HUT Ke-67 PEPABRI di Sleman, Purnawirawan Teguhkan Persatuan dan Pengabdian untuk Negeri

Sleman – Keluarga besar Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (PEPABRI) meneguhkan komitmen untuk terus merawat semangat perjuangan, persatuan, dan pengabdian kepada bangsa. Komitmen tersebut disampaikan dalam Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-67 PEPABRI yang digelar di Wisma MBC Garden, Tirtomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Rabu (16/9/2026).

Mengusung tema “Menguatkan Api Perjuangan dan Persatuan Bangsa”, kegiatan yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PEPABRI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tersebut diikuti sekitar 100 peserta. Mereka terdiri atas purnawirawan dan warakawuri TNI-Polri, unsur TNI-Polri, pengurus organisasi purnawirawan, tokoh, serta sesepuh PEPABRI.

Komandan Korem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono menyampaikan apresiasi atas dedikasi panjang para purnawirawan TNI dan Polri dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.

“Pengabdian tidak mengenal batas usia. Semakin senior, semakin luas pengalaman dan semakin kuat jaringan yang dimiliki,” ujar Yuniar.

Menurutnya, pengalaman, keteladanan, dan jejaring para purnawirawan merupakan kekuatan penting dalam menjaga persatuan sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi penerus.

Yuniar juga menyebut Yogyakarta memiliki hubungan historis dengan perjalanan PEPABRI. Organisasi tersebut lahir melalui Kongres Nasional I yang berlangsung pada 10–12 September 1959 di Kaliurang, Yogyakarta. Tanggal 12 September kemudian diperingati sebagai hari lahir PEPABRI sekaligus Hari Purnawirawan.

“Semoga semangat perjuangan dan pengabdian para senior terus menjadi teladan bagi generasi penerus,” katanya.

Sementara itu, amanat Ketua Umum PEPABRI, Jenderal TNI (Purn.) Agum Gumelar yang dibacakan Ketua DPD PEPABRI DIY, Mayjen TNI (Purn.) Fajar Budiyanto menegaskan bahwa usia ke-67 menjadi momentum untuk menjaga kesinambungan pengabdian kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Peringatan HUT PEPABRI tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk menghormati jasa para pejuang dan pendahulu bangsa. PEPABRI diharapkan terus berperan dalam menjaga nilai-nilai perjuangan, memperkuat semangat kebangsaan, serta menjadi teladan dalam merawat persatuan.

Tema peringatan tahun ini juga menegaskan bahwa masa purnatugas bukanlah akhir dari pengabdian. Nilai patriotisme, kesetiaan kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta komitmen menjaga keutuhan NKRI diharapkan terus diwariskan kepada generasi penerus.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antara para purnawirawan dengan generasi penerus TNI-Polri. Interaksi lintas generasi diharapkan dapat menjaga kesinambungan nilai perjuangan dan memperkokoh persatuan dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan.

Kegiatan turut dihadiri unsur TNI-Polri, sesepuh dan pengurus PEPABRI DIY, Ketua Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) DIY, Ketua Persatuan Purnawirawan Angkatan Udara (PPAU), Ketua Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL), serta para purnawirawan dan warakawuri TNI-Polri. (Wasana/KIM Depok)




Satpol PP Sleman Dorong Warga Perkuat Deteksi Dini Gangguan Keamanan

Sleman – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman mendorong masyarakat memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing melalui peningkatan kepedulian dan partisipasi warga.

Kegiatan tersebut menyasar warga Padukuhan Gamol, Padukuhan Pereng Dawe, dan Padukuhan Ngaran, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, yang mengikuti Pembinaan Keamanan Lingkungan di Aula 99 Gamol, Balecatur, Gamping, Sleman, Kamis (17/9/2026).

Kepala Kepolisian Sektor Gamping, AKP Bowo Susilo sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, mengatakan keamanan lingkungan tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada aparat, karena masyarakat memiliki peran penting dalam mengenali berbagai potensi kerawanan sejak dini.

“Keamanan lingkungan membutuhkan kepedulian bersama. Masyarakat yang berada langsung di lingkungan masing-masing memiliki peran penting untuk mengetahui dan melaporkan apabila terdapat hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan,” terangnya.

Menurut AKP Bowo Susilo, partisipasi masyarakat dapat dilakukan melalui penguatan sistem keamanan lingkungan (Siskamling), meningkatkan komunikasi antarwarga, serta membangun kebiasaan untuk segera berkoordinasi dengan aparat apabila menemukan situasi yang dinilai mencurigakan atau berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.

