Karang Taruna Jogotirto Songsong Tahun Baru dengan Doa dan Donasi untuk Korban Bencana Sumatera

Sleman – Karang Taruna Tirta Kusumos Kalurahan Jogotirto gelar festival bumi air ke-2 pada malam pergantian tahun baru 31 Desember 2025, di lokasi wisata Lava Bantal, Jogotirto, Berbah, Sleman.

Acara itu dihadir Panewu Berbah, Djaka Sumarsono, Panom Nur Brahmantyo, Polsek, Dwi Daryanto, Danramil, Kapten Infantri Siswanto, Kawat Kemakmuran, Ringgo Anthoni Suryo, Lurah Jogotirto, Mitha Mayasari, pamong dan warga Jogotirto.

Malam pergantian tahun baru identik dengan dengan perayaan keramaian dengan puncaknya adalah pesta kembang api. Namun mengingat kondisi bangsa baru dalam duka dengan adanya bencana banjir dan tanah longsor di daerah Aceh, Sumatera, dan beberapa tempat lainnya. Untuk itu atas himbauan dari pemerintah, pesta kembang api ditiadakan.

“Sebagai gantinya pada perayaan pergantian tahuh, Karang Taruna Tirta Kusuma mengadakan donasi untuk korban bencana, renungan dan doa dengan menyalakan lilin bersama pengunjung,” ucap Ketua Panitia Festival Bumi Air vol ke-2, Awan Irawan Atianto yang juga merupakan Ketua Karang Taruna Tirta Kusuma Kalurahan Jogotirto.

Lebih lanjut Awan menyampaikan bahwa malam ini merupakan puncak Festival Bumi Air ke-2. Rangkaian kegiatan sudah dimulai dari November dengan berbagai kegiatan, di antaranya lomba cerdas cermat dan lomba sinematografi atar padukuhan yang ada di lingkungan Kalurahan Jogotirto.

“Adapun pesertanya adalah anggota sub karang taruna yang dibatasi usia 16 sampai 30 tahun. Pada malam ini juga akan ditayangkan semua video yang dikirimkan ke panitia lomba, dan malam ini juga akan diumumkan pemenangnya,” jelasnya.

Selain lomba tersebut, ada juga lomba stand yang disiapkan panitia untuk membantu pelaku UMKM yang ada di lingkungan Kalurahan Jogotirto. 

“Untuk penilaian lomba stand UMKM, Yuri berasal dari Ketua Forkom UMKM dan Karang Taruna Kapanewon Berbah,” tandas Awan.

Lurah Jogotirto, Mitha Mayasari menyambut gembira kegiatan yang telah dilaksanakan Karang Taruna Tirta Kusuma dalam menyambut perayaan tahun baru, meski suasana agak berbeda dari tahun sebelum yaitu ditiadakannya pesta kembang api.

“Seperti yang kita ketahui bahwa ada saudara kita yang sedang mengalami musibah bencana. Peniadaan persyaratan kembang api sebagai bentuk solidaritas dan dukungan untuk saudara kita yang terkena musibah,” ucapnya. (Kusnadi KIM Berbah)




Wasis Ridho dilantik Ketua Umum DPD Asthindo Sleman

Sleman – Pelantikan dan pengukuhan pengurus baru Dewan Pimpinan Daerah Yayasan Asthindo Sehati Indonesia Kabupaten Sleman Masa Bakti Periode II Tahun 2025-2028 resmi digelar pada Rabu (31/12/2025), di Rumah Sehat Yayasan Asthindo Sehati Indonesia, Hargobinangun, Pakem.

Hadir dalam pelantikan dan pengukuhan tersebut, para pembina, penasehat dan pengurus Asthindo DPD Kabupaten Sleman dan anggota lainnya.

Adapun Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Yayasan Asthindo, Sunardi yang melantik dan mengukuhkan pengurus baru hasil musyawarah daerah luar biasa memutuskan bahwa kepengurusan yang baru masa bakti periode tahun 2025-2028 dipercayakan kepada Wasis Ridho selaku Ketua Umum DPD Asthindo Kabupaten Sleman.

Dalam arahannya, Sunardi mengharapkan pengurus DPD Asthindo  Kabupaten Sleman bisa menjadi contoh dalam hal kekompakan, dan kebersamaan dalam melaksanakan aksi solidaritas Thibbun Indonesia di wilayah Kabupaten Sleman ini.

“Saya melihat bahwa lembaga sudah aktif dan banyak pasien yang sudah bisa terlayani dengan baik,” katanya.

Sunardi pun menyampaikan masalah seragam atau juga rompi Asthindo yang sudah dipakai untuk acara ini.

