Kepramukaan MAN 4 Sleman Perkuat Karakter dan Regenerasi Kepemimpinan Siswa

Sleman — Pramuka MAN 4 Sleman memasuki babak baru kepengurusan melalui upacara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Dewan Ambalan (DA) Sunan Kalijaga dan Nyi Ageng Serang Gugus Depan dan Pangkalan MAN 4 Sleman, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan tersebut menandai peralihan kepengurusan periode 2025/2026 kepada pengurus baru periode 2026/2027. Prosesi berlangsung khidmat di sela kegiatan ekstrakurikuler reguler sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan dan penyerahan tanggung jawab organisasi.

Wakil Kepala MAN 4 Sleman Bidang Kesiswaan, Nuke Koesrini, menyampaikan apresiasi kepada pengurus sebelumnya atas waktu, tenaga, dan pemikiran yang telah dicurahkan selama masa kepengurusan. Ia juga berpesan kepada pengurus baru agar siap melanjutkan estafet kepemimpinan dengan semangat solidaritas, kerja sama, dan inovasi.

“Proses ini menjadi pembelajaran untuk meningkatkan solidaritas dan kerja sama, sekaligus melanjutkan perjuangan pengurus sebelumnya. Setiap generasi memiliki cara berpikir yang berbeda, sehingga diperlukan inovasi baru,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Dewan Ambalan purna, Afra Naufal Fajar, berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan kegiatan kepramukaan yang lebih menarik dan dinamis. Menurutnya, tantangan dalam membimbing anggota baru dapat menjadi proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan kedisiplinan.

Ia berharap Dewan Ambalan periode 2026/2027 dapat melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus menciptakan inovasi agar kegiatan Pramuka semakin diminati oleh para siswa.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru, Pramuka MAN 4 Sleman diharapkan semakin solid, berprestasi, serta terus menjadi wadah pembentukan generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan berkarakter.

(Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Hari Lahir ke-78 Polwan, Polsek Gamping Dorong Penguatan Profesionalisme Personel

Sleman –  Peringatan Hari Lahir ke-78 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia di Kepolisian Sektor (Polsek) Gamping, Rabu (2/9/2026), menjadi momentum penguatan profesionalisme, soliditas, dan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Markas Komando Polsek Gamping tersebut dipimpin Kepala Kepolisian Sektor Gamping, AKP Bowo Susilo.

AKP Bowo Susilo mengatakan, peringatan Hari Lahir Polwan menjadi bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan tugas sekaligus penguatan komitmen personel dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, Polwan memiliki peran dalam pelaksanaan tugas kepolisian, termasuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Keberadaan Polwan telah menjadi bagian dari pelaksanaan fungsi kepolisian, terutama pada tugas yang membutuhkan pendekatan pelayanan kepada perempuan, anak, dan masyarakat dengan kebutuhan penanganan tertentu,” ujarnya.

Menurutnya, dalam menjalankan tugas di lapangan, personel Polwan dituntut untuk tetap profesional dengan mengedepankan komunikasi yang humanis. Hal tersebut diperlukan untuk mendukung pelaksanaan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

Di hadapan Kepala Unit Binmas Polsek Gamping, Iptu Mamik Susanti selaku personel Polwan,  AKP Bowo Susilo menegaskan pentingnya memperkuat soliditas antarpersonel maupun unit kerja. Hal tersebut dinilai penting untuk memastikan pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah hukum Polsek Gamping berjalan optimal, serta mampu merespons dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat secara cepat dan tepat.

“Perubahan karakter persoalan di masyarakat turut menuntut peningkatan kemampuan personel Polwan. Penguasaan teknis kepolisian, komunikasi, pemanfaatan teknologi, serta pemahaman terhadap persoalan sosial menjadi bagian dari kompetensi yang perlu terus dikembangkan,” tandasnya.

Peringatan Hari Lahir ke-78 Polwan ini juga diharapkan dapat mendorong generasi penerus Polwan untuk terus meningkatkan kapasitas dan kontribusinya dalam institusi Polri.

Di tingkat kewilayahan, keberadaan Polwan turut mendukung tugas Polsek Gamping dalam membangun komunikasi dengan masyarakat serta melaksanakan fungsi pelayanan, perlindungan, pengayoman, dan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Melalui peringatan tersebut, Polsek Gamping berharap seluruh personel, khususnya Polwan, semakin profesional, solid, dan adaptif dalam menjawab perkembangan kebutuhan masyarakat.

(Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Belajar Sambil Bermain, SPS Asparagus II Jelajahi Pustaka Loka dan Kalurahan Condongcatur

Sleman – Mengenakan pakaian tradisional Jawa Yogyakarta, anak-anak SPS Asparagus II Babadan Baru, Kentungan, mengikuti pembelajaran luar kelas di Perpustakaan Pustaka Loka dan lingkungan Kantor Kalurahan Condongcatur, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi anak-anak. Mereka tidak hanya dikenalkan dengan buku dan aktivitas literasi, tetapi juga bermain permainan edukatif, mengenal lingkungan pemerintahan, hingga melihat sejumlah fasilitas yang ada di kompleks Kalurahan Condongcatur.

Kegiatan dimulai di Perpustakaan Pustaka Loka. Didampingi petugas perpustakaan dan guru, anak-anak diajak mengenal berbagai koleksi dan fasilitas yang tersedia. Mereka juga diberi kesempatan memilih dan membaca buku, bermain dakon, serta mencoba berbagai permainan edukatif.

Petugas Perpustakaan Pustaka Loka, Shinta Purborini, mengatakan kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenalkan perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyenangkan sejak usia dini.

“Kami ingin anak-anak mengenal perpustakaan sebagai tempat yang menyenangkan. Di sini mereka tidak hanya dapat membaca buku, tetapi juga belajar sambil bermain melalui berbagai permainan dan alat edukatif yang tersedia,” ujarnya.

Setelah dari perpustakaan, rombongan mendapat sambutan dari Kaur Tata Laksana Kalurahan Condongcatur, Andree Setiawan. Anak-anak kemudian diajak berkeliling lingkungan kantor untuk mengenal sejumlah ruangan dan melihat aktivitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Andree, pengenalan lingkungan kalurahan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi anak untuk mengenal pemerintahan dan pelayanan publik secara sederhana.

“Kami mengenalkan kepada anak-anak bahwa kantor kalurahan merupakan tempat pemerintah memberikan pelayanan kepada masyarakat. Harapannya, mereka mulai mengenal lingkungan pemerintahan yang ada di sekitar tempat tinggalnya,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, anak-anak juga melihat Yoni yang berada di lingkungan Kantor Kalurahan Condongcatur sebagai pengenalan sederhana terhadap jejak sejarah dan budaya. Rombongan kemudian mengunjungi area GOR dan fasilitas Desa Tangguh Bencana (Destana), termasuk melihat ambulans serta mengenal fungsinya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Sementara itu, Kepala SPS Asparagus II, Muflichah, mengatakan kegiatan pembelajaran luar kelas tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada anak-anak.

“Kami ingin menanamkan cinta membaca dan cinta budaya kepada anak-anak sejak usia dini. Anak tidak hanya dikenalkan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga diberikan kesempatan untuk melihat, mengenal, dan mengalami secara langsung,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, anak-anak memperoleh pengalaman belajar dari lingkungan sekitar. Dari perpustakaan mereka belajar mengenal buku dan literasi, dari kantor kalurahan mengenal pelayanan publik, serta dari berbagai fasilitas yang dikunjungi mereka belajar tentang sejarah, budaya, dan kepedulian terhadap sesama.

Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama. Melalui pembelajaran sederhana di luar kelas, SPS Asparagus II berupaya menumbuhkan rasa ingin tahu, kegemaran membaca, kreativitas, serta kepedulian anak terhadap lingkungan sejak usia dini.

(Wasana/KIM Depok)




Dari Kenong hingga Tembang Dolanan, Kamis Pon Condongcatur Tanamkan Cinta Budaya Sejak Dini

Sleman – Bunyi gamelan terdengar dari Pendopo Kromoredjan, Kalurahan Condongcatur, Kamis Pon (3/9/2026) pagi. Sejumlah tangan kecil anak-anak SPS Asparagus II Babadan Baru, Kentungan, tampak antusias mencoba menabuh gamelan untuk pertama kalinya.

Mengenakan pakaian tradisional Jawa, anak-anak mengikuti kegiatan pengenalan seni karawitan bersama kelompok Pringgo Budoyo Laras dari Pringgolayan, Dabag, Condongcatur. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran di luar kelas sekaligus memanfaatkan momentum Kamis Pon sebagai ruang pengenalan seni dan budaya Jawa kepada anak sejak usia dini.

Anak-anak dikenalkan dengan berbagai instrumen gamelan, seperti kenong, gong, kendang, saron, dan bonang. Mereka tidak hanya melihat para pengrawit memainkan gamelan, tetapi juga diberi kesempatan untuk mencoba menabuh sendiri.

Suasana semakin meriah ketika salah seorang sinden Pringgo Budoyo Laras, Susiana, mengajak anak-anak menyanyikan sejumlah tembang dolanan, seperti Gundul-Gundul Pacul, Suwe Ora Jamu, dan Perahu Layar, dengan iringan gamelan.

Kepala SPS Asparagus II, Muflichah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya sekolah dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak usia dini.

