Dosen UNY Perkuat Pembinaan Kafilah DIY Jelang OlympicAD VIII Tingkat Nasional 2026

Sleman — Persiapan intensif terus dilakukan oleh Kafilah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) guna menghadapi ajang bergengsi Olympiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) VIII Tingkat Nasional tahun 2026. Salah satu langkah penguatan dilakukan melalui pembinaan khusus yang menghadirkan akademisi dari Universitas Negeri Yogyakarta, Tsania Nur Diyana, bertempat di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) DIY, Sambisari, Condongcatur, Sleman, pada Sabtu hingga Minggu (10–11/1/2026).
Tsania Nur Diyana menekankan bahwa OlympicAD merupakan agenda resmi Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang digelar setiap dua tahun sekali. Menurutnya, ajang ini bukan sekadar perlombaan untuk memperebutkan medali, melainkan sarana peningkatan prestasi serta pengembangan potensi bagi siswa dan guru Muhammadiyah dari seluruh pelosok Indonesia dalam satu ikatan silaturahim nasional.
Dalam sesi pembinaan tersebut, Tsania memfokuskan pendampingan pada tiga pilar utama, yakni penguatan pemahaman materi lomba, kesiapan mental bertanding, serta pembentukan iklim kompetisi yang sehat. Ia menilai bahwa ruang strategis ini sangat diperlukan agar para peserta dapat menggali potensi mereka secara optimal sebelum diterjunkan ke tingkat nasional.
“Melalui OlympicAD VIII Tahun 2026 ini, kita semua berharap lahir peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik dan non-akademik di atas kertas, tetapi juga memiliki sportivitas yang tinggi serta etos belajar yang kuat. Kesiapan mental adalah kunci agar mereka tetap tenang dan percaya diri saat berhadapan dengan kafilah dari provinsi lain nanti di Makassar,” ujar Tsania Nur Diyana saat memberikan pengarahan kepada para peserta.
Selain aspek teknis, Tsania juga menggarisbawahi pentingnya penanaman nilai-nilai moral dan karakter sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan di lingkungan Muhammadiyah. Ia berpesan agar para peserta tetap menjaga identitas sebagai pelajar yang santun selama berkompetisi, karena prestasi yang diraih harus berjalan selaras dengan kualitas akhlak yang ditampilkan.
“Prestasi tidak boleh dilepaskan dari akhlak. Keunggulan sejati bagi seorang pelajar Muhammadiyah bukan semata-mata diukur dari skor atau jumlah medali yang dibawa pulang, melainkan dari pembentukan pribadi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia. Kami ingin kalian menjadi contoh nyata bagaimana kecerdasan intelektual bersinergi dengan karakter yang baik,” tegas Tsania Nur Diyana.
Olympiade Ahmad Dahlan VIII Tingkat Nasional sendiri dijadwalkan akan digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 12–14 Februari 2026. Ajang ini mengusung tema Berprestasi dengan Akhlak Mulia, Berkarya untuk Indonesia Emas 2045, yang menjadi refleksi cita-cita pendidikan untuk melahirkan generasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
Melalui pembinaan intensif ini, Kafilah DIY diharapkan mampu tampil optimal dan mempertahankan reputasi Yogyakarta sebagai daerah dengan kualitas pendidikan yang unggul. Semangat sportivitas dan akhlak mulia diharapkan menjadi identitas yang melekat erat pada setiap anggota rombongan saat berkompetisi di kancah nasional mendatang. (Athiful/KIM Depok)



