MPI PDM Sleman Gandeng UMY Perkuat Literasi Media Sosial untuk Syiar Sekolah Muhammadiyah

Sleman — Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman mengawali tahun 2026 dengan langkah strategis melalui penguatan literasi media sosial bagi sekolah-sekolah di bawah naungan Muhammadiyah. Komitmen tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi dan koordinasi program pengabdian masyarakat bersama akademisi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Kamis (8/1/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor PDM Sleman tersebut menghadirkan Dyah Titis Kusuma Wardani dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMY. Fokus utama diskusi ini adalah membangun sinergi program penguatan literasi media sosial sebagai sarana syiar bagi SMK dan SMA Muhammadiyah di seluruh Kabupaten Sleman agar lebih profesional dalam menghadapi tantangan digital.
Ketua MPI PDM Sleman, Arief Hartanto, menyampaikan bahwa era digital menuntut institusi pendidikan Muhammadiyah untuk lebih adaptif dan cakap dalam memanfaatkan media sosial secara positif serta bertanggung jawab. Menurutnya, media sosial di masa kini bukan sekadar alat komunikasi biasa, melainkan wahana dakwah dan branding sekolah yang sangat efektif jika dikelola dengan benar.
“Media sosial harus dimaknai sebagai ruang syiar yang mencerahkan. Sekolah Muhammadiyah perlu memiliki narasi yang kuat, beretika, dan edukatif agar nilai-nilai Islam berkemajuan dapat tersampaikan secara luas kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang sangat aktif di dunia digital,” ujar Arief Hartanto dalam sambutannya.
Dyah Titis Kusuma Wardani menjelaskan bahwa program pengabdian masyarakat FEB UMY ini dirancang khusus untuk memperkuat kapasitas guru dan pengelola sekolah dalam manajemen konten. Fokus utamanya mencakup literasi digital, teknik produksi konten yang menarik, hingga pemahaman mendalam mengenai etika bermedia sosial agar sesuai dengan marwah persyarikatan.
“Kami ingin membantu sekolah Muhammadiyah agar mampu mengelola media sosial secara profesional. Tujuannya agar mereka tidak sekadar aktif mengunggah foto atau video, tetapi konten yang dihasilkan benar-benar berdampak, memiliki strategi komunikasi yang jelas, dan tetap selaras dengan nilai-nilai Muhammadiyah,” jelas Dyah Titis.
Hadir dalam pertemuan tersebut jajaran pengurus MPI PDM Sleman lainnya seperti Wahdan Arifudin, Sutipyo R, Pamuji Subeksti, Afifudin, Ashari, dan Afiati Fatimah. Dalam diskusi yang berlangsung dinamis, Sutipyo R menekankan bahwa penguatan literasi media sosial ini sejalan dengan semangat dakwah kultural Muhammadiyah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui jalur digital yang relevan.
Wahdan Arifudin menambahkan bahwa sinergi antara MPI PDM Sleman dan UMY merupakan bentuk nyata kolaborasi antar amal usaha Muhammadiyah. Ia menilai langkah awal di tahun 2026 ini akan menjadi fondasi penting untuk memperkuat citra sekolah Muhammadiyah sebagai lembaga pendidikan yang modern namun tetap memegang teguh nilai agama. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, program ini diharapkan mampu menjadikan media sosial sekolah sebagai sarana syiar pendidikan yang inklusif dan progresif. (Arief Hartanto/KIM Kertomandiri Turi)



