Gandeng Bakesbangpol, TP PKK Condongcatur Perkuat Peran Keluarga Cegah Kenakalan Remaja

Sleman – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kalurahan Condongcatur bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman menggelar sosialisasi pencegahan kenakalan remaja di Ruang Wacana Loka Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Senin (14/9/2026).

Mengusung tema “Sinergi Kita Melindungi Anak dari Ancaman Kenakalan Remaja di Era Digital”, kegiatan tersebut diikuti pengurus dan anggota TP PKK serta perwakilan padukuhan se-Kalurahan Condongcatur. Sosialisasi bertujuan memperkuat peran keluarga dalam mencegah kejahatan jalanan, pergaulan berisiko, penyalahgunaan narkoba, serta pengaruh negatif ruang digital.

Plt. Lurah Condongcatur, Budi Arto mengatakan perlindungan generasi muda membutuhkan keterlibatan keluarga, masyarakat, sekolah, dan pemerintah. Menurutnya, pencegahan perlu dilakukan sejak dini melalui komunikasi terbuka, pendampingan, dan pembinaan berkelanjutan.

“Saya mengajak seluruh keluarga dan masyarakat membangun lingkungan yang ramah anak dan remaja. Apabila ada persoalan, mari kedepankan komunikasi, pembinaan, dan pencegahan sejak dini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional Bakesbangpol Kabupaten Sleman, Bagus Jalu Anggara sebagai narasumber menjelaskan, remaja saat ini menghadapi berbagai ancaman, baik di lingkungan fisik maupun digital. Ancaman tersebut antara lain pergaulan berisiko, narkoba, kejahatan jalanan, konten kekerasan, serta intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

Bagus menekankan pentingnya kehadiran orang tua dalam mendampingi anak. Pengawasan, katanya, tidak cukup berupa larangan, tetapi perlu dibangun melalui komunikasi, kedekatan emosional, dan kepercayaan.

“Pencegahan harus dimulai dari keluarga. Orang tua perlu hadir dengan perhatian dan kasih sayang, membangun komunikasi, serta peka terhadap perubahan perilaku anak,” kata Bagus.

Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan penerapan Peraturan Bupati Sleman Nomor 45 Tahun 2020 tentang Jam Rumah/Jam Istirahat Anak, yang menetapkan jam rumah bagi anak mulai pukul hingga WIB, dengan sejumlah pengecualian.

Peserta juga mendapat penjelasan mengenai Instruksi Bupati Sleman Nomor tentang Pencegahan Kenakalan Remaja dan Paham Radikalisme bagi Anak Peserta Didik di Kabupaten Sleman. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan keterlibatan pelajar dalam geng dan tindakan kekerasan.

Wakil Ketua Pokja II TP PKK Kalurahan Condongcatur, Wiji Astuti berharap kader dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan masyarakat di wilayah masing-masing. Dengan demikian, pencegahan kenakalan remaja dapat berkembang menjadi gerakan bersama berbasis keluarga dan lingkungan.

Melalui kegiatan ini, TP PKK Condongcatur dan Bakesbangpol Sleman menegaskan pentingnya keluarga sebagai benteng pertama perlindungan anak. Sinergi keluarga, masyarakat, sekolah, dan pemerintah diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang generasi muda. (Wasana/KIM Depok)




Pemilihan Ketua PK Stembayo Jadi Praktik Demokrasi Siswa SMK Negeri 2 Depok Sleman

Sleman – Pemilihan Ketua Umum Perwakilan Kelas (PK) Stembayo periode 2026–2027 di SMK Negeri 2 Depok, Kabupaten Sleman, Senin (14/9/2026), menjadi sarana pembelajaran demokrasi bagi siswa melalui proses seleksi dan pemilihan langsung di lingkungan sekolah.

Kegiatan menjadi ruang bagi peserta didik untuk memahami praktik demokrasi secara langsung, mulai dari mengenali calon, menentukan pilihan, menggunakan hak suara, hingga menghormati hasil pemilihan.