“Kita tidak perlu merasa malu atau kurang PD memakaiseragam Asthindo. Saya berharap organisasi yang sudah resmi dilantik segera berbenah untuk menggerakan aksi melalui rumah sehat maupun datang kelembaga- lembaga yang membutuhkan terapi yang menjadi tugas aksi kita,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD Asthindo Kabupaten Sleman, Tubagus Saiudin menyampaikan terima kasih atas dukungannya sehingga pelantikan dan pengukuhan bisa berjalan lancar.

“Pengurus periode ini diharapkan terus ada keaktifan dan juga pembinaan dari para penasehat, pembina, dan pengawas sehingga program tiga tahun kedepan lebih maju dan terus berkembang aksi solidaritas Thibbun Indonesia di Kabupaten Sleman,” ujarnya.

Selanjutnya, Penasehat Asthindo Kabupaten Sleman, Hajar Dewantara mengharapkan program Asthindo bisa lebih aktif, dan lebih memperbanyak sosialisasi di lembaga lembaga agama, maupun instansi terkait.

“Dengan sosialisi yang rutin Asthindo semakin dikenal dan diketahui keberadaanya,” katanya. (Suripto / KIM Ngaglik)




Relawan DESTANA Sardonoharjo Sigap Evakuasi Pohon Tumbang Meski Diguyur Hujan

Sleman — Semangat gotong-royong dan kesiapsiagaan kembali ditunjukkan relawan DESTANA Sardonoharjo bersama warga dalam menangani bencana angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang di wilayah Candi Dukuh, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Kamis (1/12/2025).

Peristiwa angin kencang yang terjadi sekitar pukul WIB tersebut mengakibatkan sebuah pohon alpukat berdiameter lebih kurang 35 centimeter milik H. Malik, warga RT 003 Candi Dukuh, tumbang dan menimpa bagian rumah warga. Dampak kejadian menyebabkan genteng rumah pecah, kerusakan pada dapur dan kanopi garasi mobil. Kondisi tersebut mengganggu akses jalan, karena pohon tersangkut dan menggantung di tiga kabel listrik bertegangan tinggi, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan.

Menanggapi kejadian itu, DESTANA Sardonoharjo dengan cepat bergerak ke lokasi bersama warga setempat untuk melakukan evakuasi pohon tumbang. Dengan penuh kehati-hatian dan semangat relawan yang tinggi, proses pemotongan serta pembersihan dilakukan meskipun cuaca hujan, demi memastikan keamanan lingkungan dan warga sekitar.

Berkat koordinasi yang baik antara relawan dan masyarakat, seluruh rangkaian evakuasi berjalan lancar, akses jalan kembali normal, serta potensi bahaya akibat kabel listrik dapat diminimalkan tanpa adanya korban jiwa.

Dalam kesempatan tersebut, H. Malik selaku pemilik pohon menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada DESTANA Sardonoharjo dan warga yang telah membantu dengan sigap.

“SayaIa sangat terbantu atas kehadiran para relawan yang tetap bekerja penuh dedikasi walau dalam kondisi hujan. Sehingga dampak kerusakan dapat segera ditangani dan tidak menimbulkan bahaya lanjutan bagi lingkungan sekitar,” katanya. (ESK – KIM DSN)




Forum Komunikasi Relawan Driver Ambulans se-Kapanewon Turi Resmi Dikukuhkan

Sleman – Pemerintah Kapanewon Turi resmi mengukuhkan Forum Komunikasi Relawan Driver Ambulans se-Kapanewon Turi, pada Rabu (31/12/2025), dalam rangkaian acara Hari Ulang Tahun ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kapanewon Turi ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto, para relawan ambulans lintas lembaga, unsur Forkopimkap, dan perwakilan instansi kesehatan.

Agenda utama acara ini adalah pengukuhan forum sekaligus pembacaan Surat Keputusan Panewu Turi Nomor 16/KPTS/2025 tentang Pembentukan Forum Komunikasi Relawan Driver Ambulans se-Kapanewon Turi Tahun 2025. SK tersebut dibacakan oleh Panewu Anom Turi, Yunan S, sebagai dasar hukum pembentukan forum yang diharapkan mampu memperkuat koordinasi layanan kedaruratan di wilayah Turi.

Forum ini dibentuk sebagai wadah koordinasi, komunikasi, dan penguatan peran relawan driver ambulans yang selama ini aktif memberikan pelayanan sosial dan kemanusiaan kepada masyarakat. Dengan adanya forum, para relawan diharapkan dapat bekerja lebih terstruktur, responsif, dan saling terhubung dalam menangani berbagai kondisi kegawatdaruratan, khususnya kecelakaan lalu lintas dan layanan rujukan medis darurat.

Ketua Forum Komunikasi Relawan Driver Ambulans se-Kapanewon Turi, Sigit Yuliatmoko menjelaskan bahwa pembentukan forum berangkat dari kepedulian para relawan terhadap kebutuhan masyarakat akan pelayanan ambulans yang cepat dan berkualitas.