Ia mengatakan deteksi dini akan lebih efektif apabila dibangun melalui komunikasi yang aktif antara warga dengan pemerintah kalurahan, dukuh, Satlinmas, Bhabinkamtibmas, Babinsa, maupun kepolisian. Informasi dari masyarakat dapat menjadi bahan awal bagi aparat dalam melakukan langkah pencegahan.

Lebih lanjut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sleman, Ikhsan Waluyo menekankan pentingnya menjaga kepedulian sosial di lingkungan permukiman. Warga tidak hanya perlu memperhatikan keamanan fisik lingkungan, tetapi juga membangun komunikasi dan kebersamaan agar berbagai persoalan sosial dapat diketahui serta diselesaikan melalui mekanisme yang tepat.

Pembinaan yang diselenggarakan Satpol PP Kabupaten Sleman dan dihadiri Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sleman, Fika Chusnul Chotimah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menciptakan kondisi lingkungan yang aman dan tertib.

“Keterlibatan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pembinaan, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tandas Ikhsan.

Harapannya, dengan meningkatnya kesadaran dan partisipasi warga Gamol, Pereng Dawe, dan Ngaran, upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Balecatur semakin berbasis pada pencegahan. Masyarakat dan aparat dapat bersama-sama membangun sistem kewaspadaan lingkungan yang cepat merespons setiap potensi gangguan keamanan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




SD Negeri Perumnas 3 Perkuat Pendampingan Anak Era Digital

Sleman – SD Negeri Perumnas 3 memperkuat peran orang tua dan sekolah dalam mendampingi tumbuh kembang anak di tengah perkembangan teknologi digital.

Pesan tersebut disampaikan Dosen PGSD UAD, Suyitno saat menjadi pemateri kegiatan Parenting SD Negeri Perumnas 3, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan yang diikuti sebanyak 42 peserta yang terdiri atas guru dan wali murid ini bertema “Orang Tua Bijaksana, Anak Tumbuh Istimewa di Era Digital yang Berwarna”.

Dalam pemaparannya, Suyitno mengajak orang tua hadir secara aktif dalam proses pendidikan anak.

“Peran tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan anak, tetapi juga mendampingi belajar, memberikan motivasi, membangun komunikasi, serta menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Menurutnya, pendampingan belajar perlu dibangun secara bersama antara sekolah dan keluarga. Pembelajaran yang dilakukan guru di sekolah perlu mendapatkan penguatan dari orang tua di rumah agar proses pendidikan berlangsung secara berkelanjutan.

“Orang tua perlu hadir dalam proses pendidikan anak. Pendampingan, komunikasi, motivasi, dan keteladanan menjadi bagian penting dalam membantu anak tumbuh dan belajar secara optimal,” jelasnya.

Perkembangan penggunaan gawai juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Suyitno mendorong orang tua mendampingi anak menggunakan teknologi secara bijak. Pendekatan tidak semata-mata melalui larangan, tetapi melalui komunikasi, pengawasan, dan pemahaman mengenai penggunaan teknologi sesuai kebutuhan anak.

Kepala SD Negeri Perumnas 3, Maksum Widodo mengajak guru dan wali murid membangun kebersamaan dalam mendampingi proses belajar. Menurutnya, sekolah dan keluarga memiliki peran yang saling melengkapi dalam mendukung perkembangan anak.

Kegiatan parenting tersebut menjadi momentum memperkuat komunikasi antara guru dan wali murid. Keselarasan pendampingan di sekolah dan rumah diharapkan membentuk lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan akademik sekaligus karakter anak.

Pendidikan anak, lanjutnya, tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Pendampingan juga diperlukan agar anak tumbuh menjadi pribadi berilmu, berkarakter, berprestasi, serta mampu menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. (Athiful/KIM Depok)




Mahasiswa UGM Gelar Pengabdian di Sombangan, Usung Program CERDIK

Sleman – Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dari Departemen Gizi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) melaksanakan pengabdian masyarakat di Padukuhan Sombangan, Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Sleman. Kegiatan berlangsung selama tiga bulan, mulai 21 September hingga 30 November 2026.

Sosialisasi program digelar di Masjid Al-Falah Sombangan, Kamis (17/9/2026), dan dihadiri Carik Sumbersari Junaidi, Dukuh Sombangan Agus Sartono, Ketua RT dan RW, PKK, serta kader kesehatan.

Carik Sumbersari, Junaidi menyampaikan apresiasi kepada UGM FK-KMK yang telah memilih Sombangan sebagai lokasi pengabdian. Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan edukasi sekaligus mendorong upaya pencegahan penyakit tidak menular, khususnya hipertensi.