Menurut Ketua Umum PK Stembayo 2025-2026, Daniel Alves Pradyta (Kelas XI-TKBR), panitia seleksi membuka kesempatan terbuka khusus bagi seluruh siswa aktif kelas X dan XI yang siap berkembang, beraspirasi, dan membawa dampak nyata bagi sekolah untuk mengisi kepengurusan PK periode 2026-2027 melalui seleksi.

“Penerapan demokrasi di lingkungan sekolah dinilai penting karena memberikan pengalaman konkret kepada siswa mengenai nilai partisipasi, kesetaraan, tanggung jawab, kebebasan menyampaikan pilihan, serta sikap menghargai perbedaan. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter siswa sebagai warga negara,” jelas Daniel.

Melalui pemilihan Ketua Umum, Sekretaris, Bendahara, dan Media PK Stembayo, siswa juga diperkenalkan pada mekanisme pengambilan keputusan yang mengedepankan suara mayoritas dengan tetap menjunjung etika, ketertiban, dan kepentingan bersama. Proses tersebut sekaligus melatih siswa agar tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai sumber perpecahan.

Selain memilih pemimpin, Daniel menyebutkan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum untuk membangun kesadaran bahwa kepemimpinan merupakan amanah yang harus dijalankan secara bertanggung jawab. Ketua Umum dan jajarannya yang terpilih nantinya tidak hanya dituntut mampu menjalankan program kerja organisasi, melainkan menjadi representasi aspirasi siswa di lingkungan sekolah.

“Pemilihan Ketua Umum dan pengurus harian PK Stembayo periode 2026–2027 menjadi ruang strategis untuk menanamkan budaya demokrasi sejak dini melalui pengalaman yang nyata, terukur, dan dekat dengan kehidupan siswa,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu kandidat Ketua PK Stembayo 2026-2027, Bimasakti Manusakerti dari kelas X Geologi Pertambangan A, mengatakan proses seleksi dan pemilihan tersebut menjadi pengalaman penting bagi dirinya untuk belajar berdemokrasi secara langsung. Menurutnya, setiap calon memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan gagasannya untuk meyakinkan pemilih mengenai visi dan misi serta program yang akan dibawa.

“Bagi saya, proses ini bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi bagaimana kami sebagai siswa belajar menyampaikan pendapat, berkompetisi secara sehat, dan menghargai pilihan teman-teman. Apa pun hasilnya nanti, kami harus tetap menjaga kebersamaan dan mendukung kemajuan sekolah,” tandasnya.

Dari sisi pendidikan karakter, pengalaman mengikuti proses pemilihan secara langsung diharapkan mampu menumbuhkan sikap kritis dan rasional dalam diri siswa. Mereka tidak hanya belajar memilih berdasarkan popularitas, tetapi juga mempertimbangkan kapasitas, integritas, komitmen, serta kemampuan calon dalam membawa organisasi ke arah yang lebih baik.

Melalui kegiatan tersebut, SMK Negeri 2 Depok Sleman menunjukkan bahwa demokrasi dapat dipelajari melalui praktik sehari-hari. Pemilihan pemimpin siswa bukan semata-mata tentang siapa yang memperoleh suara terbanyak, melainkan tentang bagaimana seluruh proses berlangsung secara jujur, tertib, bertanggung jawab, serta mampu memperkuat budaya musyawarah dan penghormatan terhadap perbedaan di lingkungan sekolah. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Hari Kunjung Perpustakaan, SPS Asparagus Kentungan Ajak Anak Kenal Literasi dan Kesiapsiagaan Bencana

Sleman – Memperingati Hari Kunjung Perpustakaan 2026, Satuan PAUD Sejenis (SPS) Asparagus Kentungan mengajak anak-anak mengikuti pembelajaran luar kelas di Kompleks Kantor Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, Senin (14/9/2026).

Kegiatan tidak hanya berlangsung di Perpustakaan Pustaka Loka. Anak-anak juga diajak mengenal fasilitas Desa Tangguh Bencana (Destana), ambulans, GOR, taman, pendopo, hingga aktivitas pelayanan pemerintahan kalurahan.