“Forum ini bermula dari perhatian kami yang tergabung dalam grup ambulans. Kami ingin menghadirkan pelayanan tercepat, terbaik, dan berkualitas bagi masyarakat Turi,” ujar Sigit, yang juga merupakan relawan Ambulans Lazismu.

Ia menambahkan, keberadaan forum ini diharapkan mampu mempercepat respons dalam situasi darurat.

“Kami berkomitmen memberikan reaksi tercepat untuk kasus kecelakaan lalu lintas dan kedaruratan medis di rumah. Saat ini sudah terdaftar 11 unit ambulans dari berbagai unsur yang siap bersinergi,” jelasnya.

Dalam SK Panewu Turi ditegaskan bahwa forum ini dibentuk untuk meningkatkan sinergi antarrelawan driver ambulans di wilayah Kapanewon Turi. Periode kepengurusan ditetapkan selama dua tahun, dan dapat diangkat kembali pada periode berikutnya. Struktur kepengurusan melibatkan berbagai elemen, mulai dari ambulans milik organisasi keagamaan, kalurahan, hingga lembaga sosial dan kemanusiaan.

Dengan susunan Ketua Sigit Yuliatmoko (Ambulance Lazismu), Sekretaris, Kusmardana (Ambulance MTA), Purnomo (Ambulance Kalurahan Girikerto), Bendahara, Sugiyanto (Ambulance Gerindra) dan anggota Yanu Waskito (Ambulance Gereja St Yohanes Rosul Somohitan), Dwi Rohmat (Ambulance SAR Wonokerto), Hamdan Matori (Ambulance MWCNU) , Harmadi (Ambulance Indra Bangsawan, Reza Nursahid (Ambulance Kalurahan Girikerto dan Tarminanto (Ambulance PMI)

Panewu Turi, Joko Susilo dalam penetapannya menyampaikan harapan agar forum ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam pelayanan kemanusiaan. Keberadaan relawan ambulans dinilai sangat vital, terutama dalam kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi.

Dengan dikukuhkannya Forum Komunikasi Relawan Driver Ambulans se-Kapanewon Turi, diharapkan pelayanan kesehatan darurat di wilayah Turi semakin optimal, terintegrasi, dan mampu menjangkau masyarakat secara cepat dan tepat. (Arief Hartanto KIM Kertomandiri Turi)




Tradisi Awal Tahun Warga Cepit Soropadan Condongcatur Berbagi Paket Sembako dan Ratusan Mangkuk Gulai Ayam

Sleman – Warga RT 11 RW 38 Cepit, Padukuhan Soropadan, Condongcatur untuk kali kedua menggelar kegiatan bakti sosial bertajuk ‘RT 11 RW 38 Berbagi #2’. Kegiatan tersebut berlangsung di sepanjang Jalan Cepit RT 11, pada Kamis (1/12/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Lurah Condongcatur, Dukuh Soropadan, Ketua RW 37, para Ketua Ketua RT, Ketua Kampung Cepit, donatur dan 300 warga penerima manfaat

Ketua Panitia, Totok Nugroho menyampaikan kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kepedulian sosial, memperkuat kebersamaan warga, serta membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Panitia menyalurkan 200 paket sembako gratis (minyak, gula pasir, mie instan, tepung terigu), potong pakaian layak pakai, perlengkapan lainya (tas, barang pecah belah, tumbler) serta menyediakan 400 mangkuk gulai ayam dan 100 es krim untuk anak-anak. Selain itu, warga juga dapat memanfaatkan posko kesehatan gratis yang disediakan di lokasi kegiatan,” jelasnya.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji menyambut baik dan memberikan apresiasi atas kreatifitas dan kepedulian warga RT 11 RW 38 Cepit Soropadan ini.

“Melalui kegiatan ini semoga semangat berbagi dan gotong-royong dapat terus terjaga, serta kegiatan sosial ini dapat menjadi inspirasi bagi tempat lainya di wilayah Condongcatur di masa mendatang. Karena kegiatan bakti sosial seperti ini dapat meningkatkan kepedulian sosial, dan mempererat hubungan antar warga. Ini bukan cuma tentang memberi, tapi juga tentang berbagi kebahagiaan, kasih sayang dan rasa kepedulian,” ungkapnya.

Sementara itu Siti Azizah selaku seksi acara mewakili panitia mengucapkan terima kasih kepada para donatur sponsorhip kegiatan bakti sosial ini.

“Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada GKI Gejayan, Gejayan Inova, Alfin audio, Griya Meterial, Kolong, Majik, STRJL industri, CBRNS costum Jersey dan warga RT 11 dan para donatur spinshorship lainya yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang telah mendukung dan mensupport kegiatan ini,” ucapnya. (Wasana / KIM Depok)