Edukasi Sejak Dini, Kapanewon Depok Gandeng UII Susun Buku Saku Pengelolaan Sampah untuk PAUD

Sleman – Pemerintah Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, menjalin kolaborasi strategis dengan Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta untuk mengatasi persoalan sampah melalui jalur pendidikan. Kerja sama ini diwujudkan dalam Workshop Pengembangan Buku Saku Pengelolaan Sampah pada Aktivitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kapanewon Depok yang digelar di Gedung Sasana Anglocita Tama pada Sabtu (10/1/2026).

Penyelenggara mengembangkan buku saku tersebut sebagai media pembelajaran yang terstruktur, mudah dipahami, dan dirancang khusus sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Buku ini diproyeksikan menjadi pedoman praktis bagi para pendidik PAUD dalam menanamkan kebiasaan memilah sampah, membangun kedisiplinan, serta menumbuhkan tanggung jawab terhadap lingkungan sejak tahap awal perkembangan anak.

Panewu Depok, Djoko Muljanto, menegaskan bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab kolektif yang melibatkan lintas sektor. Ia menilai bahwa pengelolaan sampah merupakan isu strategis yang berdampak langsung pada aspek kesehatan, sosial, hingga ekonomi masyarakat di wilayah Depok. Menurutnya, pemerintah daerah harus bergerak cepat menangani persoalan ini secara menyeluruh dari hulu hingga ke hilir dengan melibatkan satuan pendidikan sebagai basis karakter.

“Pengelolaan sampah dapat menjadi pintu masuk utama untuk pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Kami di Pemerintah Kapanewon Depok terus berupaya menangani persoalan sampah dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk guru-guru PAUD. Kami ingin membudayakan pemilahan sampah sejak usia dini agar kelak hal ini menjadi kebiasaan yang berkelanjutan hingga mereka dewasa nanti. Peran guru PAUD sangat krusial dalam meletakkan fondasi perilaku hidup bersih ini,” ujar Djoko Muljanto dalam sambutannya.

Ketua Jurusan Teknik Lingkungan UII Yogyakarta, Awaluddin Nurmiyanto, menyatakan bahwa pihak perguruan tinggi memiliki kewajiban moral untuk berperan aktif mendukung penyelesaian masalah riil di masyarakat, termasuk krisis sampah. Ia mengungkapkan bahwa volume sampah di Kabupaten Sleman tercatat meningkat signifikan selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, sehingga diperlukan langkah konkret yang melibatkan edukasi berkelanjutan.

“Kegiatan ini merupakan langkah awal dari kerja sama berkelanjutan antara dunia akademisi dan pemerintah wilayah dalam penanganan sampah di Sleman. Edukasi kepada guru PAUD memiliki nilai yang sangat strategis karena mereka adalah pembentuk karakter anak di masa emas. Pembiasaan memilah sampah sejak kecil akan membentuk perilaku anak yang peduli lingkungan hingga mereka beranjak dewasa. Mari kita bekerja sama lebih erat, karena masalah sampah ini membutuhkan penanganan segera dan perhatian serius dari semua pihak,” tegas Awaluddin Nurmiyanto.

Melalui workshop ini, diharapkan para pendidik PAUD memiliki instrumen edukasi yang tepat melalui buku saku tersebut untuk menciptakan generasi yang lebih peka terhadap kebersihan lingkungan. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara kebijakan pemerintah dan kajian akademis dapat melahirkan solusi praktis yang bermanfaat bagi masyarakat luas di Kabupaten Sleman. (Athiful/KIM Depok)




Perkuat Sinergi, Admin Kampung KB Condongcatur Gelar Rakor Penguatan Pelaporan Online

Sleman — Sebagai upaya memperkuat koordinasi dan meningkatkan kualitas dokumentasi kegiatan kewilayahan, Admin Kampung Keluarga Berkualitas (KKB) Condongcatur menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) teknis pelaporan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (9/1/2026) bertempat di Ruang Sasana Wicara, Kalurahan Condongcatur, Depok, Sleman. Pertemuan strategis ini dilaksanakan guna memastikan setiap program pemberdayaan masyarakat terdokumentasi secara akurat melalui sistem digital.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh 18 Admin Pelaporan Online KKB dari seluruh padukuhan di wilayah Condongcatur beserta jajaran pengurus KKB tingkat kalurahan. Forum ini menjadi wadah krusial untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi kendala teknis di lapangan, serta memperkuat sinergi antarpetugas dalam mendukung keberhasilan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Ketua KKB Condongcatur, Novita Safitri, dalam arahannya memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para admin yang selama ini menjadi ujung tombak informasi di tingkat padukuhan. Ia menegaskan bahwa pelaporan online bukan sekadar pemenuhan kewajiban administrasi formal, melainkan merupakan cerminan nyata dari suksesnya pembangunan kualitas keluarga di tengah masyarakat.