Kepala SPS Asparagus Kentungan, Reni Lestari mengatakan kegiatan tersebut menjadi pembelajaran kontekstual untuk mengenalkan fasilitas publik, menumbuhkan budaya literasi, serta membangun kesadaran keselamatan dan kesiapsiagaan bencana sejak dini.

“Belajar tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Lingkungan sekitar, termasuk kantor pemerintahan, fasilitas kebencanaan, dan perpustakaan, dapat menjadi sumber belajar yang nyata, menarik, dan menyenangkan,” kata Reni.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke fasilitas Destana Condongcatur. Anak-anak dikenalkan dengan sarana penanganan keadaan darurat, termasuk ambulans dan perlengkapannya. Pengenalan tersebut menjadi bagian dari implementasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

“Pengenalan kebencanaan tidak harus disampaikan dengan cara yang menakutkan. Anak-anak dapat dikenalkan melalui benda konkret, cerita sederhana, dan pengalaman langsung,” jelas Reni.

Setelah itu, anak-anak berkeliling GOR, taman, dan pendopo kalurahan serta melihat aktivitas pelayanan administrasi kepada masyarakat. Mereka juga dikenalkan dengan berbagai perangkat perkantoran dan pentingnya menggunakan perangkat elektronik secara bijak dengan pendampingan orang tua.

Puncak kegiatan berlangsung di Perpustakaan Pustaka Loka. Anak-anak mengikuti senam ceria, membaca buku, mendengarkan dongeng, serta bermain dengan permainan edukatif. Suasana dibuat menyenangkan agar anak-anak semakin dekat dengan buku dan perpustakaan.

Kaur Tata Laksana Kalurahan Condongcatur, Andree Setiawan menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, pengenalan perpustakaan sejak dini dapat mendekatkan anak dengan buku dan membentuk kebiasaan membaca.

“Harapannya, perpustakaan menjadi tempat yang menyenangkan, nyaman, dan selalu dirindukan oleh anak-anak,” ujar Andree.

Hari Kunjung Perpustakaan diperingati setiap 14 September dan menjadi momentum untuk menumbuhkan budaya membaca sejak dini. Melalui kegiatan tersebut, SPS Asparagus Kentungan bersama Pemerintah Kalurahan Condongcatur, Destana, dan Perpustakaan Pustaka Loka memadukan literasi, pengenalan fasilitas publik, edukasi teknologi, dan kesiapsiagaan bencana dalam pembelajaran yang menyenangkan. (Wasana/KIM Depok)




Bimtek BUMKal Nyawiji Dorong Pengembangan Potensi Ekonomi Condongcatur

Sleman— Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Bimbingan Teknis BUMKal Nyawiji di Ruang Sasana Wicara, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Senin (14/9/2026). Kegiatan yang didukung Pokok Pikiran (Pokir) anggota Komisi A DPRD Kabupaten Sleman, Budi Sanyoto, ini membahas penggalian potensi, arah kerja sama, dan pemasaran digital.

Bimtek diikuti unsur Pemerintah Kalurahan Condongcatur, BPKal, pengawas dan pengelola BUMKal Nyawiji, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), pendamping desa, Forum UMKM, Gapoktan, serta Kelompok Wanita Tani (KWT).

Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Sleman, Agung Margandhi menjelaskan pengembangan usaha BUMKal harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, potensi wilayah, kemampuan sumber daya manusia, peluang pasar, keberlanjutan usaha, dan ketersediaan mitra.

Menurutnya, pemetaan potensi dapat dilakukan melalui observasi, wawancara, penelaahan data kalurahan, dan diskusi kelompok. Hasil pemetaan selanjutnya dianalisis untuk menentukan usaha prioritas.

“Usaha yang dipilih harus dibutuhkan masyarakat, memiliki pasar, mampu dijalankan sumber daya manusia lokal, menghasilkan keuntungan, dan berpeluang dikembangkan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Salah satu potensi yang dikembangkan BUMKal Nyawiji adalah greenhouse budi daya melon. Perwakilan BUMKal Nyawiji, Kuwat, mengatakan pengembangan tersebut menjadi salah satu upaya memanfaatkan lahan secara produktif di tengah keterbatasan lahan Condongcatur sebagai kawasan perkotaan.