“Dengan tema Cegah Hipertensi dengan Diet, Aktivitas Fisik, dan Deteksi Dini (CERDIK), kami berharap kegiatan ini dapat memberikan edukasi yang disertai praktik nyata di masyarakat,” ujarnya.

Ketua Kelompok 1, Salsabila Putri Amri menjelaskan program CERDIK akan dilaksanakan selama kurang lebih tiga bulan melalui kegiatan pendataan, pemberian edukasi, dan praktik. Program tersebut menargetkan pengendalian faktor risiko hipertensi dalam jangka pendek dan penurunan morbiditas hipertensi hingga 10 persen dalam jangka panjang.

Sementara itu, mahasiswa UGM lainnya, Yosia Deby Septiyawati Hasibuan memaparkan berdasarkan data Puskesmas Moyudan, hingga September 2025 terdapat 494 kunjungan dari wilayah Sumbersari dengan keluhan hipertensi. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi secara berkelanjutan.

Menurut Yosia, faktor risiko yang ditemukan di masyarakat antara lain pola hidup kurang sehat, kebiasaan merokok dan begadang, pola makan tinggi garam, serta konsumsi keripik, gorengan, tepung, dan gula secara berlebihan. Aktivitas fisik teratur juga masih rendah karena sebagian masyarakat menganggap aktivitas sehari-hari sebagai olahraga.

“Faktor lainnya adalah belum optimalnya pemanfaatan layanan kesehatan. Banyak masyarakat usia produktif yang jarang melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” jelasnya.

Untuk menjawab kondisi tersebut, program CERDIK mencakup penyusunan dan distribusi buku resep menu gizi seimbang untuk penderita hipertensi, demonstrasi pengolahan makanan, pemberdayaan pekarangan melalui pembagian benih sayuran dan edukasi budidaya, senam rutin, kelas Tai Chi, serta pengadaan sarana olahraga.

Selain itu, mahasiswa memberikan edukasi pemanfaatan layanan Puskesmas, pelatihan pengukuran tekanan darah, edukasi kepatuhan konsumsi obat hipertensi, serta pendampingan penggunaan aplikasi SATU SEHAT untuk mendukung pemantauan kesehatan secara mandiri.

(Giek/KIM Moyudan)




September Jadi Bulan Pemberian Obat Cacing, Posyandu Tanjung II Sasar Balita Karangasem

Sleman – Posyandu Tanjung II Karangasem, Padukuhan Gempol, Kalurahan Condongcatur, melaksanakan pemberian obat cacing bagi balita dalam pelayanan Posyandu September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan kecacingan sekaligus mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak sejak dini.

Pemberian obat cacing menyasar anak usia 1 hingga 5 tahun. Kecacingan perlu dicegah karena infeksi cacing dapat mengganggu penyerapan zat gizi dan berdampak pada kesehatan serta pertumbuhan anak.

Dalam kegiatan tersebut, obat yang diberikan adalah Albendazole. Obat ini digunakan dalam program pencegahan kecacingan. Pemberian obat dilakukan sesuai ketentuan dan usia anak.

Dukuh Gempol, Ari Susanti mengatakan pemberian obat cacing melalui Posyandu merupakan salah satu bentuk perhatian masyarakat terhadap kesehatan anak.

“Pemberian obat cacing ini merupakan salah satu upaya pencegahan kecacingan pada balita. Kami berharap orang tua mengikuti pemberian obat sesuai jadwal serta terus membiasakan anak hidup bersih, seperti mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan alas kaki,” ujar Ari, Kamis (17/9/2026).

Ketua Posyandu Tanjung II, Tatik menambahkan pencegahan kecacingan perlu dilakukan secara menyeluruh. Selain pemberian obat secara berkala, orang tua perlu membiasakan anak menjaga kebersihan tangan dan kuku, menggunakan alas kaki, menjaga kebersihan lingkungan, serta menggunakan jamban sehat.

Pemberian obat cacing tersebut menjadi bagian dari pelayanan Posyandu Tanjung II yang mengusung konsep “Melayani Semua Siklus Hidup”. Pelayanan tidak hanya menyasar balita, tetapi juga remaja, dewasa, hingga lansia.

Bagi balita, pelayanan meliputi penimbangan dan pengukuran untuk memantau pertumbuhan. Sementara kelompok usia lainnya mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan, termasuk pemeriksaan tekanan darah.

Melalui pemberian obat cacing dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, Posyandu Tanjung II Karangasem mendorong upaya pencegahan kecacingan sekaligus menjaga kesehatan anak sejak dini.

(Tri Suhartati/KIM Depok)