“Pelaporan online ini sangat penting karena menjadi jendela untuk melihat sejauh mana program Bangga Kencana telah berjalan di tingkat bawah. Melalui data yang diunggah secara konsisten, kita dapat memetakan dinamika keluarga di masyarakat secara lebih presisi. Saya berharap ketelitian terus ditingkatkan karena laporan ini akan menjadi dasar pengambilan kebijakan di masa depan,” ujar Novita Safitri di hadapan para admin.

Lebih lanjut, Novita memaparkan bahwa pelaporan online KKB terbagi dalam delapan seksi strategis yang meliputi Seksi Agama, Pendidikan, Kasih Sayang, Ekonomi, Pembinaan Lingkungan, Perlindungan, Reproduksi, serta Sosial Budaya. Setiap admin diharapkan mampu memotret seluruh kegiatan di padukuhan masing-masing dan segera melaporkannya ke dalam sistem digital agar progres pembangunan di Condongcatur dapat terpantau secara langsung oleh pemangku kepentingan.

Sesi diskusi interaktif dalam rakor ini berlangsung produktif dengan munculnya berbagai pengalaman dan solusi terkait kendala teknis pengunggahan data di tiap seksi. Semangat kebersamaan para admin terlihat dari komitmen mereka untuk terus memperbarui data secara rutin dan berkelanjutan. Dengan sistem pelaporan yang baik, program KKB di Condongcatur diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga.

Melalui koordinasi yang semakin solid antara admin dan pengurus, Kalurahan Condongcatur optimis dapat mewujudkan basis data keluarga yang akurat serta bermanfaat untuk mendukung program pembangunan daerah. Kesiapan data yang valid secara online akan membuktikan bahwa tata kelola administrasi di tingkat kalurahan telah berjalan secara modern dan transparan sesuai dengan tuntutan zaman. (Tri Suhartati/KIM Depok)




Optimalkan Potensi Wisata, Gardu Pandang Kaliurang Jadi Lokasi Edukasi dan Karakter Pelajar

Sleman — Upaya mempromosikan potensi wisata daerah di Kabupaten Sleman terus dilakukan melalui berbagai pendekatan kreatif dan edukatif. Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Dinamika Sinema Nusantara melalui unit usaha outbound menggelar kegiatan penguatan kerja sama tim bersama anggota Palang Merah Remaja (PMR) SMKN 1 Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung di Gardu Pandang Kaliurang pada Sabtu (10/1/2026) ini memadukan pembentukan karakter dengan pengenalan destinasi wisata lokal.

Rangkaian aktivitas outbound tersebut dirancang secara khusus untuk membangun kekompakan, kepemimpinan, komunikasi, serta kerja sama tim di kalangan pelajar. Selain menjadi sarana pembinaan kepribadian, agenda ini terbukti menjadi media yang efektif untuk memperkenalkan kembali destinasi wisata unggulan di lereng Merapi kepada generasi muda agar mereka lebih mencintai potensi daerahnya sendiri.

Salah satu instruktur dari unit usaha tersebut, Didit Paryono, menjelaskan bahwa kegiatan edukatif seperti team building merupakan strategi jitu untuk menarik minat masyarakat, khususnya pelajar, agar berkunjung ke objek wisata lokal. Menurutnya, Gardu Pandang Kaliurang bukan sekadar tempat untuk melihat pemandangan, tetapi juga laboratorium alam yang sangat mendukung kegiatan kelompok dalam jumlah besar.

“Ada banyak cara untuk memperkenalkan wisata yang ada di Kabupaten Sleman, salah satunya melalui kegiatan luar ruangan seperti ini. Gardu Pandang Kaliurang memiliki fasilitas yang sangat memadai dan pemandangan alam yang sangat menarik untuk kegiatan edukasi. Kami ingin para pelajar ini tidak hanya belajar tentang kepemimpinan, tetapi juga membawa pulang kenangan indah tentang keindahan alam Sleman,” ujar Didit Paryono di sela-sela kegiatan.