“Condongcatur saat ini termasuk wilayah perkotaan dengan lahan yang semakin terbatas. Karena itu, BUMKal sedang mengembangkan greenhouse untuk penanaman buah melon,” kata Agung.

Ketua BPKal Condongcatur, Sunarto berharap bimtek mendorong BUMKal mengoptimalkan seluruh unit usaha. Ia juga menilai perlu adanya inovasi dan kerja sama untuk menekan biaya produksi usaha masyarakat, termasuk peternak yang masih bergantung pada pakan pabrikan.

Sementara itu, Ketua KDMP Condongcatur, Siswantoro menyampaikan pihaknya siap membuka peluang kerja sama dengan BUMKal, KWT, Gapoktan, dan pelaku UMKM. Salah satunya melalui penampungan dan pemasaran produk masyarakat.

Selain penggalian potensi, peserta mendapatkan materi pemasaran digital melalui media sosial, situs web, lokapasar, QRIS, live shopping, serta pemanfaatan kecerdasan buatan untuk promosi.

Perwakilan Dinas PMK Kabupaten Sleman, Siska Wulandari, mengatakan pemetaan potensi menjadi langkah awal untuk menentukan bentuk kerja sama yang sesuai dengan karakter wilayah.

“Karakter Condongcatur sebagai kawasan desa rasa kota membuat kebutuhan dan peluang ekonominya berbeda. Karena itu, pengembangan usaha perlu disesuaikan dengan karakter pasar, kebutuhan masyarakat, dan kemampuan masing-masing lembaga ekonomi,” katanya.

Bimtek tersebut diharapkan ditindaklanjuti dengan penyusunan rencana aksi, penetapan usaha prioritas, pemetaan calon mitra, dan penjajakan kerja sama sehingga potensi ekonomi Condongcatur dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Wasana/KIM Depok)




Sasar 94 Balita, Kalurahan Condongcatur Gelar Validasi Data Gizi dan Pemantauan PMT

Sleman – Puskesmas Depok II bekerja sama dengan Tim Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) Condongcatur menyelenggarakan kegiatan validasi data status gizi balita di Ruang Wacana Loka, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman pada Sabtu (12/9/2026). Kegiatan ini menyasar 94 balita penerima manfaat program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal.

Validasi tersebut ditujukan bagi balita dengan kategori gizi stunting, wasting, dan underweight yang selama ini rutin mendapatkan asupan makanan tambahan serta pendampingan harian. Proses validasi dilakukan melalui penimbangan berat badan dan pengukuran ulang tinggi serta panjang badan untuk memastikan keakuratan data antropometri anak secara riil.

Pengampu Gizi Puskesmas Depok II, Winariyanti, menjelaskan bahwa presisi dalam pengukuran awal menjadi kunci utama dalam merumuskan intervensi gizi serta menentukan evaluasi kesehatan balita di tingkat dinas.

“Penimbangan dan pengukuran ulang dilakukan untuk memvalidasi hasil pengukuran sebelumnya. Hasilnya digunakan sebagai bagian dari data status gizi tahunan yang dilaporkan kepada dinas kesehatan,” ujar Winariyanti.

Selain pemantauan fisik, tim tenaga kesehatan bersama ahli gizi Dwi Anisa Purnamasari turut memberikan edukasi langsung kepada para orang tua. Langkah ini penting mengingat keberhasilan penanganan masalah gizi balita sangat bergantung pada pola pengasuhan serta pemberian nutrisi seimbang di lingkungan rumah tangga.

Upaya intensif yang mengolaborasikan 40 Posyandu, Puskesmas Depok II, dan Rumah Sakit Condong Catur ini mencatatkan tren positif. Data Pemerintah Kalurahan Condongcatur menunjukkan penurunan angka kasus stunting dari 59 kasus pada 2024 menjadi 51 kasus pada 2025.

Melalui keakuratan data hasil validasi ini, Pemerintah Kalurahan Condongcatur bersama Puskesmas Depok II berharap dapat mengambil langkah intervensi medis maupun pendampingan gizi yang lebih terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan. (Wasana/KIM Depok)