Forum KIM Sembada Sleman Perkuat Kolaborasi dan Penerapan Prinsip 3E1N Jawab Tantangan Digital

Sleman — Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) se-Kabupaten Sleman didorong untuk terus memperkuat kelembagaan, meningkatkan kompetensi pegiat, serta menerapkan prinsip jurnalisme yang memberdayakan di era digital. Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Forum KIM Sembada yang diselenggarakan di Kapanewon Turi, Sleman, Sabtu (31/10/2026).

Ketua Forum KIM Sembada Kabupaten Sleman, Adnan Nurtjahyo, menegaskan bahwa perkembangan teknologi membawa tantangan besar, seperti maraknya hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, hingga rendahnya literasi digital di sebagian masyarakat. Oleh karena itu, kehadiran KIM dituntut tidak hanya menjadi penghubung informasi pemerintah, tetapi juga penggerak literasi dan pemberdayaan masyarakat.

“Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh, mengolah, memproduksi, dan menyebarluaskan informasi. Di satu sisi, teknologi memberikan peluang besar untuk mempromosikan potensi wilayah. Namun, di sisi lain, kita dihadapkan pada persoalan disinformasi, hoaks, ujaran kebencian, serta rendahnya literasi digital,” ujar Adnan.

Adnan menambahkan, KIM harus mampu menjadi etalase informasi yang mengangkat keunggulan potensi lokal di setiap kapanewon—mulai dari sektor pertanian, pariwisata, kebudayaan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)—melalui publikasi digital yang menarik dan berkelanjutan.

Selain penguatan kolaborasi dan kelembagaan, Adnan mengingatkan para kontributor KIM mengenai pentingnya memperhatikan nilai edukasi, pencerahan, pemberdayaan, dan nasionalisme dalam menyusun berita. Keempat unsur tersebut dikenal dengan kriteria 3E1N (Education, Enlighten, Empower, dan Nationalism), yang menjadi acuan kelayakan berita untuk dipublikasikan di Media Center Sleman.

“Berita atau liputan itu bisa mengedukasi masyarakat. Kemudian, berita tersebut juga bisa mencerahkan dan memberdayakan masyarakat. Satu unsur lagi adalah nasionalisme, yakni bagaimana berita yang dibuat dapat meningkatkan rasa kebangsaan. Yang diutamakan adalah liputan-liputan yang bermanfaat bagi masyarakat, bukan sekadar memberitakan seremonial pejabat,” tegas Adnan.

Dalam kesempatan tersebut, dijelaskan pula bahwa seluruh naskah yang dikirim oleh kontributor KIM akan melewati proses seleksi oleh tim editor Media Center Sleman. Melalui pemenuhan kriteria 3E1N serta peningkatan keterampilan jurnalisme warga, KIM diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai penggerak literasi dan pemberdaya masyarakat di Kabupaten Sleman.

(SBD/KIM Tempel)




Forum KIM Sleman Perkuat Produktivitas Pemberitaan dan Integritas Informasi di Era Digital

Sleman — Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Sleman didorong untuk terus menjaga produktivitas pemberitaan sekaligus mengedepankan akurasi informasi dalam memperkenalkan potensi daerah. Pesan tersebut mengemuka dalam pertemuan Forum KIM Sembada Kabupaten Sleman yang diselenggarakan oleh KIM Kerto Mandiri Turi di Kapanewon Turi, Sabtu (31/10/2026).

Mewakili Pemerintah Kapanewon Turi, Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Supatmi menyampaikan apresiasi atas kontribusi aktif KIM dalam menyebarluaskan program pemerintah serta potensi lokal kepada masyarakat luas. Ia menilai semangat para pegiat KIM patut menjadi teladan bagi generasi muda tanpa batasan usia.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kelompok Informasi Masyarakat yang ada di Kabupaten Sleman. Kegiatannya ternyata sangat banyak dan sangat mendukung penyebaran informasi yang dilaksanakan di Kabupaten Sleman, terutama di Kapanewon Turi,” kata Supatmi.

Supatmi berharap informasi seputar pertanian, produk UMKM, hingga pariwisata yang dikemas oleh KIM dapat menarik minat masyarakat luar daerah untuk berkunjung ke Sleman.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Informasi Publik (PIP) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sleman, Agastya Dedi Kusuma, memaparkan bahwa produktivitas pemberitaan KIM menunjukkan tren positif. Sepanjang triwulan III 2026 (Juli–September), lebih dari berita berhasil masuk ke Diskominfo atau rata-rata melampaui 300 berita per bulan.