Lebih lanjut, Didit menambahkan bahwa Gardu Pandang Kaliurang merupakan alternatif wisata keluarga yang sangat terjangkau dan mudah diakses oleh kendaraan. Selain menjadi tujuan wisata alam bagi pelancong umum, lokasi ini juga telah menjadi titik kumpul strategis bagi berbagai komunitas, termasuk komunitas Jeep wisata Merapi yang menjadi ikon pariwisata di kawasan tersebut.

“Dengan harga tiket masuk yang sangat murah, tempat ini sangat cocok untuk wisatawan individu, keluarga, maupun kegiatan komunitas besar. Keindahan alamnya yang asri dengan latar belakang Gunung Merapi menjadi daya tarik tersendiri yang sulit ditemukan di tempat lain. Kami melihat antusiasme peserta sangat tinggi saat mengikuti permainan sambil menikmati udara sejuk di sini,” tambah Didit Paryono.

Melalui sinergi antara kegiatan komunitas dan pariwisata ini, KIM Dinamika Sinema Nusantara berharap Gardu Pandang Kaliurang semakin dikenal luas sebagai destinasi wisata yang edukatif dan rekreatif. Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu mendukung percepatan pengembangan pariwisata lokal serta meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam memajukan potensi daerah di Kabupaten Sleman secara berkelanjutan. (ESK/KIM DSN)




SMAN 1 Godean Rayakan Hari Jadi ke-39 dengan Semangat Cahaya Budaya

Sleman — SMA Negeri 1 Godean atau yang populer dengan sebutan Smago kembali mengukir jejak sejarah dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-39 yang jatuh pada tahun 2026. Mengusung tema besar “LUMINARA”, peringatan tahun ini menjadi simbol perjalanan panjang sekolah yang terus bersinar dan menuntun langkah menuju keberhasilan baru melalui kolaborasi harapan, kreativitas, serta inovasi tanpa batas.

Luminara dimaknai secara mendalam sebagai cahaya yang menuntun perjalanan. Filosofi ini mengandung pesan bahwa setiap proses, termasuk rintangan di masa lalu, merupakan bagian penting untuk menemukan sinar yang lebih kuat di masa depan. Nilai luhur tersebut tercermin dalam dua agenda utama yang menjadi pusat perhatian masyarakat, yakni peragaan busana atau fashion show dan kirab budaya yang dilaksanakan pada Jumat (9/1/2026).

Kegiatan fashion show yang diikuti oleh siswa kelas X dan XI digelar secara meriah di lapangan basket sekolah sebagai pembuka acara. Kemeriahan kemudian berlanjut dengan prosesi kirab budaya yang melibatkan seluruh siswa dari kelas X hingga kelas XII. Pelepasan kirab ditandai dengan pemotongan pita secara simbolis oleh kepala sekolah di lapangan utara SMA Negeri 1 Godean, yang disaksikan oleh warga sekitar dengan penuh antusias.

Kirab budaya ini bukan sekadar ajang perayaan atau pertunjukan kemeriahan semata bagi masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana penting dalam pelestarian budaya sekaligus media pendidikan budi pekerti bagi peserta didik. Nilai-nilai luhur diwariskan secara nyata melalui keterlibatan langsung para siswa dalam prosesi kirab, di mana mereka mengenakan beragam pakaian tradisional dan menampilkan identitas budaya yang kuat.

Kepala SMA Negeri 1 Godean, Surahman, menegaskan bahwa makna kirab budaya harus dipahami secara lebih mendalam oleh seluruh warga sekolah. Menurutnya, di tengah gempuran budaya asing, generasi muda harus kembali didekatkan dengan akar budayanya sendiri agar tidak kehilangan jati diri di masa depan.

“Kirab budaya ini jangan hanya dilihat dari kegiatan seremonialnya saja, tetapi juga harus dinilai dari makna dan niatan siswa dalam upaya melestarikan budaya. Generasi muda sekarang banyak yang merasa asing dengan budayanya sendiri. Dengan kirab budaya ini, harapannya siswa akan tergugah untuk mengetahui, merasa bangga, dan kemudian secara sukarela melestarikannya. Ini adalah bagian dari pembentukan karakter mereka,” ungkap Surahman di sela-sela acara.

