Jaga Tradisi dan Kebersihan, Warga Sombangan Gotong Royong Bersihkan Makam Setiap Ahad Legi

Sleman – Warga Sombangan kembali menunjukkan kekompakan dan kepedulian terhadap lingkungan dengan menggelar kegiatan gotong royong membersihkan makam pada Minggu (4/1/2026). Aksi bersih-bersih makam yang bertepatan dengan awal tahun 2026 ini merupakan agenda rutin yang dilakukan masyarakat setempat setiap hari Ahad Legi guna menjaga area pemakaman tetap rapi dan terawat.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut kental dengan suasana kekeluargaan. Warga dari berbagai usia bahu-membahu membersihkan rumput liar, merapikan nisan, serta menata area sekitar makam. Budaya gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa ini masih terjaga erat di tengah dinamika zaman yang terus berubah.
Dukuh Sombangan, Agus Sartono, memberikan apresiasi tinggi kepada warganya yang tetap konsisten menjaga tradisi kerja bakti ini. Menurutnya, kegiatan kolektif seperti ini tidak hanya memberikan manfaat bagi kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga.
“Kami sangat bangga dengan antusiasme warga. Semoga kegiatan gotong royong semacam ini tetap lestari walau era telah berubah. Dengan bekerja bersama-sama, semua pekerjaan yang berat akan menjadi ringan. Jika dilakukan sendiri-sendiri, mungkin warga hanya membersihkan area makam leluhurnya saja, tetapi karena dikerjakan kolektif, seluruh area makam menjadi bersih total,” ujar Agus Sartono di sela kegiatan.
Ketua 2 Pengurus Makam Sombangan, Sugito, menjelaskan bahwa pertumbuhan rumput liar atau gulma memang sangat cepat, terutama saat memasuki musim penghujan. Meskipun sebelumnya pengelola telah melakukan upaya penyemprotan obat rumput, pembersihan secara fisik tetap diperlukan agar hasil yang didapat lebih maksimal dan estetis.
“Walau sudah disemprot obat rumput, namun tetap saja tumbuh subur karena faktor cuaca musim hujan. Insyaallah, sebelum memasuki bulan Ramadhan nanti, kami akan menggelar gotong royong sekali lagi yang sekaligus dibarengi dengan tradisi Ruwahan untuk mendoakan para leluhur,” kata Sugito menjelaskan rencana kegiatan berikutnya.
Selain masalah kebersihan, pengurus makam juga tengah fokus pada pengembangan infrastruktur area pemakaman. Bendahara Makam, Gustam Andre Yanto, mengungkapkan bahwa saat ini pengelola baru saja menyelesaikan pembangunan talud dengan biaya swadaya masyarakat sebesar 14,5 juta rupiah. Namun, masih terdapat rencana pembangunan gudang inventaris dan pengecoran jalan makam yang membutuhkan dukungan dana tambahan.
“Kami masih memerlukan biaya untuk merampungkan gudang dan cor blok jalan agar akses warga saat berziarah lebih nyaman. Kami sangat berharap bantuan dari seluruh ahli waris, terutama warga Sombangan yang belum sempat berkontribusi pada pembangunan kemarin. Sesuai kesepakatan bersama, kami mengajak setiap kepala keluarga untuk memberikan bantuan minimal 100 ribu rupiah guna mewujudkan fasilitas makam yang lebih representatif,” pungkas Gustam Andre Yanto. (Giek/KIM Moyudan).