Meski demikian, Agastya mengingatkan para pegiat KIM agar berhati-hati dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) saat menyusun naskah berita. AI hanya boleh digunakan untuk merapikan alur tulisan dan tata bahasa, bukan untuk mengarang fakta atau merekayasa kutipan narasumber.

“Kami tidak melarang menggunakan AI. Namun, fungsi AI adalah untuk merapikan dan mengatur alur tulisan. Jangan sampai pernyataan seseorang yang sebenarnya tidak pernah diucapkan justru ditulis seolah-olah menjadi pernyataan orang tersebut,” tegas Agastya.

Dalam kesempatan yang sama, Diskominfo Sleman turut mendorong penguatan kelembagaan melalui kepemilikan nomor induk KIM, penyelenggaraan lomba video berbatas waktu pengumpulan 20 November 2026, serta rencana pelatihan akhir tahun bagi delapan KIM. Melalui penguatan kapasitas ini, KIM diharapkan terus menjadi jembatan informasi yang tepercaya bagi masyarakat. (SBD/KIM Tempel)




Bappeda Fasilitasi Raker UMKM Sleman, Perkuat Kelembagaan dan Digitalisasi Menuju Pasar Global

Sleman — Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman menyelenggarakan Rapat Kerja Penyusunan Rekomendasi Kebijakan Pengembangan Usaha Mikro di Ruang Rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sleman, Jumat (30/10/2026). Kegiatan ini merupakan fasilitasi dari Bidang Perekonomian Bappeda Sleman untuk merumuskan arah kebijakan strategis pengembangan UMKM di Bumi Sembada.

Rapat kerja tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Perekonomian Bappeda Sleman Hanggya Hari Utoro, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sleman Sutiasih, Kabid UMKM Sri Wara Nusandari, Ketua Forkom UMKM Sleman Ardi Sehami, serta para ketua Forkom UMKM kapanewon dan kalurahan se-Kabupaten Sleman.

Kepala Bidang Perekonomian Bappeda Sleman, Hanggya Hari Utoro, menyatakan bahwa fasilitasi ini adalah bentuk dukungan nyata pemerintah dalam menumbuhkan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan kegiatan usaha.

“Semoga kegiatan ini memberikan banyak kemanfaatan dan selamat bermusyawarah untuk Kabupaten Sleman yang lebih baik,” pesan Hanggya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sleman, Sutiasih, menekankan bahwa Forkom UMKM yang bermitra hingga tingkat kalurahan memiliki peran strategis dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan. Legalitas keberadaan organisasi ini telah diperkuat melalui Peraturan Bupati Sleman Nomor 49 Tahun 2022 agar ruang gerak pembinaan semakin leluasa.

“Dengan adanya legalitas tersebut, ruang gerak Forkom Kabupaten Sleman lebih leluasa dalam melakukan fungsinya,” jelas Sutiasih.

Sutiasih juga mendorong agar Forkom dapat menjadi jembatan efektif antara pelaku usaha dan pemerintah. Pemerintah sendiri berkomitmen memberikan fasilitas perizinan (seperti NIB dan PIRT), pelatihan peningkatan kapasitas, serta perluasan akses pemasaran secara digital maupun melalui pameran dan showroom.

Selain penguatan kelembagaan, Sutiasih mengingatkan pentingnya adopsi digitalisasi bagi UMKM di tengah perkembangan zaman. Kolaborasi dengan akademisi dan pelaku usaha dinilai krusial untuk menjawab tantangan pasar yang semakin kompetitif.

“Harapannya UMKM Kabupaten Sleman terus bertumbuh dan beradaptasi di tengah tantangan yang lebih besar,” pungkas Sutiasih. (Kusnadi/KIM Berbah)




Jejak Sejarah Jalur Kereta Tebu Pabrik Gula Sendang Pitu Ditemukan di Margokaton Sleman

Sleman — Berbekal peta kolonial Belanda buatan tahun 1920, sejumlah pegiat sejarah Kalurahan Margokaton, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, berhasil menemukan sisa-sisa jalur kereta api pengangkut tebu peninggalan masa lampau, Jumat (30/10/2026). Penemuan ini bermula dari penelusuran di area perkebunan tebu yang dulunya merupakan bagian dari operasional Pabrik Gula Sendang Pitu.

Dengan bantuan petani setempat, Muhajir, tim penelusur yang terdiri dari pegiat sejarah Mei Anjar Wintolo dan Agus Suprihono mendapati sebuah tugu setinggi lebih dari 10 meter yang berdiri di tengah aliran Kali Putih—batas antara Kalurahan Margokaton dan Banyurejo, Tempel. Di sekitar lokasi, mereka juga menemukan sisa-sisa pondasi jembatan serta struktur bantalan rel lori.

