Gelar Tabligh Akbar di Pusat Perbelanjaan, PDM Sleman Galang Dana Bangun Gedung Dakwah Terpadu

Sleman — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar acara Tabligh Akbar dan Penggalangan Dana yang berlangsung di Atrium Shinta, Sleman City Hall (SCH), Sabtu (10/1/2026). Perhelatan yang menjadi bagian dari rangkaian Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) perdana ini dihadiri langsung oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dahlan Rais, serta jajaran tokoh persyarikatan se-Kabupaten Sleman.
Acara ini bukan sekadar ajang silaturahmi biasa, melainkan langkah nyata PDM Sleman untuk mewujudkan impian memiliki kantor pusat yang representatif. Saat ini, operasional kantor PDM Sleman masih berbagi ruang di area Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sleman. Kondisi kantor tersebut kian terbatas seiring pesatnya perkembangan layanan kesehatan di rumah sakit tersebut.
Direktur RS PKU Muhammadiyah Sleman, Yoga Wiratama, menceritakan sejarah di balik lokasi kantor saat ini. Pada tahun 2021, PDM Sleman dengan ikhlas merelakan lahan kantornya demi perluasan instalasi rumah sakit guna menampung belasan ribu pasien BPJS. Pengorbanan tersebut kini coba dibalas oleh warga persyarikatan dengan mendukung pembangunan gedung mandiri.
“Bapak-bapak PDM waktu itu mengikhlaskan kantornya agar kebermanfaatannya bagi masyarakat luas bisa lebih maksimal melalui rumah sakit. Saat ini, PKU Sleman telah melayani belasan ribu pasien per tahun. Inilah saatnya kita bergerak bersama membantu PDM untuk memiliki gedung sendiri yang layak dan mampu menunjang aktivitas dakwah yang semakin besar,” ujar Yoga Wiratama di hadapan para jemaah.
Ketua Panitia Penggalangan Dana, Nasirun, memaparkan rencana strategis pembelian tanah Unit 2 yang berlokasi di Jalan Jejamuran. Lahan yang diincar tersebut berada tepat bersisihan dengan area pengembangan RS PKU Muhammadiyah. Ke depan, kawasan tersebut diproyeksikan menjadi kompleks Muhammadiyah Center Sleman yang terintegrasi.
“Sangat ironis melihat Sleman memiliki 154 Ranting, 79 SD, dan puluhan SMK hebat, tetapi kantor PDM-nya untuk parkir kendaraan saja masih susah. Kami menargetkan penggalangan dana tahap kedua ini fokus untuk membebaskan lahan di sekitarnya agar mimpi membangun pusat dakwah terpadu ini bisa segera terwujud secara fisik,” tegas Nasirun.
Berdasarkan laporan panitia, dana sebesar Rp5,4 miliar telah berhasil dikelola pada tahap pertama untuk pembelian tanah dan gedung senilai Rp3,5 miliar. Tantangan selanjutnya adalah membebaskan lahan tambahan dengan estimasi harga pasar mencapai Rp3,5 juta hingga Rp4 juta per meter persegi. Ketua PDM Sleman, Harjaka, menekankan bahwa kontribusi warga adalah bentuk latihan spiritual untuk membersihkan diri dari sifat bakhil.
“Kami mengumpulkan jemaah sekalian bukan sekadar untuk meminta bantuan nominal, tetapi mengajak kita semua bersedekah agar bersih dari sifat kikir. Lokasi pameran di pusat perbelanjaan ini sudah strategis dan memudahkan kita, maka mari kita sambut kemudahan ini dengan aksi nyata melalui wakaf tanah, baik sepuluh meter persegi atau semampunya,” ajak Harjaka.
Dahlan Rais yang hadir sebagai pembicara inti memberikan apresiasi tinggi atas gerak cepat PDM Sleman dalam mengonsolidasi kekuatan ekonomi umat. Merujuk pada tafsir Al-Qur’an, ia mengingatkan bahwa bukti syukur yang paling utama adalah dengan amal nyata yang lebih baik. Ia menyebut kontribusi warga Muhammadiyah laksana sang surya yang terus memberi tanpa mengharap kembali.
“Syukur dengan lisan itu benar, dengan sujud syukur juga boleh. Namun jika merujuk pada firman Allah, syukur harus ditunjukkan dengan berbuat dan beramal yang lebih baik. Perbuatan baik itu pasti akan kembali kepada diri kita sendiri. Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah harus terus bergerak memberi manfaat bagi semesta tanpa lelah,” tutur Dahlan Rais dalam tausiyahnya.
Acara diakhiri dengan sesi lelang tanah simbolis dan pengumpulan infak spontan dari para jemaah yang hadir. Dengan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas persyarikatan, Muhammadiyah Sleman optimis pusat dakwah yang megah di Bumi Sembada akan segera berdiri tegak, sejajar dengan kemajuan bidang pendidikan dan kesehatan yang telah mereka raih selama ini. (Arief Hartanto/KIM Kertomandiri)



