Mahasiswi UNY Bekali Siswa SMK Muhammadiyah 2 Moyudan Praktik Bertelepon Hadapi Dunia Kerja

Sleman – Kemampuan berkomunikasi secara efektif menjadi salah satu keterampilan penting bagi siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) sebagai bekal memasuki dunia kerja. Hal tersebut diterapkan dalam pembelajaran praktik bertelepon yang diikuti siswa kelas XI SMK Muhammadiyah 2 Moyudan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembelajaran yang dilaksanakan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) selama menjalani Praktik Kependidikan (PK) di SMK Muhammadiyah 2 Moyudan. Salah satu mahasiswa yang terlibat, Darwika Dyah, menyampaikan hal tersebut pada Kamis (17/9/2026).
Dalam praktik tersebut, siswa berlatih berkomunikasi melalui telepon dalam situasi yang disimulasikan menyerupai lingkungan kerja. Siswa berpasangan dan mempraktikkan tahapan komunikasi, mulai dari membuka percakapan, menyampaikan informasi, menerima dan mencatat pesan, hingga mengakhiri pembicaraan dengan bahasa yang sopan dan profesional.
Simulasi tersebut dirancang untuk memberikan gambaran kepada siswa mengenai pentingnya etika, ketepatan penyampaian informasi, serta sikap dalam berkomunikasi melalui telepon. Mahasiswa turut memberikan arahan dan melakukan penilaian terhadap praktik siswa, dengan pendampingan dari guru pengampu.
Melalui pembelajaran berbasis praktik, siswa dapat memperoleh pengalaman secara langsung sekaligus mengetahui aspek komunikasi yang telah dikuasai maupun yang masih perlu diperbaiki. Setelah praktik, siswa mengikuti refleksi untuk mengulas kembali materi dan pengalaman yang diperoleh.
Refleksi tersebut menekankan bahwa komunikasi melalui telepon tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbicara, tetapi juga mencakup kemampuan mendengarkan, mencatat informasi, memilih kata yang tepat, serta mengakhiri percakapan secara santun.
Hasil penilaian menunjukkan siswa dapat mengikuti praktik dengan baik. Guru MPLB SMK Muhammadiyah 2 Moyudan, Ikhsan, memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan tersebut karena dinilai memberikan pengalaman yang relevan sebagai bekal siswa sebelum mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL).
“Menurut saya, kegiatan ini bagus untuk siswa. Mereka bisa langsung belajar dan mempraktikkan cara berkomunikasi melalui telepon sebagai bekal untuk terjun ke praktik kerja lapangan,” ujar Ikhsan.
Kegiatan tersebut sekaligus mendukung pembelajaran yang aktif dan kontekstual dengan mendorong siswa menerapkan materi secara langsung serta membangun kepercayaan diri dalam situasi komunikasi formal.
Pembelajaran ini sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang pendidikan berkualitas dan Tujuan 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Melalui praktik tersebut, siswa diharapkan mampu menerapkan keterampilan dan etika berkomunikasi, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun ketika menjalani PKL dan memasuki dunia kerja. (Arief Hartanto/KIM Kertomandiri Turi)