“Menurut cerita simbah dulu, ini adalah jembatan sepur tebu. Kemungkinan besar ini adalah jalur lori pengangkut tebu menuju Pabrik Gula Sendang Pitu,” ujar Mei Anjar Wintolo.

Pabrik Gula Sendang Pitu sendiri merupakan pabrik gula terakhir yang dibangun Belanda di Yogyakarta pada 1922 di atas bekas perkebunan tembakau. Namun, pabrik ini harus berhenti beroperasi sekitar tahun 1931 akibat krisis ekonomi dunia. Dugaan jalur lori semakin kuat setelah ditemukan struktur bangunan serupa jembatan kecil dengan lebar bantalan rel sekitar 165 sentimeter yang segaris dengan lokasi tugu dan bekas pabrik.

Lurah Margokaton, Anggir Bimanyu, menyambut baik penemuan situs bersejarah ini. Ia menegaskan bahwa jejak-jejak sejarah di wilayahnya merupakan aset penting yang harus dijaga dan dilestarikan.

“Jejak sejarah di wilayah ini merupakan aset yang harus dijaga dan dilestarikan agar ke depannya dapat memberi manfaat bagi generasi mendatang, setelah melalui kajian dari pihak yang berwenang, seperti dinas purbakala,” ungkap Anggir.

Senada dengan hal tersebut, budayawan Agus Suprihono berharap aksi pelestarian swadaya ini mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah agar situs-situs bersejarah yang tersisa dapat dilindungi sebagai cagar budaya serta sarana edukasi sejarah lokal. (Ony/KIM Pararta Guna Gamping)




Semangat Sumpah Pemuda, Karang Taruna Palasa 08 Mejing Kidul Resmi Lantik Pengurus Baru

Sleman — Lapangan voli Dusun Mejing Kidul, Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, tampak meriah oleh alunan musik dan kerumunan pemuda, Jumat (30/10/2026) malam. Suasana penuh semangat tersebut menandai puncak Peringatan Hari Sumpah Pemuda sekaligus pelantikan pengurus baru Karang Taruna Palasa 08 Mejing Kidul.

Acara yang berlangsung khidmat sejak pukul WIB ini dihadiri oleh Lurah Ambarketawang Sumaryanto, Babinsa Ibnu, Kepala Dusun Arif, Ketua Karang Taruna Kalurahan Vicky, tokoh masyarakat, serta puluhan pemuda-pemudi setempat. Regenerasi kepemimpinan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran pemuda dalam pembangunan karakter bangsa, mulai dari tingkat dusun.

Lurah Ambaryanto dalam sambutannya mengapresiasi semangat kepemudaan yang terjalin. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman agar tidak terjadi perpecahan yang dapat menghambat pembangunan fisik maupun nonfisik di wilayah tersebut.

“Terima kasih kepada Karang Taruna Mejing Kidul Palasa 08 yang malam ini bisa bersama-sama memperingati Hari Sumpah Pemuda,” ujar Sumaryanto.

Sumaryanto juga mengingatkan para pemuda agar memiliki rasa handarbeni (memiliki) terhadap wilayahnya serta mampu meneladani kesuksesan pemuda Dusun Mejing Lor yang baru saja sukses menggelar Pekan Olahraga Kalurahan (Porkal) Ambarketawang 2026. Ia turut berpesan kepada Ketua Karang Taruna Kalurahan, Vicky, agar senantiasa melakukan pembinaan dan merangkul seluruh karang taruna unit dusun agar terjalin hubungan yang harmonis.

Sementara itu, Babinsa Ambarketawang, Ibnu, memberikan arahan dengan menekankan pentingnya disiplin serta partisipasi aktif pemuda dalam mengisi kemerdekaan melalui kegiatan positif yang membangun.

“Jauhi judol, game online, bahkan narkoba! Jaga kerukunan, persatuan, dan kesatuan untuk mendukung pembangunan. Semoga Palasa bisa menjadi pionir dan contoh bagi dusun serta wilayah lainnya,” tegas Ibnu.

Acara pelantikan pengurus baru Karang Taruna Palasa 08 Mejing Kidul ini ditutup dengan sesi foto bersama serta dimeriahkan oleh penampilan keyboard tunggal yang menghibur seluruh warga yang hadir. (Ony/KIM Pararta Guna Gamping)