Melalui kirab budaya ini, para siswa diajak untuk merasakan secara langsung bahwa bangsa Indonesia memiliki modal sosial yang kuat berupa kebersamaan, kekompakan, dan gotong royong. Setiap langkah dalam kirab menjadi simbol sinergi dan persatuan seluruh warga sekolah dalam mewujudkan visi pendidikan yang berkarakter. Selain itu, Surahman berpesan agar seluruh peserta tetap menjaga etika dan perilaku santun selama di perjalanan kirab agar citra baik sekolah tetap terjaga di mata masyarakat.

“Dalam pelaksanaan kirab, semua peserta harus menjaga citra sekolah. Bersikap tertib dan tidak melakukan hal-hal yang tidak disukai masyarakat, karena hal tersebut justru dapat merugikan pihak sekolah. Kita harus menunjukkan bahwa siswa Smago adalah pribadi yang santun dan menghargai nilai-nilai kemanusiaan,” tandas Surahman.

Perayaan HUT ke-39 SMA Negeri 1 Godean melalui tema Luminara menjadi pengingat bahwa cahaya pendidikan tidak hanya bersumber dari prestasi akademik di dalam kelas. Cahaya sejati justru muncul dari karakter, pelestarian budaya, dan nilai kemanusiaan yang terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus. Dengan semangat ini, Smago melangkah mantap membawa cahaya yang menginspirasi menuju masa depan yang lebih gemilang. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Peringati HUT ke-50, SD Babarsari Gelar Aksi Kemanusiaan Donor Darah Bersama PMI Depok

Sleman — Sekolah Dasar (SD) Babarsari memperingati hari ulang tahunnya yang ke-50 atau usia emas dengan cara yang menyentuh sisi kemanusiaan. Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kapanewon Depok, sekolah tersebut menyelenggarakan aksi donor darah yang melibatkan guru, orang tua siswa, serta masyarakat sekitar pada Sabtu (10/1/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memupuk jiwa sosial di lingkungan sekolah sekaligus membantu mengamankan stok darah di wilayah Depok dan sekitarnya.

Aksi sosial yang berlangsung di lingkungan sekolah ini mendapat sambutan hangat dari para pendaftar. Berdasarkan data panitia, terdapat 49 calon pendonor yang mendaftarkan diri. Setelah melalui pemeriksaan kesehatan yang ketat, sebanyak 43 orang dinyatakan lolos dan memenuhi syarat untuk diambil darahnya. Tingginya antusiasme ini menunjukkan besarnya kepedulian komunitas sekolah terhadap sesama.

Pengurus PMI Kapanewon Depok, Hening, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak sekolah yang telah memilih aksi donor darah sebagai bagian dari perayaan ulang tahun. Menurutnya, kontribusi sekecil apa pun dari masyarakat sangat berarti bagi mereka yang sedang membutuhkan transfusi darah di rumah sakit.

“Kami sangat senang dan bangga dapat berpartisipasi dalam acara ini. Langkah SD Babarsari patut dicontoh karena membantu masyarakat yang sedang berjuang dan sangat membutuhkan darah. Satu kantong darah yang didonorkan hari ini bisa menyelamatkan nyawa orang lain di luar sana,” ujar Hening di sela-sela kegiatan.

Kepala Sekolah SD Babarsari, Sudarman, mengungkapkan bahwa pemilihan kegiatan donor darah ini disengaja agar perayaan ulang tahun ke-50 sekolah tidak hanya bersifat hura-hura, tetapi juga membawa manfaat nyata. Ia ingin mengajarkan kepada para siswa secara tidak langsung tentang pentingnya berbagi dan menolong orang lain melalui aksi nyata yang bisa dilihat langsung di lingkungan sekolah.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut secara rutin dan menjadi agenda tahunan. Momentum usia emas ini kami gunakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya donor darah bagi kesehatan pendonor itu sendiri dan manfaatnya bagi orang lain. Kami ingin SD Babarsari terus hadir memberikan dampak positif bagi lingkungan di usianya yang ke-50 tahun ini,” tutur Sudarman.

Perayaan ulang tahun ke-50 SD Babarsari ini menjadi titik balik penting bagi sekolah untuk semakin aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial. Keberhasilan acara donor darah ini diharapkan dapat memicu semangat lembaga pendidikan lainnya di wilayah Depok untuk turut serta melakukan aksi serupa demi kepentingan kemanusiaan yang lebih luas. (Lidya/KIM Depok)