakin meningkat,” tutur Dyah Purwanti sebagai bentuk komitmen dukungan pemerintah.

Melalui pembentukan kepengurusan yang representatif dan berintegritas, KIM Kapanewon Mlati diharapkan mampu menjadi penggerak literasi informasi yang efektif. Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar Kabupaten Sleman dalam menciptakan ekosistem komunikasi publik yang transparan dan partisipatif hingga ke tingkat akar rumput. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Jaga Tradisi Keraton, Bupati Sleman Terima Ubarampe Labuhan Merapi di Cangkringan

Sleman — Bupati Sleman Harda Kiswaya secara resmi menerima ubarampe atau perlengkapan upacara adat Labuhan Merapi dari utusan Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X. Prosesi serah terima perlengkapan sakral tersebut berlangsung khidmat di Kantor Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, pada Senin (19/1/2026).

Labuhan Merapi merupakan upacara adat tahunan yang digelar sebagai rangkaian peringatan Tingalan Dalem Jumenengan atau peringatan naik takhta Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai Raja Keraton Yogyakarta. Tradisi ini menjadi simbol hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta yang telah terjaga selama berabad-abad di tanah Jawa.

Usai menerima ubarampe, Bupati Sleman bersama jajaran pemerintah kalurahan dan kapanewon langsung mengarak perlengkapan tersebut menuju Petilasan Mbah Maridjan di Dusun Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan. Setibanya di lokasi, perlengkapan tersebut diserahkan kepada Juru Kunci Gunung Merapi untuk disemayamkan sejenak sebelum dibawa naik ke puncak gunung.

Bupati Sleman Harda Kiswaya menyatakan dukungan penuhnya terhadap kelestarian upacara adat ini. Menurutnya, Labuhan Merapi bukan sekadar ritual seremonial, melainkan ekspresi spiritual masyarakat Yogyakarta dalam memohon keselamatan dan kesejahteraan. Ia menilai kesetiaan warga dalam menjalankan tradisi ini menjadi bukti kuatnya akar budaya yang melandasi kehidupan bermasyarakat di Sleman.

“Acara Labuhan Merapi merupakan wujud rasa syukur masyarakat Yogyakarta kepada Tuhan Pencipta Alam atas nikmat berupa kesuburan tanah, dijauhkan dari marabahaya, serta diberikan kesehatan dan keutamaan dalam hidup. Terlaksananya kegiatan ini juga menunjukkan bahwa masyarakat memiliki rasa memiliki yang sangat tinggi terhadap adat dan budaya warisan leluhur kita,” ujar Harda Kiswaya di sela prosesi penyerahan.

Rangkaian upacara adat akan mencapai puncaknya pada Selasa (20/1/2026) dini hari. Ubarampe akan dibawa oleh tim juru kunci dan abdi dalem menuju Bangsal Sri Manganti di lereng Gunung Merapi untuk menjalani prosesi ritual doa. Setelah prosesi inti selesai, acara akan ditutup dengan pembagian berkat kepada masyarakat yang hadir sebagai simbol pemerataan berkah dan sukacita.

Melalui Labuhan Merapi, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap nilai-nilai luhur dan kearifan lokal dalam menjaga alam tetap lestari di tengah perkembangan zaman. Tradisi ini juga diharapkan terus menjadi daya tarik wisata budaya yang memperkuat jati diri Yogyakarta sebagai pusat kebudayaan di Indonesia.