“Kami ingin menanamkan cinta membaca dan cinta budaya kepada anak-anak sejak usia dini. Anak tidak hanya dikenalkan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga diberikan kesempatan untuk melihat, mengenal, dan mengalami secara langsung,” ujarnya.

Menurut Muflichah, pengenalan budaya Jawa telah menjadi bagian dari pembelajaran SPS Asparagus II selama 16 tahun melalui program “Selasa Budaya”. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak dikenalkan dengan berbagai unsur budaya Jawa, mulai dari alat musik tradisional, pakaian adat, makanan tradisional, tarian, lagu Jawa, hingga pembiasaan berbahasa Jawa.

Selain mengenal seni dan budaya, anak-anak juga diajak belajar nilai kesopanan, kebersamaan, dan gotong royong sebagai bagian dari pembentukan karakter.

Sementara itu, Sekretaris Pringgo Budoyo Laras, Sanusi, berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk mempelajari dan melestarikan seni karawitan.

“Semoga ke depan semakin banyak generasi muda yang mencintai seni karawitan untuk nguri-uri kebudayaan,” harapnya.

Melalui kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya diperkenalkan pada bunyi gamelan dan tembang Jawa, tetapi juga diajak mengenal para pelaku seni yang selama ini menjaga tradisi tetap hidup.

Pagi itu, pukulan gamelan dari tangan-tangan kecil tersebut memang belum seluruhnya membentuk irama. Namun, dari keberanian mereka mencoba menabuh kenong, gong, dan alat musik lainnya, benih kecintaan terhadap budaya Jawa mulai ditanamkan sejak dini.

(Wasana/KIM Depok)




Jaga Stabilitas Pasokan, Polsek Gamping Cek Ketersediaan Minyak Goreng Curah

Sleman – Personel Unit III Samapta Kepolisian Sektor (Polsek) Gamping melakukan pemantauan ketersediaan minyak goreng curah di tingkat distributor sebagai langkah antisipatif menjaga kelancaran pasokan dan stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat. Pemantauan dilakukan di CV Yunda Utama, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian memastikan distribusi minyak goreng curah berjalan normal dan tidak mengalami hambatan yang berpotensi memengaruhi kebutuhan masyarakat. Pengawasan di tingkat distributor dinilai penting karena menjadi salah satu mata rantai yang menentukan kelancaran pasokan sebelum produk diterima pedagang maupun konsumen.

Dalam pemantauan tersebut, personel Unit III Samapta Polsek Gamping, Aiptu Heru Purwanto dan Aiptu Aris Munandar melakukan pengecekan terhadap ketersediaan stok minyak goreng curah sekaligus memperoleh informasi mengenai kondisi distribusi di wilayah Gamping.

“Langkah ini kami dilakukan untuk mendeteksi sejak dini apabila terdapat indikasi kelangkaan atau gangguan distribusi,” terang Aiptu Aris Munandar.

Selain itu, pemantauan secara berkala diperlukan untuk mengantisipasi terjadinya penimbunan maupun praktik distribusi yang tidak sesuai ketentuan. Dengan pengawasan langsung di lapangan, aparat dapat memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi pasokan sekaligus mengambil langkah apabila ditemukan persoalan yang berpotensi merugikan masyarakat.

Hal senada dikatakan Aiptu Heru Purwanto bahwa minyak goreng adalah salah satu komoditas pangan yang memiliki tingkat kebutuhan tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, ketersediaan dan kelancaran distribusinya perlu dijaga agar masyarakat dapat memperoleh kebutuhan tersebut secara mudah dengan harga yang wajar.

“Selain memastikan stok, pemantauan distributor dapat menjadi sarana membangun komunikasi antara kepolisian dengan pelaku usaha. Koordinasi tersebut penting untuk mengetahui perkembangan distribusi sekaligus memastikan setiap pelaku usaha menjalankan kegiatan perdagangan secara tertib dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Melalui pemantauan tersebut, Polsek Gamping memperkuat langkah preventif untuk menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pokok di wilayah hukumnya. Pengawasan dilakukan secara proaktif, tidak hanya sebagai respons terhadap persoalan yang muncul di masyarakat, tetapi juga untuk mengidentifikasi sejak dini potensi gangguan distribusi yang dapat memengaruhi ketersediaan dan kestabilan harga.

Menjaga ketersediaan minyak goreng curah memerlukan sinergi antara distributor, pedagang, pemerintah, dan aparat penegak hukum. Kolaborasi lintas unsur tersebut penting untuk memastikan rantai distribusi berjalan tertib dan lancar, sekaligus mencegah praktik yang dapat menghambat pasokan maupun mengganggu stabilitas pasar. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)